3 research outputs found
SELEKSI GENERASI M2 BERUMUR GENJAH HASIL IRADIASI BEBERAPA KULTIVAR PADI LOKAL SUMATERA BARAT
Penelitian berjudul Seleksi Generasi M2 Yang Berumur Genjah Hasil Iradiasi Beberapa Kultivar Lokal Sumatera Barat dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan genotype calon mutan yang berumur genjah. Penelitian ini telah dilakukan di Kabupaten Dharmasraya (SUMBAR). Penelitian ini menggunakan kultivar padi lokal, yaitu; Sijunjuang, Kuriak Kusuik. .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode seleksi silsilah. Kesimpulan akhir bahwa: mutan Calon di M2 generasi iradiasi Sijunjuang kultivar yang terdiri dari: a) 2 genotipe mutan calon yang sangat genjah(104 hss), b) 153 calon genotipe mutan yang genjah (110 hss - 120 hss), c) 18 genotipe mutan calon yang genjah dan memiliki kriteria tinggi untuk ideal, dan d) 2 genotipe potensial mutan yang genjah dan memiliki jumlah ideal anakan, e) memiliki 7 calon genotipe mutan yang memiliki bobot gabah kering panen diatas rata-rata produksi deskripsi kultivar Sijunjuang mutan calon generasi M2 iradisasi hasil Kuriak Kusuik terdiri dari: a) 2 genotipe mutan calon yang sangat genjah (104 hss), b) 76 calon genotipe mutan yang genjah (113 -124 hss), c) 323 kandidat untuk genotipe mutan sedang (126 -140 hss), d) 123 genotipe calon mutan genjah dan memiliki kriteria tinggi untuk ideal The study titled Seleksi Padi Generasi M2 yang Berumur Genjah Hasil Iradiasi Beberapa Kultivar Lokal Sumatera Barat with the aim of the research is to obtain genotypes that old early maturin mutant candidates.The experiment was conducted in Kabupaten Dharmasraya (SUMBAR). This study used two local rice cultivars, namely; Sijunjuang, KuriakKusuik, in radiation. The method used in this study was the pedigree selection method. In this study, The final conclusion that: Candidate mutants in M2 generation irradiated Sijunjuang cultivars consisting of: a) 2 genotypes of candidate mutants that are very early maturing (104 hss), b) 153 candidates mutant genotypes that are early maturing (110 hss - 120 hss), c) 18 genotypes of candidate mutants that are early maturing and has high criteria for an ideal, and d) 2 genotype potential mutant that is early maturing and has the ideal total number of tillers, e) has 7 candidates for the mutant genotype which has a weight of dry grain harvest above average production average description of cultivars Sijunjuang candidate mutants in M2 generation iradisasi Kuriak Kusuik resulted consist of: a) 2 genotypes of candidate mutants that are very early maturing (104 hss), b) 76 prospective mutant genotypes that are early maturing (113 -124 hss), c) 325 candidates for the mutant genotypes that are currently (126 – 140 hss), d) 123 genotype of mutant candidates that were very early maturing and has high criteria for an ideal
Post Harvest Handling of Fish Through the Cold Chain at UPR Mandiri Abadi
Purpose: UPR Mandiri Abadi is a community hatchery unit that focuses on catfish production at the grow-out stage. The rearing process is carried out for three months with the harvest of catfish weighing 1 kg per 6 fish. Currently, catfish distribution is mostly in the South Sumatra area, such as restaurants and catfish pecel sellers. Because the distance is up to two hours between the UPR location in Kenten and the sales area in Indralaya, post-harvest handling using cold chains is the right solution to maintain fish quality.
Method: In this service activity, the team provided counseling to UPR Mandiri Abadi members regarding post-harvest fish handling techniques using cold chains. Members actively participated by asking various questions regarding good cold chain procedures for fish shipments.
Practical Applications: This service activity also includes training and outreach materials which are designed to be easily understood and applied by catfish farmers, especially in terms of shipping fish using a cold chain system.
Conclusion: Through this outreach, UPR Mandiri Abadi can maintain the quality of fresher catfish so that it can attract more consumers and increase fish sales
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)
Magang III terintegrasi dengan mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing
(PLT) mempunyai kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang
mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata kuliah PLT diharapkan dapat
memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman
mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang
diperlukan dalam bidangnya, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung
jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Secara umum, pelaksanaan PLT meliputi empat tahapan yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan pelaksanaan PLT
meliputi tahap pembekalan, penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program
PLT dimulai dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017
yang diisi dengan observasi kelas dan lembaga, konsultasi, pembuatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan materi ajar dan media pembelajaran, praktik
mengajar, dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang diampu adalah kelas X
Teknik Pemesinan 1 dan X Teknik Pemesinan 2. Mata pelajaran yang diampu adalah
teknologi mekanik dan praktik kerja bangku.
Penyelenggaraan PLT untuk mendukung pengembangan kompetensi
mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga pendidik. Melalui program ini, praktikan
diharapkan memiliki keterampilan dalam mengelola kelas sehingga kegiatan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang
berkompeten. Pelaksanaan PLT di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini juga
diharapkan dapat menjadi salah satu fungsi kehumasan mahasiswa sehingga sekolah
dapat menjadi mitra Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan PLT tahun berikutnya
