34 research outputs found

    Hubungan Antara Karakteristik Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Partisipasi Anggota PKK Dalam Pengembangan Wisata (Kasus: Wisata Alam Lembah Gunung Sari (LGS) Di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang).

    No full text
    RINGKASAN Risthalia Delicia Nurhandini. 185040101111108. Hubungan Antara Karakteristik Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Partisipasi Anggota PKK Dalam Pengembangan Wisata (Kasus: Wisata Alam Lembah Gunung Sari (LGS) Di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang). Di Bawah Bimbingan Dr. Setiyo Yuli Handono, S.P., M.P., MBA. Sebagai pembimbing utama dan Medea Rahmadhani Utomo, S.P., M.Si. Sebagai Pembimbing Kedua. Pariwisata menjadi salah satu sektor pendorong pembangunan ekonomi bagi negara berkembang seperti Indonesia. Mengingat terpuruknya sektor pariwisata akibat adanya Covid-19 dengan kerugian hampir US$4.5 triliun pada tahun 2020 (World Travel and Tourism Council, 2021). Sehingga setiap negara memiliki upaya untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata yang mereka miliki. Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata yang mereka miliki. Seperti Wisata alam lembah Gunung Sari (LGS) yang terdapat di Desa Kucur, Kecamatan Dau, kabupaten yang berdiri sejak tahun 2019. Namun kesadaran akan pentingnya program pengembangan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian perlu di tingkatkan. Anggota PKK yang terlibat secara langsung dalam program pengembangan pariwisata menjadi fokus pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di desa Kucur kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2023. Responden pada penelitian ini berjumlah 81 sampel yang diambil dari total populasi 420 yang dipilih melalui metode Slovin. Penelitian in menggunakan dua 2 variabel yaitu: variabel Karakteristik sosial ekonomi (X) dan variabel tingkat partisipasi (Y). Variabel yang digunakan untuk karakteristik sosial ekonomi (X) terdiri dari beberapa sub variabel, yaitu: Usia, Tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan dan pendapatan. Variabel tingkat partisipasi terdiri dari empat sub variabel yaitu: tahap mengambil keputusan, implementasi, menikmati hasil dan evaluasi. Teknik analisis yang di gunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menyatakan bahwa karakteristik anggota PKK yang berpartisipasi dalam pengembangan wisata lama Lembah Gunung Sari (LGS) didominasi oleh usia dewasa akhir dengan tingkat pendidikan yang rendah (tidak bersekolah hingga lulus SD), memiliki jumlah anggota keluarga dengan ukuran sedang (3-4 orang), berpendapatan sedang (Rp1.500.000 – 2.500.000) dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat partisipasi tertinggi terdapat pada proses menikmati hasil (67%) dari pengembangan wisata alam Lembah Gunung Sari (LGS) dan yang paling rendah terdapat pada tahap evaluasi (38%). Sedangkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi adalah variabel usia (-.414**) dan pekerjaan (-.407**) terhadap proses pengambilan pendapat. Rendahnya kesadaran dalam tahap evaluasi dimiliki oleh anggota PKK mengakibatkan perkembangan wisata alam lembah Gunung Sari (LGS) tidak dapat berkembang secara maksimal hal ini tentu juga berpengaruh terhadap pendapatan yang dimiliki oleh para anggota PKK. 1) Seharusnya anggota PKK lebih berpartisipasi secara aktif khususnya dalam proses promosi pariwisata karena vii dengan adanya pariwisata ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga anggota PKK. Selain itu untuk pengelola juga dapat meningkatkan fasilitas sehingga dapat menarik jumlah wisatawan baik secara lokal ataupun internasional. 2) BUMDes seharusnya dapat melakukan inovasi dan menambah sarana prasarana sehingga dapat menarik wisatawan dan mengadakan program pelatihan khusus mengenai pengelolaan media untuk promosi wisata alam yang diikuti oleh semua anggota PKK

    Pengaruh Persepsi Citra Merek, Risiko dan Kualitas Terhadap Keputusan Petani Dalam Pembelian Produk Pestisida Kimia (Survei Kasus Pada Petani Sayur Di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang).

