4,253 research outputs found
Yeast metabolism in fresh and frozen dough : a thesis presented in partial fulfilment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy in Food Technology at Massey University, Palmerston North, New Zealand
Author also known as SM LovedayFresh bakery products have a very short shelf life, which limits the extent to which manufacturing can be centralised. Frozen doughs are relatively stable and can be manufactured in large volumes, distributed and baked on-demand at the point of sale or consumption. With appropriate formulation and processing a shelf life of several months can be achieved.Shelf life is limited by a decline in proofing rate after thawing, which is attributed to a) the dough losing its ability to retain gas and b) insufficient gas production, i.e. yeast activity. The loss of shelf life is accelerated by delays between mixing and freezing, which allow yeast cells the chance to ferment carbohydrates.This work examined the reasons for insufficient gas production after thawing frozen dough and the effect of pre-freezing fermentation on shelf life. Literature data on yeast metabolite dynamics in fermenting dough were incomplete. In particular there were few data on the accumulation of ethanol, a major fermentation end product which can be injurious to yeast.Doughs were prepared in a domestic breadmaker using compressed yeast from a local manufacturer and analysed for glucose, fructose, sucrose, maltose and ethanol. Gas production after thawing declined within 48 hours of frozen storage. This was accelerated by 30 or 90 minutes of fermentation at 30;C prior to freezing.Sucrose was rapidly hydrolysed and yeast consumed glucose in preference to fructose. Maltose was not consumed while other sugars remained. Ethanol, accumulated from consumption of glucose and fructose, was produced in approximately equal amounts to CO2, indicating that yeast cells metabolised reductively.Glucose uptake in fermenting dough followed simple hyperbolic kinetics and fructose uptake was competitively inhibited by glucose. Mathematical modelling indicated that diffusion of sugars and ethanol in dough occurred quickly enough to eliminate solute gradients brought about by yeast metabolism
Converting SrI <sub>2</sub> :Eu <sup>2+</sup> into a near infrared scintillator by Sm <sup>2+</sup> co-doping
The luminescence and scintillation properties of SrI 2 single crystals doped with 5% Eu 2+ and 0.05%, 0.2% and 0.5% Sm 2+ are evaluated. X-ray excited and photoluminescence measurements show energy transfer from excited Eu 2+ ions to Sm 2+ ions. At a concentration of 0.5% Sm 2+ , the luminescence consists almost entirely of 740 nm emission from Sm 2+ 5d-4f transitions. Co-doping SrI 2 :5% Eu 2+ with Sm 2+ provides a novel method to bypass the self-absorption problem encountered in large SrI 2 :Eu 2+ crystals and, at the same time, provides a unique near-infrared emitting scintillator with a light yield of approximately 40,000 photons/MeV. Accepted Author ManuscriptRST/Fundamental Aspects of Materials and EnergyRST/Luminescence Material
'Laws 'Needefull in Later to be Abrogated': Intersex and the Sources of Christian Theology
This is the author accepted manuscript. The final version is available from Palgrave Macmillan via the DOI in this record
Introduction: Troubling Bodies?
This is the author accepted manuscript. The final version is available from Palgrave Macmillan via the DOI in this record
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Perkembangan Kognitif pada Lansia di Puskesmas Dau Malang
Istilah "lebih tua" mengacu pada seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih dan melalui siklus perkembangan yang mengubah fisiologi tubuh dan desain alami. Kemampuan seseorang untuk melakukan latihan umum dipengaruhi oleh perubahan fisik dan mental yang berkaitan dengan usia. Keluarga adalah jaringan yang paling penting dan membantu secara emosional bagi lansia dalam mempertahankan bantuan pemerintah mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dukungan sosial dari keluarga dan peningkatan kesehatan mental pada lansia di Yayasan Bantuan Pemerintah Dau Malang. Dalam penelitian ini digunakan kerangka logika korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini, yang dilakukan di Balai Pendukung Pemerintahan Gugus Tugas Dau Malang, semuanya berusia lanjut. Ada 37 tanggapan dalam contoh. Ujian menggunakan teknik penilaian langsung yang tidak konsisten. Survei Not Exactly Ordinary Mental State Rating (MMSE) digunakan untuk mendapatkan data peningkatan mental, dan penelitian digunakan untuk mendapatkan data Bantuan Sosial Keluarga. Saat menganalisis data, digunakan uji chi square dengan nilai p (0,000) (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (51,4%) memiliki dukungan keluarga dan sosial yang minimal seiring bertambahnya usia, dan mayoritas responden (54,1%) menunjukkan bahwa penuaan psikologis telah mengganggu kinerja intelektual. Temuan percobaan yang sebenarnya menunjukkan bahwa ada wilayah kunci yang solid untuk hubungan antara dukungan sosial keluarga dan perkembangan mental pada lansia, berkaitan dengan = -0,784 menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga yang tidak memadai dapat mengurangi perkembangan mental pada lansia.
Orang yang mereka cintai adalah sistem pendukung yang paling dapat menerima dan mendukung secara emosional bagi orang tua yang ingin menjaga kesehatan psikologis mereka. Dukungan sosial keluarga akan memberikan dorongan dan menumbuhkan rasa memiliki diantara anggota keluarga (Maryam, 2014). Keluarga mendapatkan berbagai bantuan, antara lain bantuan penerangan, dukungan ujian, bantuan praktis, dan penghiburan rutin. Pendekatan pencegahan terbesar adalah memberikan dukungan keluarga yang cukup untuk membantu kerabat mempertahankan kesejahteraan mereka. Keluarga yang baik akan berpengaruh besar terhadap perkembangan psikologis lansia, begitu pula sebaliknya (Jhonson dan Lenny, 2014).
Dukungan sosial keluarga akan meningkatkan kepuasan hidup dengan meningkatkan ketangguhan mental dan motivasi untuk menghadapi tantangan. Untuk membuat lansia merasa dihormati, dihargai dan nyaman, dukungan sosial dapat berupa gerakan keluarga serta barang, jasa, informasi dan bantalan. Kerabat dapat membantu pengembangan kemampuan mental pada orang dewasa yang lebih tua dengan mendorong mereka untuk terlibat dalam aktivitas sehari-hari seperti perawatan diri, refleksi teratur, dan nutrisi, mengingatkan mereka untuk berolahraga, dan mengundang mereka untuk mengunjungi profesional medis satu kali untuk mendiskusikan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Pemberian bantuan sosial keluarga kepada lansia didukung dengan data yang luas tentang pemikiran dan tindakan lansia dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari (Darmojo, 2013).Yayasan Bina Patria Nusantar
Intrafullerene electron transfers in Sm-containing metallofullerenes: Sm@C-2n (74 <= 2n <= 84)
The electronic properties of Sm-containing metallofullerenes, Sm@C-74, Sm@C-76 (I, II), Sm@C-78, Sm@C-80, Sm@C-82 (I, II, III) and Sm@C-84 (I, II, III), are characterized by UV-Vis-NIR absorption spectroscopy and electron energy-loss spectroscopy (EELS). the UV-Vis-NIR absorption spectra of Sm@C-74, Sm@C-80, Sm@C-82 (I, II, III) and Sm@C-84 (I, II) are quite similar to those of the corresponding Ca, Sr, Ba, Eu, Tm, Yb-based metallofullerenes. In contrast, the absorption spectra of Sm@C-76 (I, II), Sm@C-78 and Sm@C-84(III) show a novel feature: the onset for Sm@C-78 is observed similar to 2600 nm, which corresponds to a small band gap (similar to0.5 eV). Furthermore, the oxidation states of Sm atom in the various fullerene cages are investigated by EELS, which reveals that the Sm atom takes +2 oxidation state in the fullerene cages. A probable rationale for the tendency to have the Sm2+ state is presented based on a simple thermochemical cycle model. (C) 2001 by Elsevier Science Inc.http://gateway.webofknowledge.com/gateway/Gateway.cgi?GWVersion=2&SrcApp=PARTNER_APP&SrcAuth=LinksAMR&KeyUT=WOS:000168906500014&DestLinkType=FullRecord&DestApp=ALL_WOS&UsrCustomerID=8e1609b174ce4e31116a60747a720701Biochemical Research MethodsBiochemistry & Molecular BiologyComputer Science, Interdisciplinary ApplicationsCrystallographyMathematical & Computational BiologySCI(E)EI30ARTICLE2244-2511
beta-decay spectroscopy of neutron-rich Sm-160,Sm-161,Sm-162 isotopes
Neutron-rich Sm-160,Sm-161,Sm-162 isotopes have been populated at the RIBF, RIKEN via beta decay for the first time. beta-coincident gamma rays were observed in all three isotopes including gamma rays from the isomeric decay of Sm-160 and Sm-162. The isomers in Sm-160 and Sm-162 have previously been observed but have been populated via beta decay for the first time. The isomeric state in Sm-162 is assigned a 4(-) nu 7/2(+)[633]circle times nu 1/2(-)[521] configuration based on the decay pattern. The level schemes of Sm-160 and Sm-162 are presented. The ground states in the parent nuclei Pm-160 and Pm-162 are both assigned a 6(-) nu 7/2(+)[633]circle times pi 5/2(-)[532] configuration based on the population of states in the daughter nuclei. Blocked BCS calculations were performed to further investigate the spin-parities of the ground states in Pm-160, Pm-161, and Pm-162, and the isomeric state in Sm-162.CPCI-S(ISTP)[email protected]
Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Sectio Caesarea (SC) yang Mengalami Kecemasan dengan Intoleransi Aktivitas di Ruang Mawar RSUD Bangil Kota Pasuruan
Pendahuluan: Sectio caesarea (SC) adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengeluarkan janin dengan membuka dinding perut serta rahim. Salah satu alasan untuk melakukan sectio caesarea adalah Premature Rupture of Membrane (PPROM). Penderita PPROM yang dirawat di RSUD Bangil dari bulan januari-februari 2024 15-20 orang. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. setelah menjalani section caesarea (SC) yang mengalami kecemasan dengan intoleransi aktivitas di ruang mawar RSUD Bangil Kota Pasuruan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan melibatkan tiga klien yang semuanya adalah pasien pasca SC hari pertama yang dirawat di ruang mawar dan pertama kali menjalani section caesarea (SC). Masalah yang diangkat adalah ansietas dan intoleransi aktivitas. Tindakan yang diberikan untuk masalah ansietas adalah Dukungan Keyakinan dan tindakan untuk masalah intoleransi aktivitas dengan menggunakan Dukungan ambulansi atau Ambulansi Dini. Hasil: Sebelum diberikan asuhan keperawatan, tingkat pengetahuan dan toleransi aktivitas dari ke 3 klien cukup menurun diangkat 1. Setelah diberi asuhan keperawatan selama 3 hari, tingkat pengetahuan dan toleransi aktivitas dari ke 3 klien meningkat dari angka 1 ke angka 5. Discussion. Respons klien terhadap intervensi yang diberikan dapat bervariasi, disebabkan oleh perbedaan dalam persepsi dan pengetahuan masing-masing individu. Kesimpulan: penanganan masalah ansietas dengan intoleransi aktivitas pada pasien post section caesarea (SC) dapat dilakukan dengan memberikan dukungan keyakinan dan dukungan ambulasi (Mobilisasi Dini).Yayasan Bina Patria Nusantar
Discovering the Similarities between SM Communities and Other Organizations
The current research study is comparing and contrasting the demographic diversity of Sadomasochist (SM) organizations and other community organizations by surveying an SM organization and a non-SM organization. A confidential online survey was used to collect data. Fourteen general questions were asked: age, gender, sexual orientation, relationship status, number of children, ethnicity, highest level of education completed, employment, hours worked, income, religious affiliation, personality, infidelity and self esteem. Data was analyzed using Levene\u27s test and t-tests. Relationship status and religion were two differences between the SM group and the non SM group. The author discusses limitations and future directions of this study
Perbedaan Pemberian Kompres Air Hangat dan Minum Air Hangat terhadap Penurunan Tingkat Dismenore pada Wanita Usia Subur di Daerah Tlogomas Gang V Kota Malang
Dismenore, efek yang sangat tidak menyenangkan dari menstruasi, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat sulit berkonsentrasi untuk berpikir atau bekerja. Untuk mencegah perkembangan dismenore pada wanita usia subur di Tlogomas Gg V Malang, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pemberian kompres air hangat dan minum air hangat. Filosofi semi-eksploratif digunakan dalam karya ini. 127 wanita usia reproduksi merupakan populasi penelitian, dan 96 dari mereka secara acak dibagi menjadi kelompok percobaan dan kelompok pembanding dengan menggunakan pendekatan pemeriksaan yang disengaja. Menggunakan numeric rating scale (NRS) (pretest dan posttest), lembar persepsi adil dan kuadrat dari penderitaan perempuan digunakan dalam proses pengumpulan informasi. Uji Wilcoxon adalah metode analisis informasi yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa setelah penggunaan kompres air hangat, 25 responden (52%) mengalami nyeri ringan dan 23 responden (48%) mengalami nyeri sedang. Sementara itu, 5 responden (10%) melaporkan rasa sakit yang tidak terlalu parah, sementara 5 responden (10%) melaporkan rasa sakit yang berlanjut setelah berkumur dengan air hangat. Menurut hasil uji Wilcoxon, kelompok yang menggunakan kompres panas memiliki nilai p 0,001 sedangkan kelompok yang minum air putih memiliki nilai p 0,004. Hasilnya, dari hasil pemeriksaan diketahui H1 diketahui, terdapat perbedaan penggunaan kompres air hangat dan minum air hangat dengan dismenore pada wanita usia subur. Profesional medis masa depan harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi dismenore dan batas nyeri di sekitarnya.Yayasan Bina Patria Nusantar
- …
