2,373 research outputs found

    Hasan Fehmi Tümerkan's life and works

    No full text
    İttihat ve Terakki Cemiyeti, Osmanlı Devleti'nin son zamanlarında ve Cumhuriyet Dönemi'nin ilk zamanlarında siyasi olarak oldukça etkili olmuştur. Bu cemiyetin sarıklı mebuslarından Hasan Fehmi Tümerkan Meclis-i Mebusan'da ve akabinde TBMM'de yapmış olduğu konuşmalarla, önerilerle ve kanun teklifleriyle ön plana çıkan mebuslardan biri idi. Kendisi, dönemin yenilikçi anlayışını benimseyerek reform taraflısı oldu. Hasan Fehmi Bey eğitimini bitirince İlahiyat Fakültesi'nde müderrislik yapmış ve Sinop Müftülüğü görevini icra etmiştir. İstanbul'un işgalinin ardından ise Malta'ya sürgün edilen isimler arasındadır. Esaret hayatı boyunca kendisini Kur'an'ı Türkçe'ye çevirme işine adamıştır. Böylelikle sadece bir siyasetçi değil; aynı zamanda dini ilimlere katkı sunan bir yazar da olmuştur. Şunu da belirtmek gerekir ki Sinop mebusu ve ardından Kastamonu milletvekili olarak görev yaptığı zamanlarda, kaleme aldığı eserleri ile ilmi ve fikri yönünü ortaya koymuştur.The Committee of Union and Progress (İttihat ve Terakki Cemiyeti) played a pivotal role in the political landscape during the final years of the Ottoman Empire and the early period of the Turkish Republic. Among its notable members was Hasan Fehmi Tümerkan, a turbaned deputy who distinguished himself through his speeches, legislative proposals, and policy suggestions in both the Ottoman Chamber of Deputies (Meclis-i Mebusan) and later in the Grand National Assembly of Turkey (TBMM). Tümerkan embraced the progressive ideology of the era and was a staunch advocate of reform. Following his education, Hasan Fehmi served as a professor at the Faculty of Theology and later held the position of Mufti of Sinop. After the occupation of Istanbul, he was among those exiled to Malta. During his time in captivity, he dedicated himself to translating the Qur'an into Turkish. In doing so, he emerged not only as a politician but also as an author contributing to Islamic scholarship. It is also worth noting that during his tenure as a deputy representing Sinop and later Kastamonu, he demonstrated his intellectual and scholarly inclinations through the works he authored

    Pengaruh Karakteristik dan Dukungan Keluarga pada Ibu yang Memiliki Bayi Berumur 0 sampai 3 Bulan terhadap Pemberian Imunisasi HB-0 di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2014