    No full text
    RINGKASAN Sherani Athari Furyan. 195040107111048. Pengaruh Persepsi Citra Merek, Risiko dan Kualitas Terhadap Keputusan Petani Dalam Pembelian Produk Pestisida Kimia (Survei Kasus Pada Petani Sayur Di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Dibimbing oleh Bayu Adi Kusuma, SP., MBA sebagai Pembimbing I dan Medea Rahmadhani Utomo, SP., M.Si sebagai Pembimbing II Hama menjadi faktor pembatas dalam pengembangan hortikultura di Indonesia karena menyebabkan kehilangan hasil panen secara keseluruhan pada berbagai tanaman dan dapat meningkat dari tahun ke tahun karena perubahan iklim (Deutsch et al., 2018). Dengan demikian, insektisida telah diadopsi oleh petani karena kepraktisan dan hasil yang efisien untuk menekan dan mengendalikan hama. Berdasarkan data dari Direktorat Pupuk dan Pestisida dan Direktorat Sarana dan Prasarana (2021), telah terdaftar 1059 merek insektisida di Indonesia yang terdiri dari 80 bahan aktif berbeda untuk 67 tanaman. Petani membeli pestisida karena kesan positif terhadap khasiatnya meskipun mungkin tidak memberikan manfaat positif bagi lingkungan (Sahu, 2014). Oleh karena itu, penilitan ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh persepsi citra merek terhadap persepsi kualitas, 2) Mengetahui pengaruh persepsi risiko terhadap persepsi kualitas, 3) Mengetahui pengaruh persepsi citra merek terhadap keputusan pembelian, 4) Mengetahui pengaruh persepsi risiko terhadap keputusan pembelian, dan 5) Mengetahui pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini dilakukan kepada petani sayur di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Malang. Penelitian ini merupakan penelitian. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden adalah petani sayur di Desa Ngebruk, memiliki lahan pertanian yang dibudidayakan, dan menggunakan insektisida dalam budidaya. Sampel penelitian ini menggunakan rumus Cochran dan didapatkan total responden yaitu sebesar 100 petani. Analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). i Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi citra merek memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap persepsi kualitas produk pestisida kimia, dengan analisis statistik menunjukkan nilai p-value (0,033 < 0,05) dan koefisien original sample (0,250). Kemudian, pada penelitian ini juga menunjukkan persepsi risiko memiliki pengaruh yang sangat signifikan dan positif terhadap persepsi kualitas produk pestisida kimia, dengan analisis statistik menunjukkan nilai p-value (0,009 < 0,01) dan koefisien original sample (0,269). Selain itu, penelitian ini juga mengindikasikan adanya pengaruh yang sangat signifikan dan positif antara persepsi citra merek terhadap keputusan pembelian produk pestisida kimia, dengan analisis statistik menunjukkan nilai p-value (0,005 < 0,01) dan koefisien original sample (0,311). Serta menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dan positif antara persepsi risiko terhadap keputusan pembelian produk pestisida kimia, dengan analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar (0,011 < 0,01) dan koefisien original sample (0,247). Selanjutnya, temuan penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dan positif antara persepsi kualitas produk pestisida kimia dengan keputusan pembelian, dengan analisis statistik menunjukkan nilai p- value yang signifikan (0,025 < 0,05) dan koefisien original sample yang relevan (0,241)

    Pengembangan Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur

    Get PDF
    Kesulitan akses pangan menjadi persoalan krusial yang terjadi di pedesaan khususnya dalam lingkup Jawa Timur. Perlu adanya instrumen yang mampu menyediakan akses pangan dengan harga terjangkau. Unit Stabilisasi Pangan Desa (USPD) hadir untuk mengatasi persoalan yang berkaitan dengan kerawanan pangan. Beberapa yang perlu direalisasikan diantaranya melembagakan model USPD pada desa-desa rawan pangan, menyusun proyeksi cadangan pangan beserta instrumen pencatatannya dan membangun model bisnis. Model bisnis dikemas dalam bentuk Kios Pangan Desa (KPD) yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengadaan dan penyaluran pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Melalui KPD yang ada, terdapat sistem tabungan pangan yang terakumulasi menjadi cadangan pangan desa. Cadangan pangan yang terkumpul kemudian digunakan untuk slametan desa, ritual keagamaan, pengajian dan aktivitas sosial lainnya. Sistem pangan yang stabil hingga menghasilkan cadangan pangan bagi masyarakat desa akan membentuk sistem sosial yang harmonis. Pada muaranya akan mewujudkan stabilitas pangan desa di daerah rawan pangan

    Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Ladu Arai Pinang Terhadap Tingkat Permintaan Konsumen Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Pariaman

    No full text
    Pandemi Covid-19 memiliki dampak besar bagi keberlangsungan bisnis usaha mikro kecil dan mikro menengah (UMKM). Salah satu usaha yang banyak dijalankan oleh masyarakat yaitu usaha makanan. Usaha makanan yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Kota Pariaman adalah usaha pengolahan Ladu Arai Pinang, salah satu nama toko yang memproduksi dan menjual Ladu Arai Pinang adalah Ane dan Ni Tus. Ladu Arai Pinang merupakan komoditi pangan sejenis kerupuk yang memiliki tekstur yang lebih tebal dengan bahan dasar tepung beras. Selama masa pandemi Covid-19 permintaan Ladu Arai Pinang mengalami penurunan, dikarenakan adanya pembatasan sosial dan penutupan akses ke Kota Pariaman serta tidak adanya perantau yang pulang kampung. Hal ini tentunya sangat berdampak bagu pelaku usaha Ladu Arai Pinang, dimana pelaku usaha mengalami jumlah produksi yang menurun serta pendapatan yang berkurang dari hari biasanya sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indikator kualitas produk Ladu Arai Pinang yang paling dominan di Kota Pariaman, mengetahui indikator harga Ladu Arai Pinang yang paling dominan dalam tingkat permintaan konsumen di Kota Pariaman serta dapat mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas produk dan Harga Ladu Arai Pinang terhadap tingkat permintaan konsumen di Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini dilakukan di pengolahan Ladu Arai Pinang yaitu di Kota Pariaman, lebih tepatnya di toko Ladu Arai Pinang Ane dan Ni Tus. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, sejak juni 2022 hingga juli 2022. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data primer yang didapat dari hasil penyebaran kuesioner dan observasi, serta data sekunder yaitu dari sumber-sumber berupa jurnal dan sumber-sumber kredibel lainnya. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan Non Probability Sampling dengan metode Accidental Sampling. Penelitian ini menggunakan 50 responden dengan kriteria minimal berusia 17 tahun dan pernah mengkonsumsi atau membeli Ladu Arai Pinang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dengan menggunakan olah data SPSS version 25 for windows. Hasil penelitian yang telah diperoleh terhadap variabel kualitas produk dengan harga yaitu hanya variabel kualitas produk saja yang berpengaruh terhadap tingkat permintaan konsumen sedangkan variabel harga tidak berpengaruh terhadap tingkat permintaan konsumen selama masa pandemi Covid- 19. Pada masa pandemi Covid-19 tentunya masyarakat akan lebih cenderung mengkonsumsi makanan yang memiliki kualitas yang lebih baik dan higienis guna untuk mempertahankan daya tahan tubuh sehingga akan meminimalisir terjadinya penyebaran virus Covid-19. Saran yang dapat diberikan yaitu mengingat harga merupakan variabel yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat permintaan konsumen, maka pengusaha Ladu Arai Pinang dapat lebih ix berani dalam meningkatkan inovasinya dalam mengkreasikan aneka rasa dari Ladu Arai Pinang tanpa mengkhawatirkan penyesuaian harga dari biaya produksinya. tidak hanya itu penjual juga dapat lebih meningkatkan kualitas produk dari Ladu Arai Pinang dari setiap indikatornya. Untuk penelitian selanjutnya maka dapat lebih luas dalam membahas permasalahan mengenai permintaan konsumen yaitu dengan menambah variabel-variabel independen lain yang tidak disebutkan dalam penelitian in

    Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (Krpl) Dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pangan Dan Gizi Keluarga Di Kelompok Krpl “Pepe Berseri” Desa Sidorejo, Kabupaten Lumajang

