1,720,989 research outputs found

    Editorial Foreword 1.1

    No full text

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    Pahlawan nasional kh. abdul chalim : dari leuwimunding majalengka jawa barat tahun 2024

    No full text
    K.H. Abdul chalim adalah satu dari jaringan ulama nusantara yang pernah belajar di hijaz, yang mempengaruhi penguasa hijaz itu sendiri dengan konsep mudaratnya. Ada lima temuan yang menonjol dari perjuang K.H. Abdul chalim :1. Jalan perintis kemerdekaan pertama dari K.H. Abdul Chalim adalah orang yang pertama di nahdlatul wathan yang menulis nadzam (kidung / syair) "yaa ahlal wathan" (wahai penduduk tanah air), dan menjadikannya semboyan untuk organisasi ini. Jalan perintis kemerdekaan yang pertama dari K.H. Abdul chalim tersebut terjadi dari tahun 1916 - 1924.2. Jalan perintis kemerdekaan kedua dari K.H. Abdul chalim adalah membantu K.H. Abdul wahab hasbullah dalam mempercepat pembentukan nahdlatul ulama (NU) melalui tashwirul afkar (memotret gagasan), nahdlatul wathan, dan syubbanul wathan (pemuda tanah air).3. Jalan perintis kemerdekaan ketiga dari K.H. Abdul chalim adalah orang yang pertama menggagaskan kepada K.H. Abdul wahab hasbullah agar kata "kemerdekaan" menjadi syarat mutlak nomor satu dari tujuan pembentukan komite hijaz di awal tahun 1920-an.4. Jalan perintis kemerdekaan keempat dari K.H. Abdul chalim adalah tokoh penggagas konsep "al-mudarah" (moderasi) dalam kehidupan berpolitik di kalangan para kiyai di jawa, madura, dan di komite hijaz.5. Jalan perintis kemerdekaan kelima dari K.H. Abdul chalim adalah orang pertama yang menggagas rencana untuk mengadakan konferensi pergoeroean NO (NU) pada tahun 1938 di pekalogan.K. H. Abdul chalim yang telap ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan sebagaimana diuraikan dalam profil ini hendaknya menjadi teladan bagi dzurriyah, para santri, dan seluruh masyarakt indonesia.iv, 149 hlm, 24 x 17 c

    A Contemporary History of Suicide Bombing: A Sociological Approach to 9/11

    No full text
    I argue in this paper that the 9/11 phenomenon was not individual problem, but a problem of larger social issues. In the introduction of this paper, I clarify the above statement by Peter Berger in light of C. Wright Mills? idea of the sociological imagination. Having clarified this, I discuss the behavior of the 9/11 hijackers in light of conflict and functionalist-oriented paradigms

    Iain jakarta di masa kepemimpinan harun nasution 1973-1984

    No full text
    Dalam skripsi ini, saya berargumentasi bahwa dampak perubahan akademik yang dilakukan oleh Harun Nasution (1919-1998) itu berdampak positif terhadap sivitas akademika (mahasiswa dan dosen) di lingkungan IAIN (sekarang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Ruang lingkup dari dampak akademik yang saya kaji ini dibatasi hanya pada empat mahasiswa Harun Nasution yang sudah menjadi Dosen dan Guru Besar di UIN Jakarta. Pertanyaan yang ingin saya jawab adalah bagaimana kiprah Harun Nasution selama menjabat sebagai rektor? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya memakai metode historis bersama dengan teori agensi Anthony Giddens. Teori agensi memiliki arti seperti independensi, kemauan suatu orang yang berwatak bebas, serta peluang seseorang demi melakukan perubahan. Harun Nasution memiliki kebebasan untuk berkehendak di dalam mengembangkan jejaring keilmuan serta karya tulisnya yang juga jadi bagian di dalam pertumbuhan keilmuan ituxiii, 50 hlm, ilusi; 25 c

    Peranan Surat Kabar Al-Wivac (Permufakatan) Sebagai Media Komunikasi antara Muslim Indonesia dengan Muslim di Timur Tengah pada Tahun 1923-1926

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang surat kabar Arab Indonesia yang terbit di Bogor pada awal abad ke-20. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana peranan surat kabar Al-Wivac sebagai media komunikasi umat Islam di Indonesia dengan umat Islam di Timur Tengah? Penulis menggunakan metode historis yang meliputi empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga peranan surat kabar Al-Wivac sebagai media komunikasi yaitu memberikan informasi tentang keadaan umat Islam di Timur Tengah, menyerukan persatuan Islam dunia dan media kritik terhadap pemerintah Hindia Belanda. Peranan tersebut dapat dilihat dari tiga isu utama dalam surat kabar Al-Wivac yang meliputi isu peperangan di Timur Tengah, kongres Islam, dan perizinan ibadah.Pers Arab di Indonesia pada awal abad ke-20 sebagian besar mengangkat isu-isu tentang pendidikan. Namun, Al-Wivac terbit sebagai media yang berhaluan politik Islam. Isu-isu yang dimuat dalam Al-Wivac adalah isu Pan Islamisme dengan tujuan persatuan Islam dunia. Dialog keagamaan di setiap negara diperlukan untuk mewujudkan persatuan tersebut. Tujuannya, guna mencari akar-akar persamaan dan memahami setiap perbedaan dalam hal keagamaan. Dialog keagamaan yang dikenal dengan kongres Islam dilakukan di beberapa negara Muslim di Timur Tengah, Indonesia dan India. Hasil-hasil kongres dimuat dalam Al-Wivac yang disebar ke negara-negara Islam. Persatuan Islam dunia bertujuan untuk mengusir penjajah yang menyebabkan penderitaan bagi umat Islam. Penderitaan disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang mempersulit umat Islam dalam melaksanakan aktivitas keagamaan. Pada periode ini, umat Islam juga menderita akibat peperangan dalam menghadapi penjajahan bangsa barat. Al-Wivac menjadi wadah umat Islam dalam mencari kesepakatan keagamaan antar negara Islam. Isu-isu Pan Islamisme yang menunjukkan adanya interaksi antar pembaca tergambar melalui berita-berita peperangan di Timur Tengah, kongres Islam, dan perizinan ibadah.xii,105jlm,25c
    corecore