18 research outputs found

    Model Simulasi Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tebu

    No full text
    To reduce the level of difficulty conducting research in complex systems, modeling is defined as simplification of system with mechanistic approach, can be an alternative approach for understanding and prediction ecophysiology process of growth, development and production plants. Modeling the growth of sugarcane crop is expected to be used as a tool to predict the production of sugarcane production as well as in a development area. Research purposes that make simulation model of sugarcane growth and development develop the tools in an effort to plan and optimize the productivity of sugarcane and sugar productivity predicts. The experiment was conducted in Kotabumi of Lampung regency. Began in June 2008 ended in July 2009. Research materials in the form of climate data for 2 years (2008 to 2009), soil data, the data accumulation, and agronomic data. Tool in this study the precipitation gauge type observatory, TL-1 Illuminance meter to measure the radiation coming, belgi drill, sample ring, digital scales and oven. Research using analytical methods or simulation models of plant systems are supported field trials. The model is built based on the variables and parameters obtained from secondary data as well as from experiments. Construction of a simulation model of sugarcane growth and development has been able to simulate and describe the development and growth of sugarcane as shown by the results of field observations. The simulation results for the production of sugarcane harvested biomass ± 100 ton/ha while the observation of ±85 ton/ha (the simulation results have to be in the range of values one standard deviation from the average). Phenological period and the prediction accuracy of the simulation results are relatively consistent with the observation field (simulated total biomass production 115 ton/ha while the observation of 101 ton/ha)

    PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM USAHA MINATANI DI DESA BUNGGALO KECAMATAN TELAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO

    No full text
    Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan KKN Tematik Desa Membangun Program Merdek Belajar Kampus Merdeka adalah meningkatkan prakarsa, kesadaran dan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan desa yang partisipatif. Target khusus yang ingin dicapai adalah mengoptimalkan kinerja pemerintahan desa dan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam proses pembangunan desa, memberdayakan kelompok masyarakat desa dalam mencapai pembangunan desa, mengimplementasikan keilmuan program studi Agroteknologi dalam program pembangunan desa. Untuk mencapai tujuan dan target khusus ini menggunakan metode P3MD (Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Desa), melalui pelaksanaan kegiatan sosialisasi minatani dalam mendorong prakarsa dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Pelaksanaan KKN MBKM UNG 2021 di desa Bunggalo kecamatan Telaga Jaya kabupaten Gorontalo disimpulkan hal-hal sebagai berikut Penerapan program  minatani di masyarakat desa Bunggalo kecamatan Telaga Jaya kabupaten Gorontalo mampu memicu perhatian dan kesadaran akan pentingnya penggunaan limbah untuk kebutuhan pertanian. Program akuaponik, kebun percobaan serta pembutanan pupuk organic menghasilkan efektifitas dan mengurangi sampah plastik yang nantinya banyak digunakan untuk teknologi akuaponik, terukurnya potensi dan kontribusi masyarakat desa melalui aksi-aksi lokal yang spesifik dalam hal upaya pertanian berkelanjutan

    Efisiensi Penggunaan Cahaya Matahari oleh Tebu pada Berbagai Tingkat Pemupukan Nitrogen dan Fosfor

    No full text
    Light use efficiency is a crucial parameter in plant growth associated with accumulation of energy interception. Nitrogen and phosphorus deficiency reduce leaf area index (LAI) and specific leaf nitrogen and phosphorus (SLN and SLP) content and reduce efficiency of light intercepted by plant canopy structure. This research was conducted in Kebun Bunga Mayang PTPN VII, North Lampung Regency, Lampung Province (04050’S, 104052’E, 38 m above sea level) from July 2008 to September 2009. Treatments were distributed in the field under a randomized complete block design factorial with three replications. The increase in nitrogen fertilizer (N) improved sugarcane light use efficiency. The light use efficiency of the sugarcane plants fertilized with 225 kg N ha-1 was 2.29 g MJ-1 at maximum stem phase. On the contrary, the increasing of phosphor (P) fertilizer did not affect light use efficiency but increased stem dry matter at maximum seedling phase or about 3 month after planting (3 MAP), at maximum stem phase (9 MAP), and at harvest (11 MAP); total dry matter at seedling phase (5 MAP) and at maximum stem phase (9 MAP). Nitrogen did not interact with P in affecting light use efficiency. Keywords: fertilization N and P, interception radiation, light use efficiency, sugarcan

    Tingkat Frekuensi Penyiraman dan Waktu Aplikasi Pupuk Phonska Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai (Capsicum annum L.)

    No full text
    This research aims to find out the frequency level of watering and application time of Phonska fertilizer as well as its interaction towards the growth and chili (Capsicum Annum L.) Yields. This research is conducted at Agry Green, department of agro technology, faculty of agriculture, State Universitas of Gorontalo form August to Desember 2019, applying factorial group randomized design consisting of 2 factors. The first factor is the level of watering frequenty comprising  of 2 levels: one time of watering and twi times. The second factor is the application time of Phonska fertilizer comprising of 3 levels: one time of application on 1 MST (300kg/ha) = 2,25g/polybag, two times of application on 2 and 4 MST (150+150kg/ha)= 1,125g/polybag, three times of application on 2, 4 and 6 MST (100+100+100kg/ha)= 0,75g/polybag. The data are analyzed with analysis of variance and continued with the Least Significant Difference on the test level of 5%. The findings reveal that the frequency level of watering does  not have significant influence towards the growth and chili yields. The different application time of Phonska fertilizer does not have significant influence towards the growth and chili yields. The best result is obtained on the frequency level of  watering at 07.00 in the morning and one application time of Phonska fertilizer with a dose of 300kg/ha

    Budidaya Pisang (Musa acuminata L.) Varietas Barangan dari Anakan yang Direndam dengan Ekstrak Bawang Merah

    No full text
    Ekstrak bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT). Bawang merah dapat dijadikan alternatif sumber ZPT alami yang murah dan mudah diperoleh menggantikan ZPT sintetik yang relatif mahal.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah, dan (2) mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah yang sesuai terhadap pertumbuhan anakan pisang varietas Barangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Agustus 2022, bertempat di Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah yaitu 0, 10, 20 dan 30 g/L. Umbi bawang merah direndam selama 2 jam pada setiap masing-masing taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 16 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi anakan, jumlah daun dan lingkar batang. Hasil analisis ragam pada taraf 5% menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi dan lingkar batang anakan pisang, pengaruh tidak nyata pada jumlah daun. Ekstrak bawang merah mempengaruhi pertumbuhan anakan pisang Barangan dan konsentrasi ekstrak bawang merah yang terbaik untuk pertumbuhan anakan pisang Barangan adalah 30 g/L

    Kajian Penggunaan Berbagai Mulsa Organik dan Teknik Aplikasi Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt)

    No full text
    The purpose of this research is to examine the interaction effect of the use of mulch and fertilizer application techniques on the growth and production of sweet corn plants; it is also to find out the best outcomes from both treatments. This research was conducted in Hulawa Village, Telaga Sub-district, Gorontalo Regency of Gorontalo Province from April to June 2018. It used a factorial randomized group design which consisted of two factors. The first factor was three level-mulch namely control, 5 tons/ha of rice straw mulch, and 5 tons/ha of reeds mulch. The second factor was the fertilization technique which consisted of two levels namely 200 kg/ha of tugal and 200 kg/ha of larikan. Tugal and larikan are planting the seeds by using dibbers between rows. Each treatment was repeatedthree times. Parameters observed were plant height, leaf number, flowering percentage, the weight of the cob weighted, the length of the cob twisted. The data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) and further testing with BNT (Smallest Significant Difference) at the test level of 5%. The results of this study indicate that there is a treatment interaction between reeds organic mulch and fertilizer application techniques in the percentage of flowering parameters. An organic mulch of rice straw affects plants height 4 and 6 MST, some leaves 4 and 6 MST, length of cob twisted, and weight of cob weighted. Meanwhile, the fertilizer application technique does not affect the growth and production of sweet corn plants

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON (CucumismeloL) PADA PEMUPUKAN NPK DAN PEMANGKASAN CABANG

    No full text
    Budidaya tanaman melon dapat ditingkatkan dengan cara pemeliharaan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Teknik budidaya yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi morfologi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi  pemupukan dan pemangkasan serta pengaruh keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L.). penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo.  Penelitian ini Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan faktor pertama yaitu pupuk NPK dengan dosis 0, 200, 300, dan 400 kg/ha, dan faktor kedua yaitu pemangkasan cabang yang menyisakan cabang 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12 dan 13. Data dianalisis menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA) kemudian uji lanjut dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pemangkasan tidak berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon. Akan tetapi Pemupukan NPK Phoska memberikan respon  pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot buah, sebaliknya. Pemberian dosis 300 kg/ha memberikan pengaruh lebih efektif pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot buah tanaman melon. Kata Kunci: Melon, pemupukan NPK, pemangkasan cabang

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung Lokal Varietas Motorokiki di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas terhadap tanaman jagung lokal varietas motorokiki. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo mulai sejak bulan September sampai Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei sedangkan evaluasi menggunakan cara perbandingan (matching) antara karakteristik lahan Kecamatan Mananggu dengan kriteria kesesuaian lahan sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan. Pengolahan data karakteristik dan kualitas lahan serta analisis kesesuaian lahan jagung lokal varietas motorokiki. Hasil analisis menunjukan bahwa di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo memiliki satu kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung lokal varietas motorokiki yang tidak sesuai (N) dengan luas 2.234,60 ha atau 100 %. Kesesuaian lahan tersebut memiliki fator pembatas retensi hara dan hara tersedia. Kesesuaian lahan potensial dilakukan berdasarkan perbaikan dengan menunjukan bahwa potensi pengembangan tanaman jagung lokal varietas motorokiki dengan kelas S2 (sesuai marginal) dengan luas 2.234,60 ha atau 100%.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Aktual, Potensial, Jagun

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tipe Penggunaan Lahan Cabai Rawit di Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

    No full text
    Cabai menjadi bagian dari kebutuhan makanan keseharian, tetapi produksinya masih rendah. Penilian kesesuaian lahan beserta kelayakan usahatani tipe penggunaan lahan (TPL) cabai rawit menjadi tujuan penelitian ini yang berlokasi di Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Metode survei tanah diterapkan dengan observasi lahan dan pengambilan sampel tanah, serta survei usahatani cabai. Analisis kesesuaian lahan dengan memadankan antara kriteria kesesuaian lahan dengan karakteristik lahan sampai didapatkan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial, sementara R/C rasio digunakan untuk menilai kelayakan usahataninya. Hasil yang diperoleh bahwa TPL cabai rawit yang terpilih dengan kesesuaian aktual hanya kelas sesuai marjinal (S3) seluas 3.608,14 ha dan kelas kelas tidak sesuai (N) seluas 33.584,24 ha dengan curah hujan, drainase, N total, pH, P2O5, tekstur, kedalaman tanah, dan bahaya erosi  sebagai faktor pembatas. Meskipun N total, dan pH dapat diperbaiki, tetapi faktor pembatas lainnya sulit diperbaiki, sehingga kelas dan luas kesesuaian lahan potensial sama. Budidaya cabai rawit menguntungkan karena nilai R/C 2,0 (R/C > 1), sehingga layak diusahatanikan. Dengan demikian, berdasarkan kelas kesesuaian lahan dan kelayakan usahatani cabai rawit ini, maka budidaya cabai rawit dapat dikembangkan pada lahan yang sesuai yang tersebar di wilayah tengah dan barat Kecamatan Pinolosian

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Blue Carbon Sebagai Aksi Mitigasi Iklim Guna Membangun Ketahanan Blue Economy Di Masyarakat Pesisir

    No full text
    Indonesia berada pada peringkat 9 dari 10 negara yang paling rentan terhadap ancaman keamanan pangan akibat dampak perubahan iklim. Temuan ilmiah terbaru mengenai dampak perubahan iklim di lautan, seperti pemanasan laut, pengasaman, deoksigenasi, kenaikan permukaan air laut dan meningkatnya aktivitas badai, serta bagaimana dampak ini membuat orang lebih rentan terhadap migrasi dan pemindahan. Upaya program Blue Carbon dan Blue Economy  dapat terintegrasi dengan kegiatan pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan masyarakat di tingkat lokal dengan memperhatikan faktor risiko iklim dan dampak perubahan iklim yang mungkin terjadi.  Tempat pelaksanaan KKN Tematik UNG  ini di desa Panca Karsa 2 kecamatan Taluditi kabupaten Pohuwato propinsi Gorontalo. Waktu pelaksanaan mulai 3 September 2020  hingga 18 Oktober 2020.  Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN tematik ini berjumlah 29 mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di UNG yang dibawah bimbingan 3 dosen pembimbing lapangan. Bentuk program yang akan dilaksanakan oleh peserta KKN adalah  pelatihan dan pembinaan meliputi Program Blue Carbon seperti restorasi dan pelestarian ekosistem mangrove, penanaman dan pelestarian ekosistem lamun sedang Program Blue Economy seperti teknik hidroponik dari sampah plastik dan teknik vertikultur. Hasil yang dicapai dari program KKN Tematik UNG 2020 ini yakni penerapan program  Blue Economy dibutuhkan guna peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat dengan total keuntungan program sebesar Rp 4.975.000. Program hidroponik dan vertikultur berperan dalam memacu semangat masyarakat dalam mengefektifkan dan mengurangi sampah plastik yang nantinya banyak digunakan untuk teknologi hidroponik dan vertiultur. Terukurnya potensi dan kontribusi masyarakat desa melalui aksi-aksi lokal yang spesifik dalam hal upaya mitigasi iklim
    corecore