1,720,961 research outputs found

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 1 KOTA MATARAM

    Full text link
    Pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah merupakan pondasi awal bagi pembentukan karakter suatu bangsa. Rentannya pendidikan karakter saat ini sangat meresahkan orang tua dan juga pendidikan secara nasional. Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram telah menerapkan pendidikan karakter sebagai jawaban atas keresahan orang tua dan pendidikan secara global sebagai keberhasilan pembentukan karakter bangsa. Berdasarkan uraian tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Mataram, dan tantangan-tantangan yang di hadapi dalam proses pengimplementasian pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai langkah awal dan sebagai tolak ukur madrasah untuk pelaksanaan pendiddikan karakter dan mengetahui strategi yang digunakan dalam pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembentukan karakter siswa serta tantangan atau hambatan yang di hadapi. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengunakan model miles and huberman, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram di lakukakan melalui kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, kegiatan rutin dan kegiatan ekstrakulikuler,serta kegiatan dalam bentuk  kebijakan yang di terapkan di MIN 1 Kota Mataram ng di tanamkan, dengan mengacu pada 4 (empat) model pembelajaran karakter yakni, pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, dan CTL (Contextual Teaching Learning). Adapun penerapan model pembelajaran melalui pembiasaan seperti nilai religius, nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, peduli sosial, Keteladanan dapat di terapkan melalui nilai peduli lingkungan dan komunkikatif, CTL dapat di terapkan melalui rasa ingin tahu dan cinta damai, sedangkan pembinaan disiplin peserta didik melalui kegiatan ekstrakulikuler pramuka, drum band, dan lain sebagainnya, dalam implementasi nilai kedisiplinan, dan nilai kerja keras, kreatif dan menghargai prestasi di implementasikan melalui kegiatan kreativitas siswa, dan keikutsertaan dalam lomba. dan hambatan atau tantangan-tantangan yang dihadapi pada saat proses pengimplementasian pendidikan karakter berasal dari, siswa, guru, dan sarana prasarana

    Hubungan Kompetensi Profesional Guru dengan Minat Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Islam Majanubil’ilmi Sukamaju Tahun Pelajaran 2016/2017”

    Full text link
    Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 19 Maret 2017, peneliti menemukan bahwa kompetensi profesional guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Islam Majanubil’ilmi ternyata masih belum optimal, ini terlihat dari kurangnya penguasaan materi pelajaran oleh guru, metode dan media pembelajaran yang digunakan masih monoton, kurang menguasai kelas yang ditandai dengan kurang kondusifnya suasana di dalam kelas serta kualifikasi guru yang tidak sesuai.[1] Sementara itu, berkaitan dengan minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ternyata masih kurang. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang mengantuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung, saling mengganggu antar siswa, tidak memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, sebagian siswa tidak memiliki catatan lengkap. Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat meningkatkan minat belajar siswa, diantaranya dengan pemberian pelajaran tambahan, menyediakan LKS yang dilengkapi dengan sejumlah soal-soal latihan, tetapi hasilnya masih belum maksimal. Kenyataan tersebut dapat diduga penyebabnya antara lain, siswa kurang memahami konsep pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, siswa kurang termotivasi menyelesaikan tugas-tugas di rumah, minat baca siswa  masih rendah, siswa jarang berani bertanya pada saat proses belajar mengajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)  Gambaran kompetensi profesional guru di SD Islam Majanubil’ilmi (2) Gambaran minat belajar siswa di SD Islam Majanubil’ilmi (3) Hubungan antara  kompetensi profesional guru dengan minat  belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SD Islam Majanubil’ilmi Sukamaju Lombok Timur. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Islam Majanubil’ilmi yang berjumlah 19 orang. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument angket. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan minat belajar siswa berada pada kategori sedang dan tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dengan minat belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis menggunakan rumus Pearson Poduct Moment dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Diperoleh hasil r hitung sebesar 0,262. Jika nilai r hitung ini dikonsultasikan dengan  nilai r tabel untuk taraf signifikan 5% atau 1% dengan N = 19, diperoleh r tabel = 0,456 maupun taraf signifikan 1% diperoleh 0,575. Karena r hitung ≤ r tabel untuk kesalahan 5% (0,262 ≤ 0,456), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif antara kompetensi profesional guru dengan minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran IPS di SD Islam Majanubil’ilmi. Sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru, Minat Belajar Sisw

    STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK di MIN 2 LOMBOK BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023

    Full text link
    : Guru memegang peranan penting dalam keberlangsungan sebuah pendidikan. Keaktifan dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat peserta didik serta dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran tematik, siswa tidak mempelajari mata pelajaran melainkan berdasarkan tema yang dibahas.  Namun pada kenyataannya di lapangan, masih ada siswa yang belum aktif dalam belajar baik dalam kelas maupun luar kelas. Berdasarkan observasi awal di MIN 2 Lombok Barat, pada pembelajaran Tematik siswa masih kurang aktif ini terlihat siswa tidak berani mengeluarkan pendapat, serta tidak fokus pada apa yang disampaikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Guru dalam meningkatkan Keaktifan Belajar siswa pada Pembelajaran Tematik di kelas II di MIN 2 Lombok Barat.  Penelitian ini Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumupulan data, Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian, Strategi guru yaitu memberikan motivasi belajar pada siswa, menerapkan model pembelajaran PAKEM, menggunakan media yang sesuai dan menarik, memperbanyak praktik bukan hanya teori, dan memberikan apresiasi atau reward

    Revitalizing Communication of Islamic Religious Education Lecturers in Preventing Bullying in Higher Education

    Full text link
    Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Pendidikan Agama Islam  dalam mencegah terjadinya bullying di perguruan tinggi, dengan fokus pada komunikasi dosen dalam proses pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 dosen dan 97 mahasiswa dari tiga fakultas di Universitas Muhammadiyah Mataram. Pemilihan sampel dilakukan melalui purposive sampling untuk menjamin keragaman perspektif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur yang relevan, dengan analisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber digunakan untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang melibatkan nilai-nilai religius, pendekatan moderasi beragama, serta penguatan karakter dapat mencegah tindakan bullying. Mindmap digunakan untuk memetakan dimensi variabel penelitian, seperti nilai religius, pendekatan pembelajaran, dan konteks sosial-budaya, yang saling terkait dalam membentuk kesadaran moral mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan strategi pencegahan bullying di perguruan tinggi melalui integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pendidikan tinggi. Abstract:This study aims to describe the role of Islamic Religious Education  in preventing bullying in higher education, focusing on lecturer communication in the learning process. Using a descriptive qualitative approach, this study involved 15 lecturers and 97 students from three faculties at Muhammadiyah Mataram University. Sample selection was done through purposive sampling to ensure diversity of perspectives. Data were collected through interviews, observations, and study of relevant literature, with analysis using data reduction, data presentation, and conclusion drawing methods. Source triangulation was used to ensure data validity. The results showed that Islamic Religious Education learning that involves religious values, religious moderation approach, and character strengthening can prevent bullying. Mindmaps were used to map the dimensions of the research variables, such as religious values, learning approaches, and socio-cultural contexts, which are interrelated in shaping students' moral awareness. This research makes an important contribution to the development of bullying prevention strategies in higher education through the integration of Islamic Religious Education values in higher education

    PENGELOLAAN SAMPAH DI MI NURUL QUR'AN PAGUTAN: UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN EKOLOGI SISWA MELALUI PRAKTIK LINGKUNGAN

    Full text link
    This study aims to describe and analyze the waste management process at MI Nurul Qur'an Pagutan and its influence on improving students' ecological understanding. The type of research used is qualitative descriptive research with a phenomenological approach, which observes waste management practices in schools and their influence on students' environmental awareness. Data were collected through participatory observation, interviews with teachers and students, and documentation related to waste management policies and activities at the madrasah. The results of the study indicate that the waste management program at MI Nurul Qur'an has succeeded in forming positive habits among students, such as disposing of waste in its place and maintaining the cleanliness of the school environment. This program not only aims for cleanliness, but also to instill ecological values and environmental responsibility in students. However, there are obstacles that reduce the effectiveness of the program, such as the lack of student discipline in sorting waste and limited supporting facilities, such as trash bins and recycling facilities. In addition, students' ecological understanding still needs to be improved, especially in connecting theoretical knowledge with daily practice. This study suggests that schools should integrate more project-based practical activities in ecology learning to deepen students' understanding of environmental issues, as well as improve facilities and involve experts in waste management to support the sustainability of the program

