4 research outputs found
REPRESENTASI PEREMPUAN TIONGHOA DALAM NOVEL KANCING YANG TERLEPAS KARYA HANDRY TM(KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan etnis Tionghoa di Indonesia, khususnya kaum perempuannya yang mengalami ketidakadilan karena dua hal, yakni karena jenis kelamin dan etnisnya. Persoalan tersebut juga digambarkan dalam karya sastra, khususnya novel.
Objek penelitian ini adalah novel dengan judul Kancing yang Terlepas karya Handry TM. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur, (2) mendeskripsikan representasi perempuan Tionghoa yang meliputi peran, stereotip, ketidakadilan yang dialami perempuan Tionghoa, dan perlawanan yang dilakukan untuk menghadapi ketidakadilan tersebut, (3) mendeskripsikan model representasi yang digunakan pengarang dalam menggambarkan perempuan Tionghoa pada novel Kancing yang Terlepas karya Handry TM.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui studi pustaka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, yaitu sosiologi karya sastra dengan menggunakan teknik representasi. Teori yang digunakan adalah kritik sastra feminis.
Hasil penelitian menunjukkan struktur novel Kancing yang Terlepas berkaitan satu sama lain, dengan latar di Pecinan Semarang pada tahun 1960-an. Representasi peran perempuan Tionghoa terbagi atas peran publik, domestik, dan peran ganda. Dalam representasi stereotip, terdapat perempuan Tionghoa yang melanggengkan stereotip dan mendekontruksi stereotip. Perempuan Tionghoa yang berperan di wilayah domestik digambarkan sebagai perempuan yang melanggengkan stereotip sedangkan yang berperan di wilayah publik cenderung mendekontruksi stereotip. Ketidakadilan yang dialami perempuan Tionghoa meliputi marginalisasi, kekerasan, diskriminasi, dan subordinasi. Perlawanan yang dilakukan perempuan Tionghoa meliputi perlawanan fisik dan batin. Model representasi yang digunakan adalah model aktif berupa gugatan yang diberikan pengarang terhadap permasalahan yang dialami perempuan Tionghoa. Gambaran tersebut merupakan representasi dari masalah sosial yang dialami perempuan Tionghoa baik dalam masyarakat, budaya, dan negara.
This research was motivated by problems of the Chinese ethnic in Indonesia, especially the women that felt injustice because of two things, namely cause of gender and ethnicity. The issue is also described in the literature, especially the novel.
Object of this study is novel with the title is Kancing yang Terlepas that work by Handy TM. The goals of the research are (1) describe the structure (2) describing the Chinese women's representation includes roles, stereotypes, injustices experienced by Chinese women, and the resistance that being made to confront these injustices, (3) describe the author's model of representation used in describing the Chinese women the novel Kancing yang Terlepas that work by Handry TM.
This study is a qualitative research using descriptive analysis method. Data collection techniques used through the literature. The approach of the research is sociological approach, namely the sociology of literature by using of the representasion technique. Theory used is the feminist literary criticism.
The results showed that the structure of novel Kancing yang Terlepas has a relation with each other, with the background of Chinatown in Semarang, 1960. The representation of Chinese women was divided in the role of public, domestic, and dual role. In the stereotype of representasion, there are the Chinese women who perpetuate streotype and deconstruction streotype. The role of Chinese women in the domestic sphere is described as a woman who perpetuate the role streotype while in public areas is deconstructin stereotypes. The injustices experienced by Chinese women is marginalization, violence, discrimination, and subordination. Resistance that doing by Chinese women include physical and mental resistance. The model used is a model representation of the active form of lawsuit given author to the problems faced by Chinese women. The picture is a representation of the social problems experienced by Chinese women both in society, culture, and country
Workflow Berbasis Notifikasi Untuk Platform Elearning Guna Mendukung Pembelajaran
E-learning dipandang sebagai aplikasi masa depan di seluruh dunia karena mempromosikan belajar sepanjang hayat dengan memungkinkan peserta didik untuk belajar kapanpun, dimanapun dan pada kecepatan pelajar (Macaulay 2004). Di dalam pembelajaran individu sebuah tugas akan di kerjakan di luar kelas oleh satu, seluruh atau sebagian mahasiswa sedangkan pembelajaran kolaborasi atau teamwork, kegiatan online suatu kelompok dapat di definisikan, sebuah tugas yang di kerjakan oleh lebih dari satu mahasiswa. Dalam hal ini memerlukan penyerahan tugas dan koordinasi interaksi yang belum effective untuk mengontrol pelaksanaan durasi dan sinkronisasi. (Pereira,2008). Hal ini berpotensi untuk ketidakefeksienan dari semua proses dan tindakan dalam elearning dan kurangnya dalam hal mengontrol proses. (Young, 2004), maka diperlukan teknik pendekatan untuk pengelolaan e-learning agar lebih efisien. Menurut Pereira (2008) teknik pendekatan koordinasi proses bisnis workflow management system (WFMS) juga dapat di gunakan di dalam elearning. Karena WFMS berfokus pada menangani proses bisnis, hal yang bersangkutan dengan otomatisasi prosedur di mana informasi dan tugas yang di berikan dapat berjalan lebih efisien dan terkoordinas
The change of CO2 emission on manufacturing sectors in Indonesia: An input-output analysis
KOMPETENSI DAN KOMITMEN ORGANISASI KAITANYA PADA MOTIVASI DAN KINERJA PEGAWAI
This study aims to analyze the effect of competence and organizational commitment on employee performance with motivation as an intervening variable in the Department of Education and Culture of the City of Bima. This study's population is 55 Civil Servants at the Bima City Education and Culture Office, of which all employees are the research samples. Measurement of variables is using a Likert Scale. The analysis technique used in this study is Path Analysis. The results showed that competence has a significant effect on employee performance, but motivation does not mediate competence. In contrast, organizational commitment does not significantly influence employee performance. The author suggests that the City of Education and Culture Office of Bima improve employee performance by increasing employee competency by providing employees opportunities to improve their education levels and involving employees in various education and training programs the primary function.Pengukuran terhadap kinerja pegawai perlu dilakukan agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaian hasil kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel intervening pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima. Populasi penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima yang berjumlah 55 orang, dimana keseluruhan pegawai menjadi sampel penelitian. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan Skala Likert. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, tetapi motivasi tidak memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai. Sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Penulis menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima meningkatkan kinerja pegawai melalui peningkatan kompetensi pegawai dengan memberikan kesempatan bagi pegawai untuk meningkatkan jenjang pendidikannya serta mengikutsertakan pegawai dalam berbagai pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan tupoksinya
