1,721,316 research outputs found
Penegakan hukum terhadap tindak pidana lingkungan hidup: studi kasus putusan nomor 179/Pid.B/2014/PN.Pbl / Komang Utami Dewi Artha
Penegakkan hukum terhadap tindak pidana lingkungan hidup pada kasus Nomor 179/Pid.B/2014/PN.Pbl dengan terdakwa Busrin alias Karyo Bin Mistiah yang telah melanggar Pasal 73 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Wilayah Pengelolaan Wilayah Pesisir dan PulauPulau Kecil karena dengan sengaja menggunakan cara dan metode merusak ekosistem mangrove maka ia dipidana 2 tahun penjara dengan denda 2.000.000.000 (dua milyar rupiah) subsidier 1 bulan kurungan. Dalam suatu penegakkan hukum terhadap tindak pidana lingkungan hidup harus memperhatikan tiga unsur yakni: struktur hukum (legal structure), substansi hukum (legal substance), dan budaya hukum (legal culture). Permasalahannya adalah bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana lingkungan hidup dalam putusan nomor 179/Pid.B/2014/PN.Pbl dan apa kendala yang dihadapi dalam proses penegakan hukum dalam kasus ini.Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum normatif dengan didukung wawancara. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penegakkan hukum tindak pidana lingkungan tersebut telah terpenuhi tiga unsur yakni: struktur hukum (legal structure), substansi hukum (legal substance), dan budaya hukum (legal culture), meskipun dalam penjatuhan sanksi pidana nya masih dirasakan kurang memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa serta kendala yang dihadapi dalam penegakkan hukum tersebut diantaranya mengenai faktor penegak hukum, faktor subtansi hukum dan faktor sarana dan fasilitas penegak hukum. Penulis berpendapat bahwa selain memperhatikan struktur hukum (legal structure), substansi hukum (legal substance), dan budaya hukum (legal culture) dalam penegakkan hukum seharusnya juga memperhatikan faktor kepastian hukum (rechtsicherheit), kemanfaatan (zweckmassigkeit), dan keadilan (gerechttigkeit) untuk masyarakat
PENERAPAN PERMAINAN KUDA BISIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK DI PAUD FLAMBOYAN DESA MANGUNSARI KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penerapan Permainan Kuda Bisik untuk
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak di PAUD Flamboyan Desa
Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran
2017/2018” ini ditulis oleh Utami Dewi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Jurusan Pendidkan Islam Anak Usia Dini, Istitut Agama Islam Negeri (IAIN)
Tulungagung, yang dibimbing oleh Luluk Atirotu Zahro’, M.Pd
Kata Kunci: Permainan Kuda Bisik, Kemampuan Menyimak Anak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ada indikasi munculnya kesulitan dan
kejenuhan selama pembelajaran ini diantaranya dikarenakan strategi pembelajaran
yang digunakan guru kurang tepat. Akibatnya menjadikan anak bosan dan kurang
berminat untuk belajar selain itu juga karena kemampuan siswa dalam berbahasa
khususunya menyimak relatif rendah mengingat bahasa sehari-hari siswa di rumah
dan lingkungan adalah bahasa Jawa. Untuk itu dibutuhkan strategi baru dalam
pembelajaran bidang pengembangan kemampuan menyimak. Permainan kuda
bisik digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dalam penelitian ini adalah anak
lebih memiliki minat dalam belajar sebab dengan permainan kuda bisik kegiatan
belajar lebih menarik dan bervariatif. Dengan permainan ini kegiatan belajar akan
lebih membawa pemikiran siswa kepada kegiatan sehari-hari karena kegiatan
pembelajaran tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi dilaksanakan di
halaman sekolah
Rumusan masalahnya adalah adalah 1) Bagaimana penerapan permainan
kuda bisik dalam meningkatkan kemampuan menyimak di PAUD Flamboyan
Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun
Pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimana peningkatan kemampuan menyimak pada
anak melalui permainan kuda bisik di PAUD Flamboyan Desa Mangunsari
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2017/2018?
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari
tiga siklus. Data-data yang dipergunakan selama proses penelitian berlangsung
bersumber dari data observasi dam dokumentasi, dan catatan lapangan. Sedangkan
teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data (data reduction),
penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan (condusion drawing)
Hasil penelitiannya adalah 1) Penerapan permainan kuda bisik dalam
meningkatkan kemampuan menyimak di PAUD Flamboyan Desa Mangunsari
Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, pelaksanaan penelitian
berlangsung selama 3 siklus yaitu siklus I, siklus II dan siklus III. Setiap siklus
membahas tentang bagaimana meningkatkan kemampuan menyimak melalui
Permainan kuda bisik. Dalam pelaksanaan penelitian ini, setiap siklus terbagi
dalam tiga tahap kegiatan yaitu (1) kegiatan awal (2) kegiatan inti (3) kegiatan
penutup, 2) Peningkatan kemampuan menyimak pada anak melalui permainan
kuda bisik di PAUD Flamboyan Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru
Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2017/2018 dibuktikan dari hasil ratarata observasi kegiatan guru pada siklus I sebesar 70, kemudian Siklus II sebesar
83%, selanjutnya pada siklus III meningkat sebesar 93.33 dan untuk hasil rata-rata
observasi terhadap anak pada siklus I sebesar 69.04%, siklus II sebesar 73.80%,
kemudian meningkat pada Siklus III sebesar 83.33%.. Jadi hipotesis penelitian ini
diterima yaitu pembelajaran menggunakan permainan kuda bisik dapat
meningkatkan kemampuan menyimak pada anak Kelompok B PAUD Flamboyan
Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung
Kontrak Kuliah Tba
TEORI BAHASA DAN AUTOMATA
Kontrak kuliah berisi aturan perkuliahan TBA dosen Utami Dewi dan berlaku di semester berjalan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
