324 research outputs found
Analisis Penerapan Green Banking pada BRI Syariah Kantor Cabang (KC) Madiun
Abstrak
Widyaningrum, Ratna Ayu. Analisis Penerapan Green Banking Pada BRI Syariah Kantor Cabang (KC) Madiun. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Perbankan Syariah
Kata kunci: Keuangan Berkelanjutan, Dokumen Lingkungan, Risiko
Kompleksitas permasalahan lingkungan mendorong perbankan melakukan transformasi dalam perilaku dan kegiatannya yang dikenal dengan istilah green banking atau secara terminologis keuangan berkelanjutan menurut Otoritas Jasa Keuangan, disini perbankan memiliki andil untuk turut serta dalam menjaga keseimbangan pemeliharaan lingkungan hidup melalui aktivitas yang dilakukannya. Di Indonesia OJK dan WWF turut serta menggandeng 8 (delapan) bank dalam implementasi integrasi lingkungan, sosial dan tata kelola salah satunya yakni BRI Syariah. Konsep green banking sangat erat kaitannya dengan istilah green financing, namun green banking tidak hanya berkutat pada pembiayaan saja tapi juga dalam hal program-program lainnya yang berwawasan lingkungan. Berlanjut dari permasalahan ini merupakan hal yang penting untuk melihat bagaimana penerapannya dan turut serta BRI Syariah KC Madiun dalam hal tersebut.
Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah (1) untuk mengetahui aplikasi green banking dalam pemberian atau penyaluran pembiayaan di BRI Syariah KC Madiun. (2) Untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan dalam implementasi konsep green banking di BRI Syariah KC Madiun.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian lapangan dan juga dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan juga dokumen, sedangkan untuk analisa data dengan menggunakan pola reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan.
Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) BRI Syariah KC Madiun memahami konsep green banking adalah upaya mitigasi risiko pada aspek risiko sosial dan lingkungan dari penyaluran pembiayaannya yang merupakan salah satu dari aktifitas perbankan yang dilakukannya, pelaksanaannya itu dalam bentuk memperhatikan upaya pengelolaan lingkungan dari calon debitur maupun debitur yang dapat dilihat dari dokumen lingkungan, segmen kegiatan usaha berkelanjutan yang sesuai dengan konsep green banking di BRI Syariah KC Madiun PSKRD (Pasar Sasaran dan Kriteria Bisnis yang Diperbolehkan) yakni pada segmen mikro dan SME. (2) Kebijakan-kebijakan terkait konsep green banking yang belum terpenuhi di BRI Syariah KC Madiun yakni aspek penyesuaian SPO terkait adanya tambahan tupoksi tentang keuangan berkelanjutan dan juga desain pengembangan dan inovasi produk dan/atau jasa keuangan berkelanjutan bank sesuai dengan permintaan pasar
Modifikasi Desain Struktur Jembatan Ratna dengan Menggunakan Struktur Baja Komposit Jalan Ratna – Darmokali Kota Surabaya, Jawa Timur
Jembatan Ratna terletak di Kota Surabaya yang melewati Sungai Kalimas yang masuk dalam Proyek Pemerintah Kota Surabaya dengan dana CSR dari PT Bumiputera. Jembatan ini memiliki panjang 29,4 m dengan lebar 19,40 m didesain dengan 5 lajur kendaraan dan pedestrian di sisi kanan dan kiri jembatan. Jembatan ini melintasi sungai Kalimas yang menghubungkan Jalan Ratna dengan Jalan Bengawan Surabaya dengan kedalaman ± 2,97 meter dari mukai air sungai terhadap elevasi dasar sungai. Jembatan ini awalnya menggunakan balok pratekan pada struktur girder. Penulis memodifikasi desain girder jembatan menjadi balok komposit baja pada struktur girder. Jembatan Ratna digunakan sebagai objek tugas akhir untuk memodifikasi desain struktur jembatan meliputi bangunan atas meliputi: pelat lantai dan bangunan pengaman lainya menggunakan SNI 1726-2016. Perencanaan sambungan mengacu pada AISC-LRFD.
Perencanaan bangunan bawah meliputi : pilar, abutment, pondasi, tiang pancang, dan elastomer mengacu pada RSNI 2T-12-2004 serta SNI 2833:2013 Standar Perencaanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan. Jembatan Ratna didesain ulang menggunakan struktur baja komposit dengan bentang jembatan 29,4 meter. Jembatan didesain menggunakan profil gelagar memanjang W 900 x 300 x 16 x 28 dan profil diafragma W 300 x 300 x 10 x 15. Ditengah jembatan juga didesain pilar menggunakan beton yang kuat terhadap aliran air dan benda hanyut aliran sungai. Pada bagian pondasi juga didesain menggunakan spun pile diameter 500 mm sebanyak 16 buah pada abutment dan 20 buah pada pilar.
Dari perhitungan desain yang dimodifikasi dari struktur Jembatan Ratna diperoleh bentuk tiang sandaran dengan dimensi 200mm x 200mm dengan tinggi 1,25 m, pelat lantai kendaraan dengan tebal 250 mm. Jembatan ini juga akan dipasang elastomer berdimensi 300 x 500 x 73 mm.
==================================================================================================================
Ratna Bridge is located in Surabaya City passing through Kalimas River which is included in Surabaya City Government Project with CSR fund from PT Bumiputera. This Bridge has 29,4 meters of length, and 19,40 meters of width designed with 5 lanes of vehicles and pedestrian on the right and left side of the bridge. This bridge across Kalimas River connects Ratna Street with Bengawan Street Surabaya with ± 2.97 meters above the river water level to the riverbed. This bridge initially used prestressed beams on the girder structure. The author modified the bridge girder design to steel composite beam in the girder structure. Ratna Bridge is used as the final task object to modify the design of the bridge structure covering the upper building includes: floor plates and other security buildings using SNI 1726-2016. Connection planning refers to AISC-LRFD. Bottom structure planning includes : pillar,abutment,fondation,pile, and elastomers are refer to RSNI 2T-12-2004 and SNI 2833:2013 "Standar Perencanan Ketahanan Gempa untuk Jembatan" (Earthquake Resilience Planning Standards for Bridges). Ratna Bridge is being redesigned using composite stell structure with bridge width of 29,4 meters. Bridge Class being redesigned using extend girder profile of W 900 x 300 x 16 x 28 and diaphragm W 300 x 300 x 10 x 15. In the middle of the bridge also designed using concrete pillar which could hold the waterflow and float off objects. On the foundation part also designed using spun pile with 500mm of diameters,16 piles for abutment and 20 piles for pillars. From the calculation of the modified stucture of Ratna Bridge,the obtained shape of the support pole is 200mm x 200mm with 1,25 m of height, vehicles floor plate with 250mm of thickness. Elastomer with dimension of 300 x 400 x 73 mm will also installed on this bridge
First record of Celaenorrhinus ratna daphne Evans,1949 from Himachal Pradesh and its first photographic record from the Western Himalayas (Lepidoptera: Hesperiidae, Pyrginae)
The daphne subspecies of Celaenorrhinus ratna Fruhstorfer, [1908] reported first by Evans (1949) from Uttarakhand and has not been reported in the past from the neighbor state Himachal Pradesh. In July 2017, Author recorded and photographed about eight specimens of Celaenorrhinus ratna daphne Evans, 1949 for the first time near McLeodganj town of Himachal Pradesh.La subespecie daphne de Celaenorrhinus ratna Fruhstorfer, [1908] citada por primera vez por Evans (1949) de Uttarakhand y no ha sido citada en el pasado del estado vecino Himachal Pradesh. En julio de 2017, el autor registró y fotografió unos ocho ejemplares de Celaenorrhinus ratna daphne Evans, 1949 por primera vez cerca de la ciudad de McLeodganj de Himachal Pradesh
Peran desainer grafis pada PT. Multipolar technology tbk
Tekhnologi adalah salah satu bidang yang paling berkembang saat ini. Seiring
berjalannya waktu teknologi sudah menjadi bagian penting yang tidak dapat lepas
dari kehidupan manusia. PT Multipolar Technology Tbk menjadi salah satu
perusahaan TI yang berskala nasional di Indonesia. Kebutuhan akan penyampaian
informasi secara menarik dan inovatif menjadi kebutuhan sebuah perusahaan
professional yang terus berkembang. Kali ini penulis mendapat kesempatan untuk
melakukan praktek kerja magang di PT Multipolar Technology Tbk yang
bergerak di bidang TI. Selama melakukan praktek kerja magang penulis
ditempatkan di divisi Marketing Communication sebagai desainer grafis
PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI POE (PREDICT, OBSERVE, EXPLAIN) PADA MATERI PENCEMARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
ABSTRACT
Biology as a part of science, consist of material that is closely related to
the environment. Development of teaching materials that relevant with
environmental conditions and able to training problem solving needed for
embedded meaningfulness in learning. Meaningful learning will make students
more easily understand the concept in order to improve student’s learning
outcome. This research is aimed to ascertain the implementation of POE towards
student’s learning outcome, such implementation are viewed trough some
objectives namely: (1) the result of the development’s procedure; POE oriented
module on pollution material, (2) the feasibility of POE oriented module on the
material of environmental pollution, (3) the effectiveness of POE oriented module
on the material of environmental pollution, and (4) differences in student’s
learning outcome before and after implementation of POE oriented module on the
material of environmental pollution.
This study is considered as Research and Development (R & D) kind of
research, that refers to the modified model of Borg & Gall. The pilot test were
conducted simultaneously upon 4 expert judgement, 10 and 32 students until final
instrument was ready for field testing.. The data for this research was gathered by
using 4 kinds of data collection procedures, questionnaires, observations, test, and
interviews. Main field testing used one group pretest-posttest design. Cognitive
learning outcomes data calculated with gain normalized and tested by using two
sample paired t-test, whereas the psychomotor and affective learning outcomes
simply calculated with percentage.
Based on the results of this study, it can be concluded namely: (1)
development of POE oriented module on pollution material using modified Borg
& Gall model through the stages of research and information collection, planning,
develop preliminary form of products, preliminary field testing, the main product
revision, main field testing, and operational product revision, (2) the feasibility of
the module, get the value of 3.3 after field tests and in the category of "Good", (3)
achievement of student learning outcomes has increased significantly in the
category of "Moderate", and (4) the t-test show there are difference in student
learning outcomes, before and after applying of POE oriented module based on
environmental conception.
Keywords: developing module, POE, environment, learning outcomes.
ABSTRAK
Biologi sebagai bagian dari sains, terdiri dari materi yang berkaitan erat
dengan lingkungan. Pengembangan bahan ajar yang relevan dengan kondisi
lingkungan dan melatihkan pemecahan masalah diperlukan agar tertanam
kebermaknaan dalam belajar. Belajar yang bermakna akan membuat siswa lebih
mudah memahami konsep sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar.
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil prosedur
pengembangan modul berorientasi POE pada materi pencemaran, (2) kelayakan
modul berorientasi POE pada materi pencemaran, (3) efektivitas modul
berorientasi POE pada materi pencemaran terhadap hasil belajar, dan (4)
perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan modul berorientasi
POE pada materi pencemaran.
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D)
yang mengacu pada model Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Sampel
pengembangan meliputi sampel validasi produk sejumlah 4 validator, sampel uji
coba terbatas sejumlah 10 siswa, dan sampel uji coba lapangan sejumlah 32 siswa.
Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba
lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data hasil belajar
kognitif dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji t dua sampel
berpasangan, sedangkan hasil belajar psikomotorik dan afektif hanya dihitung
persentase ketercapaiannya.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)
pengembangan modul berorientasi POE pada materi pencemaran menggunakan
model Borg & Gall yang telah dimodifikasi melalui tahapan research and
information collection, planning, develop preliminary form of products,
preliminary field testing, main product revision, main field testing, dan
operational product revision, (2) kelayakan modul pembelajaran yang
dikembangkan mendapatkan nilai 3,3 setelah dilakukan uji lapangan dan
berkategori “Baik”, (3) pencapaian hasil belajar siswa mengalami peningkatan
yang signifikan dalam kategori “Sedang”, dan (4) setelah dilakukan uji secara
statistik diperoleh adanya perbedaan hasil belajar siswa, sebelum dan setelah
diterapkan modul berorientasi POE.
Kata kunci: pengembangan modul, POE, lingkungan, hasil belajar
TANTANGAN PANCASILA TERHADAP BUDAYA GENERASI MUDA DI ERA GLOBALISASI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran bagaimana tantangan Pancasila terhadap budaya generasi muda di era globalisasi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif. Teknik pengumpulan data utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia saat ini cenderung mengikuti budaya barat sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam menanamkan sikap nasionalisme pada anak meliputi melaksanakan peran sebagai pendidik, panutan, pendamping dan pendorong dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Harapannya dengan ditanamkan rasa nasionalisme sejak dini dimulai dari keluarga, nilai-nilai luhur Pancasila dapat mendarah daging pada setiap diri generasi muda Indonesia sehingga Pancasila dapt dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa
Critical Analysis of Rasa Ratna Samuchhaya with Respect to its Applied Aspects on Ayurvedic Pharmaceutical Process
Objective:Rasa Ratna Samuchaya is one of the pioneer literature of Rasa Shastra, written during 13th Cen. AD. Acharya Rasa Vagbhat has written this book with utmost care to the practical and applied aspects of Ayurvedic pharmaceutics in the ancient language. The objective of this review article is to explore and critically analyze the trend of development and applied aspects of Ayurvedic pharmaceutics in contemporary language that may help the academicians and Ayurveda industries.Data Sources:The current manuscript is prepared collecting literature from the book Rasa Ratna Samuchhaya, different commentary on it by eminent scholars and from published papers in different journals.Review Methods:The facts and philosophies mentioned in the same book and different commentaries are thoroughly analyzed, reviewed with respect to historical edges, traditional values, and applied aspects and tried to present systematically and affirmatively.Conclusion:The concerned part of the book reviewed is the 11 chapters, of the first part of the book, where the author has tried to describe; the definition of technical terminologies, designing and uses of different types of tools and devices, identification and collection of materials, systematic pharmaceutical processings, and therapeutic uses as well, in concern with metals/minerals. This book acknowledges all the fundamental principles of Rasa Shastra systematically with approaching its future course of development. This manuscript contains all the rational and time needed descriptions with the elimination of impractical and outdated hypothetical materials (carry forwarded by many previous era authors), having no more utility, with the use of available materials and contemporary intellectuals
