1,721,214 research outputs found
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KARAKTER
Cekaman kekeringan merupakan kondisi lingkungan dimana tanaman tidak menerima asupan air yang cukup, sehingga
tanaman tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal serta produksi menurun.
Cekaman kekeringan adalah masalah utama pada hasil produksi tanaman di seluruh dunia. Hal tersebut juga dapat
memicu terjadinya cekaman oksidatif yakni suatu keadaan lingkungan yang mengalami peningkatan Reactive Oxygen
Spesies (ROS) akibat adanya suatu over reduksi dari proses fotosintesis. Peningkatan ROS yang bersifat radikal bebas
dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara ROS tersebut dan status antioksidan yang ada di dalam tanaman.
Tanaman yang toleran terhadap cekaman seperti tanaman sorgum beradaptasi dengan cara memproduksi senyawasenyawa
yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap
kandungan protein dan aktivitas protein antioksidan tanaman sorgum pada setiap fase pertumbuhan. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 variasi perlakuan yaitu pemberian PEG 0% (kontrol), fase
vegetatif PEG 10%, fase reproduktif I PEG 10%, dan fase reproduktif II PEG 10%. Parameter yang diamati adalah
pertumbuhan tanaman, kandungan total protein terlarut, pola protein dan aktivitas protein antioksidan. Hasil penelitian
menunjukkan adanya peningkatan kandungan protein dan aktivitas protein antioksidan pada fase pertumbuhan yang
berbeda dengan konsentrasi PEG 10%. Fase vegetatif menunjukkan kandungan protein tertinggi yaitu 12,90 mg/g dan
aktivitas protein antioksidan yaitu pada perlakuan kontrol 52,63 %
RESPON PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN PROTEIN ANTIOKSIDAN BIBIT MELINJO
Cekaman kekeringan merupakan suatu kondisi di mana kebutuhan air tanaman tidak terpenuhi di daerah perakaran. Cekaman kekeringan
pada umumnya dapat mempengaruhi aspek fisiologi dan morfologinya. Secara fisiologi tanaman akan mengalami perubahan dalam proses
fotosintesisnya karena air yang dibutuhkan saat fotosintesis tidak terpenuhi, selain itu terjadinya cekaman kekeringan akan mengakibatkan
terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat memacu terjadinya kerusakan sel tanaman. Untuk mencegah terjadinya kerusakan
sel, tanaman melakukan netralisir dengan memproduksi senyawa metabolik antioksidan salah satunya berupa protein antioksidan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan kandungan protein antioksidan pada bibit melinjo umur 3 bulan setelah pemberian
senyawa Polyethylene Glycol (PEG) untuk mengkondisikan cekaman kekeringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi PEG berbeda, 0%; 2,5%; 5% dan 10%. Parameter yang diamati pertumbuhan tanaman,
kandungan total protein terlarut, aktivitas protein antioksidan dan pola pita protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter
pertumbuhan bibit melinjo menunjukkan berbeda tidak nyata dengan pemberian PEG kecuali pada rasio akar tajuk dan kandungan klorofil
total, sedangkan Kandungan total protein dan aktivitas antioksidan semakin meningkat sejalan dengan semakin tingginya pemberian
konsentrasi PEG, yaitu pada 10% PEG didapatkan kandungan total protein 24,34 mg/g, aktivitas peredaman ABTS 91,16% dengan nilai
IC50 2,67±0,05 μg/mL). Pola pita protein menunjukkan adanya pola pita berbeda pada perlakuan 10% PE
Induksi Polyethylene Glycol (PEG) terhadap Karakter Superoxide Dismutase (SOD) pada
Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya penghambatan pertumbuhan secara morfologis,
fisiologis dan biokimia, selain itu juga memicu terjadinya cekaman oksidatif yaitu suatu keadaan lingkungan yang mengalami peningkatan
Reactive Oxygen Spesies (ROS) akibat adanya suatu over-reduksi dari proses fotosintesis dan dapat mengganggu karakter sel, Hal ini dapat
memicu pembentukan sistem pertahanan berupa antioksidan yang bersifat enzimatik seperti superoxide dismutase (SOD) yang mampu
mengubah radikal bebas menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Tanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan tanaman yang
responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan tumbuh dan telah diketahui mengandung senyawa antioksidan untuk pertahanan terhadap
radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi polyethylene Glycol (PEG) terhadap karakter superoxide
dismutase (SOD) pada bibit melinjo dengan umur berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan
dua faktor yaitu konsentrasi PEG 0% dan 15%, faktor kedua bibit melinjo umur 1,2,3 dan 4 bulan yang terdiri dari 3 ulangan.Parameter
yang diamati total protein terlarut, SDS-PAGE dan aktivitas enzim superoxide dismutase (SOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada
umur bibit 1 bulan (A1) dengan perlakuan PEG 15% menunjukkan kandungan total protein terlarut paling tinggi yakni 32.05 mg/g BB. Pita
