1,720,979 research outputs found
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA DIRI SISWA SDN SONOADI KARANGGENENG LAMONGAN
Hidup bersih dan sehat memang sering kali terdengar dalam kehidupan sehari – hari. Dan harus diterapkan oleh setiap orang, karena hidup bersih memiliki banyak manfaat yang sangat berpengaruh pada aktivitas tubuh seperti konsentrasi kerja dan kecerdasan anak. Menciptakan hidup bersih dan sehat sangat mudah apabila melakukan hal tersebut dilakukan dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya mencuci tangan sebelum makan. Mencuci tangan merupakan salah satu langkah awal untuk memulai hidup bersih dan sehat. Hal ini dapat diajarkan pada anak sejak dini. Contohnya seperti pada siswa dan siswi yang bersekolah di sekolah dasar. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk menciptakan perilaku hidup beresih dan sehat sejak dini. Sosialisasi ini dilaksanakan pada 5 Agustus 2019 di SDN Sonoadi. Dan hasilnya mereka menjadi tahu bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar setelah dilakukannya kegiatan tersebut
Pendampingan Ketahanan Keluarga Ibu Pelaku Usaha Desa Surowiti
Ketahanan keluarga dianggap sebagai pilar ketahanan nasional. Ketahanan dalam keluarga menggambarkan interaksi dan komunikasi antar individu yang harmonis dan sejahtera secara fisik maupun psikis. Semakin baik ketahanan keluarga, semakin baik pula kemampuan keluarga menghadapi perubahan akibat pandemi dan pascapandemi. Kebijakan yang tepat dapat mencegah keluarga Indonesia berada dalam situasi krisis sekaligus memastikan ketahanan keluarga tetap tangguh. Penyelenggaraan pendidikan dan usaha dilengkapi dengan program yang berbasis kepada keluarga. Hal tersebut guna untuk memperkuat pemahaman anggota keluarga dalam memahami peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, peran ibu sebagai pelaku usaha mendapat dukungan dari anggota keluarga. Oleh karena itu perlu dikembangkan materi ketahanan keluarga pada ibu pelaku usaha di Desa Surowit
Enhancing Student Attendance with Shaping Techniques: A Targeted Case Study Approach
The presence of students in school learning is part of education and learning about discipline at school. However, many students do not attend school on time so this will become a bad habit for students in the future. The aim of this research is to change the behavior of coming late to school by applying shaping techniques to students at SMK Nurul Islam Gresik. The research method used is experimental. The subjects in this research were 3 students of Nurul Islam Mayar Gresik Vocational School. The data collection method uses the Behavior Contract scale instrument, which consists of 20 statements. The analysis technique used is the independent sample T test. The results of this research show that there was a decrease in tardiness behavior in subjects before and after treatment with shaping techniques. The implication of this research is that it is hoped that it can be adopted more widely as an intervention strategy in other schools to improve student discipline and attendance.Kehadiran mahasiswa dalam pembelajaran sekolah merupakan bagian dari pendidikan dan pembelajaran mengenai Kedisiplinan di sekolah. Namun, banyak mahasiswa yang tidak memenuhi kehadiran tepat waktu di sekolah sehingga akan menjadi pembiasaan yang kurang baik untuk siswa kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah perilaku terlambat datang ke sekolah dengan menerapkan teknik shaping pada siswa SMK Nurul Islam Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa SMK Nurul Islam Mayar Gresik. Metode pengumpulan data menggunakan Instrumen skala Behavior Contract yang berjumlah 20 pernyataan Teknik Analisa yang digunakan yaitu Uji independent sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku keterlambatan pada subjek sebelum dan sesudah dilakukan treatment dengan teknik shaping Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat diadopsi secara lebih luas sebagai strategi intervensi di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran siswa
Improving Learning Discipline through Self-Management Techniques for Students at SMA Negeri 1 Kedamean
Discipline is problem important in the teaching and learning process in school. Effort increase students discipline in building atmosphere that can be motivate students in change Act in demand or change leading behavior to things positive . With discipline student willing to submit And follow regulation certain And stay away prohibition certain . To overcome problem discipline Study need given the behavioral approach is wrong the other is by technique self-management . Technique This is to guide students in effort improve discipline Study And in a way aware desire to change his behavior Alone . Hopefully with technique change behavior can replace behavior correct student use to improve discipline Study. Technique Self-Management This done in stages assessment , stage intervention , follow up or follow carry on . On research this researcher using 9 students from 3 classes with scores low discipline. Researcher implement this program for 6 meetings . Based on results research conducted to 9 is obtained results enhancement discipline studied by students at SMA Negeri 1 Kedamean
Positive Story: Building Self-Confidence in Elementary School Children Through Reinforcement