PEMAHAMAN GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pemahaman guru sekolah dasar terhadap implementasi kurikulum merdeka, 2) hambatan implementasi kurikulum merdeka, 3) faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling yaitu kepala sekolah, guru kelas 1, dan kelas 4 yang sudah menrapkan Kurikulum Merdeka sejumlah 40 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar Kec. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar yaitu 15% memiliki pemahaman yang masih rendah, 77,5% dalam kategori sedang, dan 7,5% dalam kategori tinggi. 2) Kendala dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar antara lain terkait dengan pendanaan, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, buku siswa yang belum terdistribusi secara merata, keterbatasan IT serta masih terbatasnya diklat. 3) Faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka antara lain: guru; sarana dan prasarana; kerja sama antara siswa, sekolah, masyarakat, dan orang tua; dan pemanfaatan berbagai sumber belajar.
Abstract: The research aims to determine 1) elementary schools teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum, 2) barriers to implementing the independent curriculum, and 3) supporting factors for implementing the independent curriculum. This research is exploratory descriptive research with a qualitative approach. The research subjects were selected using purposive sampling, namely principals, and 1st and 4th grade teachers who had implemented the Independent Curriculum, a total of 40 teachers. The data collection techniques used were questionnaires, interviews, and observation. Validity of data using triangulation of sources and techniques. Data analysis using an interactive model includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: 1) Teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum in elementary schools in Karangpandan, Karanganyar Central Java, namely 15% have low understanding, 77.5% are in the medium category, and 7.5% are in the high category. 2) Obstacles in implementing the independent curriculum in elementary schools include, funding, limited school facilities, student books that have not been distributed evenly, limited technology and training. 3) Supporting factors for implementing the independent curriculum include: teachers; facilities and infrastructure; cooperation between students, schools, communities and parents; and utilization of various learning resources
PELATIHAN MICROSOFT WHITEBOARD SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SD
Abstrak: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan keterampilan dalam bentuk pelatihan bagi guru sekolah dasar di Gugus Wahidin Sudirohusodo Kabupaten Karanganyar dalam membuat media pembelajaran menggunakan Microsoft Whiteboard serta dapat mengimplementasikan saat pembelajaran. Microsoft Whiteboard dapat diintegrasikan dengan platform konferensi video dan berbagi layar untuk melakukan kolaborasi dalam pembelajaran jarak jauh. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, tahap pertama yaitu penyusunan draf MoU, tempat pelatihan, serta bahan/materi pengabdian; tahap kedua yaitu sosialisasi dan audiensi terkait aplikasi Microsoft Whiteboard; tahap ketiga yaitu pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode diskusi interaktif dan praktik; tahap keempat yaitu monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pendampingan melalui WhatsApp. Hasil pengabdian melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan terdapat 75% atau 24 dari 32 guru peserta pelatihan yang mampu membuat media menggunakan aplikasi Microsoft Whiteboard. Berdasarkan hasil kuesioner 75% guru merasa tertarik dan menyatakan bahwa materi yang disampaikan bermanfaat, serta memberikan tambahan keterampilan dalam mengembangkan media yang inovatif.Abstract: This community service aims to provide skills in the form of training for elementary school teachers in the Gugus Wahidin Sudirohusodo, Karanganyar District to create learning media with Microsoft Whiteboard and implement it in learning. Microsoft Whiteboard can be integrated with other video conferencing and screen-sharing platforms for collaboration distance learning. The service implementation methode consists of four stages, namely the first stage is the preparation of a draft MoU, training venues, and materials; the second stage is socialization and hearings related to the Microsoft Whiteboard application; the third stage, namely the implementation of activities carried out through discussions, and practices; the fourth stage is monitoring, and evaluation carried out with assistance through WhatsApp. The result of this community service through training and mentoring, 75% or 24 of the 32 trainee teachers were able to create media using the Microsoft Whiteboard application. Based on the results of the questionnaire 75% of teachers were interested and stated that the material presented was useful and provided additional skills in developing innovative media
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belaja
- …
