16 research outputs found
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA
Keterampilan menulis sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan kegiatan yang bermanfaat. Kurangnya minat siswa dalam menulis menjadi kendala besar. Tulisan yang sering dijumpai salahsatunya cerpen, yang merupakan cerita yang wujud fisiknya pendek. Umumnya jumlahnya sekitar 500-5.000 kata.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) pembelajaran menulis cerpen menggunakan model pembelajaran peta pikiran berbasis kontekstual; 2) hasil pembelajaran menulis cerpen menggunakan model pembelajaran peta pikiran berbasis pembelajaran kontekstual; 3) perbedaan hasil belajar menulis cerpen dari siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran terlangsung dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual; 4) menyusun bahan ajar yang baik untuk pembelajaran menulis cerpen menggunakan model pembelajaran peta pikiran berbasis pembelajaran kontekstual.
Penelitian ini menggunakan model pembelajaran peta pikiran yang berbasis pada pembelajaran kontekstual. Pemanfaatan peta pikiran dimaksudkan agar siswa dapat lebih mudah membuat kerangka penulisan sebelum menulis cerita pendek secara utuh. Siswa diberikan rangsangan pikir dengan menghadirkan pengalaman yang pernah dialami secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang menjadi acuan siswa dalam menulis cerita pendek. Siswa mulai merangkai cerita dengan mengacu kerangka peta pikiran yang dibuatnya, dengan mengacu aspek pada cerita pendek diantaranya aspek isi, aspek struktur, dan aspek kaidah kebahasaan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks cerpen mengalami peningkatan dikategorikan tinggi menggunakan model pembelajaran berbasis kontekstual pada setiap aspeknya. Namun lebih meningkat secara signifikan pada aspek struktur daripada aspek lainnya. Pembuatan bahan ajar dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen di kelas XI karena model pembelajaran ini terbukti meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa.;--Writing skills is very necessary in everyday life and is a useful activity.The lack of student interest in writing is a major obstacle. Writing that often encountered one of the short story, which is a short physical story. Generally the number is about 500-5000 words.
The purpose of this research are: 1) learning to write short story using contextual mind based learning model; 2) learning result of short story writing using mind-based learning model of mind-based learning; 3) the difference in the results of learning to write short stories from students who learn by using the model of learning is straightforward with students learning by using a contextual learning model; 4) compile good teaching materials for learning to write short stories using a mind-based learning model of mind-based learning contextual.
his research uses mind map learning model based on contextual learning. The use of mind maps is intended to make it easier for students to create a writing framework before writing short stories in their entirety. Students are given thought stimulation by presenting experiences that have been experienced in a contextual context in everyday life. This is the reference of students in writing short stories. Students begin to assemble the story by referring to the frame of mind map he made, by referring to aspects of the short story including aspects of content, aspects of structure, and aspects of linguistic rules.
