44 research outputs found
ANALISIS INDEKS KUALITAS SINYAL PADA MANAJEMEN FREKUENSI BERBASIS DATA AUTOMATIC LINK ESTABLISHMENT (ALE) [ANALYSIS OF SIGNAL QUALITY INDEX IN MANAGEMENT FREQUENCY BASED ON AUTOMATIC LINK ESTABLISHMENT (ALE) DATA]
Manajemen frekuensi komunikasi radio HF (3-30MHz) berbasis data jaringan sistem Automatic Link Establishment (ALE) telah dilakukan berdasarkan analisis indeks kualitas sinyal yang diperoleh. Hasil penerapan menunjukkan bahwa manajemen frekuensi berbasis data ALE dapat memberikan informasi tambahan berupa jaminan kualitas kanal yang lebih optimal. Kanal yang optimal diperoleh berdasarkan analisis nilai indeks penerimaan sinyal untuk tiap frekuensi yang diamati pada sistem ALE. Dalam proses yang dilakukan, penentuan frekuensi kerja dibatasi oleh nilai selisih peluang minimum (ΔP{F}min) yang merujuk pada acuan dari performa minimum perancangan link availability komunikasi radio HF, yakni nilai Lower Decile. Pembatasan nilai selisih peluang minimum dilakukan sebelum proses analisis indeks kualitas sinyal. Dalam makalah ini, data yang digunakan adalah data jaringan ALE untuk sirkuit Bandung-Wakosek pada tahun 2012. Proses penerapan yang dilakukan dengan batasan nilai selisih peluang (ΔP{F}min) yang mencapai 0,033 atau 3,3%, menghasilkan suatu nilai frekuensi kerja yang memiliki perbedaan dengan hasil dari proses penerapan tanpa mempertimbangkan kualitas sinyal penerimaan. Perbedaan diperoleh pada bulan Maret dan April dengan selisih indeks kualitas sinyal berada pada rentang 0,42 dan 0,55 Berdasarkan hasil yang diperoleh, frekuensi kerja yang direkomendasikan, dapat memberikan informasi kualitas kanal yang optimal dalam perencanaan komunikasi radio HF.Kata kunci: Indeks kualitas sinyal, ALE, Manajemen frekuensi, Komunikasi radio H
PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PADA HERO SUPERMARKET GATOT SUBROTO
PUSPITA LIANTI PUTRI. 2009. The Impact of Marketing Communication to Purchase Decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. DIII Marketing Management Study Program. Departement of Management. Faculty of Economics. Satate University of Jakarta.
Scientific work aims to determine the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The author takes the title is to know about marketing communication activities conducted Hero Supermarket Gatot Subroto and find out whether or not the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The method used in this research is descriptive analysis by using data gathered through a literature study, interviews and questionnaires. Type of scale used is a Likert scale. The sampling technique used by random sampling. In this study the authors used the technique of data analysis qualitative and quantitative with product moment correlation.