    No full text
    Hepatitis B is an infectious disease caused by the hepatitis B virus that results in acute inflammation of the liver that can developintoliver cancer. Indonesia is a country with 13 million Hepatitis B sufferers or ranks third in the world. The purpose of this analytical study with cross-sectional design was to analyze the influence of characteristic and family support in the mother with the baby of 0-3 month old on the administration of HB-0 immunization in the working area of Puskesmas (Community Health Center) Batang Pane II, Padang Bolak Subdistrict, Padang Lawas Utara District in 2014. The population and the samples of this study were all of the 59 mothers with the baby of 0-3 month old living in the working area of Puskesmas (Community Health Center) Batang Pane II, Padang Bolak Subdistrict, Padang Lawas Utara District. The data for this study were obtained through questionnaire distribution, analyzed through the stages of univariate, bivariate used chi-square test, exact fisher’s test and multivariate used multiple logistic regression at level of confidence 95%. The result of this study showed that the variables related to the administration of HB-0 immunization were age, number of children, knowledge, informational support, appraisal support, and instrumental support. The result of multivariate analysis by using logistic regression test showed that the influencing variables were occupation (p = 0.042), knowledge (p = 0.003), and appraisal support (p = 0.048). The most dominant variable on the administration of HB-0 immunization was knowledge. The management of Puskesmas Batang Pane II is suggested to increase the health promotion effort by improving the quality of health extension on Hepatitis-B.Penyakit Hepatitis B adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebabkan peradangan hati akut yang dapat berkembang menjadi kanker hati. Indonesia merupakan Negara dengan penderita Hepatitis B terbanyak ketiga didunia dengan jumlah penderita 13 juta orang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik dan dukungan keluarga pada ibu yang memiliki bayi berumur 0 sampai 3 bulan terhadap pemberian imunisasi HB-0 di wilayah kerja puskesmas Batang Pane II kecamatan Padang Bolak kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2014. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berumur 0 sampai 3 bulan yang berada di wilayah kerja puskesmas Batang Pane II kecamatan Padang Bolak kabupaten Padang Lawas Utara berjumlah 59 orang. Alat pengumpulan data adalah kuesioner, dianalisis melalui tahapan univariat, bivariat menggunakan uji chi square , fisher exact test dan multivariat menggunakan uji statistik regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian imunisasi HB-0 yaitu umur, jumlah anak, pengetahuan, dukungan informasional, dukungan penilaian dan dukungan instrumental. Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan variabel yang berpengaruh yaitu pekerjaan (p=0,042), pengetahuan (p=0,003) dan dukungan penilaian (p=0,048). Variabel yang paling dominan terhadap pemberian imunisasi HB-0 adalah pengetahuan. Disarankan pada Puskesmas Batang Pane II agar meningkatkan upaya promosi kesehatan yakni peningkatan kualitas penyuluhan kesehatan tentang penyakit hepatitis B.178 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Komponen Fisik Rumah Susun, Sanitasi Lingkungan dan Perilaku terhadap Penyakit SKABIES di Rumah Susun Sederhana Sewa di Kota Medan Tahun 2015

    No full text
    The construction of Rusunwa (rented high-rises) was initially intended to reduce slum areas, but the fact was that they became new slum areas. Scabies can spread through direct and indirect contacts. Filthy environment and unclean and unhealthy behavior can increase the risk for being transmitted by scabies in Rusunwa. The objective of the research was to analyze the influence of home physical components, environmental sanitation, and the residents’ behavior on the incidence of scabies at Rusunwa, Medan. The research was an observational analytic survey with case control design. The population was all residents of the Rusunwa Wisma Labuhan and Amplas. The samples were 100 respondents that were divided into 50 respondents in case group and the other 50 respondents in the control group. The data were analyzed by using chi square test and multivatriate analysis with logistic regression analysis. The result of the research showed that the variables which were correlated with the incidence of scabies were lighting, density of the family members, moisture, and hygienic behavior. The variable of moisture had the most dominant influence on the incidence of scabies at Exp (β) = 8.682. It is suggested to the residents to obey the rules in rusunawa, the management of Rusunwa increase the supervision on the residents and for housing and settlement Department enhancing physical rusunawa building and collaboration with the Department of Health to improve personal hygiene occupants.Pembangunan Rumah susun sederhana sewa pada awalnya bertujuan untuk mengurangi kawasan kumuh namun berubah menjadi daerah kumuh baru. Skabies dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Kondisi lingkungan yang kumuh dan perilaku yang tidak bersih dan tidak sehat meningkatkan resiko penyakit skabies di Rusunawa. Metode penelitian adalah survei analitik observasional dengan desain case control. Populasi penelitian adalah seluruh penghuni Rusunawa Wisma Labuhan dan Amplas. Sampel sebanyak 100 penghuni yang terdiri dari 50 kasus dan 50 kontrol. Analisis data bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan adalah pencahayaan, kepadatan hunian, kelembaban, dan perilaku kebersihan diri, sedangkan yang paling berpengaruh adalah kelembaban. Disarankan kepada penghuni untuk menaati peraturan di rusunawa, bagi pengelola untuk meningkatkan pengawasan terhadap penghuni dan bagi Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk memperbaiki fisik bangunan rusunawa dan bekerjasama dengan Dinas kesehatan untuk meningkatkan kebersihan diri penghuni.197 HalamanTesis Magiste

    Sanitasi Perumahan Desa Laboi Jaya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Propinsi Riau Tahun 2002