    No full text
    Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar dalam sumber daya manusia dalam setiap negara. Undang - Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Dalam rangka pembangunan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) kembali melaksanakan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan. Tujuan yang ingin dicapai KRPL adalah solusi menjawab permasalahan ketahanan pangan global serta untuk berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Kelompok KRPL “Pepe Berseri” ditetapkan menjadi salah satu penerima manfaat bantuan pemerintah di Kabupaten Lumajang, dimulai tahun 2017 masyarakat dusun Pepe, Desa Sidorejo untuk membuat lingkungan sekitar menjadi hijau lestari dengan optimalisasi pekarangan yang ada di sekitar rumah warga dengan tujuan terpenuhinya konsumsi pangan dan gizi keluarga yang anggotanya diwadahi dalam kelompok KRPL “Pepe Berseri”. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Analisis data diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan atau menguji hipotesis yang telah dirumusukan dalam penelitian menggunakan Model Miles dan Huberman dan Analisis Diversifikasi Konsumsi Pangan. Data yang dikumpulkan diklarifikasi sesuai dengan sifat tujuan penelitian untuk dilakukan pengecekan kebenaran melalui uji kredibilitas dan memakai triangulasi sumber dan member check. Hasil analisis menunjukkan dampak positif dari kegiatan KRPL ini adalah, menambah pengetahuan anggota, mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan memasak, menambah penghasilan, lingkungan menjadi sejuk dan asri. Kondisi diversifikasi konsumsi pangan rumah tangga anggota kelompok KRPL masih belum terdiversifikasi dengan baik, karena skor PPH hanya mencapai 95,3 dari skor ideal 100. Saran yang diberikan kepada program ini adalah terus ditingkatkan dan dikembangkan, dan untuk kelompok “Pepe Berseri” diharapkan semua anggota berperan aktif dalam memaksimalkan anggota dan mampu meningkatkan skor PPH dengan melakukan diversifikasi pangan dengan maksimal untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi agar seimba

    Analisis Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Pada Lahan Pekarangan Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Keluarga (Studi Kasus Di Kelurahan Ciganjur, Kota Jakarta Selatan)

    No full text
    Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran besar dalam mendukung dan menciptakan kesejahteraan keluarga. Dijuluki sebagai “Apotek Hidup” karena manfaatnya sebagai bahan pengobatan, TOGA juga dapat diolah sebagai pemenuhan kebutuhan pangan. Masyarakat dapat mengandalkan TOGA untuk menjaga kesehatan tubuh, dengan harga relatif murah, mudah didapat dan memiliki khasiat tinggi dalam pencegahan, pengobatan, perawatan dan meningkatkan imun tubuh juga efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan obat modern. Budidaya TOGA tidak sulit dan dapat dilakukan masyarakat di pekarangan rumah dengan luasan tanah yang tidak besar. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui jenis jenis TOGA yang bisa dibudidayakan, bagian apa saja dari TOGA yang bisa diolah dan dikonsumsi sebagai obat, faktor–faktor dan kondisi apa saja yang mendorong kegiatan budidaya TOGA. Penelitian dilakukan di kelurahan Ciganjur kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang merupakan wilayah padat penduduk juga masih banyak ditemukan masyarakat asli Betawi. Banyak perumahan di Ciganjur masih memiliki lahan pekarangan, walaupun tidak besar tetapi masih banyak digunakan untuk tanaman yang dapat diolah sebagai obat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive snowball yang mana dilakukanya observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Februari 2022 sampai dengan Mei 2022. teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif interaktif miles dan huberman. Hasil penelitian yang didapatkan adalah masyarakat Ciganjur membudidayakan TOGA pada lahan pekarangan karena khasiat yang dimiliki dan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga tersebut. Ilmu yang didapatkan banyak diperoleh dari artikel yang tersebar di Internet. Dalam penelitian ini, tanaman yang vi paling banyak dimanfaatkan oleh informan adalah Binahong dan Sereh, paling banyak dimanfaatkan untuk penderita diabetes dan darah tinggi, dan pengolahan sebelum dikonsumsi adalah dengan direbus terlebih dahul

