1,720,954 research outputs found

    Faktor-faktor Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul

    Get PDF
    Pada zaman sekarang sering kali kita melihat berita-berita di televisi dan surat kabar, banyak remaja yang terlibat dalam kenakalan remaja seperti perkelahian, miras, pemerkosaan, narkoba dan kenakalan-kenakalan yang lain. Namun pernahkah disadari bahwa kenakalan-kenakalan yang ditimbulkan remaja, bukan hanya tanggung jawab remaja itu sendiri, akan tetapi merupakan tanggung jawab orang-orang di sekitar mereka. Ada beberapa faktor yang menjadi pencetus kenakalan remaja, seperti dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan dari sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, dan objek penelitiannya adalah faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul. Peneliti mengembangkan instrument penelitian berdasarkan variabel faktor-faktor kenakalan remaja menurut Willis, bahwa kenakalan remaja itu disebabkan oleh empat faktor yaitu; faktor-faktor di dalam diri anak itu sendiri, faktor-faktor di rumah tangga, faktor-faktor di masyarakat, dan faktor-faktor yang berasal dari sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kenakalan remaja yang paling dominan di Desa Kemadang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul adalah faktor-faktor dari dalam diri anak sendiri, yaitu lemahnya pertahanan diri pada remaja, dan adanya pengaruh dari teman bermain atau sebaya. Para remaja lebih banyak meluangkan waktu bersama teman-temanya daripada di rumah bersama keluargannya

    Pembinaan Moral Anak Jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta

    Get PDF
    Fenomena Masalah kemerosotan moral akhir-akhir ini telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari masyarakat, Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku para anak jalanan yang semakin hari menunjukkan gelagat yang kurang baik yang melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, suka mabuk-mabukan, free sex, sampah masyarakat yang harus diasingkan. Dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui cara pembinaan moral, kendala seperti apa yang dialami rumah singgah, serta upaya untuk mengatasi kendala yang ada di rumah singgah ahmad dahlan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, Penelitian ini yang menjadi subyek adalah Pembina Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta, sedangkan yang menjadi obyek adalah cara pembinaan moral anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data, pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan yaitu Pembinaan Moral yang digunakan oleh Pembina dalam pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah digolongkan menjadi 5 macam pembinaan, yakni 1) pembinaan dengan cara instruktif, 2) Pembinaan Ceramah, 3) Pembinaan Nasehat, 4) pembinaan Hukuman edukatif, 5) Pembinaan diskusi. Dari kelima pembinaan tersebut yang menjadi prioritas utama adalah pembinaan ceramah, karena pembinaan ceramah memberikan suatu pembinaan yang bersifat mendasar dalam mencegah sikap amoral dan merupakan pembinaan yang paling tepat untuk merubah sikap anak jalanan yang dilakukan sejak awal pembinaan. Karena ceramah berisi nilai-nilai keagamaaan yang menjadi kebutuhan jiwa manusia yang perlu dipenuhi. Dan Anak harus diberikan pembinaan agama sejak kecil agar terbina moral yang baik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore