1 research outputs found
Analisis Kualitas Kopi Arabika pada Petani Kopi Kabupaten Bondowoso dan Situbondo
Perkebunan rakyat (96% kopi) hanya mampu menyumbang 73% produksi kopi nasional. Berbeda sekali dengan perkebunan negara dan swasta dimana 4% lahan mampu menyumbang 27% produksi kopi nasional. Kondisi ini terjadi karena produktivitas perkebunan rakyat sangat rendah. Pemupukan merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas kopi masyarakat. Kualitas buah kopi arabika berkaitan dengan produktivitas. Produktivitas tanaman dipengaruhi oleh kondisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biji kopi pada petani kopi Bondowoso dan Situbondo. Rancangan percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu lokasi pengambilan sampel (Bondowoso dan Situbondo). Faktor ke dua yaitu petak Kebun Petani (petak petani 1, petak petani 2, petak petani 3, petak petani 4 dan petak petani 5. Penelitian dilakukan di Situbondo dan Bondowoso. Parameter yang diamati adalah bobot basah log kopi, volume log kopi, bobot kering log kopi, bobot kering biji kopi, bobot kering biji kopi, dan tanah (pH, N, P, dan K). Hasil penelitian menunjukkan jika secara umum kandungan P dan K pada Situbondo lebih tinggi dari pada Bondowoso, namun kandungan N, Bondowoso yang lebih tinggi. Lahan kopi yang tidak melakukan pemupukan kimiawi dan organik yang menjadi penentu kualitas buah kopi adalah ketersediaan nitrogen dalam tanah. Parameter kualitas buah paling baik terdapat pada lahan Bondowoso 5
