1,722,525 research outputs found

    ECON 318.001

    No full text
    Submitted by Aisha Malik ([email protected]) on 2010-07-09T18:56:49Z No. of bitstreams: 1 ECON 318.001 Economic History. Wisman. S10.pdf: 13901 bytes, checksum: c1b64a34accdef5a3da29bc1f45e37d1 (MD5)Made available in DSpace on 2010-07-09T18:56:49Z (GMT). No. of bitstreams: 1 ECON 318.001 Economic History. Wisman. S10.pdf: 13901 bytes, checksum: c1b64a34accdef5a3da29bc1f45e37d1 (MD5

    Genetic (in)stability in tomato

    No full text
    In the present study tomato lines carrying unstable alleles of the loci yv or sulfurea were characterized. In addition, we aimed at the isolation of an endogenous transposable element supposedly active in the unstable lines. Since the unstable loci were not cloned, we developed a transposon target system that enabled us to select for putative insertion mutants of the Adh-1 gene. While investigating the genetic characteristics of the Yv msand Sulfurea line it became apparent that the instability of their marker loci was not necessarily related to the activity of transposition elements. Also, the instability could not be related to the activity of tomato sequences homologous to transposable elements from related species. This invited speculation about the stability of DNA sequences in tomato. It is proposed that mechanisms which are known to underlie genetic instability in other organisms, have a role in the unstable expression of yv and sulfurea . These alternative mechanisms have been summarized in Chapter 1. Chapter 2 describes the isolation of an EMS induced Adh-1 null mutant and its use in crosses with the unstable tomato lines. In the resulting F 1 populations additional Adh-1 null mutants were selected through the resistance of seeds or pollen grains to allyl alcohol (Chapter 4). The cloning of the entire Adh-1 gene allowed the molecular analysis of the Adh-1 null mutants (Chapter 3). Chapter 5 describes the cytogenetic and genetic characterization of the tomato line Yvms. 'Me characteristics of a newly isolated unstable allele of the sulfurea locus are presented in chapter 6. Finally, chapter 7 describes the hybridization of tomato DNA to alien transposable element probes. These experiments emphasize the stability of transposable element-like sequences in the tomato genome

    ECON-318 Economic History - Course Syllabus

    No full text
    Course syllabus for ECON-318 Economic History by Jon Wisman, American University, College of Arts and Sciences, Department of Economics in Spring 2009.Submitted by Megan Lynch ([email protected]) on 2009-05-06T19:35:43Z No. of bitstreams: 1 Economics 318 SYL.s09 Wisman.pdf: 44925 bytes, checksum: f45dbb308beb4f9df637e0e3b3f65e4a (MD5)Made available in DSpace on 2009-05-06T19:35:43Z (GMT). No. of bitstreams: 1 Economics 318 SYL.s09 Wisman.pdf: 44925 bytes, checksum: f45dbb308beb4f9df637e0e3b3f65e4a (MD5

    ECON-318 Economic History - Course Syllabus

    No full text
    Course syllabus for ECON-318 Economic History by Jon Wisman, American University, College of Arts and Sciences, Department of Economics in Spring 2009.</p

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Provinsi Nusa Tenggara Barat ditetapkan oleh Kemenpar pada tahun 2015 sebagai destinasi wisata syariah unggulan Indonesia berkat prestasi pada ajang The World Halal Travel Award tahun 2015 sebagai World’s Best Halal Honeymoon destination dan World’s Best Halal Tourism Destination. Pertumbuhan wisman berpengaruh secara langsung pada penerimaan devisa negara. Begitu pula dengan kunjungan wisman di Nusa tenggara barat yang mempengaruhi sektor perekonomian dan menggambarkan banyaknya jumlah wisman halal yang datang ke Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan wisman di Nusa Tenggara barat dengan jenis penelitian kuantitatif data sekunder. Penelitian ini menggunakan data time series berbentuk data bulanan dengan rentang waktu pada tahun 2013 – 2019. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Proses pengolahan data menggunakan software SPSS 23. Variabel bebas yang diduga berpengaruh terhadap penelitian ini adalah akomodasi, kurs, dan keamanan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kunjungan wisman di Nusa Tenggara Barat pada tingkat kepercayaan 5% dengan nilai Sig. 0,004. Hasil uji t dengan taraf signifikansi sebesar 5% menunjukkan bahwa variabel akomodasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan dengan nilai Sig. 0,101, variabel kurs berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai Sig. 0.002, variabel keamanan berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan nilai Sig. 0.694

    ANALISIS FAKTOR KURS, TCPI DAN KEBIJAKAN TAX REFUND TERHADAP JUMLAH WISMAN SINGAPURA DI INDONESIA PERIODE 2009-2013

    No full text
    Industri pariwisata merupakan suatu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, salah satunya sebagai sumber penerimaan devisa. Hal tersebut tidak lain disebabkan karena pertumbuhan pariwisata Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia. Jumlah wisman yang datang ke Indonesia merupakan faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan devisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kurs, TCPI dan kebijakan Tax Refund sebagai variabel ekonomi makro terhadap jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia periode 2009-2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa dokumentasi data yang berasal dari BI, BPS dan sumber terkait lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah OLS (Ordinary Least Square) menggunakan bantuan program E-views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurs dan kebijakan Tax Refund mempengaruhi jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia secara signifikan. Sedangkan TCPI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia. Peningkatan jumlah kunjungan wisman dapat ditingkatkan dengan upaya Pemerintah dalam memaksimalkan pelaksanaan kebijakan Tax Refund, mengendalikan laju inflasi di Indonesia serta mengupayakan agar rupiah tidak selalu terdepresiasi. Dengan upaya tersebut, wisatawan global akan semakin tertarik untuk berwisata ke Indonesia

