246 research outputs found
Analisis Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Amerta Jasa Sejahtera
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik di Amerta Jasa Sejahtera cukup baik, ditandai dengan kenyamanan ruangan dan kelengkapan perlengkapan kerja. Namun, aspek lingkungan kerja non-fisik masih kurang memadai karena lokasi kerja yang jauh akibat kemitraan dengan Cottonwood, yang memiliki lokasi vila, hotel, dan apartemen tersebar dengan jarak yang cukup jauh. Hal ini menyebabkan kelelahan pada karyawan dan kesulitan dalam koordinasi tim. Sistem gaji, terutama pemotongan yang signifikan, juga mempengaruhi motivasi kerja karyawan secara negatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi penyesuaian lingkungan kerja guna mendukung peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi manajemen perusahaan dalam merancang kebijakan yang lebih efektif terkait penerapan lingkungan kerja non-fisik yang lebih baik
Pelatihan Pengembangan Usaha Pada Koperasi Modern yang Bergerak di Sektor Pangan
Cooperatives play a strategic role in community-based economic development in Indonesia, particularly in the food sector. However, the dynamics of the digital era and globalization demand cooperatives to transform into modern and highly competitive entities. This paper outlines several topics covered in the training, including Selecting Alternatives and Assessing Investment Feasibility, Cooperative Financial Planning and Budgeting, and Developing a Business Feasibility Study. The training involved 30 participants from various food sector cooperatives in West Java, employing a participatory, educational, and applicative approach. The results indicate an improvement in participants\u27 understanding of Investment Feasibility, Cooperative Financial Planning and Budgeting, and Developing a Business Feasibility Study. While the training effectively enhanced participants\u27 capacity, challenges such as limited technological infrastructure and human resources remain obstacles. This training contributes to strengthening participants\u27 skills, promoting digital transformation, and improving the competitiveness of food sector cooperatives. For sustainability, post-training assistance, the development of advanced training programs, and collaboration among cooperatives are recommende
Analisis Jaringan Bisnis Kepada Kepuasan Klien di PT Amerta Jasa Sejahtra
Tujuan dari studi ini adalah untu menganalisis efektifitas jaringan bisnis terhadap kepuasan pelanggan PT.Amerta Jasa Sejahtra. Jaringan bisnis dalam konteks ini berarti hubungan antara perusahaan jasa dan pelanggan, pemasok dan mitra lainnya yang mempengaruhi pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan dan menganalisis dokumentasi internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan efektivitas jaringan bisnis berpengaruh langsung terhadap persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan yang diberikan. Implikasi praktis dari pengamatan tersebut adalah pentingnya meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar unit dalam jaringan bisnis untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Studi ini membangun fondasi untuk strategi bisnis jasa untuk membangun dan mengelola jaringan bisnis yang efektif untuk menciptakan nilai bagi pelanggan
ARR Data Collection Initiative 2025
Dataset of peer review reports, meta-reviews, reviewer-author discussions, and paper drafts collected from ACL Rolling Review within the context of the new data collection initiative (https://arr-data.aclweb.org/protocol/). All included data is explicitly licensed by the authors and reviewers for publication. This dataset is not meant for commercial purposes. This dataset should not be used for pre-training of neural models such as large language models.
V1 contains accepted paper data from COLING 2025 and NAACL 2025.
V1.1 and V1.1.1 contain accepted paper data from ACL 2025 (V1.1.1 contatins data from ARR 2024 December and ARR 2025 February, and V1.1 contains only data from ARR 2025 February).
V1.2 contains ARR 2024 April and June submissions that did not appear in EMNLP 2024, released after a one-year grace period with explicit author consent.
V1.3 contains accepted paper data from EMNLP 2025
Analisis Optimasi Batas Usia Kerja Pada Kinerja Karyawan Produksi PT. SIMNU
Peran penting kondisi fisik prima dalam lingkungan kerja divisi produksi, yang sangat bergantung pada kemampuan fisik individu serta faktor usia dan pengalaman kerja dalam mempengaruhi produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif dengan wawancara mendalam dan observasi langsung untuk mengeksplorasi dampak usia terhadap kinerja karyawan. Hasilnya menunjukan bahwa karyawan yang lebih tua cenderung mengalami penurunan produktivitas karena tantangan fisik dan tuntutanpekerjaan stabil. Namun, manajemen penempatan yang bijaksana, yang mempertimbangkan baik kemampuan individu maupun usia mereka, dapat mengatasi hambatan ini. Pendekatan manajemen yang tepat juga dapat membantu meningkatkan efisensi dan kinerja divisi produksi dengan menyeimbangkan distribusi tenaga kerja bedasarkan keterampilam dan kebutuhan fisik. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi manajemen sumber daya manusia dalam mengelola tenaga kerja yang beragam usia dan keterampilan, dengan fokus pada pengembangan kebijakan yang inklusif dan efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja
KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN KINERJA MARKETER PADA PT. SHINARI PUTRA KENCANA KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini dilakukan dan dilatar belakangi untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja marketer PT. Shinari Putra Kencana Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian menggunakan kuesioner dan menjadikan populasi sebagai sampel penelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang responden dari marketer PT. Shinari Putra Kencana Berdasarkan hasil analisis hipotesis, kepemimpinan dan kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dan pimpinan selalu memberikan apresiasi terhadap peningkatan kinerja karyawannya. Penemuan dalam penelitian ini mengungkapkan semakin baiknya kepemimpinan dan semakin bagusnya kompensasi yang diberikan maka kinerja akan meningkat
APLIKASI EXPERIENCE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PIANO IRINGAN DI DEPARTEMEN PENDIDIKAN MUSIK UPI
Penelitian ini berjudul “Aplikasi Experience Learning dalam Pembelajaran Piano Iringan di Departemen Pendidikan Musik UPI”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang experience learning yang terjadi pada pembelajaran piano iringan. Manfaat penelitian ini antara lain dapat dijadikan referensi pengetahuan ilmiah dalam penggunaan experience learning pada pembelajaran piano iringan dan juga dapat memberi pengetahuan serta wawasan tentang experience learning yang terjadi pada pembelajaran pada piano iringan bagi pembaca. Penelitian ini merumuskan tiga masalah, rumusan tersebut antara lain peran pendidik ketika menerapkan experience leraning dalam pembelajaran piano iringan, keterlibatan peserta didik pada proses experience learning dan pengetahuan peserta didik yang di ciptakan melalui experience learning. Sebagai penunjang keberhasilan skripsi ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana apa yang peneliti temukan dilaporkan atau dituliskan secara deskriptif. Temuan pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi, sehingga peneliti mendapatkan temuan bahwa experience learning terjadi saat pembelajaran piano berlangsung. Experience learning dilakukan dari awal kelas berlangsung hingga selesai, kegiatannya dimulai saat dosen memberikan materi kepada mahasiswa , lalu dilanjutkan saat mahasiswa praktek bermain piano iringan secara individu. Dalam pembelajarannya pendidik memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai motivator, fasilitator dan mediator. Pengetahuan peserta didik yang dihasilkan melalui experience learning mengalami peningkatan yang lebih baik dikarenakan pembelajarannya yang didasarkan pada pengalaman membuat peserta didik belajar dengan lebih mudah karena telah mengalami bahan ajaran sebelumnya yang dapat digunakan pada pembelajaran yang diberikan selanjutnya.Kata kunci : Experience learning, pembelajaran piano iringa
ARR Data Collection Initiative 2025
Dataset of peer review reports, meta-reviews, reviewer-author discussions, and paper drafts collected from ACL Rolling Review within the context of the new data collection initiative (https://arr-data.aclweb.org/protocol/). All included data is explicitly licensed by the authors and reviewers for publication. This dataset is not meant for commercial purposes. This dataset should not be used for pre-training of neural models such as large language models. The newly released version v1.1 is the data from ACL 2025
ARR Data Collection Initiative 2024
Dataset of peer review reports, meta-reviews, reviewer-author discussions, and paper drafts collected from ACL Rolling Review within the context of the new data collection initiative (https://arr-data.aclweb.org/protocol/). All included data is explicitly licensed by the authors and reviewers for publication. This dataset is not meant for commercial purposes. This dataset should not be used for pre-training of neural models such as large language models.
Version v.1 is the base version.
Version v.1.1 now also includes camera-ready PDFs of Findings papers. Download this newest version!
Performing practices in late-nineteenth-century piano playing
Early piano recordings provide audible evidence of the style of late- nineteenth and early twentieth century pianists. These clearly exhibit an approach to piano playing which differs radically from the present. The relationship between the practices preserved in the
recordings and their description in contemporaneous written texts is the focus of attention here. The investigation shows that the important features of recordings are not faithfully conveyed by the written texts. Therefore, the recordings reveal a manner of execution and interpretation that could seldom have been envisaged from the written texts alone.
The recordings examined here include those of a generation of pianists who were trained, in some cases, 150 years ago. These include Carl Reinecke, Theodor Leschetizky,Camille Saint-Satins, and Johannes Brahms, and those of a later generation have also been considered. Their recordings preserve vital information about general performing
practices of the second half of the nineteenth century, as well as the idiosyncrasies of their playing.
The significance of early recordings and their importance
as a means of appreciating lost traditions is outlined in the Introduction. Chapter 1 explores the early recording processes and draws conclusions about the value of the recordings as preserved evidence. The following chapters investigate practices that are prevalent in the recordings. These include dislocation (asynchrony of the hands), unnotated chordal arpeggiation, metrical rubato and various types of rhythmic alteration, and tempo modification. Each chapter compares contemporaneous and historical written references with numerous recorded examples provided on the accompanying compact discs. This process reveals, in many
cases, striking inconsistencies, and highlights the gulf between theory and practice. It also suggests that descriptive language and musical notation have hidden meanings for which the recordings provide an indispensable key.
Early piano recordings capture an expressive style alien to modern taste. The implications of this study are that any attempt at historically informed performances must
acknowledge the gulf between current aesthetics of performance and those of the late nineteenth and early-twentieth centuries
- …