pola protein dengan perlakuan PEG 15% pada umur bibit 1,2,3 dan 4 bulan memiliki pita yang lebih tebal dibandingkan dengan perlakuan
PEG 0%. Aktivita
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN BONGKAR MUAT PADA MUATAN CURAH BATUBARA DI KAPAL MV. SRIKANDI INDONESIA
Tri Agus Setiawan, 50134857 N, 2018, "Analysis of Cause of Unloading Load Loading on Bulk Coal on Ship MV. Srikandi Indonesia ", Diploma IV, Nautical, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor I: Capt. Rudi Susanto, M.pd. Supervisor II: Capt. Firdaus Sitepu, M.Si, M.Mar. The development of sea transportation today is so rapidly according to the times. Pacitan PLTU Port is one of the Steam Power Power Ports located on the island of Java that is the power plant port that distributes electrical energy in the island of Java and Bali. In its activities the Pacitan Steam Power Port unloads coal for its production. In the implementation of the loading of such cargo often occurs delays. The goal to be achieved from the results of research conducted by the writer is to know the constraints of what often faced Pacitan PLTU Port in expedite the process of unloading coal bulk and improve performance in a process of unloading in order to avoid delays. In this thesis the research method used is a qualitative research method that regulates a research method by using several aspects such as data collection through library research, interviews and documentation. In this case the authors make direct observations to the port and to the Shipping Company, the authors conduct interviews with supervisors who deal directly with the process of unloading. The author also do shooting in order to support the validity of data in writing this thesis. From the results of the research can know the factors that cause from the delay of a coal bulk loading process in the Port of PLTU Pacitan, among others, the factors of nature and the lack of maintenance on unloading equipment. Based on the results of research should Pacitan PLTU port on loading and unloading equipment held routine maintenance and periodically. Thus Pacitan PLTU Port can minimize the barriers to the process of loading and unloading coal. For the duty service that carries out the port duty must prepare the data related to the weather to know the circumstances around to anticipate the things that are not desirable Keywords: Unloading Coal, Pacitan Power Plan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGARUH JUMLAH DISTRIBUSI MINYAK LUMAS SILINDER TERHADAP KERUSAKAAN CYLINDER LINER MESIN INDUK DI MV. PANCARAN 1 5505
ABSTRAKSI
Setiawan, Tri Agus 551811236965 T, 2023, “Pengaruh Jumlah Distribusi Minyak
Lumas Silinder Terhadap Kerusakaan Cylinder Liner Mesin Induk MV.
Pancaran 1 5505”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : H. Mustholiq,
MM, M.Mar.E Pembimbing II : Ir. Fitri Kensiwi, M.Pd.
Sistem pelumasan silinder sangat penting bagi mesin diesel induk 2 tak.
Sistem yang digunakan berbeda dengan pelumasan sistem terutama mesin diesel
induk yang menggunkan Alpha Lubriator System. Kesempurnaan dalam pelumasan
silinder dapat mempertahankan masa pemakaian cylinder liner dan mencegah
kerusakaan pada cylinder liner. Kerusakaan pada cylinder liner tentu saja
memnyebabkan terganggunya pengoperasian mesin induk dan kapal. Keruskaan
pada cylinder liner dapat disebabkan oleh pengaruh jumlah distribusi minyak lumas
silinder yang disalurkan ke cylinder liner. Dengan tujuan untuk mengetahui faktor,
dampak dan upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari permasalahan pada
cylinder liner.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Observasi,
wawancara dan studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data. Untuk menguji
keabsahan data, peneliti kemudian melakukan triangulasi metode. Tujuan dari
penelitian skripsi ini untuk mengetahui penyebab pengaruh jumlah distribusi
minyak lumas silinder terhadap kerusakan cylinder liner dan menentukan solusi
yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pengaruh jumlah disribusi minyak
lumas silinder terhadap kerusakan cylinder liner mesin induk di MV. Pancaran 1
5505.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perawatan berupa
pembersihan dan penggantian tidak rutin dilakukan pada filter, tank dan
pengecekan nozzle cylinder liner selama 4 bulan tidak dilakukan pembersihan yang
seharusnya 3 bulan sekali yang membuat proses pelumasan tidak optimal.
Rusaknya coupling pompa oli yang mengakibatkan pompa oli tidak dapat
mendorong oli menuju ke ruang cylinder liner dengan maksimal. Terjadinya
penyumbatan pada nozzle cylinder liner yang mengakibatkan tidak maksimalnya
pelumasan pada cylinder liner. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
permasalahan tersebut adalah melakukan pembersihan filter, tank dan nozzle
cylinder secara rutin 3 bulan sekali sesuai dengan planned maintenance system dan
sesuai instruction manual book
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
