664 research outputs found
Irma-Sponge proposal
After the flooding events in the recent years in the Rhine and Meuse basin and the subsequently developed action plans, awareness has grown that the issue of flood risk management has to be considered in an integrated, transnational context where hydraulic, ecological and socio-economic functions of the river system are taken into account from the perspective of long term sustainable, resilient river basin development: living with the floods. The Umbrella project IRMA-SPONGE is a cluster of innovative, transnational, mutually consistent and complementary projects on flood risk and vulnerability assessment. The deliverables of these projects will be made operational in water management and in the spatial planning process.Irma-Spong
Proceedings of the IRMA SPONGE Final Working Conference
Many important developments are currently taking place in the area of flood risk management in Europe. The IRMA-SPONGE Umbrella Program aims to contribute to these developments by co-ordinating and integrating 13 research projects, dealing with many aspects of flood risk management along the rivers Rhine and Meuse, in such a way that the output is maximised and shared. Over 30 organisations (both scientific and flood-management oriented) in all 6 Rhine / Meuse countries work together in IRMA-SPONGE, which thus also contributes to an improved cohesion in European flood risk management efforts in the future.Irma-Spong
On the Name of Book Wrighting: Irma Boom’s “Transformative Crossover” Production
This statement of practice takes the form of a conversation between Danné Ojeda and Irma Boom with a preliminary introduction contextualising Boom’s work. The talk took place in Irma Boom Office, on March 13, 2014 in Amsterdam, and it has been edited for length and readability. Through the introduction and the following conversation, Boom’s practice is positioned within the author-producer-entrepreneur triad and the overlapping margins between these designations. First, design authorship is understood as self-expression that reflects the different ways—whether through technique, material or forms of practice—a designer generates content for communicating her aims. Second, the role of producer is intrinsically related to “the preparation of the work for mechanical reproduction”—in Walter Benjamin’s terms—and the consequent mastering of this technological process in order to generate and communicate meaning through objects and materials. Third, entrepreneurship relates to a business model whereby the designer operates with a high degree of independence, planning as well as resolving managerial responsibilities that make all of the above conditions possible. Examples of Irma Boom’s book design practice will illustrate how she negotiates this author-producer-entrepreneur triad, highlighting how her creative process originates, is prototyped, developed and finally mastered. Closeness to the processes of manufacture proves a vital component of her graphic design practice.Accepted versio
My life. Memoirs of Irma Reiss, 1910-2000 /
The memoir was written in 1986 in the USA and was edited by the author's son Nathan M. Reiss. Irma Reiss was the second child of three of Bertha and Leopold Goldblum. The family lived Heppenheim an der Bergstrasse, which had a small Jewish community. Her father was a shoemaker. Description of domestic life in rural Germany at the beginning of the 20th century. Recollection of Sabbath preparations in her family. Memories of school life. Hebrew lessons with her uncle Friedmann, who was the cantor and shochet of the town. Visits to relatives in Rossdorf by Darmstadt. Recollections of World War One. Her father Leopold, an Austrian citizen from Galicia, served in the Austrian Army. Celebration of the high holidays. Recollection of Irma Reiss' schooldays in Heppenheim, where she was a well-liked student. Irma and her sister were members of the local Jewish youth movement "Blau Weiss". Their group leaders were Rafael and Eva Buber, children of Martin Buber, who lived in Heppenheim and was very supportive of the youth movement. At age 14 Irma was sent to her uncle's family to help taking care of the children. She took continued education classes. Afterwards she worked as a "house daughter" with a religious family in Frankfurt. Irma became a member of the Agudas Yisroel. After the Nazi take-over in Germany their American relatives provided them with affidavits to join them in the States. Growing anti-Semitism. Irma Goldblum left Germany on September 15th, 1938. Her parents stayed behind because her father, who was born in Galicia, still had to wait for his affidavit due to the Polish quota regulations. Difficulties in starting a new life in New York. Worries about her parents in Germany. During the night of the November Pogrom in 1938 her father was arrested and sent to Dachau concentration camp. After three weeks he was released and was able to leave together with his wife for the States. Support of their relatives to start a new life.Irma Goldblum got married to Leonhard Reiss in December 1939. Thei had two sons, Nathan and Barry Reiss.The author was born 1910 as Irma Goldblum into an orthodox Jewish family in Heppenheim an der Bergstrasse, Germany. Irma was a member of the Jewish youth movement "Blau Weiss" and worked as a "house daughter" in Frankfurt. In September 1938 she immigrated to the United States.Synopsis in fileMay familyBuber, Martin, 1878-1965Buber, familyRossdorfGaliciaEducation, primary and secondary, 1918-1933Jewish communitiesProfessions and occupations, cattle dealersProfessions and occupations, ritual slaughterersProfessions and occupations, shoemakersYouth groupZionis
Rezension zu: Ilaria Bignamini/Clare Hornsby, Digging and Dealing in Eighteenth-Century Rome. With additional research by Irma Della Giovampaola and Jonathan Yarker (New Haven and London 2010)
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI CALON TENAGA KERJA MELALUI PELATIHAN KERJA PADA BALAI LATIHAN KERJA TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Peningkatan Kompetensi Calon Tenaga
Kerja Melalui Pelatihan Kerja Pada Balai Latihan Kerja Tulungagung” ini ditulis
oleh Irma Eka Nur Widiyanti, NIM. 12402173069, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, Jurusan Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
dibimbing oleh Bapak Ahmad Budiman, M.S.I.
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh permasalahan tingginya
pengangguran di Kabupaten Tulungagung saat ini. Hal ini diakibatkan oleh
rendahnya keterampilan yang dimiliki angkatan kerja sehingga kesulitan untuk
mendapatkan pekerjaan. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mengatasi hal
tersebut ialah dengan adanya Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja
(BLK) Tulungagung sebagai suatu Lembaga Pelatihan Milik Pemerintah dalam
menghadapi berbagai tantangan saat ini maupun kedepannya adalah dengan
meningkatkan potensi angkatan kerja di Kabupaten Tulungagung melalui
pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi.
Rumusan masalah pada penelitiaan ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan
kompetensi yang dilakukan oleh UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung? (2)
Bagaimana langkah-langkah/strategi yang dilakukan UPT Balai Latihan Kerja
Tulungagung dalam meningkatkan kompetensi pelatihan? (3) Apa kendala dan
solusi yang dihadapi oleh UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung dalam
meningkatkan kompetensi pelatihan?
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
penelitian kualitatif. Dalam teknisnya pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data
terkumpul, dilakukan klarifikasi, editing dan penyajian data sesuai karakter dan
jenis masing-masing data. Sebelum data yang terkumpul dianalisis, terlebih
dahulu dilakukan pengecekan keabsahan melalui triangulasi pengumpulan data
dan triangulasi sumber data.
Adapun hasil penelitiannya diperoleh bahwa (1) Pelaksanaan kompetensi
yang dilakukan oleh UPT Balai Latihan Kerja Tulungagung memiliki tahapan
tahapan. Mulai dari pengumuman pendaftaran, proses seleksi, pengumuman hasil
seleksi, dan pelaksanaan pelatihan. (2) Langkah-langkah/strategi dalam
peningkatan kompetensi calon tenaga kerja dengan melakukan evaluasi,
pembelajaran lebih banyak ke praktek daripada teori. uji kompetensi dan
memberikan sertifikat kepada para peserta yang berkompeten. Materi pelatihan
menggunakan standart dari kementrian tenaga kerja yaitu SKKNI (Standart
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Pihak BLK juga melakukan kerjasama
dengan mitra kerja. (3) Kendala dan solusi yang dihadapi berupa latar belakang
pendidikan, Lokasi penempatan kerja yang jauh, Kurangnya daya serap materi
oleh peserta pelatihan. Solusinya melakukan pendekatan interpersonal.
Kata Kunci: Kompetensi, Pelatihan Kerja, Tenaga Kerja, UPT BLK
Tulungagung
Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax
ABSTRAK Widiyanti, Irma. 2019. Informasi Hoaks dalam Berita Laman Turn Back Hoax. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Kata Kunci:berita hoaks, topikalisasi, argumentasi, akurasi Informasi berita hoaks dapat ditelaah dari sudut pandang bahasa agar masyarakat dapat memilah antara berita benar dan berita palsu, dan dapat mengurangi terjadinya hasutan media. Media massa adalah pijakan masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi, akan tetapi menjadi sebuah kegagalan karena krisis moral manusia yang membuat hasutan media dengan bertujuan untuk memanipulasi sebuah berita sehingga tidak bernilai sebenarnya (hoaks). Berita hoaks dapat dilihat dari segi kebahasaan dengan memfokuskan kajian ini pada topikalisasi, argumentasi, dan akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Haox. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Data penelitian berupa teks berita hoaks yang tersusun atas kata, frasa, dan kalimat. Sumber data penelitian ini diambil dalam laman Turn Back Hoax yang beralamat https://turnbackhoax.id/ pada bulan November 2018 yang berkategori disinformasi. Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik studi dokumentasi eksternal, yakni mengambil data dari arsip artikel yang dipublikasikan pada website. Analisis data penelitian inimenggunakan tiga komponen pokok dengan langkah-langkah berikut: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Temuan dan pembahasan penelitian ini diperoleh berbagai macam data sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini detail dan mendalam. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. Pertama, topikalisasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan topikalisasi wacana diperoleh (1) topikalisasi antarkalimat, dan (2) topikalisasi antarparagraf. Kedua, argumentasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan elemen argumentasi Toulmindiperoleh (1) pernyataan, yakni pernyataan berupa pokok utama teks, pernyataan berdasarkan fakta, dan pernyataan berdasarkan pendapat subjektif; (2) bukti, yakni bukti dapat diamati secara objektif, dan bukti dapat diamati berdasarkan data; (3) penguatan, yakni penguatan berupa kesimpulan secara umum, penguatan sebagai penghubung pernyataan dan bukti berdasarkan sumber, dan penguatan menghubungkan bukti sebagai akibat pernyataan; (4) pendukung, yakni pendukung sebagai penunjang dari penguatan, dan pendukung berupa hasil wawancara dan penelitian; (5) modalitas, yakni modalitas berupa penanda kepastian, dan modalitas berupa penanda kemungkinan; dan (6) penyanggah, yakni penyanggah berupa pengecualian pada situasi tertentu, dan penyanggah berupa pengecualian berdasarkan pemarkah. Ketiga, akurasi informasi dalam berita laman Turn Back Hoax yang dianalisis berdasarkan kebenaran korespondensidiperoleh (1) korespondensi berupa kesesuaian fakta dengan pernyataan, dan (2) korespondensi berupa kesesuaian berdasarkan fakta aktual dengan pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh gambaran dan tujuan dibuatnya berita hoaks adalah untuk mengubah dan mempengaruhi citra seseorang atau suatu kelompok di mata masyarakat. Topikalisasi yang digunakan tidak jelas dan tidak berkesinambungan sehingga mempengaruhi dan menurunkan kualitas informasi itu tersampaikan; argumentasi yang digunakan memiliki elemen argumentasi pokok yang tidak jelas yakni pada elemen pernyataan umum dan bukti, elemen tersebut menjadi dasar bagi elemen argumentasi berikutnya sehingga mempengaruhi elemen argumentasi selanjutnya yang juga tidak jelas yakni pada penguatan, pendukung, modalitas, dan penyanggah; akurasi yang digunakan memiliki nilai akurasi rendah karena tidak ada kesesuaian antara fakta dengan pernyataan sehingga kebenaran dalam informasi yang disampaikan dapat dikatakan salah. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dikemukakan saran kepada pembaca berita, pengguna media, dan peneliti selanjutnya. Bagi pembaca berita penting untuk membudidayakan literasi membaca agar dapat meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicu kebencian kepada seseorang atau kelompok yang digambarkan dalam sebuah berita. Bagi pengguna media penting untuk menjadi pengguna yang cerdas dan bijak dengan tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum dibaca secara saksama dan dicek keakuratan beritanya terutama isu-isu yang bersifat SARA, selalu melakukan pengecekan ulang melalui media mainstrream seperti televisi maupun surat kabar yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti mengenai berita hoaks dapat mengembangkannya pada objek yang lain dan menambahkan fokus penelitian yang lebih mendalam. Peneliti selanjutnya juga dapat melakukan penelitian tentang penalaran dan tingkat kebenaran pada objek. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melengkapi dan memperdalam penelitian ini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan pola berpikir kritis dengan memahami topikalisasi berita, mencermati argumentasi berita, dan mengecek akurasi berita
Development and application of BIO-SAFE
BIO-SAFE is a policy and legislation based model for the assessment of impacts of flood prevention measures on biodiversity in river basins. Within the framework of IRMA-SPONGE, a transnational version of the model BIO-SAFE (Spreadsheet Application For Evaluation of BIOdiversity) for the rivers Rhine and Meuse was developed. The model was specifically designed for policy and legislation based impact assessment of flood risk reduction measures on biodiversity in floodplains. BIO-SAFE is an assessment model that quantifies the policy and legislation status of species in river basins for several taxonomic groups. The model uses data on presence of species and ecotopes. Results show that the BIO-SAFE method enables the user to express politically and legally based biodiversity values in quantitative terms and to compare biodiversity values for various taxonomic groups, landscape-ecological units (e.g. ecotopes) and physical planning scenarios. BIO-SAFE gives information regarding the degree to which floodplain designs, observed or predicted trends of floodplain developments or actual values meet goals set in (inter)national agreements. Assessments with BIO-SAFE, in an early stage of the planning process, of actual situations and different scenarios for an area can help direct the planning process in the stage where this is still possible. Because of its policy-based character, BIO-SAFE yields complementary information to more established ecological biodiversity indices and to singlespecies habitat models and ecological network analysis.Irma-Spong
INTERMEUSE: The Meuse reconnected
In the coming years decision makers are confronted with the question how to combine aims for sustainable flood protection and floodplain rehabilitation in the best possible way. Both topics deal with spatial planning aspects and dimensions of measures. On this basis an evaluation method was developed within the IRMA/SPONGE project INTERMEUSE and illustrated for (fictive) situations in the Meuse basin. The integration of flood protection and floodplain rehabilitation can be performed on two scale levels that are interrelated: global for (large parts of) a stream basin or local for a specific site. Both scale levels are elaborated within INTERMEUSE: a link with flood protection measures and/or strategies is made via changed abiotic conditions, resulting in indications on chances to link flood protection goals to ecosystem rehabilitation goals. Ecological aspects under study were spatial cohesion and habitat configuration (global level) and habitat quality (local level). Based on the results of the analyses performed an integration approach was constructed that can be used in different parts of the planning cycle: different toolboxes for the planning phase and the actual evaluation and guidelines of how to use these toolboxes in practise. The results of this first study show clearly that there is a good chance to combine floodplain rehabilitation aims with flood protection activities, both on a local and international scale. In practise, for both cases close co operation of parties involved is an important prerequisite.Irma-Spong
Development of flood management strategies for the Rhine and Meuse basins in the context of integrated river management
Water management of the rivers Rhine and Meuse is surrounded by major uncertainties. The central question is then: given the uncertainties, what is the best water management strategy? This raises the need for integrated scenarios that consider possible futures in a coherent and consistent way. Within the framework of IRMA-SPONGE a scenario study was carried out in which physical modelling was combined with socio-cultural theory. Existing climate, land use and socio-economic scenarios, as well as water management strategies have been structured using the Perspectives method. This resulted in integrated scenarios for water management, each representing a different view on the future, together with the according water management style. These were put in a scenario matrix with combinations of world views and management styles, both where these match and mis-match. Using a suite of existing modelling tools the implications of each scenario for the water systems were evaluated. Finally, a comparison of different water management styles under different possible futures was made, showing the risk, cost and benefits of different strategies.Irma-Spong
- …
