1,721,043 research outputs found

    Kompetensi Pedagogik Guru Agama Dalam Proses Pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin

    Full text link
    Windawati.2012. Kompetensi Pedagogik Guru Agama Dalam Proses Pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Salamah, M.Pd (2) Drs. H. Mujiansyah, M.Pd Kompetensi merupakan satu kesatuan yang utuh yang menggambarkan potensi, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dinilai dalam sebuah profesi tertentu dan berkenaan dengan bagian-bagian yang dapat diaktualisasikan serta diwujudkan dalam bentuk tindakan atau kinerja untuk menjalankan profesi tertentu. Adapun kompetensi pedagogik meliputi, evaluasi hasil belajar dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kompetensi pedagogik guru agama dalam proses pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru agama di MI Al-Muhajirin yang berjumlah 5 orang. Untuk menggali data dalam penelitian ini di gunakan teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Kemudian dalam melakukan pengolahan data di tempuh melalui tekhnik editing, koding, klasifikasi; kemudian data dianalisis dengan menggunakan secara kualitatif dengan metode induktif. Berdasarkan hasil penelitian, di temukan bahwa kompetensi pedagogik guru agama dalam proses pembelajaran, yaitu: melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode cukup baik atau sedang, menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar(mastery level) baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru agama meliputi: Latar belakang pendidikan di kategorikan baik sekali, sarana dan prasarana di kategorikan kurang baik atau rendah, penataran dan pelatihan guru di kategorikan cukup baik atau sedang dan pengalaman kerja di kategorikan baik

    Kompetensi Pedagogik Guru Agama Dalam Proses Pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin

    Full text link
    Windawati.2012. Kompetensi Pedagogik Guru Agama Dalam Proses Pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Salamah, M.Pd (2) Drs. H. Mujiansyah, M.Pd Kompetensi merupakan satu kesatuan yang utuh yang menggambarkan potensi, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dinilai dalam sebuah profesi tertentu dan berkenaan dengan bagian-bagian yang dapat diaktualisasikan serta diwujudkan dalam bentuk tindakan atau kinerja untuk menjalankan profesi tertentu. Adapun kompetensi pedagogik meliputi, evaluasi hasil belajar dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kompetensi pedagogik guru agama dalam proses pembelajaran di MI Al-Muhajirin Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang yang mempengaruhinya. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru agama di MI Al-Muhajirin yang berjumlah 5 orang. Untuk menggali data dalam penelitian ini di gunakan teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Kemudian dalam melakukan pengolahan data di tempuh melalui tekhnik editing, koding, klasifikasi; kemudian data dianalisis dengan menggunakan secara kualitatif dengan metode induktif. Berdasarkan hasil penelitian, di temukan bahwa kompetensi pedagogik guru agama dalam proses pembelajaran, yaitu: melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode cukup baik atau sedang, menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar(mastery level) baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru agama meliputi: Latar belakang pendidikan di kategorikan baik sekali, sarana dan prasarana di kategorikan kurang baik atau rendah, penataran dan pelatihan guru di kategorikan cukup baik atau sedang dan pengalaman kerja di kategorikan baik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pengaruh Adiksi Penggunaan Gadget Terhadap Konsentrasi, Gangguan Cemas, Depresi dan Stres pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    Windawati Syafitrih. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. 17 April 2023. Pengaruh Adiksi Penggunaan Gadget Terhadap Konsentrasi, Gangguan Cemas, Depresi dan Stres Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Pembimbing 1 : Dr. dr. H. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed. Pembimbing 2 : Amelia Aziz Daeng, S.Psi., M. Psi., Psikolog. Pendahuluan : Masalah kesehatan mental dapat terjadi akibat penggunaan gadget yang lama sehingga terjadi adiksi. Pandemi Covid-19 berisiko menyebabkan adiksi kecanduan gadget, karena penggunaan gadget berupa smartphone berlebihan. Gangguan pada kesehatan mental terjadi karena salah satunya karena adiksi penggunaan gadget. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif analitik cross sectional yang dilakukan pada siswa sekolah menengah pertama di kecamtan lowokwaru (n=160). Adiksi penggunaan gadget diukur menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version yang membagi kelompok adiksi tinggi dan adiksi rendah. Penentuan tingkat konsentrasi diukur dengan menggunakan tes kraepelin. Gangguan cemas, depresi dan stres diukur dengan menggunakan Kuesioner Depression Anxiety Stress Scale. Hasil akan dianalisis menggunankan metode Partial Least Square menggunakan software SmartPLS versi 4 dengan tingkat signifikansi T-Statistik > 1,97. Hasil dan Pembahasan : Pada adiksi penggunan gadget tingkat rendah sebanyak 73 siswa (45,6 %) dan tingkat tinggi sebanyak 87 siswa (54.4%). Pada gangguan cemas berat 37 siswa (23.1 %) dan 37 siswa (23.1%) dengan gangguan cemas berat sekali. Pada depresi berat 12 siswa (7,5 %) dan 4 siswa (3,1%) dengan depresi berat sekali. Pada stres berat terdapat 10 siswa (6.25 %) dan 2 siswa (1.25%) dengan stres berat sekali. Pada tingkat konsentrasi kurang sekali terdapat 13 siswa (8.1 %) dan 22 siswa (13.7%) memiliki konsentrasi kurang. Pada tingkat konsentrasi kurang sekali terdapat 13 siswa (8.1 %) dan 22 siswa (13.7%) memiliki konsentrasi kurang. Hasil uji smartPLS didapatkan adiksi penggunaan gadget terhadap gangguan cemas, stres dan depresi memiliki T-Statistik > 1,97 yang artinya signifikan mempengaruhi. Hasil uji smartPLS didapatkan adiksi penggunaan gadget terhadap tingkat konsentrasi memiliki T-Statistik > 1,97 yang artinya tidak signifikan mempengaruhi. Simpulan : Adiksi penggunaan gadget mempengaruhi gangguan cemas, depresi dan stres pada remaja namun adiksi penggunaan gadget tidak memiliki pengaruh terhadap konsentrasi remaja. Kata Kunci : Adiksi penggunaan gadget, konsentrasi, gangguan cemas, stres dan depresi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore