1,720,982 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Studi Perbandingan Return Saham Perusahaan Perbankan dan Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia
This research was conducted to answer investors’ doubts in investing their capital in the stock market, the large number of stock sectors offered in the stock market made investors have to analyze properly before deciding which sector of the stock promises the greatest profit and has the best growth. In this study the author tries to compare between the stock returns of the banking and financial sector in Indonesia securities. And the results of the research can be concluded that the stock returns of banking companies are based on capital gains higher than mining companies
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS
Gaya hidup pasien diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat
menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien
diabetes yang tidak mengontrol gaya hidupnya akan menyebabkan masalah
peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan gaya
hidup dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus.
Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan model
pendekatan Cross Sectional. Populasi 188 pasien diabetes melitus, besar sampel
127 responden. Teknik pengambilan sampel : purposive sampling. Variabel
independen yaitu gaya hidup dan variabel dependen yaitu kadar glukosa darah. Alat
pengumpulan data: kuesioner dan glukometer digital. Analisa data: Uji Rank
Spearman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 127 responden didapatkan hasil
setengahnya yaitu 62 responden dengan gaya hidup baik. Kadar glukosa darah
hampir seluruhnya yaitu 84 responden dengan kadar gukosa darah normal. Ada
hubungan gaya hidup dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus: ρ value
= 0,000.
Terdapat hubungan gaya hidup dengan kadar glukosa darah pasien diabetes
melitus. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta
menjadi acuan penelitian lanjutan mengenai hubungan gaya hidup yang
berhubungan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus
Pengaruh kompetensi dan peningkatan kesejahteraan terhadap kinerja auditor di badan pemeriksa keuangan
Sebagai suatu sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM), manajemen kinerja memegang peranan penting dalam suatu organisasi, karena dapat memberikan gambaran mengenai hasil atau pencapaian prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai maupun organisasi. Setiap organisasi membutuhkan SDM yang memiliki mutu dan profesionalitas di bidang pekerjaannya, sehingga dengan adanya kinerja yang baik, maka organisasi dapat merencanakan, menyeleksi, mengevaluasi dan mengembangkan para pegawainya untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi yang diharapkan.
Penilaian kinerja auditor merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan SDM di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan adanya penilaian kinerja akan diketahui faktor-faktor yang mendorong tingkat kinerja yang paling efektif dari para auditor. Faktor-faktor yang digunakan oleh BPK dalam menilai kinerja pegawai adalah pengetahuan, pelatihan, kompetensi perilaku dan kompetensi teknis dari para auditor. Dalam Renstra BPK 2011-2015 tujuan BPK adalah berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sumberdaya manusia dan mengevaluasi kinerja dengan cara menerapkan manajemen kinerja berbasis kompetensi secara konsisten dan menyeluruh. Namun pada prakteknya penilaian atau evaluasi kinerja masih terbatas pada saat dilakukan tugas audit dan belum dilakukan secara menyeluruh di dalam tugas harian pegawai. Sebagai salah satu pilot project pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan pemerintahan, BPK juga memperbaiki komponen kesejahteraan pegawai sebagai bentuk insentif bagi pegawai yang diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan kinerja individu. Berdasarkan fakta di atas, pada penelitian ini dilakukan analisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja auditor. Selanjutnya dilakukan pengukuran tentang besarnya pengaruh komponen kompetensi yang terdiri dari pendidikan, pengetahuan, pelatihan (diklat), pengalaman kerja, kompetensi perilaku, kompetensi teknis, serta komponen kesejahteraan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan remunerasi dan honor berupa audit fee, terhadap kinerja auditor. Hasil dari pengukuran tersebut kemudian dirumuskan faktor-faktor yang dapat berpengaruh nyata dalam meningkatkan kinerja auditor di BPK.
Data dan informasi dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara dan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan teknik penarikan contoh dengan Stratified Random Sampling, serta metode penelitian menggunakan analisis regresi multivariat untuk menganalisis pengaruh faktor kompetensi dan kesejahteraan dalam meningkatkan kinerja auditor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja auditor dipengaruhi positif oleh faktor kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, pengalaman kerja, kompetensi perilaku dan kompetensi teknis. Sedangkan faktor kesejahteraan tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja auditor. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, faktor kesejahteraan tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja, karena pemberian kesejahteraan hanya berdasarkan job grade atau peran jabatan fungsional auditor namun belum disesuaikan atas beban kerja maupun pencapaian kinerja dari masing-masing individu.
Hasil dari penelitian ini dapat dikembangkan penelitian lanjutan dengan menambah komponen lain di dalam komponen kesejahteraan sebagai peubah intervening untuk memengaruhi peningkatan kinerja auditor, berupa faktor kepuasan kerja, motivasi kerja ataupun beban kerja para auditor. Penelitian lanjutan ini direkomendasikan untuk mencari faktor-faktor lain diluar faktor kompetensi dan kesejahteraan yang dapat meningkatkan pencapaian kinerja auditor
Analisis Bauran Ritel (Retailing Mix) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Kasus Pada Konsumen Grosir Dan Swalayan Surya Gondang, Kediri, Jawa Timur)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berkembangnya bisnis ritel di Indonesia, termasuk di Wilayah Kediri Jawa Timur yang ditandai dengan munculnya banyak pelaku bisnis ritel modern di perkotaan hingga ke desa-desa. Berkembangnya bisnis ritel modern dalam bentuk minimarket juga mendorong munculnya pelaku bisnis ritel lokal. Banyaknya pelaku bisnis ritel baik nasional maupun lokal berdampak pada persaingan yang semakin ketat antara pelaku bisnis ritel. Salah satu pelaku ritel lokal yang berkembang dengan pesat adalah Grosir dan Swalayan Surya Gondang, yang merupakan salah satu cabang dari 11 cabang Grosir dan Swalayan Surya milik Koperasi Serba Usaha Surya Muhammadiyah. Untuk memenangkan persaingan tersebut maka pelaku ritel perlu memperhatikan bauran ritel yang menjadi pertimbagan konsumen dalam melakukan pembelian. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh bauran ritel yang terdiri dari keragaman produk, harga, lokasi, pelayanan dan fasilitas terhadap keputusan pembelian konsumen Grosir dan Swalayan Surya yang terletak di Gondang Kabupaten Kediri Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang melakukan pembelian di Grosir dan Swalayan Surya Gondang. Dengan alat melakukan analisis dengan alat uji regresi linier berganda dan uji t diketahui bahwa keragaman produk, harga, dan pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Grosir dan Swalayan Surya Gondang. Sedangkan faktor lokasi dan fasilitas tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Grosir dan Swalayan Surya Gondang
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
