68 research outputs found

    Pelly Crossing Landscape Hazards: Geological mapping for climate change adaptation planning

    Get PDF
    The objective of this project was to identify landscape hazards in Pelly Crossing and nearby surroundings by compiling geoscience data from various field studies and scientific reviews (i.e., surficial geology and hydrology). This data was used to create a map of landscape hazards that delineate low, moderate and high-risk areas in the Pelly Crossing region. Potential impacts of a changing climate were incorporated in the identification of these three hazard zones.Peer reviewedfinal report published48pages and 2 map

    Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Partisipasi Siswa SMU dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Tebing Tinggi

    No full text
    Syahdian, 2000, melakukan penelitian dengan judul "Hubungan Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Dan Lingkungan Hidup Dengan Partisipasi Siswa SMU Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Kota Tebing Tinggi" dibawah bimbingan: Prof. Usman Pelly, S.Pd, MA, Ph.D sebagai Ketua, Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng dan Ir. Syamsinar Yusuf, MS sebagai Anggota. Kelompok usia remaja merupakan sumberdaya yang sangat potensial dimasa mendatang jika dipersiapkan dengan baik melalui proses pendidikan. Berkaitan dengan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan hidup dan kependudukan guna menjamin pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, pemerintah melaksanakan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) secara formal mulai tingkat SD sampai Perguruan Tinggi sejak tahun 1975. Namun masih banyak pelajar terlibat masalah kenakalan remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) hubungan persepsi siswa tentang materi PKLH dengan partisipasinya didalam pengelolaan lingkungan hidup; 2) hubungan peran sekolah dalam menyampaikan materi PKLH dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup; 3) hubungan peran orang tua dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup; 4) hubungan pelaksanaan PKLH dengan partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan 5) implikasi PKLH dalam kehidupan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk Studi Hubungan (Interralation studies). Data primer diperoleh dari kuesioner, observasi dan wawancara. Analisis deskriptif dan statistik dengan korelasi Rank Spearman dan regresi berganda diolah dengan SPSS for windows 7.5. Metode pengambilan keputusan : jika probabilitas out put > 0,05 pengujian tidak signifikan (terima Ho ) dan bila probabilitas out put ≤ 0,05 pengujian signifikan ( terima Ha ). Penelitian dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi dengan siswa SMU, orang tua siswa dan guru SMU di Kota Tebing Tinggi sebagai populasi dan sub populasi. Dari sub populasi diambil sampel dengan cara purposive siswa sebanyak 250 orang, orang tua siswa sebanyak 250 orang dan guru sebanyak 15 orang. Dari hasil analisis Korelasi Rank Spearman (rs) antara persepsi dengan partisipasi diperoleh koefisin korelasi sebesar 0,811 yang sangat signifikan dimana nilai t hitung = 21,911 lebih besar dari pada angka t (248; 0.05) = 1,645. Selanjutnya koefisien Korelasi Rank Spearman (rs) antara peran sekolah dalam menyampaikan materi PKLH dan partisipasi siswa adalah 0,182 yang sangat signifikan dimana nilai t hitung = 2,609 lebih besar dari pada angka t (248 ; 0,05) = 1,645 nilainya diatas taraf kepercayaan 0,05 Dengan demikian kondisi sosial guru yang baik seperti pengalaman mengajar, kesejahteraan, terjalinnya komunikasi dengan orang tua siswa, pengarahan dan pengawasan kepala sekolah/pimpinan sekolah, pengadaan literatur yang berhubungan dengan PKLH dan penataran PKLH dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh positip terhadap partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Korelasi Rank Spearman (rs) antara peran orang tua dengan partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup adalah 0,737 signifikan dengan probabilitas 0.05 dan angka t hitung = 16,333 lebih besar dari pada angka t (248 ; 0,05) = 1,645 nilainya diatas taraf kepercayaan 0,05 (sangat signifikan atau terima Ha). Jadi peran orang tua seperti memberi contoh, mengawasi pergaulan anak- anaknya, memberikan hadiah/sanksi terhadap hasil perbuatan anaknya menimbulkan pengaruh positip terhadap partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup. Persamaan regresi bergandanya sebagai berikut : W = 0,607 + 0,533 X + 0,151 Y + 0,137 Z Keterangan : W : tingkat partisipasi siswa dalam pengelolaan lingkungsn hidup, X : persepsi siswa tentang materi PKLH; Y : peranan orang tua, Z : peranan sekolah (guru) dalam menyampaikan materi PKLH ; 0,607: koefisien regresi lintersep (dalam skala 1 - 5) . Secara umum variabel bebas ( persepsi siswa tentang materi PKLH, peranan guru dalam menyampaikan materi PKLH dan peranan orang tua berpengaruh terhadap variabel terikat partisipasi siswa didalam pengelolaan lingkungan hidup. Implikasi pelaksanaan PKLH oleh siswa didalam penelitian ini dapat dilihat pada hasil tabulasi silang parameter keterlibatan siswa didalam kegiatan 5K pada umumnya tingkat partisipasinya tinggi (36%), kesadaran akan akibat buruk penggunaan narkoba sehingga berusaha untuk melakukan tindakan pencegahan partisipasinya tinggi (33,2%). Yang memprihatinkan siswa cendrung menganggap merokok adalah hal biasa, ini tergambar dari rendahnya tingkat kemauan siswa untuk mencegah kecanduan merokok pada dirinya sendiri partisipasinya rendah (34,8%). Kegiatan keagamaan dan perawatan lingkungan sekolah, menjaga kebersihan diri dan pakaian, berperan mensosialisasikan bahaya narkotika, dan kesadaran membuang sampah ditempatnya serta mendiskusikan masalah 5K umumnya partisipasinya tinggi. Kegiatan membuat catatan khusus tentang kebersihan/kesehatan belum dianggap panting, partisipasinya sedang (26,6%). Implikasi pelaksanaan PKLH di lingkungan keluarga dan masyarakat dari hasil tabulasi silang ternyata partisipasi siswa menjaga kebersihan lingkungan rumah sangat tinggi (34,4%), kegiatan gotong royong dan agama, penghijauan, mematuhi tatakrama pergaulan, pembersihan parit, pemanfaatan waktu luang dan tanggung jawab partisipasinya tinggi, pencegahan kenakalan remaja partisipasi sedang (32,4%). Temuan penelitian yang perlu mendapatkan perhatian adalah tingkat pengintegrasian materi PKLH oleh guru didalam materi pelajarannya sebanyak 33,3% guru belum memiliki silabus PKLH sebanyak 40% dan belum memiliki pedoman pelaksanaan PKLH sebanyak 53,3%. Partisipasi siswa mencegah kecanduan merokok rendah (34,8%) dan pecegahan kenakalan remaja sedang (32,4). Sumber imformasi tentang pentingya lingkungan hidup dari ceramah keagamaan paling sedikit (11%), dibandingkan televisi (32%), surat kabar (22%), majalah (20%) dan radio (15%).3 HalamanTesis Magiste

    Analisis Pengaruh Perkembangan Industri Kecil Pakaian jadi terhadap Pengembangan Wilayah Kota Medan

    No full text
    Pembangunan nasional memiliki kebijakan ekonomi yang berupaya meningkatkan sektor industri. Arah industrialisasi yang diterapkan berbasis tehnologi (Technology Bases Industry). Penguasaan tehnologi itu sendiri harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sebab sumber daya manusia merupakan pelaksana kunci dari kebijakan tersebut. Kebijakan ini temyata telah terbukti dapat mempercepat pembangunan nasional dan sekaligus meningkatkan daya saing nasional dalam era globalisasi ekonomi. Bank dunia yang merupakan salah satu lembaga Intemasional pada bulan Juni 1997 meramaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita akan tetap tinggi. Keyakinan mereka berdasarkan peni/aian terhadap fundamental dan keberhasilan pemerintah mengelola makro ekonomi selama ini. Tetapi temyata tanpa diduga pemyataan ini berputar 1800, kebijakan tersebut telah menciptakan krisis ekonomi dan krisis Moneter (Beddu Amang, 1998). Perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 hingga akhir-akhir ini dirasakan masih sangat memprihatinkan, hal ini disebabkan krisis ekonomi belum juga dapat teratasi secara signifikan dan terarah132 HalamanTesis Magiste

    Peranan Kelembagaan Ekonomi Desa dalam Pengembangan Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat

    No full text
    Penelitian ini menganalisis Peranan Kelembagaan Ekonomi Desa Dalam Pengembangan Wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat. Peranannya adalah untuk membangun wilayah Langkat Hulu Kabupaten Langkat untuk meningkatkan pendapatan para petani melalui kelembagaan ekonomi desa yang ada di Kecamatan Binjai, Kecamatan Salapian, dan Kecamatan Sei Bingei. Peranan berikutnya adalah meningkatkan kesejahteraaan masyarakat. Fungsi kelembagaan ekonomi desa adalah lembaga penyuluhan, pemasaran dan perkreditan serta menyediakan berbagai fasilitas pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendorong hubungan keterkaitan antar kegiatan ekonomi yang terdapat di wilayahnya. Dengan metode pembobotan skor yang diberikan pada masing-masing kelembagaan ekonomi diperoleh jawaban responden melalui jawaban responden yang digunakan sampel petani, yaitu 20 orang untuk Kecamatan Binjai, 20 orang untuk Kecamatan Salapian dan 20 orang untuk Kecamatan Sei Bingei. Metode pengukuran skor untuk masing-masing lembaga ekonomi adalah KUD dan Koperasi, Kelompok Tani, Penyuluhan/PPL, Pemasaran dan Perkreditan. Hubungan (korelasi) antara kinerja kelembagaan ekonomi dan pengembangan wilayah diukur dengan korelasi Momen Pearson serta korelasi peringkat Spearman (Spearrnan Rank Correlation). Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan hal-hal berikut : 1. Peranan dan fungsi lembaga ekonomi desa yang sudah menyebar sampai ke tingkat desa namun masih lemah dalam berbagai fasilitas pelayanan kebutuhan pembangunan desa dan bervariasi antar kecamatan di Langkat Hulu. 2. Kinerja lembaga ekonomi desa sudah cukup baik, tetapi belum mampu untuk mempengaruhi hasil pembangunan ekonomi masyarakat petani di wilayah Langkat Hulu. Diduga masih ada faktor-faktor pokok yang masih merupakan kendala-kendala pembangunan seperti prasarana jalan, pendidikan dan masalah penerapan teknologi tepat guna. 3. Keberadaan peranan Kepala Desa, pendidikan pengurus dan anggota koperasil kelompok tani, pemanfaatan potensi pemuda/wanita pedesaan, lembaga agama tergolong cukup baik, dan baik dalam pengembangan lembaga pengembangan desa. Karena itu perlu ditingkatkan upaya-upaya pemberdayaan dan pemanfaatan faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan lembaga ekonomi pedesaan hingga dapat tercipta perkembangan wilayah yang lebih balk dan merata di wilayah Langkat Hulu.3 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Modernisasi Perikanan Laut terhadap Kualitas Hidup Nelayan dan Kelestarian Lingkungan di Pulau Rupat, Bengkalis Riau

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh modernisasi perikanan laut terhadap kualitas hidup nelayan dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menetapkan sampel sebanyak 90 rumah tangga Nelayan (RTN) secara purposive, dengan distribusi 30 RTN tradisional. 30 RTN modern berbantuan dan 30 RTN modern mandiri. Untuk pengumpulan data sekunder digunakan teknik dokumentasi dan untuk pengumpulan data primer digunakan wawancara terpimpin dengan mempersiapkan daftar pertanyaan dan pengamatan secara langsung di lapangan. Dalam penyajian data digunakan tabulasi. sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan Analisa Regresi Berganda dan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menyatakan bahwa : Proses modernisasi perikanan laut di Pulau Rupat telah membagi nelayan modern dan nelayan tradisional. Kelompok nelayan modern lebih maju/ mampu dibandingkan dengan rekan mereka yang tradisional. Kelompok nelayan modern terdiri dari dua bagian pula yakni modern mandiri (pemilik modal sendiri yang dari tauke) dan bantuan pemerintah. Kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa nelayan yang bekerja atas modal sendiri dan jasa tauke lebih bergairah/ maju dibanding dengan nelayan bantuan pemerintah. Hal ini disebabkan adanya motivasi yang tinngi bagi nelayan modal pribadi dan service yang menimbulkan rasa aman dan terlindungi bagi para nelayan bertauke. Bagi nelayan modern bantuan pemerintah, bantuan tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan. Bahkan ada indikasi dari sebagian nelayan yang gagal mengatakan, bahwa bantuan tersebut menjadi beban bagi mereka dan kembali menjadi nelayan tradisional. Sedangkan nelayan tradisional sebagian besar bertumpu pada kemurahan alam semata, dengan menunggu adanya arus yang membawa ikan masuk kedalam perangkap (pengerih) mereka, kemudian pulang dengan gembira atau mengerutkan kening. Kondisi ini menyebabkan nelayan tradisional semakin tertinggal bahkan makin tersisih dari eksistensinya sebagai nelayan.215 HalamanTesis Magiste
    corecore