1,643 research outputs found
Upaya Peningkatan Kemampuan Personal Hygiene Dengan Komunikasi Terapeutik Pada Klien Defisit Perawatan Diri Di Rsjd Arif Zainudin Surakarta
EFFORTS TO IMPROVE THE ALIBILITY OF PERSONAL HYGIENE WITH THERAPEUTIC COMMUNICATION ON THE CLIENT SELF-CARE DEFICIT IN RSJD ARIF ZAINUDIN SURAKARTA
Ramdhani, Arif Widodo
D3 Nursing Program Faculty Of Health Sciences
University Of Muhammadiyah Surakarta
Jl. Ahmad Yani, Tromol Pos 1, Pabelan Kartasura
Email [email protected]
Abstracts
Background: Self care is one of the basic human capacity to meet their needs in order to sustain life, health and well-being in accordance with the conditions of health, self-care deficit is one of the problems that arise in clients with mental disorders, clients with mental disorders often suffer the indifference of taking care of themselves, of the four issues nursing rsjd arif zainudin surakarta The most common is the problem of self-care deficit, as many as 1,026 people (100%) had a deficit of self-care clients.
Objective: Authors can understand nursing care in patients with a diagnosis of self-care deficit in ward Sena RSJD Arif Zainudin Surakarta
Methods: The method used is descriptive case study approach, is to perform nursing care in patient self-care deficit ranging from assessment, intervention, implementation and evaluation of nursing.
Results: After 3x24 -hour nursing care for patients with self-care deficit problem of lack of self care hygiene/bath, dressed/decorated , eat, defecate and urinate resolved and the intervention is stopped.
Conclusion: The fourth problem is resolved nursing, but will necessitate further treatment and cooperation with other medical teams, clients and families that are indispensable for the success of nursing care . The influence of therapeutic communication therapy to increase the ability of personal hygiene before and after the intervention. Recommended for client self-care deficit nursing as an independent action
Upaya Peningkatan Aktualisasi Diri Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah Di Rsjd Arif Zainudin Surakarta
Schizophrenia is a group of clinical syndrome characterized by cognitive changes , emotions, perceptions and other aspects of behavior. Background : The concept itself is a picture of self-concept as an idea , a feeling and onfidence to know and are ready to connect and communicate with others , low self esteem is feeling worthless, mean and low self-esteem due to a negative evaluation of self and
ability self. Clients with low self-esteem in RSJD dr . Arif Zainudin Surakarta in 2014 as many as 620 patients in January and 647 patients in February. 2 Objective : Authors can understand nursing care in patients with a diagnosis of low self esteem dibangsal Sena RSJD dr . Arif Zainudin Surakarta. Methods : The method used is descriptive case study approach , is to perform nursing care at lower self pasienharga ranging from assessment , intervention , implementation and evaluation of nursing. Results : After 3x24 -hour nursing care for patients with low self esteem issue is resolved in part and interventions should be continued. Conclusion : The issue is resolved partially , thus requiring more care in and cooperation with other medical teams , clients and families that are indispensable for the success of nursing care . The influence of herapeutic communication therapy to increase its positive capabilities clients before and after the intervention . Recommended for clients low self-esteem as an act of self- nursing
Preferensi Lanskap Wilayah Jelajah Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumateranus) Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan [Skripsi] /Widodo Arif Rohman
viii, 63 halaman : ilustrasi ; 28 cm
Pentingnya Pelayanan Prima Sebagai Wujud Standarisasi Pelayanan Perusahaan Jasa Transportasi PT. Rosalia Indah Transport
