2 research outputs found

    ANALISIS BUSANA KESENIAN REOG KENDANG DI DESA GENDINGAN, KECAMATAN KEDUNGWARU, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR

    No full text
    RINGKASAN Umam, Muhammad Ahsinil. Analisis Busana Kesenian Reog Kendang di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Seni Desain, Program Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triyono Widodo, M.Sn., (II) Drs. Didiek Rahmanaji, M.Pd. Kata Kunci: Busana, Tari, Reog Kendang Reog Kendang merupakan salah satu kesenian rakyat yang berasal dari Kabupaten Tulungagung. Kesenian ini menggambarkan kesulitan iring-iringan prajurit Raja Dampu Awang dalam melakukan perjalanan dari Bugis ke Kedhirilaya untuk melamar Dewi Kalisuci serta keunikan interpretasi masyarakat atas keenam syarat pernikahan yang diajukan yang terwujud dalam bagian-bagian tata busana dan perlengkapan pendukung kesenian Reog Kendang yaitu kendang atau dhodhog. Hal inilah yang membuat kesenian ini sedemikian unik karena ditarikan oleh enam orang penari yang juga sekaligus sebagai penabuh alat musik yang mengiringi penampilan kesenian tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan bagian-bagian tata busana yang digunakan para penari dalam kesenian Reog Kendang serta kendang atau dhodhog yang menjadi perlengkapan pendukungnya. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti berfungsi sebagai intrumen penelitian yang utama dalam perencana, pelaksana, pengumpulan dan penafsir data, serta pelapor hasil penelitian. Pengumpulan data terletak di lokasi penelitian yang terletak di sanggar kesenian tari Reog Kendang Dhodhog Sadjiwo Djati yang berada di desa Gendingan, Kecamata Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung dengan narasumber Bapak Siswoyo selaku seniman, sekaligus pemilik sanggar dan pelestari kesenian Reog Kendang dengan mengunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Dalam hal proses pengecekan keabsahan temuan peneliti menggunakan triangulasi dan proses audit trail. Kegiatan analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa adalah pemaparan latar belakang sejarah Reog Kendang yang erat kaitannya dengan penggambaran bagian-bagian busana yang digunakan penari dalam menampilkan kesenian tersebut yang terdiri atas (1) Busana Bagian Kepala yang terdiri atas udheng, guling, dan sumping. (2) Busana bagian badan terdiri atas klambi, kace, deker, dan ter. (3) Busana bagian kaki terdiri atas celono atau disebut juga kathok, sabuk, stagen, gendong, sampur, kain dowo, boro-boro, dan gongseng. (4) Perlengkapan Pendukung Busana dan Tata Rias Reog Kendang yang terdiri atas: Kendang/Dhodhog 1 dan 2, Imbal 1 dan 2, Keplak, Trinting yang bunyinya memberikan pengaruh dalam membantu menghidupkan dan memperkuat suasana penampilan tarian sesuai dengan karakter gerakan masing-masing penari. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengharapkan pembaca pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya untuk adanya penelitian lebih lanjut yang lebih mendalam mengenai kesenian Reog Kendang guna melengkapi kekurangan dan menyempurnakan penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya, termasuk penelitian ini. Sehingga makin mengharumkan nama kesenian Reog Kendang dan membuatnya makin banyak dikenal secara luas serta semakin dicintai

    PERILAKU SOSIAL SANTRI PONDOK PESANTREN AL-ISHLAH BANDAR KIDUL MOJOROTO KOTA KEDIRI SETELAH MENGIKUTI PENGAJIAN KITAB AL-HIKAM

    Full text link
    Kitab al-Hikam karya Ibnu Atha’illah merupakan salah satu kitab klasik yang dijadikan materi pokok di bidang tasawuf. kitab ini dikaji oleh hampir seluruh pesantren tradisional di Indonesia. Saat ini kita berada di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern, atau sering pula disebut sebagai masyarakat yang sekuler. Pada umumnya, hubungan antara anggota masyarakat atas dasar prinsip-prinsip fungsional pragmatis. Hal tersebut tentunya bertolak belakang dengan ajaran Islam yang lebih memperhatikan masalah sosial. Pondok pesantren Al-Ishlah diharap mampu mengatasi persoalan masyarakat sekuler tersebut lewat pengajian kitab al-Hikam yang sudah dilakukan sejak tahun 60-an. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan pengajian kitab al-Hikam di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandarkidul Mojoroto Kota Kediri; 2. Bagaimana nilai-nilai sosial yang diajarkan dalam pengajian kitab al-Hikam di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandarkidul Mojoroto Kota Kediri; 3. Bagaimana perilaku sosial santri Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandarkidul Mojoroto Kota Kediri setelah mengikuti pengajian kitab al-Hikam. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengajian kitab al-Hikam yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ishlah dijadikan wirid yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang saat ini diteruskan oleh KH. Ahsinil Umam. Kitab ini selalu dikaji karena dijadikan penyeimbang antara syariat dan hakikat. Out put yang diinginkan santri mampu memilki kecerdasan spiritual yang tinggi; 2. Nilai-nilai sosial yang diajarkan adalah adab dan muamalah baik kepada Allah maupun kepada makhluk, yang diimplementasikan pada nilai: tidak boleh menganggap remeh kepada orang lain; berbagi bentuk rasa syukur; manusia harus ikhlas, ikhtiar, dan tawakal; cara memilih teman; bersegera terhadap rencana baik; dan yang terakhir adalah tidak riya’ dan sombong. 3. Perilaku santri sosial santri meliputi bagaimana mereka berbaur dengan masyarakat, apa saja yang mereka lakukan melihat kondisi lingkungan sekitar, dan bagaimana mereka mengambil keputusan. Perilaku sosial tersebut meliputi ro’an, jaga malam, memasakan makanan santri, membersihkan masjid, dan meminjami uang kepada teman. Perilaku tersebut merupakan implementasi dari adab dan muamalah. Kata kunci: Pengajian Kitab al-Hikam, Perilaku Sosial Santri, Pondok Pesantren
    corecore