Schools ensure that students acquire knowledge and skills through various activities, both academic and non-academic, to help them achieve their full potential. However, in addition to intelligence, learning success also depends on a sense of responsibility and self-confidence, as well as self-confidence. Self-confidence plays an important role in children's daily lives, especially when they are in a new environment or facing a situation they have never experienced before. This study aims to identify changes in students' self-confidence levels, as well as evaluate the effect of positive reinforcement on their ability to tell stories with confidence. Using a Classroom Action Research (CAR) approach, this study observed students and applied a positive reinforcement storytelling method to improve their self-confidence. The results of this study indicate that the positive reinforcement storytelling method significantly improved students' self-confidence, as seen from higher scores and positive behaviors that emerged. This study presents an effective teaching method to improve students' self-confidence, providing important insights for educational practices that support students' social and emotional development in the classroom. The implications of this study are able to help the development of educational psychology by emphasizing the importance of an interactive and holistic approach to improving students' self-confidence, which can ultimately have an impact on academic performance.Sekolah memastikan bahwa siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai kegiatan, baik akademik maupun non-akademik, untuk membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka. Namun, selain kecerdasan, keberhasilan belajar juga bergantung pada rasa tanggung jawab dan keyakinan terhadap diri sendiri, serta rasa percaya diri. Kepercayaan diri memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari anak, terutama saat mereka berada di lingkungan baru atau menghadapi situasi yang belum pernah dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan dalam tingkat kepercayaan diri siswa, serta mengevaluasi pengaruh penguatan positif terhadap kemampuan mereka dalam bercerita dengan percaya diri. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini mengamati siswa dan menerapkan metode cerita dengan reinforcement positive untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka. Hasil dari penlitian ini menunjukkan bahwa metode bercerita dengan reinforcement positive secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa, yang dapat dilihat dari skor yang lebih tinggi dan perilaku positif yang muncul. Penelitian ini menyajikan metode pengajaran yang efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, memberikan wawasan penting bagi praktik pendidikan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa di dalam kelas. Implikasi penelitian ini mampu membantu perkembangan psikologi pendidikan dengan menekankan pentingnya pendekatan interaktif dan holistik untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja akademik
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF TINGKAT KEPUASAN KERJA DAN CARA MENGEKSPRESIKAN TINGKAT KEPUASAN KERJA YANG RENDAH PADA KARYAWAN DENGAN MASA KERJA DI ATAS TIGA PULUH TAHUN
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Ketika seorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Dalam kenyataannya, di perusahaan, kepuasan kerja secara menyeluruh belum mencapai tingkat maksimal. Masa kerja seseorang akan terpengaruh apabila mendapatkan suatu rangsangan, sehingga orang tersebut mampu mempersepsikannya dengan lebih baik pula. Adanya proses belajar atau pemahaman yang diperoleh seseorang melalui intensitas hubungan yang diperoleh dari masa kerja menjadikan seseorang mampu mempersepsikan kondisi kerjanya lebih baik ataupun lebih buruk. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan dan bagaimana cara mengekspresikan tingkat kepuasan kerja yang rendah pada karyawan dengan masa kerja di atas tiga puluh tahun. Jumlah subyek penelitian yang digunakan sebanyak 72 karyawan yang bermasa kerja di atas tiga puluh tahun pada jabatan kepala regu (karu), di sini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert, data kedua variabel diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 karyawan (30,6%) yang memiliki tingkat kepuasan kerja rendah, 30 karyawan (41,7%) memiliki kepuasan kerja sedang, 20 karyawan (27,8%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Faktor-faktor yang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian besar karyawan meliputi tersedianya perlengkapan pegawai yang memadai, kesejahteraan pegawai terjamin dengan adanya layanan kesehatan, dan tersedianya sarana ibadah yang baik. Faktor yang kurang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian karyawan meliputi hasil penelitian kinerja tidak ada umpan balik, penerapan peraturan kurang tegas dan kurang adil, dan belum adanya sistem karir (carrier planning) yang jelas. Sebagian besar cara mengekspresikan tingkat kepuasan rendah cenderung destruktif dan dalam bentuk pindah ke unit kerja lain
Meningkatkan Minat Baca Siswa Tuna Rungu menggunakan Metode Membaca Ujaran pada Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusi di UPT SDN 13 Gresik
Metode membaca ujaran adalah salah satu metode pembelajaran yang efektif dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa tuna rungu. Siswa tuna rungu mengalami keterbatasan dalam penguasaan kosa kata dan memaknai kata karena mereka tidak memiliki pembendaharaan kosakata dalam otaknya. Dengan menggunakan metode membaca ujaran akan memudahkan siswa tuna rungu dalam proses peningkatan minat belajar. Metode membaca ujaran merupakan salah satu metode pembelajaran berbahasa bagi anak berkebutuhan khusus tunarungu yang bertujuan agar penderita mengerti pembicaran orang melalui gerak bibir lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa tuna rungu dengan menggunakan metode membaca ujaran di UPT SDN 13 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen Pre-Experimenal dan rancangan penelitian one group prettest-posttest. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pretest dan posttest, pretest dan postets dilakukan dengan berpacu pada indikator minat baca milik Safari tahun 2003. Teknik analisis data yang digunakan adalah gain score. Berdasarkan hasil analisis gain score menunjukan hasil bahwa metode membaca ujaran efektif digunakan untuk meningkatkan minat baca siswa tuna rungu di UPT SDN 13 Gresik, hal itu ditunjukan dengan adanya peningkatan minat baca pada subjek setelah dilaksanakan intervensi menggunakan metode membaca ujaran walaupun nilainya tidak begitu signifika
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE TERHADAP TEACHER EFFECTIVENESS GURU SEKOLAH DASAR
Peran guru sebagai bagian dari tenaga pendidik merupakan profesi yang menantang. Terdapat banyak kemampuan harus dimiliki guru seperti pengetahuan akan materi yang diajarkan, keterampilan mengajar, kemampuan pengelolaan waktu, perencanaan pengajaran yang efektif, pengelolaan kelas, dan berbagai keterampilan yang mendukung lainnya. Oleh sebab itu, guru memerlukan teacher effectiveness agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara efektif. Salah satu variabel yang memengaruhi teacher effectiveness yaitu kecerdasan emosi. Penelitian ini berupaya menggali pengaruh emotional intelligence terhadap teacher effentiveness. Pendekatan yang digunakan pada panelitian ini yaitu kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 44 yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Skala yang diguanakan yaitu Teacher Effectiveness Scale dan Self-Rated Emotional Intelligence Scale. Analisis yang digunakan adalah analysis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional intelligence berpengaruh secara signifikan terhadap teacher effectiveness
Self-Management: Reducing Social Media
The development of technology from time to time will continue to grow rapidly with changes, especially in the field of communication and information. The development of communication and information has caused many communication delivery media to emerge that have been designed to be able to convey information in a very easy way, one of which is social media. Social media provides many conveniences that make its users feel safe in cyberspace for a long time. Most social media users are teenagers, who are easily carried away by global developments, the desire to get information, and have difficulty distinguishing between good and bad to be used as a reference for behavior. This study aims to direct students in reducing the use of social media during classroom learning. The research method used is the one group pretest-posttest experimental approach, pretest and posttest are carried out by racing against indicators of social media addiction behavior. Based on the results, the self-management strategy can reduce the use of social media in class XI students at SMK Nurul Islam Manyar.Perkembangan teknologi dari zaman ke zaman akan terus semakin pesat dengan adanya perubahan terutama pada bidang komunikasi dan informasi. Perkembangan komunikasi dan informasi ini menyebabkan banyak sekali bermunculan media penyampaian komunikasi yang sudah didesain untuk dapat menyampaikan informasi dengan cara yang sangat mudah, yaitu salah satunya media sosial. Media sosial memberikan banyak kemudahan yang membuat penggunanya bisa merasa aman di dunia maya dalam jangka waktu yang lama. Sebagian besar pengguna media sosial adalah remaja, yang mudah terhanyut dalam perkembangan global, keinginan untuk mendapatkan informasi, dan kesulitan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dijadikan acuan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengarahkan siswa dalam mengurangi penggunaan media sosial saat pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan eksperimen one group pretest-posttest, pretest dan posttest dilakukan dengan berpacu pada indikator perilaku kecanduan media sosial. Berdasarkan hasil yang dilakukan strategi self management dapat mengurangi penggunaan media sosial pada siswa kelas XI di SMK Nurul Islam Manyar
Evaluasi penerapan pendekatan multisensori untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak hipekinetik
This study aims to evaluate the effectiveness of a multisensory approach in improving the learning concentration of hyperkinetic children. The research design uses a qualitative case study with one hyperkinetic child as the subject. The intervention involves a combination of visual, auditory, kinesthetic, and tactile stimuli to increase the child\u27s engagement during learning activities. The instruments used include observation, interviews, and standardized tests. Data were analyzed descriptively. The results of the study showed a significant improvement in the child\u27s focus and participation during multisensory activities, particularly when combining visual and kinesthetic modalities. These findings indicate that the multisensory approach can enhance concentration, making the learning process more engaging and effective for hyperkinetic children
- …