    Analisis Perbandingan Keputusan Konsumen Dalam Pembelian Sayur Dan Buah Di Pasar Tradisional Dan Melalui E-Commerce Pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    COVID-19 berdampak pada peningkatan penggunaan teknologi, terutama internet dan gadget, yaitu kegiatan yang semula dilakukan secara tatap muka atau langsung, kini dilakukan secara daring atau online. Hal ini diterapkan hampir di seluruh wilayah di Indonesia, bahkan dunia, dikarenakan virus yang mewabah telah mengglobal atau mendunia. Proses jual-beli yang semula offline kini menjadi online, dengan dilatarbelakangi oleh suatu alasan yakni para calon konsumen lebih sering menggunakan gadget dan internet selama pandemi COVID-19. Salah satu platform belanja online yaitu e-commerce, merupakan kios komersil online. Penulis terfokus untuk melakukan penelitian terhadap perbandingan antara Pasar Tradisional dan SayurBox (e-commerce). Penulis menganalisis pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dikarenakan ingin meneliti lebih lanjut serta menjabarkan informasi mengenai perbedaan antara keputusan pembelian oleh konsumen pada pasar (offline) dan e-commerce (online), teutama pada masa pandemi COVID-19. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh kualitas produk dan efektivitas pembelian terhadap keputusan pembelian sayur dan buah di pasar tradisional dan melalui e-commerce SayurBox di masa pandemic COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan sampel menggunakan kuesioner yang disebar secara online di beberapa platform media sosial dalam bentuk google form. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 3 bulan, sejak November 2021 hingga Januari 2022. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan sampel pada penelitian ini yaitu non- probability sampling dengan metode purposive sampling. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian yang telah diperoleh dengan variabel kualitas produk dan efektivitas yaitu keduanya memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen baik secara online melalui SayurBox atau offline di pasar tradisional. viii Guna meminimalisir terjadinya penyebaran virus COVID-19, diharapkan masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional untuk beralih menggunakan e- commerce SayurBox untuk membeli produk. Selain meminimalisir penyebaran COVID-19, produk yang dijual melalui SayurBox juga memiliki kualitas yang lebih baik dan bersifat organik, sehingga terhindar dari zat kimia seperti pestisid

    Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Dan Modal Finansial Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Jeruk Keprok Batu 55 Desa Kucur Kecamatan Dau

    No full text
    Salah satu komoditas pertanian di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah komoditas hortikultura. Komoditas jeruk sebagai salah satu komoditas potensi berdaya saing ditetapkan sebagai salah satu sasaran target pembangunan pertanian melalui penyediaan benih oleh Direktorat Perbenihan Holtikultura. Hal ini memberikan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh petani jeruk dalam mengoptimalkan usaha tani sehingga mampu meningkatkan pendapatannya. Namun, pada data BPS Kabupaten Malang (2020) didapati bahwa hasil produksi jeruk Keprok batu 55 di Kecamatan Dau mengalami penurunan produksi dari tahun 2018 ke tahun 2019. Pada tahun 2018 produktivitas jeruk Keprok mencapai 933 Kw sedangkan pada tahun 2019 produktivitas jeruk Keprok menurun hingga 743 Kw. Selain itu berdasarkan program pengembangan agribisnis yang dilaksanakan, ditemukan adanya beberapa hambatan yang sifatnya melemahkan secara konseptual. Adapun beberapa masalah yang sering ditemui pada pengembangan pembangunan pertanian diantaranya adalah mental masyarakat, meningkatnya konversi lahan pertanian, keterbatasan pengetahuan, masalah sosial dan faktor ekonomi. Adanya masalah tersebut menjadi satu hal penting dilakukannya penelitian ini, dengan tujuan mengetahui Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan dan Modal Finansial Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Jeruk Keprok Desa Kucur Kecamatan Dau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan pada bulan maret-mei 2022 di Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda dengan alat analisis SPSS. Responden penelitian berjumlah 56 orang dengan purposive sampling dan diolah menggunakan SPSS 25. Penelitian ini menggunakan toleransi kesalahan atau alpha sebesar 0,5 atau 5%. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 3, yaitu: 1) Karakteristik Kewirausahaan, 2) Modal Finansial (X2) sebagai variabel independent dan 3) Pendapatan Petani (Y) sebagai variabel dependen. Berdasarkan hasil dan penyajian data menunjukan karakteristik kewirausahaan dan modal finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pendapatan petani di Desa Kucur Kecamatan Dau. Pernyataan ini dibuktikan dengan perolehan nilai adjusted R-square sebesar 0,566 atau 56,6%. Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variabel independent (karakteristik kewirausahaan dan modal finansial) dalam penelitian mempengaruhi variabel dependen (tingkat pendapatan) sebesar 56,6% sedangkan sisanya sebesar 43,4% dijelaskan oleh variabel lain selain variabel independent dalam penelitian in

    Keberlanjutan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (Krpl) Cemarabaran Di Dusun Baran Tempuran Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

    Get PDF
    Badan Ketahanan Pangan membentuk program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional, KRPL adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan gizi (Kementerian Pertanian, 2019). Masalah yang terjadi apabila ketahanan pangan tidak mampu tercapai adalah kerawanan pangan. Hasil analisis FSVA Nasional (Penyusunan Ketahanan dan Kerentanan Pangan) tahun 2019 menunjukkan bahwa kota rentan pangan prioritas 1-3 sebanyak 5 dari 98 kota. Kendala kerentanan pangan pada 5 kota terjadi karena tingginya prevalensi balita stunting, tingginya rumah tangga tanpa akses ke air bersih dan tingginya penduduk miskin (Badan Ketahanan Pangan, 2019). Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Cemarabaran, 2) mendeskripsikan keberlanjutan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Cemarabaran dan, 3) mendeskripsikan pemanfaatan hasil usahatani program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di KRPL Cemarabaran. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Dusun Baran Tempuran, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada bulan Mei-Juni 2021. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah model Miles, Huberman dan Saldana. Keabsahan data pada penelitian menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KRPL Cemarabaran dari tahun ke tahun semakin menurun, kendala-kendala yang terjadi di KRPL Cemarabaran mengakibatkan pelaksanaan menjadi terhambat. Pelaksanaan program KRPL Cemarabaran tidak berkembang sehingga keberlanjutan program KRPL Cemarabaran belum optimal. Keberlanjutan KRPL Cemarabaran dapat dikatakan belum berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan-kegiatan KRPL Cemarabaran tidak dilanjutkan seperti pemanfaatan kebun bibit, pengembangan kebun sekolah, pendampingan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat serta pemanfaatan pekarangan rumah. Adanya konflik di Dusun Baran Tempuran mengakibatkan perpecahan antara kelompok yang mengakibatkan peserta KRPL Cemarabaran memilih untuk keluar dan tidak melanjutkan penanaman di pekarangan. Pemanfaatan usahatani pekarangan KRPL Cemarabaran memberikan manfaat kepada peserta KRPL Cemarabaran berupa 1) Pemenuhan kebutuhan konsumsi sayuran rumah tangga, 2) Mengurangi tingkat pengeluaran rumah tangga, dan 3) Peningkatan pendapatan rumah tangg

    Pengaruh Sosial Media Instagram dan Komunikasi Antar Personal Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Membeli Produk Kopi (Kasus Pada UMKM Kopi Koetjoer, Kabupaten Malang)

    No full text
    Kegiatan pemasaran saat ini menjadi lebih mudah karena adanya media digital yang mampu memperkenalkan produk secara luas. Salah satu media digital yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha yaitu melalui sosial media instagram. Sosial media instagram dioptimalkan oleh pelaku usaha dan dianggap lebih efektif dan efisien dalam menjangkau konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh sosial media instagram dan komunikasi antar personal terhadap pengambilan keputusan dalam membeli produk kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan konsumen kopi koetjoer melalui kuesioner. Metode penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM) dengan software Smart PLS 4. Responden penelitian ini 100 orang dengan accindental sampling. Penelitian ini menggunakan toleransi kesalahan 0,7. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Sosial Media Instagram (X1), Komunikasi Antar Personal (X2) sebagai variabel eksogen dan Pengambilan Keputusan Dalam Membeli (Y1) sebagai variabel endogen
    corecore