1,250 research outputs found

    Muslim Suardi Rekomendasi GB Prof Elly Wahyuddin UNHAS

    No full text
    Muslim Suardi Rekomendasi GB Prof Elly Wahyuddin UNHA

    Islam untuk Disiplin Ilmu (Sebuah Pengantar)

    Get PDF
    Dalam masyarakat Indonesia, selain kata agama, dikenal pula kata din( ٌﻦْﻳِد) yang berasal dari bahasa ‘Arab dan kata religi dari bahasa Eropa. Kata “agama” berasal dari kata Sanskerta.Ada satu pendapat yang mengatakan bahwa kata itu tersusun dari dua kata,ayang berarti tidak, dangam yang berarti pergi.Jadi, “agama” berarti“tidak pergi, tetap di tempat, dan diwarisi secara turun-temurun”.Agama memang mempunyai sifat seperti itu. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci. Pada kenyataannya, agama-agama memang mempunyai kitab suci. Pada sisi lain,kata gam juga berarti “tuntunan”,karena memang agama mengandung juga ajaran-ajaran yang menjadi tuntunan hidup bagi para penganutnya. Din dalam bahasa Semit berarti “undang-undang atau hukum”.Dalam bahasa Arab, kata ini mengandung arti “menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan, kebiasaan”.Agama memang membawa peraturan-peraturan yang merupakan hukum yang harus dipatuhi orang. Selanjutnya, agama memang menguasai diri seseorang dan membuat dia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agama. Lebih lanjut lagi, agama membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan oleh seseorang, ia akan menjadi hutang baginya. Paham kewajiban dan kepatuhan membawapula kepada paham balasan. Yang menjalankan kewajiban dan yang patuh akan mendapat balasan baik dari Tuhan. Yang tidak menjalankan kewajiban dan yang tidak patuh akan mendapat balasan yang tidak baik

    ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WISATA SYARIAH DI KELURAHAN LATUPPA

    Get PDF
    ABSTRAK Wahyuddin, 2022.“Analisis Potensi Pengembangan Wisata Religi Di Kota Palopo”. Skripsi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. Takdir, S.H., M.H. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pengembangan wisata religi di Kelurahan Latuppa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mewawancarai beberapa pihak terkait yaitu pemerintah Kelurahan Latuppa dan staf dinas pariwisata sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Wawancara, dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitan menunjukkan bahwa adanya peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan dan mengambangkanpotensi alam yang masih alami yang dimiliki di Kelurahan Latuppa . Arah strategiyang tepat untuk dilakukan adalah strategi dengan meningkatkan pembangunan dan akses yang ada utamanya akses jaringan internet dan melengkapi infrastrukturyang ada di tempat wisata. Kata Kunci: Potensi Pengembangan Wisata Relig

    Industri dan orientasi ekspor : dinamika dan analisis spasial/ Wahyuddin

    No full text
    xxvi, 134 hal.: ill, tab.; 21 cm

    Industri dan orientasi ekspor : dinamika dan analisis spasial/ Wahyuddin

    No full text
    xxvi, 134 hal.: ill, tab.; 21 cm

    Industri dan orientasi ekspor : dinamika dan analisis spasial/ Wahyuddin

    No full text
    xxvi, 134 hal.: ill, tab.; 21 cm

    Industri dan orientasi ekspor : dinamika dan analisis spasial/ Wahyuddin

    No full text
    xxvi, 134 hal.: ill, tab.; 21 cm

    Industri dan orientasi ekspor : dinamika dan analisis spasial/ Wahyuddin

    No full text
    xxvi, 134 hal.: ill, tab.; 21 cm

    FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ANGKA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA KOTA PALOPO PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    ABSTRAK Wahyuddin, 2022. ”Faktor Penyebab Tingginya Angka Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kota Palopo pada Masa Pandemi Covid-19”. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dosen Pembimbing (1) Dr. Helmi Kamal, M.HI Dosen Pembimbing (2) Dr.Anita Marwing, S.HI., M.HI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tingginya cerai gugat di Wilayah hukum Pengadilan Agama Palopo pada masa pandemic Covid-19. Bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam melegislasikan penyebab tingginya cerai gugat di Pengadilan Agama Palopo pada masa pandemic Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, Data penelitian disajikan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu menjelaskan secara rinci fakta yang ada dengan menggunakan pola pikir deduktif yaitu pola pikir yang berangkat dari hal�hal yang bersifat umum, yaitu aturan Undang-undang yang berlaku mengenai perkara cerai gugat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan terjadinya peningkatan cerai gugat yang terjadi di Pengadilan Agama Palopo ini karena perselisihan yang terus menerus yang terjadi antara suami dan istri dikarenakan suami yang tidak mampu untuk menafkahi keluarganya karena tidak mempunyai pekerjaan dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru akibat pandemic covid-19 ini. Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara cerai gugat dalam masa pandemic covid-19, yakni dengan pertimbangan yang seksama sesuai dengan aturan berdasarkan UU peradilan Agama kemudian UU perkawinan UU No.1 yang telah diubah UU No.16 Tahun 2019 kemudian PP No.9 1975 terkait pelaksanaan UU perkawinan dimana didalamnya telah dijelaskan cara-cara memeriksa terkait gugatan pengugat dapat diterima untuk diputus atau tidak. Jadi dalam memutus perkara, hakim memiliki beberapa pertimbangan yang sudah diatur dalam Undang-undang. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk membahas mengenai lebih dalam lagi faktor penyebab perceraian yang terjadi di Indonesia karena setiap perkara memiliki faktor pemicu yang berbeda Kata Kunci: Cerai gugat, Pandemi covid-1
    corecore