1,720,972 research outputs found

    Infrastruktur Jaringan Komunikasi pada Smart-Green House Tanaman Anggur berbasis Edge Computing

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini memanfaatkan Edge Computing dalam memantau tanaman anggur Smart Greenhouse Anggur. Penggunaan Edge Computing yang membuat data tidak langsung di kirim ke server tetapi data dikirim terlebih dahulu dikirim ke node terdekat. Smart Greenhouse anggur ini tersusun dari beberapa node tanpa kabel yang saling terkoneksi dengan berbagai macam sensor seperi sensor suhu udara, kelembaban udara dan tanah dan kadar air dalam tanah pada pot anggur. Datadata sensor tersebut ditransmisikan ke edge computing dan selanjutnya dikirimkan ke web server untuk diolah menjadi sistem informasi. untuk jalur komunikasi dengan perangkat IoT. Parameter QoS yang akan diukur pada penelitian ini adalah delay, Jitter, Jitter dan troughput. Hasil pengukuran QoS adalah rata-rata dari Troughput 1048.521 Kbps (Cukup), Delay 117.91 ms (Sangat Baik), Jitter 0.003046026 ms (Sangat Baik), dan Jitter 0% (Sangat Baik). Kata kunci: Edge Computing, Smart Greenhouse, Node, QoS, IoT   ABSTRACT This research utilizes Edge Computing to monitor grape plants in a Smart Greenhouse. Edge Computing allows data to be sent to the nearest node instead of directly to the server. edge computing enables the processing of data locally, leading to reduced delays and improved response times, ultimately supporting real-time control over critical business operation. Smart Greenhouse uses wireless nodes connected to sensors that read the plant's conditions such as air temperature, air humidity, soil humidity, and soil moisture. Sensor data is sent to Edge Computing and directly connect to a web server to be processed become information system. The QoS parameters measured are delay, Jitter, Jitter, and website. The average QoS results are website of 1048.521 Kbps (Sufficient), delay of 117.91 ms (Very Good), Jitter of 0.003046026 ms (Very Good), and Jitter of 0% (Very Good). Keywords: Edge Computing, Smart Greenhouse, Node, QoS, Io

    IMPLEMENTASI METODE NAIVE BAYES CLASSIFIER PADA SISTEM PENGKLASIFIKASI BERITA OTOMATIS BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS: BERITA LOKAL DARI MEDIAMASSA ONLINE KALIMANTAN BARAT)

    Get PDF
    Media massa online seperti Pontianak Post, Tribun Pontianak, dan The Tanjungpura Times selalu memuat berita-berita terkini seputar Provinsi Kalimantan Barat. Proses klasifikasi berita selama ini masih dilakukan secara manual oleh tenaga khusus sehingga memakan waktu dan tenaga. Jumlah berita yang terkumpul dari text mining dengan menggunakan Node.js adalah sebanyak 18.794 berita. Pengujian performa dilakukan dengan membagi data sebanyak 936 sebagai data latih (training set) dan 405 data sebagai data uji (testing set) dengan rasio pembagian 70:30. Performa model yang dihasilkan dengan menggunakan metode Naive Bayes Classifier (NBC) mendapatkan akurasi sebesar 98,90% dari total 9 kelas yang diuji. Model tersebut kemudian digunakan untuk mengklasifikasi 17.453 berita di luar training set dan testing set. Hasil klasifikasi berita dengan menggunakan NBC menunjukkan bahwa sebanyak 4.821 berita diklasifikasikan ke dalam topik politik dan pemerintahan, sebanyak 2.475 berita diklasifikasikan ke dalam topik event, pariwisata dan olahraga, sebanyak 2.254 berita diklasifikasikan ke dalam topik pemilu, sebanyak 1.885 berita diklasifikasikan ke dalam topik hukum dan kriminalitas, sebanyak 1.561 berita diklasifikasikan ke dalam topik pendidikan, sebanyak 1.400 berita diklasifikasikan ke dalam topik lalu-lintas dan transportasi, sebanyak 1.179 berita diklasifikasikan ke dalam topik bencana alam, sebanyak 663 berita diklasifikasikan ke dalam topik kesehatan, dan sebanyak 488 berita diklasifikasikan ke dalam topik narkoba. Kata Kunci: Naive Bayes Classifier, Text Mining, Klasifikasi Berita, Node.js, Pytho

    APLIKASI SISTEM KONTROL PORTAL PARKIR MENGGUNAKAN METODE LOCK GPS BERBASIS INTERNET OF THINGS (Studi Kasus: Lahan Parkir Masjid Raya Mujahidin Pontianak)

