195 research outputs found
ANALIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA BPRSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
ABSTRAKRachmawati Rasyid, Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap pada Labuang Baji Makassar (dibimbing oleh H.Murdifing Hamin dan H. Veni Hadju)Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai penerapan kualitas pelayanan dalam kaitannya dengan kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar, serta untuk mengetahui variabel dari kualitas pelayanan yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar.Untuk mengaplikasikan tujuan tersebut maka digunakan metode analisis yakni analisis deskriptif yaitu suatu analisis yang menguraikan penerapan kualitas pelayanan (responsiveness, assurance, tangible, emphaty dan reliability), analisis regresi berganda serta pengujian hipotesis (uji T dan uji F).Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa koefisien regresi antara dimensi kualitas pelayanan (tanggapan, jaminan, bukti fisik, empati dan kehandalan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar, hal ini dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel kualitas pelayanan yang dapat dilihat sebagai berikut : Responsiveness (tanggapan) mempunyai pengaruh yang signifikan karena memiliki nilai ?value 0,007 < 0,05, hal ini dapat dikatakan bahwa variabel tanggapan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar, Assurance (jaminan) memiliki nilai ?value = 0,038 < 0,05, berarti dapatlah dikatakan bahwa variabel jaminan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap, Tangible (Bukti fisik) diperoleh nilai ?value = 0,000 < 0,05 berarti ada pengaruh yang signifikan antara bukti fisik dengan kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar, Emphaty (empati) berdasarkan hasil analisis regresi nampak memiliki nilai ?value = 0,001 < 0,05, hal ini dapatlah dikatakan bahwa empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan, Reliability (kehandalan) diperoleh nilai ?value = 0,003 < 0,05 berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel kehandalan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar . Berdasarkan hasil pengujian regresi, nampak bahwa variabel kualitas layanan yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap pada BPRSUD Labuang Baji Makassar adalah bukti fisik (tangible), hal ini dikarenakan variabel bukti fisik mempunyai nilai koefisien regresi yang paling besar jika dibandingkan dengan variabel kualitas layanan lainnya
Overview of Maternal and Child Health in Indonesia: Case Study in Endemic Malaria in Mamuju, West Sulawesi ( Tinjauan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia : Studi Kasus pada Daerah Endemik Malaria di Mamuju, Sulawesi Barat
Judul : \ud
Overview of Maternal and Child Health in Indonesia: Case Study in Endemic Malaria in Mamuju, West Sulawesi ( Tinjauan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia : Studi Kasus pada Daerah Endemik Malaria di Mamuju, Sulawesi Barat.\ud
Author : \ud
Nurpudji Astuti, Veni Hadju, Nurhaedar Jafar, Devinta Virani, Ansar Mursaha\ud
Abstrak : \ud
\ud
Golongan ibu hamil/menyusui, bayi, dan anak balita merupakan kelompok usia yang rentan terhadap malaria. Kelompok ini paling sering menderita malaria dan juga menanggung akibat dari infeksi malaria yang paling berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi pada ibu hamil dan balita di daerah endemik malaria kabupaten mamuju Propinsi Sulawesi Barat. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Pada tahap pertama dilakukan baseline survey malariometrik dengan sampel 4700 orang pada 14 kecamatan. Selanjutnya dipilih dua kecamatan dengan endemisitas tinggi dan rendah dengan sampel ibu hamil sebanyak 53 orang dan balita 218 orang melalui quota sampling. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang mengalami KEK sebesar 20,8% dan anemia 45,3%. Untuk status gizi balita didapatkan balita dengan status gizi sangat kurang dan gizi kurang sebesar 6,9% dan 19,7%, balita yang pendek sebesar 36,7%, dan balita yang sangat kurus dan kurus sebesar 7,8% dan 7,3%. serta berdasarkan indikator biokimia didapatkan balita yang anemia sebesar 44,2%. Analisis pola makan balita menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan sesuai umur dengan status gizi BB/U (P=0,024) dan anemia (P=0,011) pada balita, pola makan lengkap juga menunjukkan hasil yang signifikan dengan status gizi BB/U pada balita (P=0,001). Perlu adanya upaya yang komprehensif dari dinas kesehatan dan pemerintah lokal untuk menanggulangi masalah gizi yang ada di kabupaten mamuju yang merupakan daerah endemic malaria.\ud
\ud
Kata Kunci : Endemik malaria, Status Gizi, Ibu Hamil, Balita
PEER REVIEWER
-Prediction Model of Coronary Heart Disease (CHD) Suspect, Public Health-Based (Citrakesumasaril, Veni Hadju, Burhanuddin Bahar, Andi Imran Arundhana, Sukri Palutturi, Triono Sundoro, Abbas Jahari, Ali Aspar, Irawan Yusuf, Abdul Razah Thaha
PENYAKIT KECACINGAN DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI PEMUKIMAN KUMUH KOTAMADYA UJUNG PANDANG
Helminthiasis and nutritional status of school-age children were studied in an slum areas in Ujung Pandang municipality. Two primary schools, namely Galangan Kapal I and II, have been selected for this study. 503 childrens grade I -III which consist of 271 boys (53.9%) and 232 girls (46.1%) were taken from both schools. Fecal examination were quantitatively performed to look at degrees of helminth infections, which is ascariasis, trichuriasis, and hookworm infection. Weight, height, and arm circumference were measured as indices of nutritional status. It was found that prevalence of ascariasis and trichuriasis were very high, 92.1% and 98.2% respectively. In addition, 90.2% of the children were infected with both Ascarias and Trichuris. Conversely, hook worm infection was very low (1.4%). Using international standard NCHS-WHO, it showed that most children were mild and moderate malnutrition in all indices of nutritional status. There was no significant association between helminthiasis and nutritional status in this cross-sectional study. Given high level of helminthiasis and malnutrition, though, efforts to reduce both prevalences are much needed.
Key Words: helminthiasis, nutritional status, school-age children, slum area
HUBUNGAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS HEMOGLOBIN ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PESISIR KOTA MAKASSAR
Anak usia sekolah dasar yaitu antara umur 6-12 tahun merupakan masa saat mereka mengalami growth spurt (percepatan pertumbuhan) yang kedua setelah masa balita. Kelompok ini rentan terhadap anemia zat besi karena kebutuhan zat besi selama masa ini meningkat dengan adanya pertumbuhan jaringan yang cepat dan kenaikan massa sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dengan status hemoglobin anak sekolah dasar diwilayah pesisir Kota Makassar tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah cross sectional study, dilakukan di 5 sekolah dasar di wilayah pesisir kota Makassar pada bulan April-Mei 2013 dengan tehnik purposive sampling, berjumlah 141 responden. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi heme (p=0,008) dan frekuensi konsumsi makanan sumber pelancar absorbsi zat besi (p=0,024) dengan status hemoglobin anak sekolah dasar, tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi nonheme (p=0,232) dan frekuensi konsumsi makanan penghambat absorbsi zat besi (p=0,466) dengan status hemoglobin anak sekolah dasar di wilayah pesisir kota Makassar tahun 2013. Prevalensi anemia sebanyak 37,6% termasuk dalam masalah gizi tingkat moderat. Orang tua siswa sebaiknya memperhatikan pola konsumsi anaknya agar meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat gizi yang cukup, terutama konsumsi buah dan sayur
- …
