58 research outputs found

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    Keperintisan, Keperjuangan, dan Kepahlawanan: K.H. Abbas Abdul Jamil (1883-1947)

    No full text
    Buku ini berkisah tentang kiprah K.H. A bbas Abdul Jamil di masa sebelum kemerdekaan dalam dua periode secara kronologis supaya memudahkan para pembaca dalam memahami riwayat perjuangan nya dari waktu ke waktu.95 hlm., 23 x15 c

    Bullying in Islamic Education Perspective of Alquran Hadith

    No full text
    The rise of bullying cases in the world of education encourages the author to analyze the case through the perspective of the Quran Hadith. The purpose of this study is none other than to find out how true bullying is according to the Quran Hadith and how the solution is. The author in this study uses Fazlur Rohman's Doable Movement Theory, the theory has two ways of working, namely First Movement (First Movement), and Seccond Movement (Second Movement), the theory is used to analyze how to solve contemporary era problems by looking at classical era problems. The results of this study include: 1) There are several types of bullying perspective of the Quran Hadith, including: making fun (suhriyah), denouncing (lams), calling bad (tanabuz), berating (shatam), slander (qodaf), persecute (dhorob), and kill (shafak). 2) The solution of the Quran Hadith in response to bullying in Islamic Education is to increase understanding of the Alquran and Hadith in the teaching-learning process, and also to emulate the attitude of the Prophet Muhammad Saw when faced with problems with others, which include his attitude, namely: advising, caring, musawah, forgiving, praying, not retaliating, silence, not grudges, aware of losses in the world and the hereafter. With this conclusion, this research is expected so that educators (Agents Of Change) always educate their students about how bad bullying is for themselves and for others. This education can be done through the approach of the Alquran and Hadith

    Editorial Foreword 1.1

    No full text

    The Roots of Violence in Western Social Theories: In Search of Solution for Islam and Modernity

    No full text
    I argue that if we recognize the roots of violence in modern social theories, we may have at least a picture of how to solve the problem of violence for both Islam and modernity. I use the term “violence” to refer to an idea or an action that explicitly endorses revolt or physical conflict in attaining a goal. I will review fourteen social theories of the colonial and post-colonial period from the beginning to the end of the Twentieth Century, as presented by Charles Lemert in his book, Social Theory: The Multicultural & Classic Readings (1993). I refer my understanding of violence and its solutions for Islam and modernity on my interpretation of the types of abuse that I took from Lemert’s book. I discuss my argument in the following subtitles. The first subtitle is an introduction to capitalism as the answer to Islam and modernity. The second item is my finding of the notion of violence as a concept that is originated in the Western social theories of the colonial period. The third point is the degree to which I find that the roots of violence are also originated in the Western social methods of the post-colonial period.  The fourth point of my article conveys the term “violence” used in linguistics by two French philosophers: Jacques Derrida and Michelle Foucault. The fifth element concludes this article by strengthening the above-mentioned assumption
    corecore