1,720,971 research outputs found
Pemilihan bahasa Tobati-bahasa Indonesia di kalangan penutur jati bahasa Tobati
Hadirnya buku Pemilihan Bahasa Tobati-Bahasa
Indonesia di Kalangan Penutur Jati Bahasa Tobati ini
merupakan hasil penelitian bahasa yang ditulis oleh Sitti
Mariati S., Supriyanto Widodo, Suharyanto, dan Novaria
Panggabean. Buku hasil penelitian ini mengungkapkan
bahwa telah terjadi pergeseran penggunaan bahasa oleh
masyarakat Tobati dan Enggoros dari bahasa Tobati ke
bahasa Indonesia. Dalam ranah keluarga misalnya,
masyarakat Tobati juga Enggros ketika berbicara dengan
ayah, ibu, dan kakaknya tentang persolan sehari-hari
sama seringnya menggunakan bahasa Tobati dan bahasa
Indonesia. Namun, ketika mereka berbicara dengan
adiknya atau kakaknya, cenderung mendekati lebih
sering menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa
Tobati. Sedangkan ketika mereka berbicara dengan anak-anak, berkecenderungan sering menggunakan bahasa
Indonesia. Kondisi dan situasi kebahasaan seperti itu
tentu sangat memprihatinkan, lebih-lebih jumlah penutur
bahasa Tobati berjumlah 617 orang. Oleh karena itu,
penelitian pemilihan bahasa sangat penting untuk dikaji
mengingat bahasa berkaitan dengan identitas. Penutur
yang sudah tidak mampu berbahasa daerahnya, tentu
kehilangan identitas kedaerahannya. Melihat rendahnya sikap masyarakat Tobati dan Enggros terhadap bahasa ibunya dapat dikatakan bahwa bahasa Tobati sudah tidak aman. Berdasarkan hasil penelitian ini Balai Bahasa Papua juga para pemangku kepentingan kebahasaan di Papua, khususnya di Kota Jayapura dapat terdorong untuk melakukan kegiatan
nyata seperti menyusun kamus, menyusun bahan ajar, menyusun ortografi bahasa Tobati, dan lain-lain
Wolai
Buku bacaan pada jenjang pramembaca kali ini diisi dengan cerita sederhana tentang
fauna endemik Sulawesi dan objek wisata di daerah
Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Fauna
endemik dari Sulawesi tersebut terkenal dengan
sebutan yaki, yaitu jenis kera berbulu hitam legam,
kecuali daerah punggung dan selangkangan yang
berwarna agak terang, pantat berwarna kemerahan,
memiliki jambul, dan mukanya tidak berbulu. Yaki
di daerah Kota Bitung dan sekitarnya disebut dengan
wola
Putri Bambu Kuning : antologi cerita rakyat bengkel sastra 2019
Pada tahun 2019 ini, seperti halnya pada tahun
2018, Bengkel Sastra Penulisan Kreatif diselenggarakan
di tiga tempat, kali ini di Kabupaten Minahasa Selatan, di
Kabupaten Minahasa Tenggara, dan di Kota Kotamobagu.
Setiap kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga
hari. Pada kegiatan ini para peserta diajari cara membaca
karya sastra serta dibimbing cara dan teknik menulis
kreatif. Selama tiga hari tersebut mereka harus
menghasilkan setidaknya satu karya sastra. Hasil karya
guru berupa cerita rakyat dan hasil karya siswa berupa
cerita pendek. Selanjutnya, hasil karya mereka diseleksi
oleh pembimbing dan pelatih, kemudian dipilih karya-
karya terbaik. Karya guru dipilih minimal lima terbaik,
sedangkan karya siswa minimal dipilih sepuluh terbaik
dari tiap-tiap tempat penyelenggaraan. Dengan demikian,
seharusnya minimal terkumpul lima belas karya guru terpilih berupa cerita rakyat dan tiga puluh karya siswa
terpilih berupa cerita pendek. Akan tetapi, dengan
berbagai pertimbangan, yang terpilih dalam buku ini
sejumlah 24 cerita pendek dan dalam buku Putri Bambu
Kuning, Antologi Cerita Rakyat Bengkel Sastra 2019
terpilih 17 cerita rakyat
Kumpulan cerita rakyat Papua (pemenang sayembara)
Buku ini merupakan kumpulan cerita rakyat Papua yang ditulis oleh 10 orang pemenang sayembara. Diterbitkannya buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua{Pemenang Sayembara) ini, disamping sebagai upaya pendokumentasian cerita rakyat yang masih dalam bentuk lisan ke bentuk tulis, juga ditujukan kepada generasi muda agar mengenal nilai-nilai budaya nenek moyangnya melalui cerita rakyat. Pendokumentasian cerita rakyat ke dalam bentuk buku ini tidak dimaksudkan untuk mengubah tradisi, tetapi lebih sebagai upaya pelestarian warisan budaya. Lebih lanjut lagi, upaya pendokumentasian cerita rakyat yang masih dalam bentuk lisan ke dalam bentuk tulis ini tidak dimaksudkan untuk menghentikan sifat cerita rakyat sebagai tradisi lisan, tetapi justru untuk memberi peluang baru bagi para ahli folklor atau ahli sastra untuk menelitiny