From the result of this scientific work we can conclude that the presence of a positive relationship between marketing communication with purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto is 0.55 and the magnitude of the impact of marketing communications in Hero Supermarket Gatot Subroto explained the purchase decision is 30.25% with a significance level 5% ( = 5%). Thus we can conclude that H0 is rejected and H1 is accepted
PENERAPAN PENGOLAHAN DATA ALE UNTUK MENDUKUNG LAYANAN INFORMASI CUACA ANTARIKSA DI INDONESIA (IMPLEMENTATION OF ALE DATA PROCESSING FOR SUPPORTING THE INDONESIAN SPACE WEATHER INFORMATION SERVICES)
Makalah ini membahas tentang penerapan pengolahan data Automatic Link Establishment (ALE) untuk mendukung layanan informasi cuaca antariksa di Indonesia yang dikenal dengan Space Weather Information and Forecast Services (SWIFtS). Sebagai salah satu instrumen pengamatan yang serupa dengan aplikasi dalam komunikasi radio High Frequency (HF; 3-30 MHz), pengolahan data dari jaringan ALE nasional yang berkesinambungan memiliki potensi untuk digunakan sebagai informasi pendukung layanan SWIFtS. Hasil pengolahan data ALE mampu menunjukkan informasi dari kondisi ionosfer yang merupakan salah satu komponen dari cuaca antariksa. Kondisi parameter lapisan ionosfer berupa nilai frekuensi kritis (fo) dan frekuensi minimum (fmin) dapat terlihat pada grafik hasil pengolahan data ALE. Batas nilai frekuensi atas dan bawah hasil pengolahan data ALE memiliki kesesuaian dengan batas perhitungan nilai Maximum Usable Frequency (MUF) dan Lowest Usable Frequency (LUF) saat ionosfer berada pada kondisi normal. Kesesuaian tersebut juga terlihat jelas saat terjadinya kondisi abnormal atau gangguan di ionosfer yang disebabkan oleh peristiwa X-Ray flare matahari kelas M. Peristiwa gangguan berupa peningkatan nilai LUF dapat terlihat dari hasil pengolahan data ALE yang diperoleh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan pengolahan data ALE dapat mewakili informasi kondisi lapisan ionosfer, sehingga dapat digunakan sebagai pendukung layanan informasi cuaca antariksa di Indonesia, khususnya bagi pengguna komunikasi radio HF.Hal. 21-29 : ill. ; 23 c
Peningkatan Kerapatan Elektron Lapisan E Sporadis Di Atas Tanjungsari Dan Pameungpeuk Pada Saat Terjadi Badai Meteor Leonid Tahun 2001
Dua puncak aktivitas badai meteor Leonid tahun 2001 terjadi pada tanggal 18 November pukul 10.30 UT (17.30 WIB) yang teramati di wilayah Amerika, dan pukul 18.00 UT (1.00 WIB tanggal 19 November 2001) yang teramati di wilayah Asia dan Australia. Sementara itu peningkatan kerapatan elektron lapisan E. di atas Sumedang terjadi dua kali. Peningkatan pertama terjadi pada tanggal 19 November 2001 dini hari dan mencapai puncaknya (885.887elektron/m3 - 8.45 MHz dalam satuan frekuensi plasma) pada pukul 04.00 WIB. Peningkatan kedua terjadi pada tanggal 20 November 2001 dini hari dan mencapai puncaknya (826.124 elektron/m3 - 8.16 MHz dalam satuan frekuensi plasma) pukul 02.30 WIB. Di SPD Pameungpeuk tanggal 19 November 2001 dini hari tidak ada pengamatan, dan pada tanggal 20 November 2001 dini hari terjadi peningkatan kerapatan elektron lapisan E. dan mencapai puncaknya (652.140 elektron/m3 N 7.25 MHz dalam satuan frekuensi plasma) pada pukul 02.30 WIB. Hasil yang diperoleh adalah badai meteor Leonid 2001 mempengaruhi peningkatan foEs di Tanjungsari dan Pameungpeuk.Hlm. 25-3
Frekuensi Kritis Lapisan F2 (f0f2) ionosfer Near Real Time Indonesia dan Model IRI-2007
Lapisan atmosfer bumi yang berada pada ketinggian antara 50-1000 km dimana molekul-molekul dan atom-atom akan pecah membentuk sekumpulan partikel bermuatan berupa elektron dan ion alcilmit pengaruh radiasi extreme ultra violet (EUV) matahari disebut lapisan ionosfer. Karakteristik lapisan ionosfer penting untuk dipahami karena bermanfaat untuk kommikasi radio dan koreksi posisi pada sistem navigasi menggunakan GPS. Selain itu lapisan ionosfer juga memptmyai respon tertentu terhadap fenomena alam seperti gempa sehingga pemahaman tentang respon tersebut dapat digunakan sebagai prekursor kejadian gempa (Pulinet dan Boyarchuk, 2004). Salah satu parameter lapisan ionosfer yang penting dalam hal ini adalah foF2 yaitn frekuensi tertinggi dart gelombang radio yang masih dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer dalam arch penjalaran vertikal. Bidang Ionosfer dan Telekomnnikasi LAPAN telah men.ugembangkan model ionosfer mendekati real time yang sudah berupa peta TEC di atas Sumatra dan sekitarnya (Buldan M dan Septi P , 2009). Dan peta TEC di atas Sumatera dan sekitamya dapat dibuat peta foF2 menggunakan model hubungan kuadrat antara foF2 dan TEC. Untuk meningkatkan akurasi model maka hasil keluaran model tersebut perk dibandingkan dengan model lainnya yang sudah lebih dulu ada. Oleh karena itu akan dianalisis bagaimana parameter foF2 keluaran model mendekati real time LAPAN dibandingkan dengan model ilt1-2007Hal. 58-6
Algoritma Otomatisasi Pemrosesan dan Transfer Data GPS-SCINDA Real Time
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional khususnya Pusat Sains Antariksa telah melakukan pengamatan kerapatan elektron atau yang lebih sering dikenal TEC (Total Electron Content) dengan memanfaatkan sinyal satelit GPS L1 dan L2. Sistem penerima satelit GPS SCINDA untuk pengamatan tersebut telah terpasang dan menghasilkan beberapa data pengamatan sejak November 2013. Seiring dengan berjalannya waktu, pada tanggal 27 Oktober 2015 Pussainsa telah me-release secara resmi sebuah sistem informasi cuaca antariksa yang dinamai SWIFtS (Space Weather Information Forecast and Services) secara online real time. Selain memberikan informasi keadaan cuaca antariksa, profil data pengamatan lokal juga ditampilkan. Salah satunya adalah data pengamatan GPS-TEC dan sintilasi. Penyajian informasi data pengamatan diharuskan secara otomatis dan real time. Dengan menggunakan sebuah algoritma otomatisasi sistem yang tepat, sebuah proses dapat dilakukan dengan lebih efektif. Dalam tulisan ini, akan dibahas mengenai algoritma otomatisasi pemrosesan data GPS SCINDA yang berbentuk format scn sehingga menghasilkan profil TEC dan sintilasi. Secara detail disertakan pula beberapa hasil implementasi dan pengujian sistem. Proses otomatisasi pengiriman data hasil pengolahan ke server SWIFtS ditambahkan dalam bagian metode penelitian ini.Hal.40-4
Pengaruh Fasilitas dan Kemudahan Bertransaksi dengan Automatic Teller Machine (ATM) terhadap Tingkat Kepuasan Nasabah (Studi pada PT. Bank Central Asia, TBK di KCU Salatiga)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh fasilitas dan kemudahan dengan menggunakan ATM BCA terhadap kepuasan nasabah PT Bank Central Asia. Langkah yang diambil penulis adalah menyebar kuesioner dengan beberapa item pertanyaan yang mengacu pada tingkat kepuasan nasabah yang diukur dengan fasilitas dan kemudahan dalam penggunaaan ATM BCA. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah nasabah BCA di Kantor Cabang Utama Salatiga. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas ATM BCA berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah BCA KCU Salatiga sebesar 0,325. Kemudahan ATM BCA berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah BCA KCU Salatiga sebesar 0,362. Fasilitas dan kemudahan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepusan nasabah BCA KCU Salatiga. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien regresi yang bernilai positif sebesar 44,183. Nilai R2 didapatkan hasil 0,303 diartikan bahwa sumbangan fasilitas dan kemudahan terhadap kepuasan nasabah sebesar 30,3% sedangkan sisanya 69,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.The purpose of this study was to observe the significance of facilities and services using ATM BCA towards customer’s satisfication of PT BANK CENTRAL ASIA. The steps taken by the author is by spreading questionnaires with several questions refers to the level of customer satisfaction as measured by the facilitiesand services of ATM BCA usage. The object of this research is BCA customers in the Main Branch Office Salatiga. The results of this study indicate that the ATMfacilities have positive effect on customer satisfaction in BCA KCU Salatiga at 0,325. The services of ATM BCA usage has positive effect on customersatisfaction in BCA KCU Salatiga at 0,362. Facilities and services simultaneouslyhave significant effect on customer satisfication in BCA KCU Salatiga. This is indicated by the regression coefficient has positive value at 44,183. R2 test showe0,303 means that the contributions of facilities and services to customersatisfaction by 30,3% while the remaining 69,7% is influenced by other factorswhich are not included in this study
