3 research outputs found
Pengaruh Penggunaan Lembar Study History Sheet (SHS) pada Pembelajaran Kolaboratif Materi Reaksi Oksidasi Reduksi (Redoks) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 1 Pacitan
ABSTRAK Mentari, Intan S. 2017. Pengaruh Penggunaan Lembar Study History Sheet (SHS) pada Pembelajaran Kolaboratif Materi Reaksi Oksidasi Reduksi (Redoks) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 1 Pacitan. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si., (2) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata Kunci: study history sheet, kolaboratif, reaksi redoks, hasil belajar.Salah satu materi yang dibelajarkan dalam mata pelajaran kimia di SMA adalah reaksi oksidasi reduksi (redoks).Kesulitan yang dialami siswa pada matei redoks adalah menentukan jenis reaksi redoks suatu persamaan reaksi, menghitung bilangan oksidasi, menganalisis oksidator karena bilangan oksidasi naik dan reduktor karena bilangan oksidasi turun. Kesulitan tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini terjadi karena reaksi redoks dibelajarkan menggunakan pembelajaran ekspositori atau diskusi kelompok biasa yang pembagian kelompoknyadiambil secara acak.Siswa dengan kemampuan kognitif rendah cenderung tergantung pada siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi tanpa menyumbangkan idenya dan siswa sering mengalami kesulitan untuk mengingat konsep-konsep pada materi yang dibelajarkan. Alternatif pembelajaran yang bisa digunakan adalah pembelajaran kolaboratif ditambah dengan merangkum materi setelah mengerjakan LKS pada Lembar Study History Sheet (SHS) yang akan dikoreksi dan dinilai oleh guru. Pembelajaran tersebut menjadikan siswa menguasai materi dan bertanggung jawab atas pengetahuan yang dimiliki.Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasy eksperimental design) dengan desain penelitian posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Pacitan tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dengan teknik penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling) dengan cara diundi, sehingga diperoleh kelas X MIA 6sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS, handout, materi padapower point, lembar SHSdan soal kuis)dan instrumen pengukuran (tes ulangan harian dan lembar observasi). Soal yang digunakan sebagai intrumen penelitian berjumlah 25 soal. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif berupa uji hipotesis (uji tdua pihak) dengan taraf signifikansi =0,05. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan lembar SHS pada model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA 6 SMAN 1 Pacitan. Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif menggunakan rangkuman pada lembar SHS lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif tanpa menggunakan lembar SHS. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif menggunakan rangkuman pada lembar SHS adalah 82,50 sedangkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif tanpa menggunakan lembar SHSadalah 75,75
sj-pdf-1-jdr-10.1177_00220345211046614 – Supplemental material for Genome-wide Gene-by-Sex Interaction Studies Identify Novel Nonsyndromic Orofacial Clefts Risk Locus
Supplemental material, sj-pdf-1-jdr-10.1177_00220345211046614 for Genome-wide Gene-by-Sex Interaction Studies Identify Novel Nonsyndromic Orofacial Clefts Risk Locus by W. Awotoye, C. Comnick, C. Pendleton, E. Zeng, A. Alade, P.A. Mossey, L.J.J. Gowans, M.A. Eshete, W.L. Adeyemo, T. Naicker, C. Adeleke, T. Busch, M. Li, A. Petrin, J. Olotu, M. Hassan, J. Pape, S.E. Miller, P. Donkor, D. Anand, S.A. Lachke, M.L. Marazita, A.A. Adeyemo, J.C. Murray, D. Albokhari, N. Sobreira and A. Butali in Journal of Dental Research</p
Bank heterogeneity and interest rate setting: what lessons have we learned since Lehman Brothers?
A substantial literature has investigated the role of relationship lending in shielding borrowers from idiosyncratic shocks. Much less is known about how lending relationships and bank-specific characteristics affect the functioning of the credit market in an economy-wide crisis, when banks may find it difficult to perform the role of shock absorbers. We investigate how bank-specific characteristics (size, liquidity, capitalization, funding structure) and the bank-firm relationship have influenced interest rate setting since the collapse of Lehman Brothers. Unlike the existing literature, which has focused chiefly on the amount of credit granted during the crisis, we look at its cost. The data on a large sample of loans from Italian banks to non-financial firms suggest that close lending relationships kept firms more insulated from the financial crisis. Further, spreads increased by less for the customers of well-capitalized, liquid banks and those engaged mainly in traditional lending business.bank interest rate setting, lending relationship, bank lending channel, financial crisis.
