1,720,995 research outputs found
PENGUKURAN OVITRAP INDEX (OI) SEBAGAI GAMBARAN KEPADATAN NYAMUK DI RW 6 KELURAHAN TENGGILIS MEJOYO KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO KOTA SURABAYA
Environment that is far from dirty elements and disturbing animals is one of the criteria for a clean and healthy environment. The potential for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) transmission can be illustrated by the density of mosquito populations in an area. Ovitrap index (OI) is one method that can be used to measure mosquito populations. Researchers are interested in conducting research on the measurement of mosquito density with the Ovitrap Index and the tendency to lay eggs at Aedes spp. inside or outside the house. The purpose of this study was to determine the density of mosquitoes with Ovitrap Index (OI) in RW 6, Tenggilis Mejoyo Sub-District, Tenggilis Mejoyo Sub-District, Surabaya City. This research is a descriptive study with cross sectional approach. The research sample is the larvae of the Aedes spp. who was trapped in an ovitrap in RW 6, Tenggilis Mejoyo Sub-District, Tenggilis Mejoyo Sub-District, Surabaya City. Installation of ovitrap in the house found positive ovitrap contained mosquito eggs in almost all RT. Installation of ovitrap outside the home found positive ovitrap contained mosquito eggs only at RT 01 and RT 02 at week IV. The mosquito larvae examined were Aedes Aegypti and Aedes Albopictus species spread in all RT. Suggestions for further research are to increase the number of samples and ovitraps that are added so that the results become more varied
UTILIZATION OF BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS) AS A PROBLEM SOLVE OF ORGANIC WASTE
Organic waste is a type of waste that has the largest amount in Indonesia. If it is not managed properly, organic waste can cause various problems. To overcome this problem, it is necessary to make an effort to utilize organic waste which also has high economic potential. One solution to this is the use of Black Soldier Fly larvae (Hermetia Illucens) as decomposers of organic matter. The purpose of this study was to analyze the effect of the type of organic waste on the bioconversion of domestic waste using Black Soldier Fly larvae (Hermetia Illucens). This research was done using Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) larvae of 7 days old. Two hundred larvae were used for every feeding treatment and placed in a growing cage. The feed types and feeding frequencies were varied. The feed types were three different food waste materials, were mainly composed of cucumber, banana, and canteen’s waste. The larvae were fed with 40 mg of dry weight food waste/larvae.day. The feeding frequency was varied to once per day and once in four day periods. The weight of 10% of larvae per feeding treatment was measured every four days. At the end of the experiment, the residual feed material and characteristics were measured. The level of removal of vegetable waste, fruit waste, and food waste respectively 52 %; 51 %; 55 % on the frequency of feeding once in four days. At the frequency of feeding once a day, the results were 50 %, 62 %; 67%. The C / N ratio of vegetable waste, fruit waste, and food waste residue was 8,8; 10,1; and 11,9 for the frequency of feeding once in four days, and 8,3; 9,2; and 10,6 at the frequency of feeding once a day. The moisture content in the residue of vegetable waste, fruit waste, and food waste were 92,1% respectively; 74,7%; and 77,2% at the frequency of feeding once in four days and 95,2% respectively; 72,6%; and 82,7% at the frequency of feeding once. The pH value of vegetable waste, fruit waste, and food waste is 5,54 respectively; 4,21; and 4,18 for the frequency of feeding once in four days, and 5,47 each; 5,00; and 4,16 for the frequency of feeding once a day. The suggestion for further research is that further research is needed on the effect of the acidity of the food on the mortality rate of the larvae so that the optimum pH for the growth of Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) larvae can be found
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Divisi Assembling di PT. Bromo Steel Indonesia Kota Pasuruan Jawa Timur
Abstract
Work stress is a problem for the health of the workforce, potentially increasing the risk of workplace accidents that will cause a lot of material loss. One of the factors causing work stress is the physical work environment that is not comfortable in the form of temperatures that are too hot, too cold, too tight, lacking light.This study aims to determine the effect of physical work environment on work stress on assembling division workers at PT. Bromo Steel Indonesia Pasuruan City, East Java. The research method used is cross sectional analytical method. The sample used was 30 assembling division workers who were taken using total sampling technique. The results of the research data were analyzed by multiple regression tests using the SPSS version 21 program where the decision-making used the significance results <0.05. Regression test results on lighting variables, noise, temperature to work stress have a significant effect, humidity against work stress has no significant effect. So the company is advised to make a work environment engineering so that the workplace temperature can be in accordance with applicable regulations and can reduce the temperature at the workplace.
