1,720,987 research outputs found
Growth and Productivity of Sweet Corn (Zea mays saccharate Strut) at Various Planting Distances and NPK Fertilizer in Peatlands
Cultivation of cereals on peatlands has specific constraints. The use of fertilizers and planting methods is important in optimizing the growth and productivity of cereal crops, including sweet corn. This study aimed to analyze the need for NPK fertilizer based on the growth and yield of sweet corn plants at various planting spacings on peatlands in Rasau Jaya. The study was conducted on peatlands in Rasau Jaya 2, Kubu Raya District, for about 8 months. This study used a Split Plot Design with a randomized block design (RBD) as the basic statistical design. Spacing was determined as the main plot, which consisted of 3 levels: j1 (planting distance 75×25 cm), j2 (planting distance 75×40 cm) and j3 (planting distance 80×20 cm), with NPK fertilizer as subplots consisting of 3 levels: p1 (300 kg NPK/ha), p2 (400 kg NPK/ha), and p3 (500 kg NPK/ha). It was repeated 3 times for each combination. There were 5 plant samples as the unit of observation per plot. The study showed that plant spacing had a significant effect (? = 0.05) on the weight of the cobs without husks, the weight of the cobs with husks, the greenness of the leaves, the diameter of the cobs, length of the cobs, and weight of the cobs per plot. NPK fertilizer significantly affected root volume, leaf area, plant dry weight, and leaf greenness at =0.05; meanwhile, an interaction was found on the use of NPK fertilizer and plant spacing on the cob diameter. According to the results, sweet corn\u27s best spacing for growth and productivity was 75×25 cm and 80×20 cm. The best dose of NPK fertilizer was 500 kg/ha or 125% of the recommended dose. Planting spacing of 75×40 cm + NPK fertilizer 400 kg or 100% of the recommended dose and spacing of 75×25 cm + NPK fertilizer 500 kg or 125% of the recommended dose were the best treatment on the diameter of the co
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY AKIBAT KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN NPK PADA TANAH PMK
Seedlings of oil palm in the main nursery take place from the age of 4 to 12 months of seedlings, in that period the oil palm seedlings already need additional nutrients in the growing media. Utilization of PMK soil as a growing medium is faced with low soil fertility, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of PMK soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients to improve soil fertility of PMK as a growing medium for nurseries in the main oil palm nursery. This study aims to determine the effect and dose of the best combination of chicken manure and NPK fertilizer on PMK soil for the growth of oil palm seedlings at the main nursery stage. The study was conducted in Ngabang, West Kalimantan on January 17, 2022 to May 17, 2022. This study used a field experiment method with a completely randomized design (CRD) one factor, namely a combination of chicken manure and NPK fertilizer. The combinations in question are A= Chicken manure 0 % + 100 % NPK, B= Chicken manure 20 % + 80 % NPK, C= Chicken manure 40 % + 60 % NPK, D= Chicken manure 60 % + 40 % NPK, E= Chicken manure 80 % + 20 % NPK, F= Chicken manure 100 % + 0 % NPK. The variables observed in this study were plant dry weight (g), root volume (cm3), plant height (cm), stem diameter (cm), and number of leaves (strands). The growth response of oil palm seedlings in the main nursery on the 100 % NPK treatment was better than the 100 % chicken manure treatment on the variables of plant height, stem diameter and equally good on the variables of plant dry weight, root volume and number of leaves. Treatment of 100 % NPK resulted in the highest average plant dry weight, root volume, plant height, stem diameter and number of leaves compared to other treatments
PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE KELAPA SAWIT DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI MAIN NURSERY
Kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq .) merupakan komoditi tanaman industri penting penghasil minyak. Bahan organik yang terdapat dalam sludge akan memperbaiki sifat fisik dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mikroba yang ada pada pupuk hayati bermanfaat sebagai bahan pengurai yang dapat membantu menyediakan unsur hara. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi lumpur dan pupuk hayati serta mengetahui dosis terbaik lumpur dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit di pembibitan utama . Penelitian dilaksanakan di lahan Pertanian yang terletak di Jl. Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari 12 April hingga 5 Juli 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Petak Terbagi (RPT). Perlakuan terdiri dari 2 faktor: lumpur sebagai Petak Utama (MP) dan pupuk hayati sebagai Sub Petak (SP) yang masing-masing memiliki 3 taraf perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi CoStat. Variabel yang diamati yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan luas daun, pertambahan diameter batang, pertambahan berat kering akar, pertambahan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan lumpur dan pupuk hayati tidak saling mempengaruhi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di pembibitan utama . Dosis pemberian sludge dan pupuk hayati yang efektif yaitu 12 ton/ha dan 4cc /l larutan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah PMK di main nurser