ABSTRAK “PENTINGNYA PELAYANAN PRIMA SEBAGAI WUJUD STANDARISASI PELAYANAN PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI PT. ROSALIA INDAH TRANSPORT” ARIF BAIHAQI WIDODO F3214007 Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui dan memahami pentingnya penerapan pelayan prima pada perusahaan penyedia layanan jasa. Penerapan pelayanan prima dalam sebuah perusahaan sangat bermanfaat untuk menjaga hubungan eksternal dan internal perusahaan. Dengan terjalinnya hubungan baik antara pihak eksternal dan internal, diharapkan perusahaan dapat memiliki daya saing tinggi guna terus melaju ditengah ketatnya persaingan antar perusahaan penyedia layanan jasa transportasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yaitu dengan cara observasi, wawancara dan analisis pembahasan secara diskriptif kemudian menyajikannya dengan bentuk yang baik dan menjelaskan dengan keadaan yang sesungguhnya. Data penelitian ini diperoleh dari PT. Rosalia Indah Transport. Langkah-langkah yang digunakan dalam menerapkan dan mempertahankan pelayanan prima didalam perusahaan yaitu dengan menjaga hubungan internal dan eksternal perusahaan, menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan karyawan, pelanggan dan calon pelanggan. Hubungan tersebut ditunjukkan dengan cara mengenali, menghormati, berlaku adil serta mengerti kemauan pelanggan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan pelayanan prima pada sebuah perusahaan maka akan beredampak positif pada kegiatan bisnis mereka
EVALUATING THE EFFECTIVENESS OF DUAL MONETARY POLICY IN PROMOTING PRICE STABILITY IN INDONESIA
Sejak diberlakukannya sistem perbankan ganda di Indonesia tahun 1998, Bank Indonesiamempunyai mandate baru untuk mengaturperbankan konvensional dan Islam di Indonesiadengan memberlakukan kebijakan moneter gandauntuk mencapai dan menjaga tujuan utama BankIndonesia: Stabilitas harga. Dengan merekonstruksi model konseptual yang didasarkan pada Ascarya (2011), tulisan ini ditujukan untuk menguji secaraempiris apakah penerapan kebijakan moneter gandaefektif untuk memastikan stabilitas harga yangtercermin dari inflasi yang rendah dan nilai tukaryang stabil. Metode yang digunakan dalam tulisanini adalah Vector Autoregressions (VAR) Model untukmemberikan gambaran atas respon inflasi terhadapguncangan yang berasal dari kedua intrumenmoneter tersebut. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter konvensional secara umum—ketika dibandingkan dengan kebijakanmoneter Islam—membuat ketidakstabilan padatingkat harga disebabkan penerapan sistem uang kertas selama ini yang sangat rentan terhadapkrisis, sebagai konsekuensinya akan meningkatkantingkat harga. lebih lanjut, sistem hutang, pasaruang antar bank dan fractional reserve banking yangsemuanya sangat bergantung pada sistem bungatelah menyebabkan gejolak pada tingkat harga diIndonesia. Sebaliknya, gunjangan dari kebijakanmoneter Islam terbukti mampu menodorongkestabilan harga karena semua instumen tersebutmampu menekan gejolak yang terjadi pada inflasi
Upaya Meningkatkan Sosialisasi Pada Klien Menarik Diri Di RSJD Arif Zainudin Surakarta
Background: According to the World Health Organization (WHO) in 2009, approximately 450 million people worldwide had a mental disorder. Mental disorders are circumstances that interfere in the process of living in the community due to their mental disorder that includes emotions, thoughts, behaviors, feelings, motivation, willingness, desire, power teller himself, and perception. One form of psychiatric disorders that have a high severity is schizophrenia. Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by an inability to communicate or decline, impaired reality (hallucinations and delusions), unnatural or blunt affective, cognitive impairment and difficulty performing daily activities. Negative symptoms in schizophrenia causes the client impaired social function, namely social isolation. Social isolation is a disorder that causes the behavior maladptif interpersonal and social functioning disrupt a person as a result of an inflexible personality. Social isolation is one of the negative symptoms in schizophrenia are used by clients to shy away from other people so that unpleasant experiences in dealing with other people does not happen again.
Objective: In order to determine the increase socialization in patients with social isolation: withdrawal after therapeutic communication in nursing.
Methods: The author uses descriptive method with case studies for 3x24 hours in RSJD Arif Zainudin Surakarta.
Result: The client is able to determine the patient's efforts to increase socialization in social isolation: withdrawal after therapeutic communication in nursing.
Conclusion: The cooperation between client, family, and health personnel is critical to the success of a nursing care
Upaya Penurunan Intensitas Halusinasi Dengan Cara Mengontrol Halusinasi Di Rsjd Arif Zainudin Surakarta
Background: it is estimated that over 90% of clients with schizophrenia experience hallucinations. Hallucination is the loss of human ability to distinguish internal stimuli (thoughts) and external stimuli (the outside world) so that the client member perception or opinion about the object or the environment without any real stimulus. Hallucination experienced by clients species vary, but most clients schizophrenia have auditory hallucinations. Auditory hallucinations can be controlled in four ways, namely rebuke hallucinations, taking medication regularly, conversing with others, perform activities scheduled.
Objective: The author can understand nursing care in patients with a diagnosis of sensory perception disorders: hallucinations ward Abimanyu RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.
Methods: The method used was descriptive, while the sample was Mr. B, this data is obtained by means of interviews ranging from assessment has been done, planned actions that will be given to clients, do the plans that have been made, and to evaluate action taken.
Result: After 3 days of nursing care for patients with impaired sensory perception: hallucinations auditory hallucinations experienced to know and be able to control and reduce the intensity of auditory hallucinations by controlling hallucinations. The issue is resolved in part.
Conclusion: Nursing problems resolved partially, thus requiring further treatment and cooperation with other medical teams, cliens and families that are indispensable for the success of nursing care. There was a decrease in the intensity of hallucinations before and after the intervention
Kajian Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. S dengan Skizofrenia Tak Terinci di RSJD Dr. Arif Zainudin Sukoharjo
Skizofrenia dibagi menjadi sembilan. Salah satu tipe yang dibahas yaitu skizofrenia tak terinci. Skizofrenia tak terinci termasuk jenis skizofrenia yang memenuhi kriteria umum skizofrenia, namun tidak tidak memenuhi kriteria untuk didiagnosis skizofrenia paranoid, hebrefenik atau katatonik. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca-skizofrenia (Wibowo & Herdaetha, 2022). Gangguan jiwa disebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi jiwa yang meliputi perasaan, pikiran, tingkah laku, emosi, motivasi, kemauan, keinginan dan persepsi yang dapat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat. Salah satu tantangan kesehatan global adalah gangguan jiwa yang memiliki dampak signifikan dikarenakan prevalensinya yang tinggi dan penderitaan berat yang dirasakan oleh individu, keluarga, komunitas dan negara (Daulay & Simamora, 2020). Banyaknya pasien lama yang kembali dirawat di RSJD Surakarta menunjukkan bahwa perawatan pasien belum efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rencana studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Jenis rancangan serta pendekatan yang digunakan dengan penelitian yaitu studi kasusu menggunakan pendekatan proses keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28-30 desember 2023. Instrumen penelitian yang digunakan pada wawancara dengan penelitian sendiri dengan alat bantu pedoman pengkajian dan strategi pelaksanaan. Sedangkan instrument yang lain dengan menggunakan tensimeter, thermometer, saturasi oksigen dan timbangan. Populasi daam penelitian ini dilakukan pada Tn. S di bangsal gatot kaca RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta. Sample: sample diambil dengan cara teknik purpose sampling. Setelah dilakukan interaksi selama 4 minggu pertemuan dan melaksanakan SP 1 sampai SP IV, pasien mampu mengidentifikasi halusinasinya dan pasien mampu mengontrol hausinasinya dengan cara menghardik, bercakap-cakap dengan orang lain. Ketika halusinasinya halusinasinya muncul pasien mampu melakukan kegiatan terjadwal harian sesuai dengan waktunya, halusinasi yang pasien alami berkurang setelah pasien berlatih mengontrol halusinasi
- …
