112,110 research outputs found
Sistem za upravljanje varovanja informacij ter skladnost poslovanja v Gorenjski banki s standardom BS 7799
Smernice razvoja na področju celovitih programskih rešitev za mala in srednja podjetja v Sloveniji
RIGENERAZIONE MUSCOLARE NEL RATTO DOPO ABLAZIONE CHIRURGICA DEL MUSCOLO RETTO DELL'ADDOME
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat (Lycopersico Esculentum Mill.)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara pemberian kompos limbah kulit buah kakao dan varietas tomat terhadap pertumbuhan dan
hasil, mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tomat, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua
varietas tomat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji Duncan (α, 5%), terdiri dari dua faktor, yaitu :
Varietas Tomat (V) dan Dosis kompos limbah kulit buah kakao (D). masing – masing 4 kali ulangan. Dua faktor terdiri dari: 1. Faktor pertama Varietas tomat
(V) yang terdiri dua taraf , yaitu : V1 (Tomat Varietas Permata) dan V2 (Tomat Varietas Mirah). 2. Faktor kedua adalahdengan Dosis Kompos Limbah Kulit
Buah Kakao (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu (D0) Tanah : Pasir (Tanpa perlakuan pemberian dosis kompos) (1 : 1), (D1) Tanah : Pasir : Kompos Limbah
Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 1), (D2) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 3) dan (D3) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao
(1 : 1 : 5). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata terhadap interaksi perlakuan Varietas dan Dosis. Penambahan kompos limbah kulit buah
kakao pada media tanam dengan perbandingan 1:1:3 dapat memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Tomat varietas permata memberikan hasil
yang lebih baik dibanding varietas mirah terutama terhadap jumlah dan bobot buah
Pembuatan Bioetanol dari Limbah Buah Tomat dengan Hidrolisis Asam dan Fermentasi Menggunakan Ragi Roti
Pembuatan Bioetanol dari Limbah Buah Tomat dengan Hidrolisis Asam dan Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Eko Yuni Setiawan M0412021 Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret, Surakarta ABSTRAK Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan ragi. Bahan baku pembuatan bioetanol dapat diperoleh dari bahan yang menghasilkan gula, misalnya limbah buah tomat. Buah tomat termasuk komoditi yang sangat mudah rusak, baik yang disebabkan oleh kerusakan mekanis dan fisiologis maupun kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme sehingga kuantitas pembuangan limbah buah tomat cukup tinggi, baik dari petani, distributor dan pedagang di pasaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi 1M yang paling tinggi menghasilkan gula pereduksi dalam proses hidrolisis dan mengetahui konsentrasi ragi roti yang paling tinggi menghasilkan bioetanol dari fermentasi substrat limbah buah tomat. Tahap pertama yaitu hidrolisis limbah buah tomat menggunakan 1M dengan variasi konsentrasi 0, 1, 3, dan 5% (v/v). Kadar gula pereduksi diukur dengan metode DNS (dinitrosalycilic acid). Ragi yang digunakan pada penelitian ini adalah ragi roti fermipan. Hasil hidrolisis dengan gula pereduksi paling tinggi digunakan pada tahap fermentasi dengan variasi konsentrasi ragi roti fermipan 0, 3, 5, dan 7% (b/v) selama 6 hari pada suhu 30ºC. Konsentrasi 1M yang menghasilkan kadar gula pereduksi paling tinggi dari proses hidrolisis adalah 1% (v/v) dengan kadar gula pereduksi sebesar 2,4%. Konsentrasi ragi roti fermipan yang menghasilkan bioetanol paling tinggi adalah 3% (b/v) dengan bioetanol sebesar 1,5% setelah 6 hari fermentasi. Kata kunci: bioetanol, limbah buah tomat, , ragi roti fermipan
author-bios-SRD-19-0063.R1 – Supplemental material for The Network Structure of Police Misconduct
Supplemental material, author-bios-SRD-19-0063.R1 for The Network Structure of Police Misconduct by George Wood, Daria Roithmayr and Andrew V. Papachristos in Socius</p
Pengaruh Tegangan Dc Terhadap Proses Dewatering Pasta Tomat Menggunakan Metode Electroosmosis Dewatering (Eod)
Tingginya tingkat produksi membuat tomat termasuk buah
yang popular dan banyak dikonsumsi masyarakat. Selain
popular, buah ini juga mengandung sejumlah nutrisi penting
untuk tubuh seperti, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, vitamin B1,
vitamin B2, likopen, zat besi, serat, mineral, dan lain sebagainya.
Disisi lain, tomat termasuk buah klimaterik, yang mana proses
pematangan masih dapat terjadi setelah buah dipanen dari
pohonnya, sehingga buah ini akan membusuk jika tidak segera
dikonsumsi. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan
pengolahan buah tomat menjadi produk potensial, salah satunya
yaitu pasta tomat. Umumnya pembuatan pasta tomat
dilakukan dengan proses evaporasi untuk menghilangkan
sebagian kadar air. Namun proses evaporasi melibatkan
pemberian panas yang dapat merusak kandungan pasta tomat
itu sendiri.
Electroosmosis dewatering (EOD) merupakan metode dalam
pengurangan kadar air dengan menempatkan suspensi koloid
diantara dua elektroda. Metode ini menjadi hal yang menarik
untuk memekatkan suspensi pasta buah yang peka terhadap
panas. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penelitian untuk
mengetahui pengaruh elektroosmosis terhadap pengurangan
kadar air pada pasta buah tomat dengan variasi tegangan DC
selama 100 menit. Dalam penelitian ini variasi tegangan DC yang
digunakan adalah 0 V, 4.5 V, 9 V, 18 V dan 36 V dengan waktu
proses 100 menit. Parameter yang diukur berdasarkan variasi
tersebut adalah perubahan arus DC selama proses EOD dan
kadar air pasta tomat sebelum dan setelah proses EOD.vii
Pengukuran arus listrik DC dilakukan pada variasi waktu 0, 20,
40, 60, 80, dan 100 menit proses.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik DC semakin
menurun dengan semakin lama waktu proses, dan semakin
meningkat dengan adanya peningkatan tegangan yang
diberikan. Semakin meningkatnya tegangan DC yang diberikan,
maka kadar air pasta tomat semakin berkurang, sehingga
tegangan terbaik untuk proses dewatering adalah 36 V
- …