    No full text
    Rumah yang sehat merupakan rumah yang memenuhi kebutuhan jasmani,rohani,perlindungan terhadap penyakit dan perlindungan terhadap gangguan atau kecelakaan dari penghuninya. Untuk menuajang terciptanya rumah yang sehat harus tersedia sarana kesehatan lingkungan perumahan. Sanitasi dasar perumahan merupakan bagian dari komponen lingkungan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan sarana sanitasi perumahan masyarakat di Desa Laboi Jaya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2002. Penelitian ini merupakan survey yang bersifat deskriptif dengan populasi penelitian adalah masyarakat Desa Laboi Jaya Kecamatan Bangkinang kabupaten Kampar dengan jumlah sampel sebanyak 83 Kepala Keluarga (KK).Berdasarkan basil penelitian diketahui bahwa ditinjau dari segi persyaratan sanitasi perumahan secara keseluruhan, belum ada satupun rumah yang memenuhi syarat Namun bila ditinjau dari segi kondisi halaman rumah 60,3 % memenuhi syarat, kebersihan dalam rumah 83,1 % 111emenuhi syarat, luas ventilasi 67,4 % memenuhi syarat dan penerangan dalam rumah 66,2 % memenuhi syarat. Sedangkan penyediaan air bersih bila ditinjau dari segi jumfah atau kuantitas telah mencukupi yaitu 75,9 % sumur gali dan 10,8 % penampungan air hujan. Namun ditinjau dari kualitas fisik air hanya 48,2 % yang memenuhi syarat. Sarana pembuangan air limbah pada umumnya tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu 66,2 % dibiarkan tergenang dan hanya 14,5 % yang dibuang ketempat khusus. Sarana pembuangan kotoran manusia atau jamban hnnya 53,I% yang memenuhi syarat dan 46,9 % tidak memenuhi syarat.Melihat pada kenyataan di atas disarankan agar upaya penyuluhan kesehatan yang intensif dan terpadu tentang sanitasi perumahan perlu dilakukan oleh pihak terkait. sehingga masyarakat desa Iaboi Jaya secara mnndiri memelihara kebersihan rumah dan lingkungmmya.72 HalamanSkripsi Sarjan

    Pengaruh Pengetahuan dan Motif Ekonomi terhadap Penggunaan Formalin dan Boraks oleh Pedagang dalam Pangan Siap Saji (Bakso) di Kecamatan Medan Denai dan Medan Tuntungan Tahun 2011

    No full text
    ABSTRACT Misuse of formalin and borax in meatballs by its sellers still found in Medan. The data of 2010 obtained from the food security surveillance of Indonesian food and drugs inspection agency revealed that the misuse of formalin was 4.89% and borax 8.80%. The purpose of this analytical study with cross-sectional design was to analyze the influence of knowledge and economic motive on the use of formalin and borax in meatballs in Medan Denai and Medan Tuntungan Subdistrict. The population of this study was 40 bakso sellers were selected based on inclution criteria. The result of this study revealed that there was an influence knowledge and Economic motive on the misuse of formalin and borax in meatballs. Variable knowledge give most impact on the misuse of formalin and borax , which is variable knowledge had a chance against the misuse of formalin 3.56 times and 5.3 times likely to misuse of borax in meatballs. The bakso sellers are suggested to know the harmful effect of formalin and borax being in food. Disperindag should be more assertive in monitoring and preventing the circulation of formalin and borax on the market. The management of Medan Health Service should provide more extension program on the dangerous risk of formalin and borax to the bakso sellers. The management of National Agency and Food Control in Medan is suggested to continuously increase their control in food and food additive found in the community.To all of relevant government institutions should increase coordination across sectors to control the hazardous materials. Keywords: Knowledge, Economic Motive, Formalin, BoraxABSTRAK Penyalahgunaan formalin dan boraks dalam bakso oleh pedagang masih ditemukan di kota Medan. Data Surveilan Keamanan Pangan Badan POM RI tahun 2010 penyalahgunaan formalin sebesar 4,89%, dan boraks sebesar 8,80% . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan motif ekonomi terhadap penggunaan formalin dan boraks dalam bakso oleh pedagang. Penelitian ini bersifat analitik, dengan desain Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang bakso sebanyak 40 pedagang diambil berdasarkan kriteria inklusi yang berada di Kecamatan Medan Denai dan Medan Tuntungan yang. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan dan motif ekonomi terhadap penggunaan formalin dan boraks oleh pedagang dalam bakso. Variabel pengetahuan memberikan pengaruh paling besar terhadap penggunaan formalin dan boraks, dimana responden dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 3,56 kali lebih tinggi untuk menggunakan formalin dan berpeluang 5,3 kali lebih tinggi untuk menggunakan boraks. Pedagang bakso disarankan harus lebih meningkatkan pengetahuan mereka mengenai efek bahaya dari formalin dan boraks dalam makanan. Disperindag agar lebih tegas dalam mengawasi dan mencegah peredaran formalin dan boraks di pasaran. Dinas Kesehatan Kota Medan agar lebih meningkatkan program penyuluhan tentang bahaya formalin dan boraks kepada para pedagang bakso. Balai Besar POM di Medan disarankan agar meningkatkan pengawasan yang berkesinambungan terhadap pangan dan bahan tambahan pangan yang beredar di pasaran. Kepada seluruh instansi pemerintah terkait agar meningkatkan koordinasi lintas sektor mengenai pengawasan bahan berbahaya. Kata Kunci : Pengetahuan, Motif Ekonomi, Formalin, Boraks124 HalamanTesis Magiste

    Tinjauan Penerapan Persyaratan Kesehatan Best Western Asean Internasional Hotel di Medan Tahun 2000

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penerapan persyaratan kesehatan Hotel Asean Intemasional. Penelitian ini berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 80/MENKES/PER/IVl990 tentang persyaratan kesehatan hotel dan Keputusan Dirjen PPM & PLP No. 95-V PD.03.04.L.P tanggal 25 Mei 1991 Tentang Penilaian Pemeriksaan Kesehatan Hotel. Penelitian ini bersifat deskriptif yang memberikan gambaran mengenai penerapan persyaratan kesehatan hotel, dimana pengambilan data dilak:ukan dengan mempergunakan data primer (melalui observasi langsung dengan menggunakan kuesioner tentang penilaian pemeriksaan kesehatan hotel dan melalui wawancara dengan pimpinan dan karyawan hotel) dan data sekunder (melalui data-data yang ada pada Dinas Pariwisata Kodya Medan dan Dinas Kesehatan Kodya Medan). Sebuah hotel berbintang dikatakan telah memenuhi persyaratan kesehatan (laik sehat) apabila memenuhi nilai skor minimal 75% dari total skor, yakni 75% x 1156 = 867. Dari data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa secara keseluruhan Hotel Asean Intemasional ini dapat dikatakan laik sehat dengan skor keseluruhan 1020 dari total skor 1156 (yakni 88%), dimana untuk persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan memenuhi skor 114 dari 126 (yakni 90%), untuk persyaratan kesehatan kamar/ruang hotel memenuhi skor 169 dari 180 (yakni 94%), untuk persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi memenuhi skor 557 dari 650 (yakni 86%), untuk persyaraatn karyawan hotel memenuhi skor 30 dari 50 (yakni 60%), dan untuk sanitasi makanan dan minuman memenuhi skor 150 dari 150 (yakni I00%). Diharapkan hotel ini pada masa yang akan datang dapat mempertahankan mutu bahkan meningkatkan mutu baik dari segi pelayanan maupun fasilitas.73 HalamanSkripsi Sarjan

    Efektivitas Konseling Kelompok dan Media Promosi Kesehatan Video terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perawatan Kaki Penderita Diabetes Melitus di Klinik Diabetes Puskesmas Sering Medan 2013

    No full text
    The knowledge and attitude of diabetes mellitus patients about their foot care can decrease the possibility of the diabetic foot complication. A grouped counseling can help increase the knowledge and attitude about foot care of diabetes mellitus patients by conducting conversation and interaction during the process of counseling. Video is one of the counseling media which interests and stimulates the senses. The objective of the research was to know which one was more effective in increasing the knowledge and attitude in footcare of diabetes patients, whether health promotion through grouped counseling or through video media. The research used quasi experimental design. The samples consisted of 60 respondents: 30 of them were grouped in the counseling treatment and the other 30 respondents were grouped in the video display treatment. The samples were taken by purposive sampling technique. The data were gathered by using questionnaires which were analyzed by using paired t test for each treatment and independent t test for evaluating the effectiveness for each treatment. The evaluation of knowledge and attitude for each treatment indicated that there was significant increase after being tested by pair t test. On the other hand, the result of the independent t test indicated that counseling did not show any significant decrease in attitude, right after the counseling was done and a week after it was done. This result had caused the researcher to recommend that diabetes mellitus patients learn from a grouped counseling in order to improve their knowledge and attitude in foot care.Pengetahuan dan sikap penderita diabetes melitus tentang perawatan kakinya dapat memperkecil kemungkinan munculnya komplikasi kaki diabetes. Konseling yang dilakukan secara berkelompok dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan kaki penderita diabetes melitus melalui percakapan dan interaksi yang terjadi selama proses konseling. Media video merupakan media penyuluhan yang menarik dan merangsang lebih banyak indera. Tujuan penelitian ini adalah menilai apakah konseling kelompok atau media promosi kesehatan video yang lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan kaki penderita diabetes. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan jumlah sampel 60 orang, yang terdiri dari 30 orang mendapat perlakuan konseling kelompok dan 30 orang mendapatkan perlakuan penayangan video. Pengambilan sampel melalui purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan paired t test untuk setiap perlakuan dan independent t test untuk menilai keefektivan masing-masing perlakuan. Penilaian terhadap pengetahuan dan sikap setelah masing-masing perlakuan memperlihatkan peningkatan yang bermakna setelah diuji dengan paired t test. Namun pada uji independent t test, konseling tidak menunjukkan penurunan nilai sikap yang bermakna pada saat segera setelah konseling dan seminggu setelah konseling. Hal ini yang menjadi dasar bagi peneliti merekomendasikan konseling secara berkelompok dalam pembelajaran bagi pasien diabetes melitus dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan kaki.186 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Intensitas Kebisingan dan Karakteristik Pekerja terhadap Tekanan Darah Petugas Ground Handling di Apron Bandar Udara Internasional Kualanamu Tahun 2014

    No full text
    Noise is one of environment factors at work place that influence the health of ground handling staff at the airport apron. Based on measurement done by the health workers to the ground handling staff who came to the post of Port Health Office Class I Medan in the working area of Kualanamu International Airport, several of the staff were found to experience an above normal increase of blood pressure. The purpose of this analytical study with cross-sectional design conducted from January to March 2014 was to analyze the influence of noise intensity and workers characteristics on the blood pressure of ground handling staff at the apron of Kualanamu International Airport. The population of this study was all 106 ground handling staff and all of them were selected to be samples for this study through total sampling technique. The data for this study were obtained through questionnaire based interviews, observation and direct measurement. The data obtained were analyze through univariate analysis, bivariate analysis using Chi square test and multivariate analysis with multiple logistic regression test at α = 0,05. The result of this study showed that the variables that influenced the change of the ground handling staff’s blood pressure were noise intensity, age, length of servive, the use of hearing protection devices (ear muff) and training. The result of multiple logistic regression test showed that the most dominant variable influencing the change of blood pressure was noise intensity. The average of ground handling staff experiencing the change of blood pressure worked under the noise intensity above NAB, were over 28 years old, with length of service more than 5 years, did not use any hearing protection (ear muff) and never attended any training related to their work area. The ground handling staff should have awareness and discipline to use ear protective devices at work or in the work environment.Kebisingan merupakan salah satu faktor lingkungan tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan petugas ground handling yang bertugas di apron bandar udara. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan petugas kesehatan terhadap petugas ground handling yang datang ke pos Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan wilayah kerja Bandara Kualanamu, terdapat sejumlah petugas yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kebisingan dan karakteristik pekerja terhadap tekanan darah petugas ground handling di apron Bandar Udara Internasional Kualanamu. Metode penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari sampai dengan Maret 2014. Populasi adalah seluruh petugas ground handling berjumlah 106 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner, observasi dan pengukuran langsung. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda pada pengujian α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah petugas ground handling yaitu intensitas kebisingan, umur, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga dan pelatihan. Hasil uji regresi logistik berganda variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah adalah intensitas kebisingan. Petugas yang mengalami perubahan tekanan darah setelah bekerja rata-rata menerima intensitas kebisingan diatas NAB, memiliki umur diatas 28 tahun, dengan masa kerja lebih dari 5 tahun, tidak menggunakan alat pelindung telinga dan tidak pernah mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya. Petugas ground handling harus memiliki kesadaran dan disiplin untuk menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja atau berada dalam lingkungan kerja.131 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Keadaan Lingkungan Kerja dan Radiasi non Peng-Ion terhadap Kelelahan Mata pada Karyawan Biro Perjalanan di Kota Medan

    No full text
    Computer Vision Syndrome (CVS) is caused by a large reflection or glare from computer monitor. The American Optometric Association (AOA) in 2004 proved that 61% of American sitizen is experiencing a very serious problem in the eye as a result of working with computers for a long time. Observations in four travel agency that are Four Seas Tour & Travel, Ever Prompt Travel, Jumbo Holidays and Maju Ika Jaya Tour & Travel in the city of Medan using questionnaires Visual Fatigue Index (VFI) to 20 employees, employee eyestrain with VFI values ≥ 0.4 (75%), did not experience eyestrain (15%) and experienced symptoms of headache after work (10%). The purpose of this study was to analyze the influence of environmental conditions (lighting and room temperature) non-ion magnetic radiation on the eyestrain in employees Travel Ticketing Section in Medan. This type of research using a survey method with cross-sectional study design. The experiment was conducted from January 2010 until July 2011. Population were 651 employees and the number of samples were 100 employees which had taken by a purposive sampling technique. Collecting data through interviews guided by the research questionnaire. Data were analyzed using Logistic Regression testing. The results showed that long exposure, distance monitors, light intensity, temperature and non-ionic magnetic radiation had an influence on the eyestrain in employees of Travel Ticketing Section in Medan. It is recommended to Dinas Pariwisata Medan City make policy about the feasibility of working the room through the monitoring and implementation of a continuous extension of the impact of non-ion magnetic radiation and lighting. Leader of the Travel are also expected to travel to provide working facilities in accordance with quality standards and health of employees in the work action set minimization with visibility and eye relaxation.Computer Vision Syndrome (CVS) disebabkan oleh terlalu besarnya refleksi maupun silau dari monitor komputer. American Optometric Association (AOA) tahun 2004 membuktikan bahwa 61% masyarakat Amerika mengalami permasalahan yang sangat serius pada mata akibat bekerja dengan komputer dalam waktu lama. Pengamatan di empat biro perjalanan yaitu Four Seas Tour & Travel, Ever Prompt Travel, Jumbo Holidays dan Maju Ika Jaya Tour & Travel di Kota Medan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) kepada 20 orang karyawan, karyawan mengalami kelelahan mata dengan nilai VFI ≥ 0,4 (75%), tidak mengalami kelelahan mata (15%) dan mengalami gejala sakit kepala setelah bekerja (10%). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keadaan lingkungan (intensitas cahaya dan suhu ruangan) radiasi non pengion terhadap kelelahan mata pada karyawan bagian tiket travel di Kota Medan. J Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama terpapar, jarak monitor, intensitas cahaya, suhu dan radiasi non peng-ion berpengaruh terhadap kelelahan mata pada karyawan Bagian Tiket Travel Kota Medan. enis penelitian menggunakan metode survei dengan rancangan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan mulai pada Januari 2010 sampai dengan bulan Juli 2011. Populasi sebanyak 651 karyawan dan jumlah sampel 100 karyawan dengan teknik proporsional sampling. Pengumpulan data melalui wawancara yang berpedoman pada kuesioner penelitian. Data dianalisis menggunakan Regresi Logistik. Disarankan kepada Dinas Pariwisata Kota Medan membuat kebijakan tentang kelayakan ruangan kerja melalui pemantauan dan penyelenggaraan penyuluhan secara berkontiniu akan dampak radiasi non peng-ion dan intensitas cahaya. Diharapkan juga pimpinan travel menyediakan fasilitas kerja sesuai dengan baku mutu kesehatan dan karyawan dalam bekerja melakukan tindakan minimalisasi dengan mengatur jarak pandang dan relaksasi mata.112 HalamanTesis Magiste
    corecore