9 research outputs found

    POLA-POLA PERUBAHAN FONEM VOKAL DAN KONSONAN DALAM PENYERAPAN KATA-KATA BAHASA ASING KE DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN FONOLOGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan fonem yang terjadi dalam kata-kata serapan bahasa Indonesia dari bahasa asing. Perubahan ini dilihat dari perubahan fonem vokal dan fonem konsonan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik kajian pustaka. Data yang diperoleh diambil dari berbagai sumber pustaka untuk kemudian dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pola fonetik penyerapan kata--kata bahasa asing dalam bahasa Indonesia, yaitu pola penyerapan satu dan dua vokal, pola penyerapan satu konsonan, pola penyerapan dua konsonan, pola penyerapan tiga konsonan, serta pola penyerapan vokal dan konsonan. Salain itu, juga terdapat kata-kata serapan yang diserap secara utuh dari bahasa sumbernya tanpa mengalami perubahan

    Pragmatik

    No full text
    viii+184 hl

    Pragmatik tahun 2024

    No full text
    Pemahaman tentang pragmatik merupakan kunci penting untuk berkomunikasi dengan efektif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemahaman pragmatik bermanfaat dalam situasi profesional, seperti negosiasi, manajemen tim, dan presentasi.Buku Pragmatik memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, peneliti, atau siapa pun yang tertarik untuk memahami lebih dalam bagaimana bahasa dan komunikasi berfungsi dalam masyarakat. Dengan membaca buku ini, pembaca akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang aspek-aspek penting dalam pragmatik dan bagaimana penggunaan bahasa mencerminkan hubungan dan konteks sosial yang ada di sekitar.Buku ini membahas berbagai aspek penting dalam pragmatik, meliputi: 1) Dasar-Dasar Pragmatik; 2) Lingkup dan Objek Kajian Pragmatik; 3) Hubungan Pragmatik dengan Ilmu-Ilmu Lain; 4) Pragmatik dan Wacana; 5) Tindak Tutur; 6) Perangkat Pragmatik; 7) Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesopanan; 8) Pragmatik dan Kebudayaan; 9) Pragmatik dan Penerjemahan; dan 10) Pragmatik dan Pengajaran Bahasa.viii, 184 hlm, 20,5 x 14,3 c

    STRUKTUR DAN MAKNA VERBA PADA PERSIDANGAN PERMOHONAN JUDICIAL REVIEW TERHADAP UNDANG-UNDANG: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK DI MAHKAMAH KONSTITUSI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan memperoleh pemerian lengkap mengenai struktur dan makna verba yang mencakup: 1) parameter verba, 2) konstruksi verba, (3) kategorisasi verba, dan 4) makna verba dalam ranah hukum. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki variabel: 1) aspek materiil Undang-Undang yang dilakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi, dan 2) UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Struktur dan makna verba yang dikaji dalam penelitian ini bertumpu pada medan leksikal atau distingtive feature kata-kata atau ungkapan yang menjadi materi perkara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat verba tindakan yaitu diperiksa, melimpahkan, diangkat, dan diberhentikan. Struktur dan peran verba dari aspek formal linguistic meliputi transitif maupun intransitif, berdiatesis aktif dan pasif, aspektualitas inseptif, perfektif, dan progresif. Verba yang muncul berciri komponen semantik tindakan yang bersifat dinamis [+dinamis], [+sengaja], dan [-/+kinesis]. Saran yang patut disampaikan adalah bahwa kajian interdisipliner selayaknya memberi manfaat lebih banyak dalam penemuan hukum suatu perkara pengujian materiil undang-undang.   Kata Kunci: struktur dan makna verba, medan leksikal, juducial revie

    SISTEM PENILAIAN PERIKLANAN MUSEUM NASIONAL: STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHASA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PARIWISATA MUSEUM NASIONAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perangkat penilaian apa saja yang terdapat dalam video profil Museum Nasional. Video profil biasanya menampilkan visi dan misi lembaga. Video profil Museum Nasional mencoba merangkum koleksi dan kelebihannya dalam sebuah video profil yang dibatasi waktu dan dibuat semenarik mungkin sehingga membangkitkan gairah pemirsa untuk berkunjung ke Museum Nasional. Penelitian ini menggunakan teknik referensial matching dimana peneliti mencocokkan teks iklan yang dianalisis dengan mencocokkan klausa, frasa, dan kata dengan alat penilaian serta menganalisis sikap dan penilaian konten koleksi Museum Nasional dalam video profil. Data yang dianalisis kurang lebih 64 kalimat yang merupakan transkripsi video profil Museum Nasional. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat 24 kalimat apresiasi sikap, 5 kalimat penilaian sikap dan 11 kalimat sikap. Pada ranah pertunangan, terdapat 13 jenis heteroglos dan 3 monoglos. Dalam ranah kelulusan, ada 4 jenis angkatan kelulusan dan 4 jenis fokus kelulusan

    GANGGUAN FONOLOGI PADA ANAK PENYANDANG AFASIA PERKEMBANGAN DI KLINIK BINA WICARA JAKARTA: KAJIAN NEUROLINGUISTIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gangguan fonologi pada anak-anak penyandang afasia perkembangan di Klinik Bina Wicara Jakarta. Fokus penelitian ini adalah gangguan fonologi yang terdapat pada bunyi vokal dan konsonan yang diucapkan anak-anak penyandang afasia perkembangan. Gangguan fonologi yang dimaksud terdiri dari tiga aspek, yaitu substitusi, adisi, dan omisi bunyi vokal dan konsonan. Objek pada penelitian ini adalah anak-anak penyandang afasia perkembangan di Klinik Bina Wicara Jakarta yang mengalami kesulitan dalam berbicara, terutama dalam mengucapkan bunyi-bunyi vokal dan konsonan. Sehingga anak tersebut mengalami substitusi, adisi, dan omisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis dan mendeskripsikan data berdasarkan rangkuman analisis yang berasal dari teori fonologi bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fonologi pada anak-anak penyandang afasia perkembangan ditemukan sebanyak 234 kesalahan bunyi yang terdiri dari 38 bunyi vokal dan 196 bunyi konsonan. Pada bunyi vokal terdapat 24 substitusi dan 14 omisi. Sementara itu, pada bunyi konsonan terdapat 84 substitusi, 3 adisi, dan 109 omisi. Pada keseluruhan hasil analisis, aspek omisi konsonan lebih banyak ditemukan dibandingkan aspek lainnya. Kata Kunci: Neurolinguistik, Fonologi, Penyandang Afasia Perkembanga

    Journalistic Construction of Reporting on Covid-19 in Online Media

    No full text
    The Covid-19 pandemic is a global outbreak that has significantly changed people's social lives. The complexity of this issue has caused the coverage of Covid-19 to be dominant with negative news. Negative news can produce various psychological disorders that make readers avoid the news. The news media thus has a significant role in bridging society's adaptation to new patterns of life during the pandemic and adaptation to inconsistent government policies in dealing with the Covid-19 pandemic. Therefore, it is important for the news media to be able to bridge government policies with the psychological conditions of people affected by the pandemic. In this research study, constructive journalism can be one solution to overcome this problem. Through constructive journalism, the journalist's job is not only to focus on negative things but also on solutions and positive sides when covering news. Quantitative content analysis was used in this research by applying six elements of constructive journalism to 7 covid-19 articles published by CNN.com in 2020-2022. The research results show that news articles about Covid-19 on CNN.com are not constructive. All elements of constructive journalism found in these articles are below 50%. The element with the highest percentage found was The Rosling (47%) The lowest element found in covid-19 articles on CNN.com was the co-creation element at 9%

    Multilingualism and Cultural Awareness: A Correlational Analysis in Language Education in Indonesian Higher Education

    No full text
    Balancing teaching national, regional, and foreign languages presents a challenge for higher education, illustrated by the use of hypertext for multilingual communication. This study investigates the correlation between proficiency in multilingualism and cultural awareness among higher education students. Embedded mixed methods design explores the relationship between multilingualism and cultural awareness quantitatively and qualitatively in higher education in Indonesia. Participants are from various universities in Indonesia, including the State University of Makassar, the State University of Jakarta, the State University of Surabaya, Palangka Raya State Islamic Institute, Timor University, and the University of Northern Sumatra, and they have diverse ethnic and linguistic backgrounds. The questionnaire distributed via Google Form passed validity and reliability tests. The quantitative research used Pearson's r analysis of the relationship between multilingualism learning and cultural awareness. In the qualitative strand, thematic analysis investigates cultural awareness-based multilingualism learning strategies. The research findings reinforce the positive and significant relationship between multilingual learning and cultural awareness, suggesting multilingual competence not only enhances cultural knowledge and participation in cultural practices but deepens understanding of the socio-cultural context and strengthens capacity and positive attitudes towards cultural learning. The study aids practitioners in developing inclusive learning strategies and provides policymakers with empirical evidence for crafting policies to empower multicultural communities
    corecore