The results obtained from this study that the ability of students in writing text stories have increased high categorized using contextual-based learning model on every aspect. However, it significantly increases in structural aspects rather than other aspects. Making teaching materials can be used and used in learning to write short stories in class XI because this learning model proven to improve students' writing skills
PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS CERITA PENDEK KE DALAM BENTUK PUISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI
Cerpen merupakan cerita yang wujud fisiknya pendek, jumlahnya sekitar 500-5.000 kata. Metode inkuiri adalah memilih masalah yang perlu dijadikan suatu permasalahan yang dipecahkan sendiri oleh siswa. Maka penulis tertarik melakukan penelitian pembelajaran mengkonversi cerpen ke dalam puisi dengan menggunakan metode inkuiri kelas XI SMK Widya Dirgantara Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penulis melaksanakan pembelajaran mengonversi cerpen ke puisi dengan menggunakan metode inkuiri, mengetahui kemampuan siswa kelas XI SMK Widya Dirgantara Bandung dalam mengonversi cerpen ke puisi dengan menggunakan metode ikuiri, dan mengetahui keefektifan metode inkuiri dalam pembelajaran mengonversi cerpen ke puisi kelas XI SMK Widya Dirgantara Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pratest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Hasil penilaian perencanaan pembelajarannya yaitu 3,71 (A) dan hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran 3,67 (A). Artinya, penulis dianggap layak untuk melakukan penelitian. Siswa kelas XI SMK Widya Dirgantara Bandung mampu mengonversi cerpen ke puisi menggunakan metode inkuiri. Nilai rata-rata pretesnya yaitu 4,90 dan nilai rata-rata postesnya 7,67. Jadi, selisih nilai rata-rata pretes dan postes yaitu 2,77 atau setara dengan 11,08%. Metode inkuiri efektif digunakan dalam pembelajaran mengonversi cerpen ke dalam puisi menggunakan metode inkuiri pada siswa kelas XI SMK Widya Dirgantara Bandung. Terbukti dari hasil perhitungan statistik manual dengan hasil thitung sebesar 10,40, ttabel sebesar 2,04 pada tingkat kepercayaan 95%. Disimpukan bahwa pembelajaran mengonversi cerpen ke dalam puisi dengan menggunakan metode inkuiri berhasil dengan baik
Pembelajaran Daring Menggambar Kelas 1 SD Menggunakan Metode Picture and Picture
Kemampuan menggambar siswa dalam menyelesaikan soal pembelajaran daring materi menggambar adalah salah satu masalah yang menjadi pembahasan pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode picture and picture pada materi menggambar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, melalui metode ini peneliti mencoba untuk menggambarkan situasi dan proses pada kegiatan pembelajaran. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri Kiarapayung I yang berada di Kabupaten Bandung. Dari hasil penelitian bahwa siswa kelas I senang dengan pembelajaran daring materi menggambar dengan menggunakan metode picture and picture, selain itu siswa dan guru menunjukan respon yang positif terhadap pembelajaran daring materi menggambar dengan menggunakan metode picture and picture, namun masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal pembelajaran daring materi menggambar karena sulit memahami dalam indikator karya tiga dimensi membuat komposisi bentuk dan warna. Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan menggambar menggunakan metode picture and picture pada pada indikator karya tiga dimensi membuat komposisi bentuk dan warna, dan generalisasi tergolong rendah dan perlu diberikan latihan-latihan soal yang rutin agar siswa terbiasa menyelesaikan soal yang sulit.Â
Pengembangan bahan ajar teks prosedur berbasis VBA microsoft excel untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa
Latar belakang penelitian ini adalah keterampilan menulis yang sangat dibutuhkan dan perlu dilatihkan kepada siswa mulai sejak dini karena dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang berkaitan dengan keterampilan menulis dan kesadaran akan pentingnya keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menunjang peningkatan kualitas serta pengembangan kebijakan pendidikan dasar/menengah/tinggi tingkat daerah dan nasional melalui peningkatan kualitas generasi muda masa depan bangsa Indonesia yang produktif. Target khusus yang ingin dicapai adalah didapatkannya sumber pembelajaran Bahasa Indonesia tentang teks prosedur berbasis VBA Microsoft Excel untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa yang menarik, praktis, efisien, efektif. Fokus masalah penelitian ini yakni: 1). Meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan bahan ajar berbasis VBA Microsoft Excel pada pembelajaran Bahasa Indonesia; 2). Meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya keterampilan menulis dalam kehidupan sehari-hari dengan bahan ajar berbasis VBA Microsoft Excel. Metode yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Methods Research) antara kualitatif dibangun kearah kuantitatif dengan strategi Exploratoris Sekuensial. Dalam strategi ini, pencampuran dua data terjadi ketika peneliti mengomparasikan satu sumber data dengan sumber data yang lainnya. Di awali dengan pengumpulan data secara kualitatif kemudian dibangun kearah kuantitatif, yang selanjutnya akan diinterpretasi hasilnya. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa SD di Jatinangor Kab. Sumedang, sengan sampelnya yaitu 30 siswa SD Negeri Cibeusi Jatinangor. Hasil penelitian yang diharapkan ini adalah adanya peningkatan keterampilan menulis dan kesadaran siswa pada pentingnya keterampilan menulis. Luaran yang diharapkan yakni: Luaran utama: 1) Laporan penelitian; 2) Publikasi pada jurnal nasional. Luaran tambahan: 1) Bahan ajar teks prosedur berbasis VBA Microsoft Excel; 2) Publikasi pada seminar internasional Bahasa Indonesia; dan 3) HaKI software VBA Microsoft Excel. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) pada usulan penelitian ini adalah TKT 1-3 terdiri dari 1) Prinsip dasar riset telah diobservasi dan dilaporkan; 2) Data awal, hipotesis, desain, dan prosedur telah di eksplorasi; 3) Rancangan dan metode penelitian telah di susun komplit
Pembelajaran daring menggunakan pendekatan saintifik melalui media mind mapping pada materi bangun ruang untuk pemahaman siswa kelas 5 SDN Pakuhaji
This research is a qualitative descriptive study to prove that the use of mind mapping media is able to help students understand learning, especially in cubes and blocks in online learning. The location of this research is SDN Pakuhaji. This study uses a scientific approach with the steps of stating the problem, collecting information, taking hypotheses, conducting experiments, collecting data, and drawing conclusions. From the results that have been obtained this mind mapping media can help students understand learning. During the pre-test the average score of the students was 2.2, while during the post-test the average score of the students increased by 6.6. There are difficulties experienced by students and writers in carrying out research, including lack of internet data, poor signal, and lack of mobile phone facilities
PEMBELAJARAN ONLINE MATA PELAJARAN IPS MATERI INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU DI KELAS IV SD DALAM MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran online mata pelajaran IPS pada siswa kelas IV dalam masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 084 Cikadut Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang responden yang terdiri dari 5 orang siswa laki-laki dan 7 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi indahnya keragaman budaya negeriku, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa skenario dan implementasi pembelajaran online mata pelajaran IPS dalam masa pandemi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik. Guru dan siswa memberikan respon positif meskipun masih terdapat kendala berikut ini; (1) jaringan internet tidak stabil sebesar 8%, (2) tidak ada kuota internet sebesar 25% dan (2) tidak memiliki perangkat pembelajaran sebesar 17
It’s Not a Miscalculation - It’s a Misconception! Uncovering Epistemological Obstacles in Preservice Teachers’ Mathematical Literacy Tasks
This study identified and analyzed epistemological obstacles experienced by prospective elementary school teachers in solving mathematical literacy tasks on plane geometry material. This study employed a case study method, involving 24 students from a university, which was located in Cimahi City, West Java. The diagnostic test served as the research instrument and the data were analyzed using a thematic analysis approach to uncover various epistemological obstacles encountered by undergraduate students, including misconceptions regarding the properties of plane figures and difficulties in applying geometric concepts to mathematical literacy tasks. Epistemological obstacles arise due to the students' inability to connect abstract concepts with practical contexts, as well as their limited understanding of basic geometric concepts. These obstacles primarily stem from misconceptions about fundamental concepts of plane figures, difficulties in applying geometric concepts in contextual situations, and procedural learning approaches that lack conceptual depth. This research contributes to developing geometry learning strategies at the elementary school level, which can ultimately improve the overall quality of mathematics education
PEMBELAJARAN ONLINE MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI PENGUKURAN SATUAN PANJANG DI KELAS II SD DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PMR
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran online mata pelajaran matematika pada materi pengukuran satuan panjang di kelas II SD dalam masa pandemi covid-19 dengan menggunakan model pembelajaran PMR. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 guru dan 24 siswa yang terbagi menjadi 4 siswa kemampuan tinggi, 4 siswa kemampuan sedang dan 4 siswa kemampuan rendah. Siswa tersebut berasal dari dua sekolah yang berbeda yang pertama dari SDN 04 Cibodas dan yang kedua dari SDIT Firdaus. Instrumen yang digunakan adalah RPP, kegiatan pembelajaran, bahan ajar berupa video, LKS, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa skenario dan implementasi yang telah dilaksanakan guru sudah sesuai kegiatan pembelajaran; kesulitan-kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapi guru, salah satunya sulit menjelaskan materi yang akan disampaikan; kesulitan-kesulitan dan kendala-kendala yang dihadapi siswa, yaitu kurang mengerti materi yang dijelaskan oleh guru; respon guru dan siswa terhadap pembelajaran online, banyak yang harus dipersiapkan sebelum pembelajaran online; RPP, LKS yang digunakan sudah baik dan sesuai dengan kurikukum yang berlaku serta bahan ajar yang digunakanpun cukup menarik bagi siswa dan bisa dipahami; dan upaya yang dilakukan guru agar pembelajaran online berjalan lebih yaitu dengan cara membuat bahan ajar yang menyenangkan bagi siswa
PEMBELAJARAN ONLINE PEMAHAMAN MATEMATIK DI KELAS IV SD PADA MATERI KELILING PERSEGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah rendahnya prestasi belajar matematika yang disebabkan kurangnya pemahaman konsep dasar matematik siswa di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematik siswa kelas IV SD khususnya materi keliling persegi melalui metode Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan beberapa instrumen yaitu, instrumen wawancara, angket guru dan angket siswa. Subjek penelitian yaitu 1 guru dari SDN Nusaindah 01, 1 guru dari SDN Budhi Asih, 12 siswa kelas IV SDN Nusaindah dan 12 siswa kelas IV SDN Budhi Asih. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman matematik siswa di sekolah dasar dapat ditingkatkan melalui penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja guru dan pemahaman matematik siswa
PEMBELAJARAN ANALISA TEXT PADA SEBUAH KOMIK SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE DOBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS)
AbstractThis study aims to analyze the text of a comic in grade IV students using the Doble Loop Problem Solving (DLPS) learning method. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this study were fourth grade students of SDN 201 Sukaluyu, Bandung City with a total of 25 respondents. The instruments used were teacher and student observation sheets, evaluation questions to analyze text, and teacher and student questionnaires. The results showed that there was an increase in the quality of learning after using the DLPS method. This is indicated by the average value of student learning outcomes of 77.76 which is in the good category, the highest score of students is 94 and the lowest score is 62. Students' learning completeness shows 88.0% of students get scores above the minimum completeness criteria and 12.0% still scores below the minimum completeness criteria value. Keywords: Text Analysis, Doble Loop Problem Solving Learning Method  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah menganalisa text sebuah komik pada siswa kelas IV dengan menggunakan metode pembelajaran Doble Loop Problem Solving (DLPS). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi menganalisa text, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran setelah menggunakan metode DLPS. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 77,76 yang tergolong dalam kategori baik, nilai tertinggi siswa sebesar 94 dan nilai terendah sebesar 62. Ketuntasan belajar siswa menunjukan 88,0% siswa mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum dan 12,0% masih mendapat nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum. Kata kunci : Analisa Text, Metode Pembelajaran Doble Loop Problem Solving  PENDAHULUANBahasa sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Mengingat pentingnya bahasa tersebut, maka dalam dunia pendidikan perlu adanya pengajaran bahasa. Dengan diangkatnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, maka bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar disekolah, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Selain itu, bahasa Indonesia pun menjadi mata pelajaran yang harus diberikan kepada siswa agar mereka mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mata pelajaran bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa, yakni belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pe-serta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Pembelajaran kemampuan berbahasa di SDN 201 Sukaluyu harus lebih banyak ditekankan pada kemampuan berbicara dan kemampuan menulis. Siswa diharapkan dapat membaca dengan baik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Membaca pada dasarnya bukan hanya menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk bacaan, tetapi lebih pada proses kreatif dalam menuangkan gagasan dalam wacana agar dapat dibaca, dipahami dengan mudah, dan lebih dari itu menarik untuk dibaca. Pembelajaran menganalisis teks pada sebuah komik ini tentunya harus memerlukan langkah-langkah yang tepat harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran supaya berhasil langkah ini yaitu sebuah model yang dapat membantu untuk mempermudah dalam menganalisi teks pada sebuah komik yaitu dengan menggunakan metode Double loop problem solving (DLPS). Pendekatan Double Loop Problem Solving mengakomodasi adanya perbedaan level dari penyebab suatu masalah, termasuk mekanisme bagai-mana sampai terjadi suatu masalah. DLPS merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori dooble loop learning yang dikembangkan dan berfokus pada pemecahan masalah yang kompleks dan tak terstruktur untuk kemudian dijadikan semacam perangkat problem solving yang efektif. Dalam DLPS, siswa perlu didorong untuk bekerja pada dua loop pemecahan yang berbeda, akan tetapi saling terkait. ANALISA TEXT PADA SEBUAH KOMIKTarigan (2008) menyatakan, bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Menarik kesimpulan dari pernyataan Tarigan di atas membaca merupakan kegiatan pemerolehan informasi dengan cara memaknai setiap simbol-simbol yang dimunculkan dalam tulisan yang dibuat oleh si penulis. Kegiatan membaca dapat dilakukan melalui kata-kata dalam bahasa tulis. Menganalisis adalah salah satu kegiatan membaca kritis dengan kegiatan menganalisis kesalahan pada teks. Kegiatan menganalisis dilakukan agar terhindar dari kesalah pahaman arti yang ingin disampaikan oleh penulis pada pembaca. Kegiatan menganalisis tak lepas dari keterampilan berbahasa dan menulis. Keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah membaca. Semakin baik keterampilan dalam membaca semakin baik pula seseorang dalam memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam tulisan. Teks merupakan kumpulan dari kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah tulisan yang padu, sehingga menghasilkan makna yang dapat dipahami oleh pembaca, selain itu teks merupakan hasil curahan ide atau gagasan penulis yang dituangkan kedalam tulisan demgan tujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Menurut Gordon E Mills dalam Haris Herdiansyah (2013) mengatakan bahwa observasi adalah sebuah kegiatan yang terencana dan terfokus untuk melihat dan mencatat serangkaian perilaku ataupun jalannya sebuah sistem yang memiliki tujuan tertentu, serta mengungkap apa yang ada di balik munculnya perilaku dan landasan suatu sistem tersebut. METODE DOBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS)Miftahul (2013:300) mengatakan bahwa metode double loop problem solving adalah sebagai berikut pengambilan keputusan menyangkut proses pertimbangan berbagai macam pilihan yang akhirnya akan sampai pada suatu kesimpulan atas pilihan yang akan diambil. Pada suatu kelompok diminta untuk membuat keputusan. Double Loop Problem Solving berfokus pada pemecahan masalah yang kompleks dan tak terstruktur untuk kemudian dijadikan semacam perangkat problem solving. Dalam DLPS, siswa perlu didorong untuk bekerja pada dua loop pemecahan yang berbeda, akan tetapi saling terkait.  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran double loop problem solving merupakan cara atau strategi pembelajaran dengan mengumpulkan informasi. Siswa secara berkelompok dapat mengamati atau mencari informasi bersama-sama disekitar lingkungan sekolah.    Tujuan metode double loop problem solving bisa memudahkan peserta didik dalam melakukan pengamatan, bisa diciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga memunculkan kemampuan di atas rata-rata, komitmen tugas, dan kreativitas. Argyris (1976) mengatakan bahwa tujuan metode double loop problem solving adalah untuk mencari satu kesepakatan dan memupuk rasa kerja sama sesama teman. Menurut Miftahul (2013) dalam bukunya yang berjudul Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, langkah-langkah dari metode double loop problem solving adalah sebagai berikut; (1) mengidentifikasi masalah, tidak hanya gejalanya, (2) mendeteksi penyebab langsung, dan secara cepat menerapkan solusi sementara, (3) mengevaluasi keberhasilan dari solusi sementara, (4) memutuskan apakah analisis akar masalah diperlukan atau tidak, (5) jika dibutuhkan, dilakukan deteksi terhadap penyebab masalah yang levelnya lebih tinggi dan (6) merancang solusi akar masalah. Kelebihan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Menurut Huda (2014) adalah sebagai berikut; (1) dapat menambah wawasan tentang efektivitas penggunaan pembelajaran double loop problem solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan (2) dapat lebih menciptakan suasana kelas yang menghargai (menghormati) nilai-nilai ilmiah dan termotivasi untuk terbiasa mengadakan penelitian sederhana yang bermanfaat bagi perbaikan dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan guru itu sendiri. Kekurangan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) Menurut Huda (2014) adalah sebagai berikut; (1) tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah/problem, yang justru harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain, (2) kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa, (3) banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam agama, (4) kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan masalah yang ditempuh siswa dan (5) memerlukan waktu dan perencanaan yang matang. Keterampilan adalah kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Keterampilan bergantung pada konteks, tugas, serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nilai IQ, gelar perguruan tinggi, atau repuatasi bergengsi. Jadi meskipun tes keterampilan secara konsisten meramalkan kesuksesan di sekolah, tes ini tidak berhasil menunjukan bahwa seorang siswa dapat berhasil atau tidak setelah terjun ke dunia nyata. Dibuktikan melalui sebuah studi yang dilakukan terhadap para profesional yang sukses bahwa sepertiga dari mereka mempunyai nilai IQ yang rendah. Maka dari itu, tes IQ lebih tepat disebut sebagai alat untuk mengukur “bakat bersekolahâ€, sementara keterampilan sejati mencakup mencakup berbagai ketrampilan yang lebih luas (Armstrong, 2002) Analisa text pada sebuah komik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengingat rangkaian nada dan irama serta mengekspresikannya melalui aktivitas musik. Anak dengan keterampilan ini cenderung senang mendengarkan lagu, menikmati lagu tersebut, bahkan dapat menyanyikan/memainkan lagu tersebut dengan nada yang tepat. Mengekspresikan irama dan rangkain nada dapat dilakukan dengan memainkan alat musik dan menyanyikan lagu. Analisa text pada sebuah komik memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama (Hamzah, 2010). Hal serupa juga diungkapkan Paul Suparno (2004) bahwa ada beberapa ciri-ciri anak yang memiliki analisa text pada sebuah komik, antara lain; (1) mampu mengingat melodi musik dengan baik, (2) punya suara yang bagus dalam menyanyi, (3) mampu memainkan alat musik, (4) bernyanyi dengan baik, (5) punya cara ritmik dalam bicara dan bergerak, (6) peka terhadap suara di sekitarnya dan (7) mampu mencipta lagu. Semua anak yang memiliki analisa text pada sebuah komik pasti memiliki salah satu ciri dari yang telah disebutkan. Berdasarkan konsep keterampilan yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka untuk mengoptimalkan keterampilan yang dimiliki anak dilakukan dengan cara pembiasaan-pembiasaan fisik maupun nonfisik. Anita Lie (2004) menyebutkan setidaknya ada 4 cara untuk meningkatkan analisa text pada sebuah komik anak, antara lain; (1) memberi motivasi kepada anak untuk belajar suatu alat musik, (2) mengajak anak untuk menciptakan musik sendiri, (3) mengajak anak untuk menikmati suatu pertunjukan musik dan (4) memberi motivasi kepada anak untuk tampil dalam suatu pertunjukan. Seni Budaya dan Ketrampilan merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah dasar yang memiliki unsur kesenian (seni rupa, seni musik, dan seni tari), unsur budaya, dan unsur ketrampilan. Pembelajaran SBK pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya. Ki Hajar Dewantara (Ahmad Susanto, 2013) mengatakan bahwa pendidikan kesenian merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepribadian anak. Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) adalah proses yang diberikan oleh guru kepada siswa dengan cara menfasilitasi siswa dalam mengekspresikan seni untuk menjadikan siswa belajar sehingga dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan seni budaya dan memperoleh kemahiran dalam suatu bidang seni atau keterampilan. Melalui pembelajaran SBK dengan prinsip pendidikan melalui seni dapat menanamkan budi pekerti dan berperanan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai kecerdasannya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SBK memiliki fungsi dan tujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan siswa dalam berkreasi dan apresiasi dalam kesenian. Kreasi dan apesiasi tersebut dituangkan melalui cabang-cabang dalam seni. Setiap siswa memiliki kemampuan seni yang berbeda- beda, sesuai dengan cabang seni yang diminatinya, oleh karena itu melalui pendidikan SBK dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar kesenian yang diminatinya. METODEMetode penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Menurut pendapat Nana Syaodih Sukmadinata (2011), sebuah penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Selain itu, Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel yang diteliti, melainkan menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya. Satu-satunya perlakuan yang diberikan hanyalah penelitian itu sendiri, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut Sugiono (2012) penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran analisa text pada sebuah komik pada siswa kelas IV SD Negeri 201 Sukaluyu Kota Bandung dengan pendekatan menggunakan metode DLPS. Prosedur penelitian yang dilakukan melalui tahapan sebgaai berikut; observasi awal proses pembelajaran, selanjutnya pada pelaksanaan penelitian dilakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, pelaksanaan metode pembelajaran analisa text pada sebuah komik pada siswa kelas IV dengan menggunakan metode DLPS, dan pemberian tes akhir atau postest. Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan observasi antara siswa dan guru oleh observer dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan dan mencatat kejadian-kejadian yang tidak terdapat dalam lembar observasi dengan membuat lembar catatan lapangan. Setelah proses pembelajaran selesai, maka siswa kembali diberi tes akhir berupa pengisian tes tulis dan pengisian angket skala sikap siswa dan guru. Alokasi waktu pembelajaran analisa text pada sebuah komik dengan menggunakan metode DLPS adalah 3 x 35 menit (1 kali pertemuan).  HASIL DAN DISKUSI Hasil Pada penelitian ini data diperoleh melalui observasi dan tes analisa text pada sebuah komik setiap siswa untuk mengukur hasil belajar siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung menggunakan metode DLPS. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menemui responden, hal ini diharapkan agar lebih efektif untuk meningkatkan respon rate responden dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan di kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung dengan mengambil 34 orang responden yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana skenario dan implementasi, respon guru dan siswa, serta kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan tugas. Data penelitian diperoleh dari observasi, angket, dan soal tertulis. Data tersebut terdiri dari data kemampuan analisa text pada sebuah komik dengan menggunakan metode DLPS. Dari hasil analisis data diketahui bahwa ada perubahan kualitas yang lebih baik pada kemampuan analisa text pada sebuah komik siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu kota Bandung. Skenario dan implementasi pembelajaran analisa text pada sebuah komik pada siswa SD kelas IV diperoleh beberapa adanya temuan-temuan di lapangan diantaranya dengan penggunaan menggunakan metode DLPS,  siswa dapat belajar lebih aktif selama pembelajaran dan adanya interaksi yang positif antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru. Hal ini membuat siswa lebih percaya diri, aktif, dan mandiri. Selain itu, pembelajaran juga menjadi menarik, menyenangkan, dan efektif. Respon guru dan siswa terhadap penerapan menggunakan metode DLPS dalam pembelajaran analisa text pada sebuah komik pada siswa SD kelas IV diukur menggunakan instrumen wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa diketahui bahwa respon guru dan siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung pada pembelajaran analisa text pada sebuah komik dengan menggunakan metode DLPS sebagian besar memberikan respon positif, baik