216 research outputs found

    ebook - Hidrogeologi Pertanian

    No full text
    ebook - Hidrogeologi Pertanian. Author: Aris Rinaldi. Editor: Dasapta Erwin Irawan. Published as OA book by ITB Press.s

    Pengaruh Norma, Dorongan, dan Kepercayaan Diri Terhadap Entrepreneurial Intention Mahasiswa Pontianak

    No full text
    Tingkat pengangguran yang tinggi mempunyai dampak negatif bagi sosial ekonomi negara. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat pengangguran adalah dengan menciptakan lebih banyak wirausaha. Lulusan perguruan tinggi yang banyak merupakan salah satu penyumbang pengangguran yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami niat wirausaha pada mahasiswa khususnya pada mahasiswa ilmu informatika di Pontianak. Model penelitian dikembangkan dengan 3 konstruk (norma, dorongan, dan kepercayaan diri) yang mempengaruhi konstruk niat wirausaha. Data dianalisis dengan structural equation modeling berbasis partial least square. Dari ketiga konstruk yang dikembangkan, hanya dorongan yang tidak signifikan mempengaruhi niat wirausaha tetapi mempengaruhi kepercayaan diri pada mahasiswa ilmu informatika. Model valid dan reliable dengan kemampuan menjelaskan varians (R2) sebesar 0.463. Niat wirausaha mahasiswa dipengaruhi dengan kuat oleh kepercayaan diri mereka. Norma atau kepercayaan yang dianut oleh mahasiswa terhadap wirausaha juga mempengaruhi niat berwirausaha walaupun tidak kuat. Dorongan atau dukungan dari keluarga dan teman dekat tidak mempengaruhi niat wirausaha secara langsung melainkan hanya meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk berwirausaha.   Keywords : Norma, Kepercayaan Diri, Dorongan, Entrepreneurship, Akademis

    Pengaruh Norma, Dorongan, dan Kepercayaan Diri Terhadap Entrepreneurial Intention Mahasiswa Pontianak

    No full text
    Tingkat pengangguran yang tinggi mempunyai dampak negatif bagi sosial ekonomi negara. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat pengangguran adalah dengan menciptakan lebih banyak wirausaha. Lulusan perguruan tinggi yang banyak merupakan salah satu penyumbang pengangguran yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami niat wirausaha pada mahasiswa khususnya pada mahasiswa ilmu informatika di Pontianak. Model penelitian dikembangkan dengan 3 konstruk (norma, dorongan, dan kepercayaan diri) yang mempengaruhi konstruk niat wirausaha. Data dianalisis dengan structural equation modeling berbasis partial least square. Dari ketiga konstruk yang dikembangkan, hanya dorongan yang tidak signifikan mempengaruhi niat wirausaha tetapi mempengaruhi kepercayaan diri pada mahasiswa ilmu informatika. Model valid dan reliable dengan kemampuan menjelaskan varians (R2) sebesar 0.463. Niat wirausaha mahasiswa dipengaruhi dengan kuat oleh kepercayaan diri mereka. Norma atau kepercayaan yang dianut oleh mahasiswa terhadap wirausaha juga mempengaruhi niat berwirausaha walaupun tidak kuat. Dorongan atau dukungan dari keluarga dan teman dekat tidak mempengaruhi niat wirausaha secara langsung melainkan hanya meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk berwirausaha. Keywords : Norma, Kepercayaan Diri, Dorongan, Entrepreneurship, Akademisi</jats:p

    Penerimaan Teknologi Web Check-In pada Pengguna Transportasi Udara di Kalimantan Barat

    No full text
    Teknologi check-in mandiri berbasis teknologi terutama dari web atau mobile telah tersedia sejak beberapa tahun lalu. Namun, penerimaan teknologi ini khususnya untuk pengguna di Kalbar, masih sangat rendah. Pada responden penelitian ini, hanya 7 persen responden yang pernah menggunakan fasilitas check-in tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan teknologi web check-in. Model TAM digunakan dengan menambahkan variabel trust dan risk. Data dianalisis dengan structural equation modeling. Hasil menunjukkan bahwa model fit dengan chi2 yang tidak signifikan dan indikator goodness of fit yang baik. Persepsi kegunaan (nilai korelasi 0,41), dan persepsi resiko (0,37) adalah variabel yang paling mempengaruhi niat untuk menggunakan web check-in, setelah itu diikuti oleh variabel kemudahan pemakaian (0,33) dan kepercayaan (0,32). Kontribusi penelitian bagi maskapai penyedia layanan adalah komunikasi merupakan kunci utama untuk meningkatkan penerimaan teknologi web check-in. Dengan penerimaan teknologi yang tinggi diharapkan efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi ini juga dapat dimanfaatkan sepenuhnya, baik untuk layanan saat ini maupun untuk layanan di masa depan.Technology based self check-in service (web or mobile based) has been made available for some time. For passengers in West Borneo, acceptance for this technology is low, particularly participants in this research. There are only 7% of passengers in this research who use this technology; hence, the purpose of this study is to explain factors affecting acceptance of web check-in service. Two variables are added (trust and risk) to the original TAM model and structural equation modeling is employed for analysis. Structural model is fit with insignificant chi2 and good results are achieved in goodness of fit indicators. Results show perceived usefulness (0,41 correlation) and risk (0,37) to be the main contributing factors to explain acceptance of web check-in, followed by perceived ease of use (0,33) and trust (0,32). This research furthercontributes to air transport providers. Findings in this research suggest communication is the key aspect for air transport providers to increase technology acceptance. Increased technology acceptance will also increase benefits from what technology can offer today or in the future.</jats:p

    Dampak Teknologi E-Logistic SCM Terhadap Distributor Busana di Pontianak Selatan

    No full text
    Supply Chain Management menjadi salah satu perkembangan inti dari aktivitas organisasi. Dalam berbagai referensi SCM, utilisasi internet dan e-logistic melalui third party logistics mendukung upaya efisiensi supply chain, tetapi berpotensi mengancam rantai distributor. Menimbang kurangnya penelitian sebelumnya di Kalimantan Barat dan Pontianak khususnya, penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan bagaimana dampak dari perkembangan SCM dan e-logistics secara praktik dalam rantai distributor di Pontianak Selatan. Metode kualitatif dengan pertanyaan semi terstruktur diutilitasi untuk penelitian. Penelitian mengacu pada teori Protection Motivation Theory untuk membahas dampak perkembangan SCM maupun penerimaan teknologi e-logistic. Alat analisis data menggunakan NVivo 12. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan SCM mempengaruhi bisnis distributor dan terdapat persiapan yang unik di antara distributor dalam mengatasi dampak tersebut

    CONJOINT ANALYSIS PADA PRODUK DENGAN MEDIA INTERNET

    Full text link
    Abstracts: cell phone is not uncommon these days, since its first discovery in 30 years ago, today the development in cell phone technology well exceeds expectation. Indonesia is one of the largest market in the world, its cell phone penetration is predicted to be 19 percent a year this research uses literature search to find what attributes are important when consumer purchases a cell phone. After the attributes are set, traditional conjoint analysis is used to determine relative importance of each attribute, followed by cluster analysis and one way anova. Data is gathered using internet especially direct email to respondent. The result of this research stated that branding, price and special feature of a cell phone is the most considered attribute when consumers purchase a cell phone.Keywords: conjoint analysis, relative importance attribute, consumer behavio

    MENILAI KINERJA TATA KELOLA TI DI DOMAIN DELIVERY DAN SUPPORT PADA “MK” DENGAN MENGGUNAKAN COBIT

    No full text
    Abstrak: Menilai Kinerja Tata Kelola TI di Domain Delivery dan Support ada “MK” dengan Menggunakan Cobit. Penilaian kinerja pada tata kelola TI menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan menyelenggarakan TI di perusahaan. Pada perusahaan UKM lokal seperti MK yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun, kinerja TI dinilai berdasarkan kerangka kerja cobit dengan pembatasan hanya di domain delivery dan support. Riset dilakukan dengan eksploratif yang diikuti dengan deskriptif. Hasil riset eksploratif menunjukkan bahwa untuk industri yang sama, maturity level masih berada pada tingkat yang rendah. Untuk MK sendiri, hasil menunjukkan maturity level yang cukup sesuai dengan target pemilik. Namun, terdapat perbedaan persepsi antara pemilik bisnis dan pengguna TI.Kata Kunci: Maturity level, Cobit, IT Governanc

    Pemanfaatan SEM PLS untuk Penelitian

    No full text
    Teknik Statistika menjadi alat penting dalam penelitian khususnya pada penelitian kuantitatif. Selama ini, teknik statistika bertumpu pada teknik regresi dengan beberapa keterbatasan. Keterbatasan tersebut kemudian diperbaiki dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM). SEM telah berkembang menjadi alat standar pada penelitian sehingga terdapat kebutuhan untuk dapat menggunakan SEM. Peserta di Kampus Politeknik Tonggak Equator belum terbiasa menggunakan SEM sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kegiatan berbentuk workshop dan tutorial ini dilaksanakan di lab komputer dimana setiap peserta mempunyai komputer yang sudah terpasang perangkat lunak SmartPLS. Kegiatan dihadiri oleh 15 peserta.  Kegiatan terdiri dari dua sesi, yaitu pembahasan konsep, dan tutorial penggunaan perangkat lunak SEM. Pada sesi pertama, peserta mempunyai pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai kecocokan SEM pada bidang penelitian peserta. Pada sesi kedua, peserta juga mempunyai pertanyaan-pertanyaan kritis pada bagaimana menguji model konseptual dari teori. Pertanyaan dijawab dengan baik melalui diskusi. Hasil kegiatan mencapai tujuan dimana peserta mengerti tentang SEM, dapat mengembangkan model pengujian dan mengerti cara menguji pada perangkat lunak. Pada kegiatan selanjutnya perlu dikembangkan dengan kegiatan berbasis studi kasus dimana model penelitian sudah disiapkan peserta dan dibahas pada kegiatan

    Analisis dan Segmentasi Psikografis Pengguna MudaE-Commerce di Pontianak

    No full text
    E-commerce mengalami pertumbuhan sangat pesat di Indonesia. Transaksi yang tinggi disertai jumlah penduduk yang banyak menjadikan Indonesia pasar e-commerce yang sangat menjanjikan. Pengeluaran untuk pemasaran khususnya di bidang digital juga mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Seiring pertumbuhan jaringan internet di Indonesia, persebaran pengguna e-commerce menyebar dari pulau Jawa ke daerah-daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokkan segmen pengguna e-commerce di Pontianak dengan alat ukur psikografis. Psikografis telah lama digunakan sebagai alat untuk segmentasi pasar sehingga layanan perusanaan lebih terfokus dan segmen yang tidak terjangkau oleh demografi dapat dilengkapi oleh psikografi. Alat ukur psikografis yang digunakan dalam penelitian ini adalah value and lifestyle dan list of values. Analisis faktor eksploratif dilakukan dan hasil penelitian membagi pengguna muda&nbsp; menjadi lima faktor psikografis yaitu faktor fashion, prakarya, logika/intelek, kepercayaan/agama dan dominan menggunakan VALS. Sedangkan untuk LOV, pengguna dibagi menjadi faktor keamanan dan pembuktian diri. Dari hasil analisis cluster didapatkan bahwa faktor kepercayaan / agama, keamanan, dan pembuktian diri menjadi faktor yang sangat penting bagi pengguna muda e-commerce di Pontianak. &nbsp

    Analisis Perbedaan Dimensi Technology Readiness Pada Demografi Pembelian Daring (Studi Kasus Pontianak)

    No full text
    Pembelian daring secara umum dianggap sudah diterima di masyarakat. Namun, untuk Pontianak publikasi yang ada menunjukkan pengguna masih rendah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambah publikasi akan karakteristik pengguna pembelian daring di Pontianak, bagaimana karakteristik pengguna, faktor apa yang mendorong penggunaan (motivator), yang menghalangi (inhibitor) pembelian daring, dan perbedaannya pada demografi yang berbeda. Alat ukur technology readiness diutilisasi pada penelitian ini dimana empat dimensi TR yaitu optimism, innovativeness, discomfort dan insecurity digunakan untuk menjelaskan motivator dan inhibitor pembelian daring. Validitas diuji dengan analisis faktor dan perbedaan di demografi diuji dengan analisis ANOVA, reliabilitas diukur dengan cronbach alpha. Hasil penelitian menunjukkan alat ukur valid dan reliabel dengan H2,4,5,8,9,10,13,14 diterima. Nilai rata-rata dari setiap dimensi di TR adalah Optimism 3.46, Innovativeness 3.14, Discomfort 4.03, Insecurity 3.49. Dimensi pada teknologi readiness yang berbeda pada demografi adalah innovativeness dan insecurity berbeda dari segi gender, optimism dan insecurity berbeda dari segi umur, optimism dan innovativeness berbeda dari segi pendidikan dan frekuensi pembelian. Dari hasil segmentasi menggunakan alat ukur juga ditemukan bahwa pengguna internet untuk pembelian di Pontianak termasuk segmen pioneer dan paranoid. Sebagian besar pengguna mempunyai optimism tinggi dan innovativeness tinggi yang diiringi dengan discomfort tinggi dan insecurity tinggi.Kata kunci: Technology Readiness, Pembelian Darin
    corecore