    PROGRAM MERETAS BUTA HIJAIYAH MELALUI BIMBINGAN IQRA’ DAN TA’LIM AL-QUR’AN PADA LANSIA

    Full text link
    Abstrak: Program Pengabdian pada masyarakat adalah implementasi dari Tri dharma perguruan tinggi. Di samping sebagai tugas pokok dosen, program ini juga sebagai jembatan untuk misi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Program ini sangat urgen karena berorientasi pada pemberantasan buta hijaiyah pada lansia, penanaman nilai-nilai ilmu keislaman, pembinaan akhlaqul karimah dan mendampingi para lansia dalam memanfaatkan usia tuanya pada aktivitas yang lebih positif (‘amal solih). PKM ini dilaksanakan di TPQ Darul Mustofa Lombok Tengah, Dusun Murbaya, Kecamatan Pringgarata. Dan yang menjadi mitra dalam Pendampingan ini adalah Pembina TPQ Darul Mustofa dan Kepala Desa setempat. Adapun peserta pembinaan sebanyak 25 orang. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh pekan dengan metode bimbingan yang terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu (a) Tahsin makhraj dan sifat huruf; (b) Tahsin Makhraj dan sifat huruf dalam kata; dan (c) Tahsin bacaan panjang-pendek (tahsin tajwid), serta penggalian makna ayat al-Qur’an yang telah ditadarrus tersebut. Adapun hasil evaluasi dari bimbingan ini adalah (1) peserta bimbingan mampu membaca al-Qur’an dengan benar dan lebih baik, fasih serta dapat memahami beberapa kandungan dari ayat al-Qur’an dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan social. Prosentase kemampuan lansia dalam membaca al-qur’an meningkat dari 30% menjadi 75%; (2) Memiliki tambahan media belajar; dan (3) Kesejahteraan guru bisa lebih baik dengan pemberian insentif dari desa setempat.Abstract: The Community Service Program is an implementation of the Tri Dharma of Higher Education. Apart from being the main task of lecturers, this program is also a bridge for the mission of preaching amar ma'ruf nahi munkar. This program is very urgent because it is oriented towards eradicating hijaiyah blindness in the elderly, instilling Islamic knowledge values, developing morals and accompanying the elderly in using their old age in more positive activities ('amal solih). This PKM was carried out at TPQ Darul Mustofa Central Lombok, Murbaya Hamlet, Pringgarata District, which is also a partner in this assistance TPQ Advisor Darul Mustofa and local Village Head, and There were 25 training participants. This activity lasted for seven weeks with a guidance method which was divided into several stages, namely (a) Tahsin Makhraj and the nature of letters; (b) Tahsin Makhraj and the nature of letters in words; and (c) Tahsin long-short reading (tahsin tajwid), as well as exploring the meaning of the verses of the Koran that have been recited. The evaluation results of this guidance are (1) Guidance participants are able to read the Koran correctly and better, fluently and can understand some of the contents of the verses of the Koran and can apply them in social life. The percentage of elderly people's ability to read the Koran increased from 30% to 75%; (2) Has additional learning media; and (3) Teacher welfare can be better by providing incentives from local villages

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 1 KOTA MATARAM TAHUN 2018

    Full text link
    Abstrak: Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai langkah awal dan sebagai tolak ukur madrasah untuk pelaksanaan pendiddikan karakter dan mengetahui strategi yang digunakan dalam pengimplementasian pendidikan karakter dalam pembentukan karakter siswa serta tantangan atau hambatan yang di hadapi. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengunakan model miles and huberman, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Mataram di lakukakan melalui kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas, kegiatan rutin dan kegiatan ekstrakulikuler,serta kegiatan dalam bentuk  kebijakan yang di terapkan di MIN 1 Kota Mataram ng di tanamkan, dengan mengacu pada 4 (empat) model pembelajaran karakter yakni, pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, dan CTL (Contextual Teaching Learning).Abstract: The objective of the research is to take the initial step and as a benchmark for the madrasah for the implementation of the character and know the strategies used in implementing character education in the formation of student characters as well as Challenges or obstacles faced. This type of research is qualitative deskriftif. The data collection techniques used are, observations, interviews, and documentation. Data is analyzed by using miles and Huberman model, data reduction, data display, and conclusion withdrawal. The results showed that the process of implementing character education in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Mataram City is conducted through activities in the learning process in class and outside the classroom, routine activities and extracurricular activities, As well as activities in the form of policies applied in MIN 1 Mataram City ng, with reference to 4 (four) models of character learning namely, habituation, transparency, coaching the discipline of learners, and CTL (Contextual Teaching Learning)

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore