1,721,381 research outputs found
Instagram dan Influencer sebagai Tonggak Tranformasi Digital Public Relations UKWMS
Penelitian ini berfokus melihat bagaimana pelaku public relation UKWMS melakukan transformasi pada digital public relations dengan memunculkan social media specialist sebagai salah satu istilah baru yang melekat di masyarakat saat ini untuk mempertahankan eksistensi kinerja seorang public relations untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki. Kemajuan teknologi digital melahirkan berbagai media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri hingga melahirkan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan oleh jarak. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dalam memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dengan in-depth interview serta observation participatory kepada pelaku digital public relation di UKWMS untuk mengetahui bagaimana proses aktivitas dari transformasi digital public relation yang saat ini dikenal sebagai social media specialist melalui perubahan perilaku yang ditimbulkan dalam dunia kerja dari seorang public relations konvensional dalam era digital, dan memaksimalkan kulitas kinerja pada era digital untuk meminimalisir hilangnya seorang public relations di sosial masyarakat, dengan kemampuan untuk berkolaborasi dengan pihak – pihak eksternal serta mengikuti perubahan gaya komunikasi melalui digitalisasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa langkah untuk melakukan transformasi digital pr merupakan hal yang harus dijalankan di era digital saat ini, agar tidak tertinggal dan mampu memanfaatkan teknologi komunikasi yang secara terkhusus mampu untuk membangun community relations UKWMS
Relationship Between Long Distance Learning Hours And Stress Level Of Ukwms Student During Covid-19 Pandemic
Introduction: The COVID-19 pandemic that has hit most countries in the world has forced most countries including Indonesia to adapt to this situation. One example of this adaptation is changing learning methods to distance learning. This learning method has a negative impact on students such as making students stressed. Stress itself is a condition that forces a person to react physically, psychologically and behaviorally to something that has never been experienced or faced and is considered to disturb him and make himself threatened.
Purpose: To determine the relationship between long distance learning hours and stress levels in UKWMS students during the COVID-19 pandemic.
Method: This study is an observational analysis study with a cross sectional approach with a population of 4,050 active UKWMS students class 2018 and 2019. The method used for sampling in this study is non-probability sampling, namely purposive sampling and obtained 106 respondents. Data collection was carried out online using a google form which contained a questionnaire related to distance learning data and the DASS-42 questionnaire to measure the stress level of the respondents. The data obtained were then processed using the Spearman correlation test.
Result: Students who took distance learning0.05).
Conclusion: There is no relationship between long distance learning hours and stress levels
Workshop pengelolaan jurnal online UKWMS (untuk editor dan reviewer)
Workshop pengelolaan jurnal online UKWMS (untuk editor dan reviewer)Workshop pengelolaan jurnal online UKWMS (untuk editor dan reviewer
Workshop Peneglolaan Jurnal Online UKWMS
Workshop pengelolaan jurnal online UKWMS bagi pengelola jurna
Pengelolaan jurnal online UKWMS menggunakan Open Journal System (OJS)
Pengelolaan jurnal online UKWMS menggunakan Open Journal System (OJS
Scholarly communication at ukwms in Library 4.0 era
Scholarly communication at ukwms in Library 4.0 er
Faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa Teknik Industri dalam memilih jurusan (Studi kasus: Jurusan Teknik Industri UKWMS)
Pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih jurusan dan universitas dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini memfokuskan pada faktor pribadi dan psikologis yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (JTI UKWMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang paling dominan diantara faktor motivasi, persepsi, pembelajaran, minat dan keadaan ekonomi terhadap mahasiswa dalam mengambil keputusan untuk memilih JTI UKWMS. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus terhadap mahasiswa JTI UKWMS angkatan 2015-2018. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner menggunakan metode judgement sampling. Hasil penelitian analisis faktor menunjukkan bahwa faktor pembelajaran merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam menentukan JTI UKWMS. Berdasarkan analisis cluster, terbentuk dua cluster responden yaitu cluster yang kurang mempertimbangkan dan cluster yang sangat mempertimbangkan kelima faktor yang terbentuk. Dengan analisis crosstab, dapat dilihat bahwa kedua cluster telah puas dengan pelayanan JTI UKWMS. Berdasarkan Importance Performance Analysis, kualitas pelayanan yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan oleh JTI UKWMS adalah ruang kelas, keaktifan dosen dan sarana terkait. Secara keseluruhan berdasarkan penghitungan Customer Satisfication Index, mahasiswa puas dengan pelayanan JTI UKWMS
