5 research outputs found

    Potensi Desa Wisata Rende: Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    Tourism villages were formed as one of the manifestations of the Indonesian government in empowering rural communities through the development of the tourism sector. Rende Village is one of the two tourism villages in East Sumba. The aim of the research is to describe the potency of Rende tourism village as a traditional village at East Sumba. The author uses descriptive research with qualitative approach. This village has cultural properties such as traditional villages, tombs megalithic and traditional ikat crafts. The cultural wealth can be enjoyed in the Praiyawang traditional village. The government and local villagers need to work together in optimizing community empowerment through a village tourism program.Desa wisata dibentuk sebagai salah satu perwujudan pemerintah Indonesia dalam memberdayakan masyarakat pedesaan melalui pengembangan sektor pariwisata. Desa Rende merupakan salah satu dari dua desa wisata yang ada di kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran terkait potensi yang dimiliki oleh desa wisata Rende sebagai desa adat di Sumba Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Desa ini memiliki kekayaan budaya seperti kampung adat, kuburan megalitik serta kerajinan tenun ikat. Kekayaan budaya dari desa ini dapat dinikmati di Kampung adat Praiyawang. Pemerintah dan penduduk desa setempat perlu bekerjasama dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui program desa wisata

    OFFICE ADMINISTRATION MANAGEMENT THROUGH MODERN ARCHIVES MANAGEMENT TRAINING IN IMPROVING PUBLIC SERVICES

    No full text
    This service is motivated by the needs and problems of partners. The results of initial observations made by the service team, the service team found various partner problems related to the management of Archives in Naiola Village, TTU District, including the following: First, Lack of knowledge and skills of village officials related to archives; Second, lack of facilities and infrastructure to store existing archival documents; Third, there is no part of the Village Apparatus that specifically takes care of the management of Archives; Fourth, partners only carry out conventional archive management. In fact, the Village Government is asked to be able to document all Village activities both in conventional form or in electronic form because basically archive management that only relies on conventional types is not reliable because it is not effective and efficient enough. Therefore, efforts are needed to improve the skills of village officials and equip village officials with additional knowledge and skills of village administration management through modern archive management training to improve public services. This service activity is carried out according to the predetermined plan. This service activity received a lot of support, especially from the village head of Naiola Kab.TTU who also thought that this activity provided motivation and a more modern picture for village officials related to technological advances that must be utilized properly by village officials as an effort to improve public services

    DEMOKRASI DELIBERASI DALAM MUSYAWARAH DESA (STUDI PENELITIAN DI DESA LASAEN KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA TAHUN 2022)

    No full text
    Masalah dalam penelitian ini adalah masalah musyawarah desa yang ada di desa lasaen. Penelitian ini bertujuan untuk untukmengetahui musyawarah desa di Desa Lasaen. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatifdengan focus penelitian mendeskripsikan Demokrasi deliberasiDalam Musyawarah desa (Studi Penelitian Di Desa LasaenKecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Tahun 2022. Hasil penelitian yaitu Demokrasi Deliberasi Dalam Musyawarah desa (Studi Penelitian Di Desa Lasaen Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Tahun 2022). Dengan adanya pengaruh, keterwakilan dan musyawarah. Sehingga dengan adanya penelitian mengenai musyawarah desa bahwa musyawarah desadi desa Lasaen itu membahas mengenai perencanaanpembangunan desa. Kesimpulan dan saran yaitu Musyawarahdesa merupakan sebuah forum dalam pengambilan keputusan inidapat dipahami dalam demokrasi deliberasi di mana dalamdemokrasi ini musyawarah ini memiliki prinsip-prinsipdemokrasi dan Musyawarah desa dengan melibatkan berbagaipihak dari perwakilan desa perlu dipertahankan dalammusyawarah-musyawarah desa kedepannya, yang perludilandasi dengan adanya keleluasaan dalam penyampaianpendapat

    Pendampingan Kegiatan Studi Independen Mahasiswa terkait Artificial Intelligence di PT. Orbit Ventura Indonesia

    No full text
    Kebijakan Kampus Merdeka, yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020, berperan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan di era Industri 4.0 dan Society 5.0. Untuk mendukung kesiapan Perguruan Tinggi dalam menghadapi tantangan tersebut, kebijakan Kampus Merdeka memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan kampus melalui program Studi Independen yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi yang diterapkan dalam dunia industri. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mendalami bidang yang diminati seperti Artificial Intelegence dengan bimbingan dari lembaga mitra salah satunya adalah PT. Orbit Ventura Indonesia. Pembelajaran dilakukan secara daring dimulai dari bulan agustus 2023 hingga januari 2024 yang dimonitoring oleh Dosen Pendamping Program (DPP). DPP melakukan koordinasi bersama mitra dalam mengevaluasi proses pembelajaran mahasiswa di PT. Orbit Ventura Indonesia. Hasil monitoring dilaporkan secara berkala melalui LMS Kampus Merdeka

    EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA TUNMAT KECAMATAN IO KUFEU KABUPATEN MALAKA EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE FAMILY HOPE PROGRAM IN TUMAT VILLAGE, IO KOFEU DISTRIC MALACCA REGENCY

    No full text
    Kemiskinan adalah masalah serius yang masih di hadapai oleh Negara-negara yang berkembang didunia. Salah satu Negara yang masih menghadapi kemiskinan yaitu di indonesia. Dalam rangka penanggulangan kemiskinan berbasis rumah tangga, pemerintah meluncurkan program khusus yang diberi nama Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana yang telah sudah di atur dalam peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No.1 tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan. Peraturan Menteri Sosial RI Tahun 2018 tentang PKH Pasal 1 ayat (1) menyatakan Program Keluarga Harapan adalah program pemberian batuan sosial bersyarat kepada keluarga atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Dalam proses pelaksanaan Program keluarga harapan  (PKH) masih terdapat permasalahan serta kendala seperti  belum optimalnya pembagian PKH terhadap masyarakat yang lain, Kurangnya koordinsi dari berbagai pihak yang terkait dengan program keluarga harapan (PKH), ketidak tepatan sasaran bantuan program Keluarga Harapan. tujuan dari  penelitian ini yaitu Untuk mengetahui evaluasi pelaksana program keluarga harapan di Desa Tunmat, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka. Hasil anlisis menunjukan bahwa Pelaksana Program Keluarga Harapan Desa Tunmat Kecamatan Kecamatan Io Kufeu tidak dilibatkan dalam proses seleksi dan penetapan lokasi yang akan dijadikan penerimaan bantuan program, Masyarakat penerima PKH sangat puas dengan pelayanan pemerintah dalam hal ini pemerintah Desa Tunabes
    corecore