Keywords : Physical Work Environment, Work Stress
Abstrak
Stres kerja merupakan masalah bagi kesehatan tenaga kerja, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja yang akan menimbulkan banyak kerugian materi. Salah satu faktor penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja fisik yang tidak nyaman yaitu berupa suhu yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu sesak, atau kurang cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap stres kerja pada pekerja divisi assembling di PT. Bromo Steel Indonesia Kota Pasuruan Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang pekerja divisi assembling yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji regresi berganda menggunakan program SPSS versi 21 dimana pengambilan keputusan menggunakan hasil signifikasi <0.05. Hasil uji regresi pada variabel pencahayaan, kebisingan, suhu terhadap stress kerja terdapat pengaruh yang siginifikan, kelembaban terhadap stres kerja tidak terdapat pengaruh yang siginifikan. Maka perusahaan disarakan untuk membuat rekayasa lingkungan kerja agar suhu ditempat kerja dapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dapat menurunkan suhu ditempat kerja.
Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerj
Trends in integrated waste management research: A content analysis
Analyze the trends that characterize scientific production through textual statistics and text mining methods, highlighting the most debated topics useful for developing new research perspectives in this field. Textual statistics and text mining methods were chosen to analyse the real scope of integrated waste management, focus the investigation on the central elements of their discussion, and the trends that characterized scientific production in that field. Two argumentative dimensions that characterize the corpus, the one with the greatest response, in terms of quotation, is aspects with 48 extracted quotations. This result indicates how scientific research focuses more on the relationship between integrated waste management and waste treatment, recycling, disposal, and environmental. The analysis made it possible to define the most debated issues in integrated waste management clearly. From an elements point of view, integrating waste management depends on the treatment, recycling, and disposal.szabadon elérhető / Open acces
PENYAKIT INFEKSI BALITA SEBAGAI DAMPAK SANITASI LINGKUNGAN YANG BURUK: STUDI LITERATUR
Penyelenggaraan sanitasi lingkungan berkelanjutan menjadi tantangan besar hingga saat ini. Sebagai konsekuensi sanitasi yang buruk, penyakit infeksi dapat terjadi terutama akan menyerang kelompok usia rentan seperti balita. Oleh karena itu, tujuan dari studi literatur ini adalah untuk melakukan kajian permasalahan penyakit infeksi balita yang diakibatkan oleh sanitasi lingkungan yang buruk, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangannya. Sebanyak 22 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi pada database Google Scholar dengan kata kunci ‘unsafe sanitation’ OR ‘sanitasi buruk’ OR ‘sanitasi lingkungan’ AND ‘masalah kesehatan’. Analisis data dilakukan dengan mensintesis dan membandingkan data variabel penelitian dengan dukungan empiris/teoritis dan menyajikannya melalui narasi deskripsi. Penyelenggaraan sanitasi lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, sampai saat ini penyelenggaraan sanitasi lingkungan masih belum maksimal sehingga menyebabkan potensi munculnya penyakit infeksi terutama bagi balita seperti diare, ISPA, tuberculosis, dan kecacingan yang dapat menganggu penyerapan nutrisi di dalam tubuh balita. Hal tersebut dapat berdampak pada terjadinya malnutrisi seperti kejadian stunting pada balita. Adapun kondisi sanitasi yang berperan dalam menimbulkan penyakit infeksi tersebut diantaranya adalah fasilitas jamban sehat, SPAL, peyediaan air bersih, sarana cuci tangan, ventilasi dan pencahayaan rumah, serta pembuangan limbah
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) Dengan Metode DPPH
Kelopak rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Kadar antioksidan yang tinggi kelopak rosella dapat menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antioksidan ekstrak kelopak rosella. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (α diphenyl picryl hydrazil) dengan absorbansi yang digunakan λ = 517 nm. DPPH merupakan radikal bebas yang stabil dengan absorbansi maksimal pada λ = 515 – 530 nm.Pembuatan ekstrak kelopak rosella, filtrat kelopak rosella dikentalkan menggunakan evaporator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelopak rosella mengandung aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan ekstrak kelopak rosella yang tertinggi yaitu ekstrak kelopak rosella dosis 260 mg/kg BB (60,33%) dan terendah pada ekstrak kelopak rosella dosis 195mg/kg BB (40,31%). Kesimpulan penelitian ini kelopak rosella mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu dosis 260 mg/kg BB sebesar 60,33% apabila diekstraksi menggunakan air dibandingkan bagian lain pada tanaman kelopak rosella
Pengukuran Ovitrap Index (OI) Sebagai Gambaran Kepadatan Nyamuk di RW 6 Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kecamatan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya
Lingkungan yang jauh dari unsur kotor dan binatang pengganggu merupakan salah satu kriteria
lingkungan yang bersih dan sehat. Potensi terjadinya penularan Demam Berdarah Dengue (DBD)
dapat digambarkan oleh kepadatan populasi nyamuk di suatu daerah. Ovitrap index (OI)
merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur populasi nyamuk. Peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang pengukuran kepadatan nyamuk dengan Ovitrap Index dan
kecenderungan bertelur nyamuk Aedes spp. di dalam atau di luar rumah. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui kepadatan nyamuk dengan Ovitrap Index (OI) di RW 6 Kelurahan Tenggilis Mejoyo
Kecamatan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu larva dari hasil tetasan telur nyamuk Aedes spp.
yang terperangkap dalam ovitrap di RW 6 Kelurahan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo,
Kota Surabaya. Pemasangan ovitrap didalam rumah didapatkan ovitrap positif terdapat telur nyamuk
hampir di semua RT. Pemasangan ovitrap diluar rumah didapatkan ovitrap positif terdapat telur
nyamuk hanya pada RT 01 dan RT 02 pada minggu ke IV. Larva nyamuk yang diperiksa merupakan
jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus tersebar di semua RT. Saran untuk penelitian selanjutnya
adalah jumlah sampel dan ovitrap yang dipasang ditambah menjadi lebih banyak sehingga hasil
menjadi lebih bervariasi
Effect Of Roselle Petal Extract On Decreased Levels Of MDA In Rats With Type 2 Diabetes
Introduction: Diabetes mellitus type 2 is a metabolic disorder, namely a decrease in peripheral tissues' response to insulin. Free radicals increase, which results in the forming of Malondialdehyde (MDA). Roselle flower petals is an antioxidant to reduce free radical damage. Purpose: This study aims to analyze the effect of roselle petal extract on decreased MDA levels in mice induced by diabetes. Method: The rats were divided into four treatments group as follow: 1) control negative, 2) control positive, 3) treatment dose I (administering roselle petal extract 195 mg/200 gram body weight), 4) treatment dose II (giving roselle petal extract 260mg/ 200 gram body weight). MDA levels were measured using Thiobarbituric acid (TBA) assay. Result: There was an effect of rosella petal extract in the group with 260 mg/200 of rosella petal extract (p=0.005) and 195 mg/200 of rosella petal extract (p=0.041) compared with the positive control group. Conclusion: rosella petal extract significantly reduces MDA levels in rats induced by type 2 diabetes
Literature Review Analisis Brand Equity Terhadap Loyalitas Pelanggan Di Puskesmas
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk menganalisis ekuitas merek terhadap loyalitas pelanggan di Puskesmas. Penelitian ini adalah penelitian literature review. Metode yang digunakan pada penelitian literature review yaitu systematic literature review. Sumber artikel berasal dari Portal garuda, dan Google scholar. Terdapat tahapan screening dalam memilih jurnal yang terdiri dari 3 tahap yaitu screening 1 memilih jurnal berbayar dan tidak berbayar, screening 2 mereview judul dan abstrak, screening 3 mereview latar belakang, metode, hasil dan pembahasan. Peenjabaran hasil temuan artikel, dapat disimpulkan bahwa ekuitas merek berpengaruh terhadap loyalitas, kepuasan pelanggan, keputusan pemanfaatan pelayanan, dan pemanfaatan kembali. Selanjutnya untuk elemen ekuitas merek yang lebih dominan saat diterapkan di puskesmas, yaitu elemen persepsi kualitas. Kesimpulan literature review ini yaitu terdapat pengaruh antara ekuitas merek terhadap loyalitas pelanggan, dikarenakan ekuitas merek dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh pelanggan. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai ekuitas merek dan loyalitas pelanggan, baik satu arah maupun dua arah. Kemudian mengenai elemen yang dominan digunakan, hendaknya dapat diteliti secara menyeluruh pada keempat elemen ekuitas merek yang digunakan dan kekuatan masing-masing elemen saat penerapan di puskesmas
- …