dari guru maupun para siswa dan materi pelajaran mampu tersampaikan dari guru kepada siswa. Hambatan atau kesulitan yang dialami beberapa siswa dalam mengikuti pembelajaran SBK dengan menggunakan metode DLPS. Diantaranya (1) masih ada siswa mengalami kesulitan saat menganalisa text pada sebuah komik, dan belum terbiasa dengan metode DLPS, (2) siswa membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam pembelajaran, (3) pendekatan DLPS lebih sesuai jika diterapkan dikelas atas, (4) siswa belum memahami materi yang diajarkan, sehingga di awal pembelajaran diperlukan penyesuaian, masih ada siswa yang ribut, dan tidak fokus terhadap materi, (5) diskusi kelompok masih dikuasai oleh anak-anak yang pintar dan (6) siswa masih mengalami kesulitan dalam pengisian LKS karena tidak terbiasa dalam mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS). DiskusiData kemampuan analisa text siswa kelas IV pada kelas dengan pembelajaran yang menggunakan metode DLPS dapat kita amati pada tabel 1, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25,0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil pembelajaran pada kelas IV dengan menggunakan metode DLPS diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 77,76. Nilai rata-rata analisa text pada sebuah komik siswa tersebut tergolong dalam kategori baik, selanjutnya nilai tertinggi yang diperoleh siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Antapani Kota Bandung sebesar 94,00 dan nilai terendah adalah 62,00.  Tabel 1. Tabel Statistik Nilai SBK Siswa Kelas IVKemampuan Analisa text pada sebuah komikNilai Rata-rata77,76Nilai Maksimal94,00Nilai Minimal62,00Jumlah Sampel25,00  Berdasarkan pengolahan data kemampuan analisa text pada sebuah komik siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung dengan menggunakan metode DLPS diketahui bahwa 7 orang siswa mendapatkan nilai pada rentang kisaran 56-70 (kategori sedang) atau sebesar 28,0% dari seluruh sampel, 13 orang siswa mendapatkan nilai pada rentang kisaran 71-85 (kategori baik) atau sebesar 52,0% dari seluruh sampel, dan 5 orang siswa mendapatkan nilai pada rentang kisaran 86-100 (Kategori sangat baik) atau sebesar 20,0% dari seluruh sampel. Untuk lebih jelas dapat kita lihat pada histogram berikut.              Gambar 1  Histogram Nilai Akhir Siswa Kelas IV  Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa data kemampuan analisa text pada sebuah komik dengan menggunakan aplikasi Ms. Office 2017 diketahui bahwa 88% siswa mendapatkan nilai setara maupun diatas kriteria ketuntasan minimum. Sedangkan sebanyak 12% siswa lainnya masih belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimum untuk mata pelajaran SBK. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Tabel Ketuntasan SiswaKetuntasanJumlah%Tuntas2288%Tidak Tuntas312%TOTAL25100% Selanjutnya prosentase ketuntasan siswa kelas IV pada pembelajaran SBK dengan menggunakan metode DLPS dapat dilihat pada diagram berikut ini.                Gambar 1. Diagram Ketuntasan Siswa Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat dikemukakan bahwa pembelajaran menggunakan metode DLPS pada kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung memberikan perubahan terhadap peningkatan nilai SBK siswa. Hal ini disebabkan karena pembelajaran dengan menggunakan metode DLPS membuat siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dan mampu mendorong siswa untuk lebih aktif serta kreatif untuk dapat menyelesaikan tugas pembelajaran. Adanya tahap pengulangan juga membuat siswa tidak mudah lupa dengan materi yang sudah dipelajari. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian kualitatif ini, maka dapat disimpulkan bahwa:Skenario dan Implementasi pembelajaran menganalisa text pada sebuah komik pada siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung dengan menggunakan metode Doble Loop Problem Solving (DLPS) membuat siswa terlihat lebih aktif, interaktif, mandiri, dan gembira selama proses pembelajaran berlangsung. Terjadi interaksi yang positif antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru selama proses pembelajaran dan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa.Respon guru dan siswa kelas IV SDN 201 Sukaluyu Kota Bandung pada pembelajaran menganalisa text pada sebuah komik dengan menggunakan metode Doble Loop Problem Solving (DLPS) sebagian besar memberikan respon positip, baik dari guru maupun para siswa dan materi pelajaran mampu tersampaikan dari guru kepada siswa.Kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama penelitian pembelajaran menganalisa text pada sebuah komik dengan menggunakan metode Doble Loop Problem Sol
