4 research outputs found

    PABRIK SILIKON DIOKSIDA DARI SODIUM SILIKAT DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES BASAH

    Full text link
    Produksi dan pemasaran silicon dioksida secara komersil dijual dalam bentuk padatan dengan kadar kemurnian 99%. Silicon dioksida merupakan bahan intermediete yang dibutuhkan oleh industri produk karet, seperti silikon, ban kendaraan bermotor dan sepatu, industri pasta gigi, industri kosmetik, industri cat, industri tinta dan industri pestisida. Pendirian pabrik Silicon Dioksida di Indonesia untuk mengurangi jumlah impor Silikon Dioksida yang cukup tinggi, dimana kapasitas pabrik baru Silikon Dioksida pada tahun 2026 yaitu 60.000 ton/tahun dengan bahan baku sodium silikat dan asam sulfat. Pabrik ini menggunakan proses basah yaitu dengan mereaksikan larutan sodium silikat dengan asam sulfat. Penambahan asam sulfat akan terjadi penurunan derajat keasaman dari larutan alkali silikat yang disusul dengan pembentukan silicon dioksida. Reaktor yang digunakan adalah Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) dengan konversi 99,4% pada kondisi operasi temperatur 90oC dan tekanan 1 atm. Selanjutnya hasil dari keluaran reaktor ini akan dipisahkan antara filtrat dan cake-nya di rotary vacuum filter, yang mana cake ini akan diproses lebih lanjut di rotary dryer untuk mengurangi kadar air pada produk. Tahap akhir dari pengolahan produk ini yaitu proses pengecilan produk sampai 200 mesh sebelum memasuki unit packaging. Berdasarkan kebutuhan silicon dioksida dalam negeri yang selama ini masih di-import maka direncanakan pendirian pabrik baru silicon dioksida pada tahun 2026 di daerah Cilegon, Banten dengan kapasitas 60.000 ton/tahun dengan total Capital Investment adalah sebesar Rp 1.026.318.133.437 -. Berdasarkan analisa ekonomi, maka pabrik ini dapat dinyatakan layak, yaitu dari nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 30,65% dan (ROI) sesudah pajak sebesar 22,99% dengan laba bersih pertahun adalah Rp. 235.961.312.765-. Adapun Pay Out Time (POT) adalah 3 tahun 10 bulan. Break Even Point adalah 30,5447 % kapasitas. Dari uraian di atas maka pabrik silicon dioksida dari asam sulfat dan sodium silika menggunakan proses basah kapasitas 60.000 ton/tahun layak untuk didirika

    PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP ANODA TUMBAL DALAM MENGENDALIKAN LAJU KOROSI BAJA AISI 1045

    Full text link
    Proteksi katodik adalah suatu cara perlindungan logam dari serangan korosi dengan menggunakan arus listrik searah dan membanjiri logam tersebut dengan elektron. Metode proteksi katodik dengan menggunakan anoda tumbal merupakan salah satu upaya terbaru dalam pengendalian laju korosi yang tidak semua industri melakukan dengan metode tersebut.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dalam kinerja anoda tumbal dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dan mengetahui anoda tumbal terbaik dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dalam lingkungan NaCl 3,5%. Penelitian ini dilakukan dengan potensiostat dengan program Potensiodinamik dengan variabel variasi temperatur yaitu 30oC-70oC dan menggunakan anoda tumbal alumunium dan zinc. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa peningkatan temperatur akan diikuti dengan penurunan kinerja dari anoda tumbal alumunium dan zinc. Laju korosi tertinggi terdapat pada baja yang tidak diproteksi anoda, hal tersebut membuktikan bahwa anoda tumbal dapat mengendalikan laju korosi. Anoda tumbal terbaik dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dalam lingkungan NaCl 3,5% yaitu anoda alumunium dengan didapatkan nilai rata-rata efisiensi penurunan pada anoda tumbal alumunium sebesar 99,9676% sedangkan pada anoda tumbal  zinc sebesar 99,5305%. DOI :https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.348
    corecore