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA MEDIA SERBUK GERGAJI
Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) perlu dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang kurang selama masa pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi pemberian POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari tanggal 14 Februari – 16 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi dengan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 72 baglog. Perlakuan p1 (Frekuensi pemberian POC setiap 1 hari), p2 (Frekuensi pemberian POC setiap 2 hari), p3 (Frekuensi pemberian POC setiap 3 hari), p4 (Frekuensi pemberian POC setiap 4 hari), p5 (Frekuensi pemberian POC setiap 5 hari), dan p6 (Frekuensi pemberian POC setiap 6 hari). Variabel penelitian meliputi umur panen (hari), berat segar jamur tiram (g), diameter tudung buah jamur tiram (cm), dan jumlah tubuh buah jamur tiram (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji adalah frekuensi pemberian POC setiap 2 hari di variabel berat segar jamur tiram dengan rerata nilai 361,82
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JAMBU BIJI KRISTAL
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan bibit tanaman jambu biji kristal. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a1 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 0), a2 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 0), a3 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 1), a4 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 1), a5 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 1), a6 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 2), a7 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 2), dan a8 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi =1 : 2 : 2). Variebel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), pertambahann panjang tunas (cm), diameter batang atas (cm), dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Kata Kunci : Media Tumbuh, Tanaman Jambu Biji Kristal
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Aluvial
Tanaman tomat merupakan tanaman komoditas hortikultura penting untuk sayur-sayuran dan buah segar. Salah satu permasalahan tanaman tomat adalah tanaman tomat varietas Servo memiliki karakteristik tinggi tanaman yang bisa mencapai 92,00 – 145,85 cm serta memiliki batang yang sukulen, sehingga mudah rebah jika sudah memasuki fase generatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Februari sampai dengan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan faktorial pola rancangan acak lengkap (RAL), dimana faktor pertama konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Faktor kedua yaitu waktu pemberian paclobutrazol yang terdiri dari 3 taraf yaitu 3 kali sehari, 4 kali sehari dan 5 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah, berat buah per tanaman, volume akar, berat kering tajuk dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Pemberian paclobutrazol pada penelitian ini untuk pemendekkan tinggi tanaman berhasil, akan tetapi konsentrasi pemberian paclobutrazol harus diturunkan menjadi dibawah 100 ppm agar pertumbuhannya tidak terlalu kerdil dan mampu menghasilkan buah yang banyak
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI BENZYL AMINO PURIN DAN PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK DURIAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan panjang entris terhadap keberhasilan sambung pucuk durian. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 30 November 2018 – 26 Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan metode Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu b1 = 100 ppm, b2 = 200 ppm, b3=300 ppm. Faktor kedua yaitu panjang entris yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu p1= 7,5 cm, p2= 10 cm, p3=12,5 cm. setiap perlakuan ada 3 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Sambung Hidup (%), Kecepatan Tumbuh Tunas (hr), Jumlah Tunas (tunas), Pertambahan Diameter Batang Atas (mm), dan Jumlah Daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara BAP dan panjang entris terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan BAP berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase sambung hidup, kecepatan tumbuh tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan jumlah tunas. Sedangkan perlakuan panjang entris berpengaruh nyata terhadap persentase sambung hidup dan berpengaruh tidak nyata terhadap kecepatan tumbuh tunas, jumlah tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun. Perlakuan BAP (100 ppm) memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup, 63,89 %, kecepatan tumbuh tunas 21,29 hr, dan jumlah daun 7,07 helai, sedangkan perlakuan panjang entris memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup yaitu 52,77 %. Kata Kunci: BAP, durian, panjang entris
