1,720,984 research outputs found
Data availability
These data contain coal coke, briquettes consumption, Gross Regional Domestic Product, pH, SO2, SO4 concentration, and sulfur content in the fuel used in Jakarta. These data were obtained from Jakarta Provincial Statistics Central Agency, Meteorology and Geophysics Agency / Meteorology, Climatology and Geophysics Agency, the general director of oil and gas, Minister of Environment / and Forestry of Indonesia. The data of pH, SO2, and SO4 were modeled by regression equation to predict the trend of those
UPAYA MENGURANGI CO2 DI ATMOSFER
RINGKASAN Salah satu penghasil gas rumah kaca yang banyak menjadi sorotan adalah gas CO2. Gas ini paling banyak diemisikan dari pemakaian energi dan menyebabkan pemanasan global, oleh karena itu berbagai upaya telah dilakukan untuk menguranginya. Salah satu contoh pengimplementasiannya adalah gas CO2 yang disuntikkan ke dalam tanah, selain itu ada pula penyuntikan CO2 cair ke dalam laut.Hal.92-95 :ilus.; 30 c
Pengaruh Posisi Matahari Terhadap Dinamika Angin Vertikal pada Musim Peralihan dan Musim Hujan
Hlm. 285-29
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Emisi Volatile Hidro Karbon dari Pengguna Energi
Gas hidro karbon merupakan gas yang mudah terbakar. Gas hidro karbon selain muncul ketika menuangkan premium atau bahan bakar untuk pesawat terbang, bisa juga berasal dari tanaman padi di sawah, selain itu dihasilkan juga dari buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil dan biomasa. Gas hidrokarbon dibagi 2 yakni metan dan non metan hidrokarbon(NMHC). NMHC adalah merupakan polusi udara, bersifat perih terhadap mata sedangkan metan merupakan gas rumah kaca, Efek gas rumah kaca adalah memanaskan suhu permukaan bum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dari sektor atau jenis energi manakah gas hidro karbon terbesar diemisikan. Dalam penelitian ini dihitung emisi gas hidro karbon dari pemakaian energi seperti batubara, gas alam, bbm, 1pg, ing dan biomasa. Metodologi yang dipakai adalah dengan merujuk konversi dari ton pemakaian energi ke ton gas hidro karbon yang diemisikan yang merupakan hasil penelitian Manfred Kleeman tahun 1994. Tentunya harus mengkonversi dahulu dari satuan energi (ribu sbm) ke jumlah ton yang dipakai. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa emisi gas hidro karbon yang terbesar dari penggunaan bbm adalah dari sektor transportasi, dari penggunaan gas alam adalah dari pembangkit tenaga listrik dan kilang, dari penggunaan LPG dan LNG adalah dari kilang, dari penggunaan batubara adalah dari pembangkit tenaga listrik, dan pada sektor rumah tangga, industri dan kilang, emisi gas hidro karbon terbesarHal. 89-9
KARAKTERISTIK GAS N2O (NITROGEN OKSIDA) DI ATMOSFER INDONESIA
RINGKASANGas N2O mempunyai 2 dampak dalam kehidupan manusia, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu berguna untuk dunia kedokteran, automotif, peroketan, dan bahan peledak bahkan memberi efek gembira bagi yang menghirupnya. Dampak negatifnya bila berada di stratosfer bisa merusak ozon, di troposfer bertindak sebagai gas rumah kaca. Gas N2O ini dapat timbul secara alami yaitu dari berbagai sumber biologis di dalam tanah dan air, terutama aktivitas mikroba pada hutan tropis basah dan kebakaran hutan. Sumber dari antropogenik yaitu sektor pertanian, peternakan, proses industri, pengelolaan sampah, pemakaian energi, bahkan bisa diproduksi dengan sengaja untuk berbagai kebutuhan. Emisi gas N2O di Indonesia cenderung naik. Sumber yang paling besar di Indonesia adalah pertanian dan peternakan. Akibat dari emisi N2O yang cenderung naik maka konsentrasinya pun di permukaan cenderung naik. Karakteristik gas N2O ini bila berada di stratosfer maka konsentrasinya makin kecil dengan bertambahnya ketinggian dan umumnya mengalami maksimum di ekuator.Hal.147-154:ilus.; 30 c
PENGAMATAN GAS RUMAH KACA MENGGUNAKAN WAHANA SATELIT
RINGKASANPada umumnya sensor pada satelit memanfaatkan penyerapan sinar infra merah yang datang dari Bumi, Matahari atau Bulan untuk mengukur konsentrasi sebuah gas. Metode pengukuran menggunakan sensor ini ada 4 macam yakni nadir, limb, pengaburan dan kombinasi antara nadir dengan limb. Metode-metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan, masing-masing saling menunjang dan melengkapi terkait resolusi dan rentang pengukuran sensor yang bermacam-macam pada satelit. Demikian juga masing-masing sensor mempunyai kelebihan dan kekurangan, misalnya sensor Hirdls mempunyai kemampuan dapat mengukur CFC yang tak dapat diukur oleh sensor lainnya. Sensor TES dapat mengukur sampai permukaan, sedangkan sensor Scanning Imaging Absorption Spectrometer for Atmospheric Chartography (Schiamachy) mempunyai resolusi yang tinggi, dengan kemampuan dapat melakukan pengukuran kolom total CO2.Sensor Airs dapat melakukan pengukuran CO2 troposfer. Kemudian data profil N2O dapat diperoleh dari sensor MLS dan data profil H2O diperoleh dari sensor TES dengan metode nadir, sedangkan dari sensor MLS diperoleh dengan metode limb. Pada pengukuran dengan sensor TES diperoleh pengukuran untuk area sedangkan pengukuran oleh sensor MLS didapatkan pengukuran untuk titik koordinat (lokasi), sehingga masing-masing sensor ini saling menunjang dan melengkapi untuk sebuah pilihan dalam suatu penelitian.Hal. 96-103:ilus.; 30 c
Emisi SO2 Per Kapita, per GNP dan per Provinsi
Gas SO2 merupakan polutan yang berbahaya bagi kesehatan, selain itu berdampak buruk terhadap lingkungan, oleh karena itu perlu diteliti emisi gas SO2 terutama kaitannya dengan perekonomian negara kita ini dan dengan yang dikeluarkan flap orang karena pemakaian energi, inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini selain ingin mengetahui kecenderungan emisi SO2 per kapita dan per GNP, juga ingin mengetahui emisi SO2 tiap provinsinya berdasarkan data yang ada. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah dihitung emisi SO2 per kapita maupun per GDP berdasarkan hasil penelitian Manfred Kleemann tahun 1994 dengan excel, kemudian berdasarkan gambar yang diperoleh dikeluarkan model matematisnya untuk memprediksi emisi SO2 per GNP tahun 2005, setelah itu dihitung emisi SO2 flap provinsinya berdasarkan data GDP tiap provinsi tahun 2005. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah emisi SO2 per GNP, per kapita maupun per satuan energi dari tahun 1990 sampai 2003 cenderung meningkat, dan emisi SO2 yang terbesar tahun 2005 adalah dari provinsi DKI Jakarta, sedangkan yang terkecil adalah dari provinsi GorontaloHal. 58-6
- …