Hubungan antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS
Mahasiswa yang dihadapkan dengan beban kerja atau tugas terlalu banyak akan memiliki kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi. Prokrastinasi adalah kondisi kegagalan pengaturan diri atau kegagalan self regulation yang umumnya dilakukan dan bersifat merusak yang tidak sepenuhnya dipahami. Regulasi diri yang rendah menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap prokrastinasi. Maka dari itu dibutuhkan usaha mandiri dan secara aktif dapat memusatkan diri pada pembelajaran untuk mencapai target ideal yang biasa disebut sebagai self regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Penelitian ini melibatkan
sejumlah 113 mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah purposive sample. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang berbentuk Skala Likert untuk mengukur skala prokrastinasi akademik dan skala self regulated learning. Data dianalisa menggunakan teknik analisis statistik non parametrik kendall’s tau_b. Hasil penelitian menunjukkan hubungan berarah negatif yang signifikan antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,461 dan nilai signifikasi sebesar 0,000. Artinya semakin tinggi kemampuan self regulated learning yang dimiliki maka semakin rendah prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS, demikian pula sebaliknya semakin rendah kemampuan self regulated learning yang dimiliki maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS. Hasil prokrastinasi pada mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS menunjukkan sebesar 47,8% berada di kategori sedang. Dan self regulated learning mahasiswa 34,5%, di kategori sedang. Sehingga kedepannya diharapkan mahasiswa Fakultas Psikologi UKWMS tetap meningkatkan kemampuan self regulated learning yang dimiliki karena masih ada yang rendah misalnya 28,3% atau sejumlah 32 mahasiswa dengan self regulated learning kategori yang rendah
The Duration of Gadget Use With Disability Level in Text Neck Syndrome on Widya Mandala Catholic University Students Surabaya
Introduction: Technological advances in the telecommunications sector are experiencing rapid development. This lead to increasing gadget usage, which can cause neck pain, known as text neck.
Purpose: To determine the relationship between the duration of gadget use and the level of disabilities in text neck syndrome among students of UKWMS.
Method: This research used a cross-sectional design with a non-probability sampling technique, held from July 20-August 23, 2022, via questionnaire. The population of this study was UKWMS students, with a total sample of 203 subjects. The subjects entered into five groups namely group A (1-<2 hours), B (2-<3 hours), C (3-<4 hours), D (4-<5 hours), and E (≥ 5 hours). Then, it split using the NDI into without text neck, mild, moderate, severe, and complete disability.
Result: In group A, without text neck five subjects. In group B, 23 subjects without text neck, and six with mild. In group C, there were 23 people without text necks, eight people with mild, and one subject with moderate. In group D, there were 22 people without text necks, 14 people with mild, and one with severe. In group E, there were 82 people without text necks, 17 people with mild, and one with severe. There were no complete disabilities in this study. Data were analyzed using the Spearman correlation test, which yielded p=0.396 (p>0.05).
Conclusion: There’s no relationship between the duration of gadget use and the level of disability in text neck syndrome in UKWMS students
Self efficacy dan kecemasan dalam menghadapi tugas akhir pada mahasiswa UKWMS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan pada mahasiswa yang mengambil tugas akhir sebagai persyaratan kelulusan mahasiswa strata 1 di UKWMS ditinjau dari self efficacy. Subjek dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa UKWMS yang sedang menghadapi tugas akhir. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 341 mahasiswa UKWMS. Skala dalam penelitian ini adalah skala kecemasan dan skala self efficacy. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik nonparametik kendall’s tau b. Hasil pengolahan statistik memperoleh koefisien kolerasi sebesar -0,376 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang negatif antara self efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi tugas akhir. Semakin mahasiswa tidak mempunyai kemampuan dalam mengatasi tugas tertentu yang menurutnya sulit, dalam hal ini adalah menghadapi tugas akhir maka mahasiswa tersebut akan semakin merasa cemas dan jika mahasiswa tersebut memiliki kepercayaan diri terkait tugas akhir maka mahasiswa tersebut dapat mengatasi rasa cemasnya dan mahasiswa tersebut tidak menghindari stressor yang mahasiswa tersebut cemaskan. Berdasarkan hasil penelitian ini, self efficacy terbukti memberikan sumbangan efektif dan kecemasan menghadapi tugas akhir pada mahasiswa UKWMS sebesar 14%, sementara kemungkinan sebesar 86% bisa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti seperti regulasi diri dan prokastinasi atau variabel lain yang tidak tampak difenomena bisa seperti dukungan sosial (Yunita, 2013), religiusitas (Hidayatin & Darmawati, 2013) dan sebagainya
- …