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK TERHADAP PEMBERIAN BOKASI LIMBAH JAMUR TIRAM DAN NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman semusim berupa perdu berakar tunggang. Umbi lobak dapat dikomsumsi sebagai sayuran, dapat juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan, dan digunakan sebagai bahan kosmetik. Pemanfaatan tanah Podsolik Merah Kuning sebagai media tumbuh memiliki kendala seperti struktur tanah jelek, pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasi sifat tanah Podsolik Merah Kuning dapat dilakukan dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti penggunaan bokasi limbah jamur tiram dan NPK. Penggunaan bokasi limbah jamur tiram sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat fisik tanah Podsolik Merah Kuning. NPK sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia tanah Podsolik Merah Kuning. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari interaksi bokasi limbah jamur tiram dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak dari tanggal 22 Mei - 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan perlakuan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama bokasi limbah jamur tiram (B) sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 20 ton/ha, b2 = 30 ton/ha, b3 = 40 ton/ha dan faktor kedua NPK (N) sebanyak 4 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha, n2 = 150 kg/ha, n3 = 100 kg/ha, n4 = 50 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, diameter umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian dosis bokasi limbah jamur tiram 40 ton/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Faktor tunggal pemberian NPK 150 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kunin
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber penghasilan petani, maupun potensi sebagai penghasil devisa untuk Negara. Tanaman bawang merah merupakan komoditas sayuran karena mengandung gizi yang tinggi, bahan baku untuk obat-obatan, sebagai pelengkap bumbu masak, memiliki banyak kandungan vitamin dan berperan sebagai aktivator enzim di dalam tubuh. Tanah gambut memiliki kendala terutama berkaitan dengan kesuburan tanah rendah, kadar air tinggi, kematangan gambut dan berat isi rendah. Kendala kimia tanah gambut berupa kejenuhan basa rendah, kapasitas tukar kation tinggi dan tanah yang bereaksi masam disebabkan kandungan asam organik yang tinggi.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari dosis interaksi amelioran dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitiandilakukanselama2bulan,dimulai sejak 05 Maret 2023 sampai dengan 29 April 2023. Penelitian ini menggunakanmetodeRancanganAcakLengkap(RAL)Faktorialyangterdiridari2faktorperlakuan.Faktorbeberapa jenis amelioran3taraf,danfaktorpupukNPK3taraf.Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehinggadiperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah:faktor pertamaa1= 560 kg/ha + 12 ton/ha amelioran setara dengan 16 g/polybag dan 334 g/polybag, a2= 700 kg/ha + 15 ton/ha amelioran setara dengan 20 g/polybag dan 423 g/polybag, a3= 805 kg/ha + 17 amelioran setaradengan 23 g/polybag dan 490 g/polybag, faktor kedua p1= 200 kg/ha pupuk NPK setara dengan 5g/polybag, p2= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 11 g/polybag, p3= 600 kg/hapupukNPKsetaradengan16g/polybag.Variabelpengamatanmeliputitinggitanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,didapatkankesimpulanbahwatidak terjadi interaksi antara amelioran dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Perlakuan amelioran dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Kata Kunci: Amelioran, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Bawang Merah
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR PADAT KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Pengembangan budidaya tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning sering dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik berupa lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK serta mengetahui dosis lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Manggis, Kelurahan Roban, Kota Singkawang Tengah, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 01 Agustus sampai 05 November 2022. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu lumpur padat kelapa sawit (S) yang tediri dari 3 taraf perlakuan: s1=15 ton/ha, s2=30 ton/ha, s3= 45 ton/ha dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: n1= 150 kg/ha, n2= 300 kg/ha, n3= 450 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa: tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, umur berbunga, dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pengaruh lumpur padat kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan berat polong per petak. Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pemberian lumpur padat kelapa sawit dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 150 kg/ha merupakan dosis yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning
- …