    Get PDF
    Saat ini teknologi sistem parkir terutama di gedung-gedung bertingkat seperti swalayan, rumah sakit dan perkantoran sudah menggunakan sistem kendali dalam pengoperasiannya. Akan tetapi, sistem yang ada masih menggunakan operator yang bertugas menjalankan sistem parkir. Salah satu sistem parkir yang masih menggunakan operator/petugas parkir untuk menjalankannya adalah sistem parkir di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, dimana petugas parkir harus memindahkan cone untuk membuka atau menutup akses lahan parkir khusus di lingkungan Masjid. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem dan alat yang dapat membuka atau menutup akses lahan parkir menggunakan kendali jarak jauh berbasis Android dan internet. Pada sistem kontrol portal parkir, motor DC digunakan sebagai penggerak portal parkir dan ESP32 sebagai pengendali sistem serta komunikasi data menggunakan jaringan internet. Metode lock GPS digunakan untuk membatasi wilayah akses penggunaan sistem dalam melakukan kendali sistem portal parkir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata waktu respon aplikasi dalam mengendalikan portal parkir yang dilakukan sebanyak 5 kali percobaan dengan 5 lokasi yang berbeda adalah 0,27 detik untuk membuka portal parkir dan 0,28 detik untuk menutup portal parkir. Rata-rata waktu yang diperlukan alat dalam mengendalikan portal parkir dalam 5 kali percobaan adalah 19,35 detik untuk membuka portal parkir dan 18,88 detik untuk menutup portal parkir. Kata kunci: Motor DC, Sistem Kontrol Portal Parkir, Internet of Things, Lock GPS

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    IMPLEMENTASI METODE PROMETHEE DALAM MENENTUKAN CALON PENERIMA BANTUAN PKH BERBASIH WEB (STUDI KASUS: DESA TENGGULI KECAMATAN SAJAD)

    Get PDF
    Saat ini, pengambilan data yang akan digunakan dalam pelaksanaan seleksi Program Keluarga Harapan (PKH) untuk pemberian bantuan kepada 20 keluarga kurang mampu di Desa Tengguli Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, dilakukan oleh petugas dengan cara mendatangi rumah-rumah penduduk secara langsung. Data yang diambil oleh petugas antara lain jenis lantai, jenis dinding, dan jumlah orang. Namun dalam proses seleksinya hanya membandingkan data-data yang ada secara kasat mata tanpa menggunakan perhitungan yang sebagaimana mestinya, sehingga membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam proses seleksinya. Penelitian ini bertujuan membangun sebuah sistem yang digunakan untuk menentukan calon-calon penerima bantuan PKH menggunakan metode Promethee. Keluaran yang dihasilkan berupa nilai Net Flow yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan calon penerima bantuan berdasarkan urutan nilai Net Flow terbesar ke nilai terkecil. Dari hasil pengujian 200 kepala keluarga, diperoleh nilai Net Flow terbesar adalah 0,219221 dan nilai Net Flow terkecil adalah -0,362437. Berdasarkan hal tersebut, maka yang mendapatkan bantuan PKH pada Desa Tengguli adalah 11 kepala keluarga dari Dusun Pelok, 3 kepala keluarga dari Dusun Pemidingan, 5 kepala keluarga dari Dusun Sawang, dan 1 kepala keluarga dari Dusun Sajat. Sedangkan pengujian sistem aplikasi dilakukan dengan menggunakan White Box, dan diperoleh hasil bahwa sistem sudah berfungsi sesuai dengan rancangan.Kata kunci: PKH, Promethee, White Box, Net Flow, Rangking

    Implementasi Honeypot Kipo pada Sistem Keamanan Server Berbasis Web Monitoring dengan Notifikasi Otomatis menggunakan API Telegram

    Get PDF
    Serangan port scanning dan bruteforce merupakan ancaman yang umum terjadi pada server. Untuk menangani serangan tersebut, dilakukan sebuah penelitian dengan mengimplementasikan Honeypot Kippo yang dapat menyerupai sebuah sistem server yang asli. Selain itu lambatnya informasi mengenai terjadinya serangan terkadang berdampak besar terhadap keamanan server, maka pada penelitian ini dibangun sistem notifikasi otomatis menggunakan API Telegram yang dapat memberikan notifikasi apabila terjadi serangan. Integrasi antara Honeypot Kippo dan API Telegram menggunakan sebuah perantara berupa aplikasi website yang dibangun menggunakan framework Laravel. Fungsi dari aplikasi website selain sebagai perantara dalam mengintegrasikan Honeypot Kippo dengan API Telegram, adalah sebagai pengolah informasi yang telah dikumpulkan oleh Honeypot Kippo, untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk infografis dan tabel agar memudahkan administrator server dalam mengetahui aktivitas serangan yang terjadi, aktivitas serangan akan dibagi menjadi beberapa tingkatan level sesuai rule yang telah dibuat. Dari pengujian yang telah dilakukan, didapatkan persentase keberhasilan penanganan serangan oleh sistem yang dibangun sebesar 99%. Waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh aplikasi website dalam mengirim notifikasi otomatis adalah 2.8 detik. Kinerja server akan meningkat 7.6% untuk CPU dan 562607.2K untuk memori apabila serangan ditangani oleh sistem yang dibangun. Kata Kunci: Honeypot Kippo, Bruteforce, Port Scanning, Keamanan Server, Notifikasi Otomatis

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore