1,720,980 research outputs found
INVENTARISASI PROTOZOOPLANKTON DI MUARA SUNGAI MAYANG DUSUN PAYANGAN KECAMATAN AMBULU SEBAGAI BUKU NONTEXT
Inventory of Protozooplankton is one of ways that educators used to obtain learning resources. Learning sources can be obtained from the surrounding environment. Mayang River estuary was subjected as research area. The purpose of this study was to utilize existing Protozooplankton in Mayang River estuary as resources of nontext book which was targeted for Senior High School’s students. Protozooplakton is groups of zooplankton from Protista kingdom. They were obtained by culturing in water medium for seven days. The result showed that ten species were found in each station and were identified in Laboratory of Biologi Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Jember University. Identifying results then used as nontext book sources which was validated by six validators-three of them were Biology’s Lecturer of University of Jember and another three were Biology’s Teacher of Senior High School. Average value in nontext book assesment by all validator was 83.69 (±9,08) by means very expediently nontext book as learning referenc
Peningkatan Self Regulated Learning Melalui Model Pembelajaran Auditory Intelectually and Repetition Dalam Pembelajaran
Proses pembelajaran dan keberhasilan pembelajaran di kelas tidak terlepas dari model pembelajaran yang digunakan oleh guru, sehingga guru perlu untuk memahami dan mengetahui karakteristik peserta didik untuk dapat meningkatkan kemampuan peserta didiknya. Keberhasilan guru dalam pembelajaran adalah mengubah pola pikir siswa dan dapat menggali kemampuan diri siswa sehingga siswa dapat siap terjun di masyarakat dengan kemampuan yang dimilikinya. Ketidak pahaman guru terhadap karakateristik peserta didik menyebabkan guru mengalami kesulitan di dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Model pembelajaran yang cenderung ceramah menyebabkan peserta didik bosan dan sulit meningkatkan kemampuan yang terdapat di dalam diri peserta didik. Dalam makalah ini dibahas tentang model pembelajaran AIR (Auditory, Intelectually and Repetition) yang bertujuan untuk meningkatkan Self Regulated Learning sehingga nantinya peserta didik dapat lebih memahami tentang IPA dan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi baik dalam pembelajaran atau di dalam kehidupan nyata, sehingga nantinya dapat berperan aktif di masyarakat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari
TOKSISITAS CAMPURAN EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) DAN UBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) PADA MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti L.
Aedes aegypti L. merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue
penyebab penyakit demam berdarah, pembawa virus demam kuning (yellow fever)
dan chikungunya. Pengendalian penyebaran penyakit demam berdarah dapat
dilakukan dengan menggunakan abate (temephos), tetapi penggunaan abate
(temephos 1%) secara terus menerus dapat mencemarkan kondisi air, munculnya
resistensi, dan menimbulkan kanker. Salah satu alternatif yang lebih aman pengganti
abate yaitu menggunakan insektisida botani yang berasal dari tumbuhan.
Jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai insektisida botani dan
berperan sebagai larvasida yaitu biji Sirsak (Annona muricata L.). Kandungan
Senyawa aktif dalam biji Sirsak berupa acetogenin dan annonaine. Tumbuhan
lainnya yaitu ubi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.). yang mengandung senyawa
aktif berupa alkaloid dioscorin, saponin dan zat tannin. Apabila dua senyawa aktif
dari biji Sirsak dan ubi Gadung yang bersifat toksik ini dicampurkan, diharapkan
akan mampu meningkatkan toksisitas untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegypti
L.
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis besarnya toksisitas LC50 (Lethal
Concentration) campuran ekstrak biji Sirsak (Annona muricata L.) dan ubi Gadung
(Dioscorea hispida Dennst.) terhadap toksisitas larva nyamuk Aedes Aegypti L. dan
untuk menganalisis toksisitas campuran ekstrak biji Sirsak (Annona muricata L.)
dengan ubi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) dibandingkan dengan toksisitas ubi
Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) dan toksisitas biji Sirsak (Annona muricata L.) Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium
Toksikologi Program Studi Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Penelitian ini diawali dengan proses ekstraksi dan kolonisasi larva. Selanjutnya
dilakukan uji pendahuluan campuran ekstrak biji Sirsak dan ubi Gadung, ekstrak biji
Sirsak, dan ekstrak ubi Gadung yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang
mematikan 5% dan 95% larva uji, kemudian dilanjutkan dengan uji akhir campuran
ekstrak biji Sirsak dan ubi Gadung dengan konsentrasi 2 ppm, 175 ppm, 350 ppm,
525 ppm, dan 700 ppm, pengujian ekstrak biji Sirsak dengan konsentrasi 1 ppm, 12,5
ppm, 25 ppm, 37,5 ppm, dan 50 ppm, serta pengujian ubi Gadung dengan konsentrasi
250 ppm, 1500 ppm, 2500 ppm, 3500 ppm, dan 4000 ppm. Pengujian ini
menggunakan 3 kali pengulangan, masing-masing ulangan menggunakan 20 larva
selama 24 jam. Data untuk menentukan LC50 diperoleh dengan mengunakan analisis
probit dengan program computer Minitab 14.
Berdasarkan hasil dan analisis data diketahui bahwa LC50 campuran ekstrak
biji Sirsak (Annona muricata L.) dan ubi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.)
sebesar 122,65 ppm, untuk LC50 ekstrak biji Sirsak (Annona muricata L.) sebesar
18,61 ppm, dan LC50 ekstrak ubi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) sebesar
2062,83 ppm. Dari hasil analisis tersebut, dapat diketahui bahwa campuran ekstrak
biji Sirsak dan ekstrak ubi Gadung memiliki toksisitas yang jauh lebih tinggi jika
dibandingkan dengan uji toksisitas tunggal ekstrak ubi Gadung, tetapi memiliki
toksisitas lebih rendah dibandingkan dengan uji toksisitas tunggal ekstrak biji Sirsak
Hal tersebut disebabkan karena kandungan dari campuran ekstrak biji Sirsak dan
ekstrak ubi Gadung bersifat antagonistik. Dalam penelitian lebih lanjut disarankan
dilakukan pengujian analisis KLT untuk ekstrak campuran dan penggunanan berbagai
macam variasi perbandingan antara ekstrak biji Sirsak dan ubi Gadung, serta
penggunaan uji kontrol positif dan negatif
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DENGAN ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ILMIAH DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI (POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA SISWA KELAS XI B DI SMAU BPPT DARUS SHOLAH JEMBER)
Temuan fakta ketika dilakukan observasi di kelas XI-B SMAU BPPT Darus
Sholah Jember nilai siswa pada mata pelajaran Biologi terdapat 61,9% siswa belum
tuntas dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 75. Hal ini
disebabkan oleh pembelajaran berpusat pada guru. Guru kurang memberikan
kesempatan siswa untuk terlibat secara utuh dalam suatu proses pembelajaran
sehingga siswa tidak terbiasa melakukan kegiatan seperti bereksperimen.
Pembelajaran eksperimen memberi kesempatan pada siswa untuk mengalami sendiri,
mengikuti proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik
kesimpulan sendiri tentang suatu objek. Hal ini dapat melatih kinerja ilmiah siswa
dalam kegiatan pembelajaran dan memperkuat ingatan siswa terhadap materi yang
dipelajari.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ilmiah dan hasil belajar
biologi siswa melalui metode eksperimen dengan asesmen kinerja (Performance
Assessment) di kelas XI-B SMAU BPPT Darus Sholah Jember. Jenis penelitian ini
yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Tahapan satu siklus meliputi: perencanaan
(planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).
Tahapan pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Demikian untuk siklus berikutnya sampai peningkatan
yang diharapkan tercapai. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, yakni 2 pertemuan untuk tatap muka dan 1 kali pertemuan untuk
ulangan harian akhir siklus. Jika pada siklus I hasil belajar biologi siswa tuntas, maka
siklus II akan tetap dilaksanakan sebagai bahan refleksi untuk mengetahui
peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Rancangan pembelajaran yang
diterapkan pada siklus II sama dengan siklus sebelumnya namun sudah ada
perbaikan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dengan
asesmen kinerja dapat meningkatkan kinerja ilmiah dan hasil blajar siswa pada pokok
bahasan sistem pencernaan. Peningkatan kinerja ilmiah siswa dari siklus 1 ke siklus 2
sebesar 0,17 (6,25%) dari yang awalnya 2,57 (85,85%) kriteria baik menjadi 2,75
(91,85%) yang termasuk kriteria sangat baik. Hasil belajar siswa mengalami
peningkatan yang terlihat dari rata-rata klasikal hasil belajar psikomotorik pada siklus
1 sebesar 2,65 (88,80%) kriteria baikdan meningkat pada siklus 2 menjadi 2,81 (94,13%) yang termasuk kriteria sangat baik. Peningkatan hasil belajar kognitif
terlihat dari ketuntasan siswa dari prasiklus ke siklus 1 naik sebesar 25%.
Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 21,1%. Peningkatan
terbesar terjadi dari prasiklus ke siklus 2 yakni sebesar 46,1%.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan metode
pembelajaran eksperimen dengan asesmen kinerja (performance assessment) di kelas
XI B SMAU BPPT Darus Sholah Jember Tahun Pelajaran 2016/2017 meningkatkan
kinerja ilmiah dan hasil belajar siswa
Peningkatan Communication Skilts Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasionar melalui pengembangan Bahan Ajar Biologi KontekstuaI dengan Scaffolds Audio- Visual
Info lebih lanjut hub:
Lembaga Penelitian Universitas Jember
Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818Sejak diberlakukan UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, khususnya menggarisbawahi pasal 50 ayat 3 yang menyebutkan bahwa:
"pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggaraknn sekurang-kursngnyo
satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembongkan
meniadi satuan pendidikan bertaraf internasionol". Kebijakan ini berimplikasi
cukup luas, dari sisi kelembagau Dinas Pendidikan Nasional yang dituntut
mempersiapkan berbagai aspek terkait dengan penetapan kebijakan tersebut.
Untuk menghadapi permasalahan ini sekolah telah dan sedang melakukan
langkah positip termasuk diantaranya haining kemampuan bahasa Inggris guru,
training materi pembelajaran dan pelaksanaan teknis Sekolah Bertaraf Internasional
(SBI) dan program out sourcing dengan melibatkan staf ahli dalam pendampingan
penyusunan perencanaan dan implementasi pembelaj aran.
Mencermati berbagai kegiatan yang terkait dengan SBI di dua RSBI tersebut,
dari hasil observasi awal menunjukkan bahwa sesungguhnya banyak SMP berstatus
RSBI sedang menghadapi banyak permasalahan internal sehubungan dengan
pelaksanaan pembelajaran bilingual, baik dari kesiapan guru, siswa, sarana dan
prasarana, maupun dari pihak institusi sekolah. Namun karena adanya motivasi
seluruh elemen sekolah baik pimpinan maupun gulu dan karyawan untuk
memberikan layanan pendidikan yang terbaik maka program tersebut dijalankan
dengan segala kemampuannya. Salah satu permasalahan mendasar adalah
permasalahan guru yang dituntut menyelenggarakan pembelajaran bilingual yang
sebelumnya tidak pernah dilakukan, bahkan gwu sejak awal tidak pernah
dipersiapkan untuk mengajar materi dalarn bentuk bilingual. Oleh sebab itu wajar
apabila di level sekolah guru yang merasakan dampaknya, apalagi program ini
belum banyak referensi yang dimiliki guru, model, media pembelajaran yang
sesuai, dan sebagainya.Penelitian P2K2_200
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Efektivitas Active Knowledge Sharing (AKS) dengan Asesmen Portofolio Berbasis Learning Scaffolding terhadap Motivasi dan Capaian Hasil
Hasil observasi menunjukkan guru sering menggunakan metode pembelajaran diskusi dan presentasi yang belum mengacu pada strategi pembelajaran tertentu. Kurangnya dukungan dari lingkungan belajar, misalnya guru dan interaksi siswa menjadikan siswa kurang termotivasi selama proses pembelajaran. Active Knowladge Sharing (AKS) merupakan strategi belajar yang memungkinkan siswa untuk lebih aktif dan memanfaatkan lingkungan belajar secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas strategi AKS dengan asesmen portofolio berbasis learning scaffolding terhadap motivasi dan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri 10 Jember tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Proses pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode konvensional dan kelas eksperimen menggunakan strategi AKS dengan asesmen portofolio berbasis learning scaffolding. Analisis data motivasi dan hasil belajar kognitif menggunakan ANAKOVA, data hasil belajar afektif dan psikomotorik menggunakan uji Independent sample t test. Uji efektivitas strategi meggunakan Gain score. Hasil analisis menunjukkan penerapan strategi AKS dengan asesmen portofolio berbasis learning scaffolding berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar siswa baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kelas eksperimen memiliki rerata motivasi dan hasil belajar yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Skor Gain kelas eksperimen sebesar 0,590 dan kelas kontrol sebesar 0,208. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi AKS dengan asesmen portofolio berbasis learning scaffolding pada mata pelajaran Biologi pokok bahasan Ekosistem lebih efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa daripada metode konvensional
- …