10 cerita rakyat Papua terpilih
Terbitnya buku kumpulan cerita rakyat ini, yang oleh
penyuntingnya diberi judul 10 Cerita Rakyat Papua Terpilih,
merupakan upaya pendokumentasian cerita-cerita rakyat
yang ada di Papua. Kumpulan cerita rakyat ini merupakan
piiihan dari hasil Sayembara Penulisan Cerita Rakyat bagi
Guru dan Umum Se-Provinsi Papua dan Papua Barat yang
diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jayapura Provinsi Papua
tahun 2008 dan 2009
Si cantik Pingkan
Buku ini diterbitkan oleh Balai Bahasa Sulawesi
Utara sebagai implementasi nyata Gerakan Literasi
Nasional yang telah dicanangkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Terbitnya buku cerita
anak ini dapat digunakan sebagai materi bacaan
pengayaan pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa,
baik siswa sekolah dasar maupun siswa sekolah lanjutan pertama. Dengan mengangkat cerita rakyat,
buku ini diharapkan pula dapat memperkuat Pening -
katan Pendidikan Karakter. Penguatan Peningkatan
Pendidikan Karakter ini perlu ditunjang oleh penyediaan buku-buku bacaan yang memuat nilai-nilai luhur
bangsa. Nilai-nilai luhur bangsa itu terekam dalam
budaya bangsa yang ada di berbagai daerah. Salah
satu bentuk budaya bangsa tersebut adalah cerita
rakyat. Oleh karena itu, Balai Bahasa Sulawesi Utara
dalam turut menyediakan bahan bacaan pengayaan
pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa mengangkat
cerita-cerita rakyat yang ada di Sulawesi Utara
Ghumansa Langi, Pangeran Berguntur
Buku ini diterbitkan oleh Balai Bahasa Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan kepada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan yang sedang menggalakkan Gerakan Literasi
Nasional (GLN). Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat
Peningkatan Pendidikan Karakter. Pada tahun 2017 ini Balai
Bahasa Sulawesi Utara menyusun dua judul buku cerita rakyat
sebagai bahan bacaan guna mendukung Gerakan Literasi
Nasional tersebut. Buku pertama berjudul Ghumansa Langi,
Pangeran Berguntur yang diceritakan kembali oleh Sovian
L. Lawendatu dan buku kedua berjudul Lokong Banua yang
diceritakan kembali oleh Alfeyn Gilinga
Batu angus
Penyediaan buku bacaan pada jenjang pramem-
baca kali ini diisi dengan cerita sederhana tentang
fauna endemik Sulawesi dan objek wisata di daerah
Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Fauna
endemik dari Sulawesi tersebut terkenal dengan
sebutan yaki, yaitu jenis kera berbulu hitam legam,
kecuali daerah punggung dan selangkangan yang
berwarna agak terang, pantat berwarna kemerahan,
memiliki jambul, dan mukanya tidak berbulu. Yaki
di daerah Kota Bitung dan sekitarnya disebut dengan
wolai. Dengan demikian, judul buku yang dipakai
untuk ini adalah Wolai. Adapun objek wisata yang
diangkat kali ini adalah objek wisata Taman Wisata
Alam Batu Angus. Pantai Batu Angus, terletak di
Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota
Bitung, Sulawesi Utara. Yang dipakai judul untuk
buku tentang Taman Wisata Alam Batu Angus ini
adalah Batu Angus. Kedua buku ini, Batu Angus dan Wolai, lebih dominan menampilkan gambar yang
disertai keterangan berupa tulisan sangat sederhana
Kamus Dwibahasa Bahasa Kanum Sota - Bahasa Indonesia
Kamus ini disusun sebagai salah satu upaya penyelamatan bahasa daerah yang terancam punah. Bahasa Kanum Sota dapat dikategorikan terancam punah sebab penuturnya sudah bergeser pada bahasa Indonesia dan jumlah penuturnya kurang dari 150 orang
Lingkabene Dewi Padi
Cerita rakyat diangkat sebagai bahan penyusunan buku bacaan anak dengan harapan si pembaca
dapat mengenal dan memahami kearifan-kearifan
lokal yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pembaca dapat mengambil manfaat darinya
sehingga karakter yang terbentuk adalah karakterkarakter yang baik
- …