    Herméneutique et traditions savantes

    No full text
    Heinz Wisman, directeur d’études Théories de la connaissance historique : Hannah Arendt et Walter Benjamin Aux conceptions totalisantes de l’histoire, qu’elles reprennent le modèle cyclique des cosmologies antiques ou s’inspirent du schéma linéaire tracé par l’annonce chrétienne du salut, Kant avait opposé le point de vue réfléchissant de la critique transcendantale. Alors que l’idée théorique de totalité conduisait à imaginer un processus indépendant de la volonté humaine (qualifié de « plan..

    PELAYANAN PENUMPANG UNTUK MENARIK WISATAWAN ASING (WISMAN) DI INDONESIA

    No full text
    Abstrak :Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan pelayanan penumpang untuk menarik wisatawan asing (wisman) ke Indonesia. Hal ini terdiri dari pendahuluan; dasar hukum seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun2009 tentang Penerbangan, keputusan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 1025, pelayanan sebelum penerbangan termasuk informasi sebelum penebangan, lapor keberangkatan, dan proses embarkasi; pelayanan selama penerbangan termasuk penyediaan fasilitas dan pelayanan hidangan yang diselenggarakan oleh Garuda Indonesia dan Air Asia; pelayanan setelah penerbangan termasuk informasi fasilitas dan pelayanan, pencarian barang yang hilang.Â

    ANALISIS KURS, TCPI DAN KEBIJAKAN TAX REFUND TERHADAP JUMLAH WISMAN DI INDONESIA

    No full text
    Industri pariwisata merupakan suatu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, salah satunya sebagai sumber penerimaan devisa. Hal ini  disebabkan karena pertumbuhan pariwisata Indonesia yang terus meningkat dan berdampak positif terhadap penerimaan devisa Indonesia. Jumlah wisman yang datang ke Indonesia merupakan faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap penerimaan devisa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kurs, TCPI dan kebijakan Tax Refund sebagai variabel ekonomi makro terhadap jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia periode 2009-2013. Metode analisis yang digunakan adalah OLS (Ordinary Least Square) menggunakan bantuan program E-views. Hasil menunjukkan bahwa kurs dan kebijakan Tax Refund mempengaruhi jumlah wisman Singapura yang datang ke Indonesia secara signifikan, sedangkan TCPI tidak. Jumlah kunjungan wisman dapat ditingkatkan dengan upaya Pemerintah dalam memaksimalkan pelaksanaan kebijakan Tax Refund, mengendalikan laju inflasi di Indonesia serta mengupayakan agar rupiah tidak selalu terdepresiasi. Dengan upaya tersebut,  wisatawan  global akan semakin tertarik untuk berwisata ke Indonesia.  Tourism is one of sector that have an important effect in economy of Indonesia, one of them as a source of foreign exchange earnings. That’s not caused due to the growth of Indonesian tourism that has a positive impact to foreign exchange earnings in Indonesia. The number of tourists in Indonesia is the factor that directly affects the foreign exchange earnings. This study aims to determine how much kurs, TCPI and Tax Refund as a macro economic variables to the number of  Singapore tourists in Indonesia at 2009-2013. Analysis metode used in this study is OLS (Ordinary Least Square) using  E-views program assistance. Research show that kurs and Tax Refund affects significantly to the number of Singapore tourists in Indonesia and TCPI didn’t make it. The number of tourists can be improved by efforts of Indonesia’s government in maximizing the policy implementation of Tax Refund, control the inflation in Indonesia and make rupiah doesn’t continously depreciate. With that efforts, more foreign tourists will come to Indonesia

    Analisis Faktor Tourism Consumer Price Index (TCPI) dan Kebijakan Tax Refund Terhadap Jumlah Wisatawan Mancanegara (WISMAN)

    No full text
    Industri pariwisata merupakan suatu sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian bangsa Indonesia, salah satunya sebagai sumber penerimaan devisa. Hal ini disebabkan dengan pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan pariwisata dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia merupakan faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan devisa negara. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh TCPI dan kebijakan Tax Refund terhadap jumlah wisman Malaysia yang berkunjung ke Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa dokumentasi data yang berasa dari BI, BPS, dan sumber terkait lainnya. Metode yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS) dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TCPI dan kebijakan Tax Refund berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah wisman Malaysia yang datang ke Indonesia. Peningkatan jumlah wisman dapat ditingkatan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi dan memaksimalkan pelaksanaan kebijakan Tax Refund. Dengan demikian dapat menarik wisatawan global untuk berkunjung ke Indonesia
    corecore