15 research outputs found

    HUBUNGAN SELF CONSCIOUSNESS DAN BODY IMAGE DENGAN SELF PRESENTATION PENGGUNA INSTAGRAM

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN SELF CONSCIOUSNESS DAN BODY IMAGE DENGAN SELF PRESENTATION PENGGUNA INSTAGRAM Oleh : Dewi Safitri Self-presentation erat kaitannya dengan bagaimana individu mempresentasikan dirinya di depan publik, ingin menunjukkan kesan yang baik di benak orang lain dan positif hal ini berkaitan dengan self conciousness atau kesadaran diri bahwa ia sadar menjadi objek sosial dan ingin dinilai baik, kemudian dengan body image atau citra tubuh yang dimilikinya dan ia presentasikan dimedia sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-consciousness dan body image dengan self-presentation pengguna instagram. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Intan Lampung angkatan 2019 sebanyak 289 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 147 Mahasiswa prodi Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Intan Lampung angkatan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-presentation (α = 0,940), skala self-consciousness (α = 0,837) dan skala body image (α = 0,828). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan skala self-presentation dengan jumlah 26 aitem, skala self-consciousness dengan jumlah 19 aitem dan skala body image dengan jumlah 16 aitem. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan software JASP 16.0 For Windows, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 27,6% dan 72,4 % dipengaruhi faktor diluar penelitian ini. Hipotesis dalam penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan self-consciousness dan body image dengan self-presentation pengguna instagram. Kata Kunci: Presentasi Diri, Citra Diri, Kesadaran Diri, Sosial Media, Instagram. ABSTRACT THE RELATIONSHIP OF SELF-CONSCIOUSNESS AND BODY IMAGE WITH INSTAGRAM USERS' SELF-PRESENTATION Author : Dewi Safitri Self-presentation is closely related to how individuals present themselves in public, wanting to make a good impression on the minds of others and positively. the body image he has and he presents it on social media Instagram. This study aims to determine the relationship between self-consciousness and body image with the self-presentation of Instagram users. The population in this study were Islamic Business Management students at UIN Raden Intan Lampung class of 2019 with a total of 289 students. The sample in this research was 147 students of Islamic Business Management study program at UIN Raden Intan Lampung class of 2019. The sampling technique used non-probability sampling. The instruments used in this study were the self-presentation scale (α = 0.940), the self-consciousness scale (α = 0.837) and the body image scale (α = 0.828). The data collection technique in this study was a self-presentation scale with a total of 26 items, a self-consciousness scale with a total of 19 items and a body image scale with a total of 16 items. Based on the results of data analysis using multiple regression analysis with JASP 16.0 For Windows software, the results showed that the two independent variables in this study made an effective contribution of 27.6% and 72.4% influenced by factors outside this study. The hypothesis in this study is accepted, namely that there is a relationship between self-consciousness and body image with the self-presentation of Instagram users. Keywords: Self-presentation, Body Image, Self-consciousness, , Social Media, Instagram

    Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) Komponen Darah WB dan PRC

    No full text
    A crossmatch test between patient and donor’s blood must be carried out before blood transfusion. However, not all crossmatched blood will be transfused to the patient. This indicates inappropriate distribution of blood products, blood wastage, inaccessibility of blood for emergency patients, increased costs, and increased workload for staff. Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) is used as an indicator to determine the efficiency of blood use and can serve as a guide to anticipate excessive blood demand. This study aims to determine C/T Ratio score of blood components WB and PRC in the Brebes Regency Hospital 2021. This research is a descriptive study with a retrospective approach. Sampling was done using total sampling technique. Data was obtained from the blood requests recapitulation book in Brebes Regency Hospital’s Blood Bank 2021. The result showed there were 47 units WB crossmatched and 34 units (72%) transfused. There were 4589 units PRC crossmatched and 4369 units (95%) transfused. The C/T Ratio score of WB is 1.38. The C/T Ratio score of PRC is 1.05. The overall C/T Ratio score is 1.05.Uji silang serasi (crossmatch) antara darah pendonor dengan darah pasien harus dilakukan sebelum transfusi darah dilangsungkan. Namun, tidak semua darah yang di-crossmatch akan ditransfusikan kepada pasien. Hal ini menunjukkan adanya distribusi produk darah yang tidak tepat, pemborosan darah, tidak dapat diaksesnya darah untuk pasien darurat, peningkatan biaya, dan peningkatan beban kerja bagi petugas. Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) digunakan sebagai indikator untuk mengetahui efisiensi penggunaan darah dan dapat berfungsi sebagai panduan untuk mengantisipasi permintaan darah yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skor C/T Ratio komponen darah WB dan PRC di RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku rekapitulasi permintaan darah di Bank Darah RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan komponen darah WB yang di-crossmatch berjumlah 47 kantong dan yang ditransfusikan berjumlah 34 kantong (72%). Komponen darah PRC yang di-crossmatch berjumlah 4589 kantong dan komponen PRC yang ditransfusikan berjumlah 4369 (95%). Skor C/T Ratio komponen darah WB adalah 1,38. Skor C/T Ratio komponen darah PRC adalah 1,05. Skor C/T Ratio total adalah 1,05

    CROSSMATCH TO TRANSFUSION RATIO (C/T RATIO) KOMPONEN DARAH WB DAN PRC DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 2021

    No full text
    Latar Belakang : Uji silang serasi (crossmatch) antara darah pendonor dengan darah pasien harus dilakukan sebelum transfusi darah dilangsungkan. Namun, tidak semua darah yang di-crossmatch akan ditransfusikan kepada pasien. Hal ini menunjukkan adanya distribusi produk darah yang tidak tepat, pemborosan darah, tidak dapat diaksesnya darah untuk pasien darurat, peningkatan biaya, dan peningkatan beban kerja bagi petugas. Crossmatch to Transfusion Ratio (C/T Ratio) digunakan sebagai indikator untuk mengetahui efisiensi penggunaan darah dan dapat berfungsi sebagai panduan untuk mengantisipasi permintaan darah yang berlebihan.Tujuan Penelitian : Mengetahui skor Crossmatch To Transfusion Ratio (C/T Ratio) komponen darah WB dan PRC di RSUD Kabupaten Brebes Tahun 2021.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling. Data hasil penelitian diperoleh dari buku rekapitulasi permintaan darah di Bank Darah RSUD Kabupaten Brebes tahun 2021.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan komponen darah WB yang di-crossmatch berjumlah 47 kantong dan yang ditransfusikan berjumlah 34 kantong (72%). Komponen darah PRC yang di-crossmatch berjumlah 4589 kantong dan komponen PRC yang ditransfusikan berjumlah 4369 (95%). Skor C/T Ratio komponen darah WB adalah 1,38. Skor C/T Ratio komponen darah PRC adalah 1,05. Skor C/T Ratio total adalah 1,05

    EFEKTIVITAS PINJAMAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MPD) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PADA KELOMPOK PEMINJAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM ( Studi Pada Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur)

    No full text
    ABSTRAK Kesejahteraan masyarakat adalah tugas pertama dan utama setiap pemerintahan karena pemerintah memiliki kewenangan untuk mengelola semua sumber daya dan perekonomian, untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyatnya sesuai pasal Pasal 33 ayat 2 UUD 1945. Untuk itu, pemerintah memiliki tanggungjawab yang sangat besar didalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena masalah tersebut pemerintah mengeluarkan peraturan yang dicantumkan dalam Peraturan Presiden No 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yakni dengan membentuk Tim Nasional percepatan penanggulangan kemiskinan dengan menetapkan PNPM Mandiri Perdesaan sebagai salah satu programnya. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan yang targetnya tertuju pada masyarakat perdesaan. Program PNPM�MPd adalah memberikan pinjaman guna membantu menumbuh kembangkan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam pelaksanaanya program ini tidak luput dari permasalahan, salah satunya masalah yang terjadi di PNPM-MPd Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Masalah yang terjadi yaitu kurang nya tanggung jawab anggota peminjam sehingga terjadi penunggakan angsuran, penggunaan pinjaman yang bersifat konsumtif sehingga tidak sesuai dengan tujuan. Penulis melakukan penelitian di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana efektivitas pinjaman PNPM-MPd terhadap kesejahteraan Masyarakat, bagaimana pandangan ekonomi islam terhadap pinjaman PNPM-MPd. Penulis menggunakan metode studi kasus ( case study) dimana penelitian dilakukan secara sistematis dengan mengambil data di lapangan.penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis data kuantitatif deskriptif, pendekatan metode campuran berupa penelitian kuantitatif secara kuisoner dan penelitian kualitatif digunakan sebagai memperkuat data dari kuisoner., dimana prosedur penelitian terhadap suatu masalah menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis bukan berupa kuantitatif atau hitungan. Teknis analisis dalam penelitian ini bersifat induktif, yaitu memberikan gambaran secara umum, menyajikan data serta menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diketahui bahwa efektivitas pinjaman PNPM-MPd terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Labuhan Maringgai dari 4 indikator diperoleh hasil : ketepatan sasarandiperoleh hasil efektif, sosialisasi program diperoleh hasil tidak efektif, tujuan sasaran diperoleh hasil efektif, dan pemantauan program diperoleh hasil tidak efektif. Serta sesuai dengan prinsip ekonomi islam karena menolong dan memberikan pinjaman untuk hal baik yaitu meningkatkan kesejahteraan kelompok peminjam tersebut. Kata kunci: PNPM-MPd, Efektivitas, Kesejahteraan ABSTRACT The welfare of the people is the first and foremost task of every government because the government has the authority to manage all resources and the economy, to be used for the welfare of its people as much as possible in accordance with Article 33 paragraph 2 of the 1945 Constitution. For this reason, the government has a very large responsibility in poverty alleviation. and improvement of community welfare. Because of this problem, the government issued a regulation that was included in Presidential Regulation No. 15 of 2010 concerning the Acceleration of Poverty Reduction, namely by forming a National Team for the acceleration of poverty reduction by establishing PNPM Mandiri in Rural Areas as one of its programs. The National Program for Independent Rural Community Empowerment (PNPM-MPd) is one of the poverty alleviation programs that targets rural communities. The PNPM-MPd program is to provide loans to help develop businesses to improve community welfare. In its implementation, this program is not free from problems, one of which is a problem that occurred in PNPM-MPd, Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency. The problem that occurs is the lack of responsibility of borrowing members so that there are arrears in installments, the use of consumptive loans so that they are not in accordance with the objectives. The author conducted research in Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency. The formulation of the problem in this thesis is how the effectiveness of PNPM-MPd loans on the welfare of the community, what is the view of Islamic economics on PNPM-MPd loans. The author uses a case study method where the research is carried out systematically by taking data in the field. This research is qualitative with descriptive quantitative data, a mixed method approach in the form of quantitative research by questionnaire and qualitative research is used to strengthen the data from the questionnaire, where research procedures on a problem produce descriptive data in the form of written words not in the form of quantitative or counts. Technical analysis in this research is inductive, namely providing a general description, presenting data and drawing conclusions. Based on the research that the author has done, it can be seen that the effectiveness of PNPM-MPd loans on the welfare of the people of Labuhan Maringgai Sub-district from 4 indicators obtained results: target accuracy obtained effective results, program socialization obtained ineffective results, target objectives obtained effective results, and program monitoring obtained results ineffective. And in accordance with the principles of Islamic economics because it helps and provides loans for good things, namely increasing the welfare of the borrower group. Keywords: PNPM-MPd, Effectiveness, Welfar

    PERAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI MTs DARUL HUDA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan pra penelitian yang dilakukan penulis di MTs Darul Huda Bandar Lampung. Penulis menemukan Mengenai kurikulum, MTs Darul Huda Bandar Lampung masih menggunakan kurikulum K13, dan untuk perubahan menuju kurikulum merdeka MTs Darul Huda ini belum di anjurkan,penulis juga menemukan upaya yang dilakukan kepala madrasah dalam peningkatan kompetensi pengembangan kurikulum yaitu dengan mengadakan sosialisasi kepada tenaga pendidik, setiap membuat kurikulum, pihak MTs Darul huda membentuk suatu tim pengembangan kurikulum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang Peran Kepala Madrasah Dalam Pengembangan kurikulum di MTs Darul Huda Bandar Lampung yang berkaitan tentang : 1). Untuk mengetahui Peran kepala madrasah sebagai pendidik dalam pengembangan kurikulum di MTs Darul Huda Bandar Lampung. 2). Untuk mengetahui peran kepala madrasah sebagai manajer dalam pengembangan kurikulum Di MTs Darul Huda Bandar Lampung. 3). Untuk mengetahui peran kepala madrasah sebagai administrator dalam pengembangan kurikulum di MTs Darul Huda Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini diantaranya kepala madrasah dan waka kurikulum dan pihak tata usaha. Teknik pengumpulan data ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penenlitian yang di lakukan oleh penulis di MTs Darul Huda Bandar Lampung, penulis menemukan mengenai Peran kepala madrasah sebagai pendidik, kepala madrasah di MTs Darul Huda Bandar lampung berperan sebagai fasilitataor, pengambilan kebijakan, dan memantau kurikulum yang dilaksanakan. Jika peran kepala madrasah sebagai pendidik itu terlaksana maka apa yang diinginkan akan tercapai, begitu juga dengan peran kepala madrash sebagai manager yaitu sebagai supervisor, memberikan arahan kepada pihak guru/pengajar. Terakhir yang ditemukan penulis yaitu peran kepala madrasah sebagai admistrator yang dilakukan kepala madrasah selalu mengecek bagaimana sistem kerja para dewan guru, mensupervisi kerja para dewan guru. Kata Kunci : Peran Kepala Madrasah, Pengembangan Kurikulum iv ABSTRACT Based on pre-research conducted by the author at MTs Darul Huda Bandar Lampung. The author found that regarding the curriculum, MTs Darul Huda Bandar Lampung still uses the K13 curriculum, and for changes to an independent curriculum, MTs Darul Huda has not been recommended. every time they make a curriculum, MTs Darul Huda forms a curriculum development team. This study aims to describe the Role of the Madrasa Head in Curriculum Development at MTs Darul Huda Bandar Lampung which is related to: 1). To find out the role of the head of the madrasa as an educator in curriculum development at MTs Darul Huda Bandar Lampung. 2). To find out the role of the madrasah head as a manager in curriculum development at MTs Darul Huda Bandar Lampung. 3). To find out the role of the madrasah head as an administrator in curriculum development at MTs Darul Huda Bandar Lampung. This research method uses a descriptive qualitative approach using data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. The data analysis technique was data reduction, data presentation and conclusion. Sources of data in this study included the head of the madrasah and deputy head of curriculum and administration. This data collection technique uses triangulation techniques and sources. Based on the results of research conducted by the author at MTs Darul Huda Bandar Lampung, the authors found regarding the role of the madrasa head as an educator, the head of the madrasa at MTs Darul Huda Bandar Lampung acts as a facilitator, policy maker, and monitors the implemented curriculum. If the role of the head of the madrasa as an educator is carried out then what is desired will be achieved, as well as the role of the head of the madrasa as a manager, namely as a supervisor, giving direction to the teacher/teaching. Finally, what the author found was the role of the head of the madrasa as administrator, which was carried out by the head of the madrasa always checking how the work system of the teacher council was working, supervising the work of the teacher council. Keywords : the role of the madrasah, curriculum developmen

    PERKEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 2 TALANG PADANG

    No full text
    ABSTRAK Seseorang hendaknya memiliki keterampilan sosial agar mampu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Keterampilan sosial seharusnya dapat dikembangkan saat usia dini, karena pada usia dini ini individu telah belajar bersosialisasi dengan individu lainnya. Maka dari itu, keterampilan sosial dapat dikembangkan sedari dini, sehingga anak dapat memainkan perannya dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Mengembangkan keterampilan sosial anak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya melalui permainanan tardisional. Permainan tradisional merupakan permainan yang faktanya saat ini banyak dilupakan. Permainan tradisional berperan penting dalam mengembangkan keterampilan sosial pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana perkembangan keterampilan sosial anak usia dini melalui permainan tardisional di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Talang Padang. Penelitia ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah 2 guru dan 12 peserta didik. Data penelitian ini dikumpulakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi data, display data, dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan perkembangan keterampilan sosial anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Talang Padang yang dilakukan penulis mulai berkembang, hal ini dikarenakan guru di Taman Kanak-Kana Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Talang Padang belum seluruhnya menerapkan langkah-langkah permainan tradisional yang berjumlah 8 langkah permainan tradisional. Hal ini adalah karna kurangnya langkah di tahap perencanaan, guru tidak merumuskan tujuan kegiatan pada aspek perkembangan keterampilan sosial pada RPPH dan keterbatasan waktu yang digunakan pada kegiatan permainan tradisional terlalu sedikit. Dari 12 peserta didik yang berkembang sangat baik ada 33,4% dengan jumlah anak 4, peserta didik yang berkembang baik 16,6 % dengan jumlah anak 2, peserta didik yang mulai berkembang ada 41,6% jumlah anak 5, peserta didik yang belum berkembang dengan jumlah 1 anak. Kata kunci : Keterampilan Sosial, Permainan Tradisional ii ABSTRACT A person should have social skills to be able to interact with his environment. Social skills should be developed at an early age, because at this early age individuals have learned to socialize with other individuals. Therefore, social skills can be developed from an early age, so that children can play their role in socializing with their environment. Developing social skills in early childhood can be done in various ways, one of which is through traditional games. Traditional games are games that in fact are now widely forgotten. Traditional games play an important role in developing social skills in early childhood. The purpose of this study was to find out more about how the development of early childhood social skills through traditional games in TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Talang Padang. This research uses descriptive qualitative research with research subjects are 2 teachers and 12 students. The research data was collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the results of the analysis and discussion above, the authors can conclude that the development of early childhood social skills at Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Kindergarten Talang Padang by the author has begun to develop, this is because the teachers at Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Talang Padang Kindergarten have not all of them apply the steps of the traditional game which amount to 8 steps of the traditional game. This is due to the lack of steps in the planning stage, the teacher does not formulate activity objectives on aspects of social skills development in the RPPH and the limited time spent on traditional game activities is too little. Of the 12 students who developed very well there were 33.4% with 4 children, 16.6% well�developed students with 2 children, 41.6% students who started developing 5, students who had not growing with 1 child. Keywords: Social Skills, Traditional Game

    UPAYA GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI MATHLAUL ANWAR TEMPEL REJO KECAMATAN KEDONDONG PESAWARAN

    No full text
    ABSTRAK UPAYA GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI MI MATHLAUL ANWAR TEMPEL REJO KECAMATAN KEDONDONG PESAWARAN Penelitian ini dilatar belakangi oleh Upaya guru pkn sebagai pembimbing pembentukan karakter peserta didik, yang mana tugas seorang pendidik membimbing dan memberikan contoh kepada peserta didik. Serta mampu membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya guru dalam membentuk karakter peserta didik, faktor yang menjadi pendukung dan penghambat siswa kelas III di MI Mathlaul Anwar Tempel Rejo. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dalam perjalanan mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisi deskriptif kualitatif. Selain itu, untuk mendukung uraian dari keadaan yang sebenarnya ada dilapangan, disini penulis sertakan dokumentasi sebagai pelengkap dan penguat data penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan penulis, dapat disampaikan di sini bahwasanya terdapat tiga indikator karakter dalam upaya guru membentuk karakter siswa yaitu dalam sikap religius, disiplin dan tanggung jawab. Upaya yang selalu digunakan oleh guru berupa teguran, motivasi serta memberikan contoh penerapan yang langsung dilakukan oleh guru kepada siswa. Faktor pendukung dan penghambat dalam upaya guru pkn dalam membentuk karakter peserta didik ada dua yaitu faktor internal yang berasal dari diri seorang siswa meliputi motivasi diri terhadap sikap disiplin dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan yang ditempati oleh siswa itu sendiri yang mampu membentuk nilai-nilai karakter terhadap diri seorang anak atau siswa. Kata Kunci : guru pendidikan kewarganegaraan, membentuk karakter iv ABSTRACT EFFORTS OF CITIZENSHIP EDUCATION TEACHERS IN SHAPE THE CHARACTER OF STUDENTS IN MI MATHLAUL ANWAR TAMPEL REJO KEDONDONG DISTRICT OFFER This research is motivated by the efforts of PKN teachers as guides for the formation of the character of students, which is the task of an educator to guide and set an example for students. As well as being able to shape the character of students to be better. The purpose of this research was to describe the teacher's efforts in shaping the character of students, the factors that support and inhibit class III students at MI Mathlaul Anwar Tempel Rejo. The research that the writer did was included in the qualitative descriptive research. In the course of collecting data, the authors use the method of observation, interviews, and documentation. As for the analysis, the authors use a qualitative descriptive analysis technique. In addition, to support the description of the actual situation in the field, the authors include here documentation as a complement and reinforcement of research data. The results of the research conducted by the author can be conveyed here that there are three character indicators in the teacher's efforts to shape student character, namely in religious attitudes, discipline and responsibility. Efforts that are always used by the teacher are in the form of reprimands, motivation and provide examples of application that are directly carried out by the teacher to students. There are two supporting and inhibiting factors in the PKN teacher's efforts to shape the character of students, namely internal factors originating from a student including self-motivation towards discipline and external factors originating from the environment occupied by the student himself which is able to shape character values. against a child or student. Keywords: civics education teachers, character buildin

    RETORIKA DAKWAH DALAM ACARA CAHAYA ISLAMI DI YOUTUBE RADAR LAMPUNG TV

    No full text
    ABSTRAK Youtube dapat menjadi media dakwah dan model dakwah di Youtube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media You Tube sebagai media dakwah semakin menjanjikan dan semakin mudah dilakukan, hal tersebut dikatakan bahwa keterkaitan antara media You Tube dengan dakwah adalah kesamaan sasaran, segmentasi yang sama dan kesamaan kebutuhan. Retorika merupakan seni berbicara untuk memersuasi dan memberikan informasi rasional kepada pihak lain. Di tengah banyaknya da‟i yang sama hebatnya, para Da’i di acara cahaya islami mampu memersuasi jutaan mad‟u di media sosial. Padahal, efektivitas komunikasi di media sosial sulit diraih. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti, ―retorika dakwah dalam acara cahaya islami di Radar Lampung TV dalam YouTube Radar TV beserta penerapan ethos (kredibilitas atau etika), pathos (daya tarik emosional), dan logos (imbauan rasional) dalam kajian tersebut. Dakwah pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam. Berdakwah merupakan aktifitas lisan maupun tulisan yang dilakukan untuk mengajak seseorang ke jalan Allah SWT. Mengingat betapa pentingnya aktifitas dakwah, maka dakwah haruslah dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Maka dengan ilmu retorika dakwah akan bisa mengajak umat dalam kebaikan. Seperti halnya dakwah yang dilakukan oleh para Da’i dalam acara Cahaya Islami di media sosial youtube melalui dakwahnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori retorika Aristoteles atau dikenal dengan formula segitiga retorika Aristoteles yang didalamnya menjelaskan tiga cara untuk memengaruhi manusia melalui ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para Da’i selalu menerapkan formula segitiga retorika Aristoteles. Dengan dukungan dari kredibilitas yang tinggi, mampu menarik emosional dan sisi rasional mad‟u. Kata Kunci: Cahaya Islami,Dakwah,Retorika,Youtube. ABSTRAK YouTube can be a medium for preaching and a model for preaching on YouTube. The results of the research show that the use of You Tube media as a medium for da'wah is increasingly promising and easier to do. It is said that the connection between You Tube media and da'wah is the same target, the same segmentation and the same needs. Rhetoric is the art of speaking to persuade and provide rational information to other parties. In the midst of many da'i who are equally great, the Da'i at the Islamic Light event were able to persuade millions of mad'u on social media. In fact, effective communication on social media is difficult to achieve. Based on these problems, the author is interested in researching, "the rhetoric of preaching in the Islamic light program on Radar Lampung TV on YouTube Radar TV along with the application of ethos (credibility or ethics), pathos (emotional appeal), and logos (rational appeal) in this study. Da'wah is basically an activity carried out by Muslims to spread and broadcast Islam. Da'wah is an oral or written activity carried out to invite someone to the path of Allah SWT. Considering how important da'wah activities are, da'wah must be carried out well and on target. So with the science of rhetoric, da'wah will be able to invite people to goodness. Like the preaching carried out by the Da'i in the Islamic Light program on YouTube social media through their preaching. This research uses a descriptive qualitative research method using Aristotle's rhetorical theory or known as Aristotle's rhetorical triangle formula which explains three ways to influence humans through ethos, pathos and logos. The research results show that Da'i always apply Aristotle's rhetorical triangle formula. With the support of high credibility, it is able to attract the emotional and rational side of mad'u. Keyword : Islamic Light, Da’wah, Rhetoric, Youtube

    AN ANALYSIS OF MAXIM VIOLATION ON THE DIALOG OF CHARACTERS IN GUARDIAN OF THE GALAXY VOLUME 3 MOVIE

    No full text
    ABSTRACT Sometimes speakers and interlocutors ignore maxims in communication. In this research, the researcher only focuses on the maxim of violation which is violated by speakers and interlocutors by violating several types of cooperative principles put forward by Herbert Paul Grice such as the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of manner and the maxim of relationship. In this research, apart from using the grand theory of H.P Grice, the researcher also used Howard Gilles' theory in identifying maxim violation in analyzing the Guardian of the Galaxy Volume 3 movie as the research subject. The method used by researchers is descriptive qualitative to analyze data. The source is taken from the dialogue of the characters in Guardian of the Galaxy Volume 3, the film directed by James Gunn, which will be released on May 3 2023 in cinemas and has been shown on the Disney+ Hotstar platform. In this research, the author uses triangulation techniques to explain the results obtained by providing data display, data condensation and image evidence used for analysis. In this research, the characters violate the 4 main maxims, namely, the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of manner, and the maxim of relationship. Meanwhile, the characters also violate the maxims of convergence, divergence and maintenance. The maxim that dominates in this violation is the maxim of relationship. 12 of the 27 data found violated the maxim of relationship. the reason is that the maxim of relationship is only violated by 2 characters, namely Groot and Quill. However, Groot's words dominate, who only speaks I'm Groot. At first, only Rocket understood because Groot met Rocket first and as time went by, the Guardians began to understand what Groot meant because they had been together for a long time. Apart from that, there were 6 violations of the maxim of quality, 2 maxims of quantity, 2 maxims of manner, 2 maxims of convergence, 1 maxim of divergence, and 2 maxims of maintenance. However, in this violation, Groot also just said Im Groot and started saying I love you guys and he violated the maxim of iv maintenance. why in this violation does groot say im groot because groot already considers the audience to be friends like the guardians so they can understand his words. key words : Analysis, Maxim Violation, Movie

    KONSEP KEADILAN DAN PENDERITAAN MENURUT ANAK YATIM PANTI ASUHAN BUDI MULYA MUHAMMADIYAH BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian Ini di Latar belakangi banyak sekali kasus di lembaga-lembaga panti asuhan yang menyalahgunakan lembaga tersebut, 21 september 2023 terdapat kasus panti asuhan di medan Eksploitasi anak, 2017 silam di temukan bayi tewas dalam keadaan tak wajar di pekanbaru kemudian kasus pencabulan di panti asuhan Cihampelas. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan yang ada di panti asuhan budi mulya muhammadiyah anak-anak yang berada disitu terlihat sangat sejahtera, mendapatkan pendidikan yang layak, mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Dengan menggunakan pendekatan filsafat dan akidah filsafat Islam, penelitian ini akan menganalisis Bagaimana Konsep Keadilan Menurut Anak Yatim dan Bagaimana Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah menerapkan prinsip-prinsip keadilan anak yatim. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini yaitu Kepala Yayasan, Anak Yatim dan Pengurus. Analisis data yang digunakan oleh penulis adalah metode deskritif kualitatif, yaitu setelah ada data yang berkaitan dengan penulisan, maka disusun dan diklasifikasikan dengan menggunakan data-data yang diperoleh untuk menggambarkan jawaban dari permasalahan yang telah dirumuskan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara keseluruhan, Panti Asuhan Budi Mulya Muhammadiyah Bandar Lampung berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip keadilan dalam praktik sehari-hari. Implementasi prinsip keadilan di panti asuhan mencerminkan pemahaman al-Ghazali tentang keadilan sebagai sesuatu yang proporsional dan berimbang. Pemberian bantuan yang sesuai dengan kebutuhan individu, sistem transparan dalam distribusi sumber daya, serta penghormatan terhadap hak-hak anak semua mencerminkan prinsip keadilan yang proporsional dan berimbang. Kata Kunci: Konsep, Keadilan, Anak Yatim. ABSTRACT The background of this research is that there are many cases in orphanage institutions that abuse these institutions, 21 September 2023 there was a case of child exploitation in an orphanage in Medan, in 2017 a baby was found dead in an unnatural condition in Pekanbaru then there was a case of abuse in the Cihampelas orphanage. This is very different from the situation at the Budi Mulya Muhammadiyah orphanage. The children there look very prosperous, getting a decent education, getting what they should get. By using a philosophical approach and Islamic philosophical beliefs, this research will analyze the concept of justice and suffering according to orphans and how the Budi Mulya Muhammadiyah Orphanage applies the principles of justice in managing the suffering of orphans. This research is field research using a descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this research are interviews, observation and documentation. The subjects in this research were the Head of the Foundation, Orphans and Management. The data analysis used by the author is a qualitative descriptive method, that is, after there is data related to writing, it is compiled and classified using the data obtained to describe the answer to the problem that has been formulated. The research results show that overall, the Budi Mulya Muhammadiyah Bandar Lampung Orphanage has succeeded in integrating the principles of justice and suffering into daily practice. The implementation of the principles of justice in orphanages reflects al-Ghazali's understanding of justice as something that is proportional and balanced. Aiding that is appropriate to individual needs, a transparent system in the distribution of resources, and respect for children's rights all reflect the principle of proportional and balanced justice. The approach to suffering in orphanages reflects Schopenhauer's view that suffering is an inseparable part of human existence. Keywords: Concept, Justice, Suffering, Orphans
    corecore