112,110 research outputs found

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat (Lycopersico Esculentum Mill.)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interkasi antara pemberian kompos limbah kulit buah kakao dan varietas tomat terhadap pertumbuhan dan hasil, mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tomat, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji Duncan (α, 5%), terdiri dari dua faktor, yaitu : Varietas Tomat (V) dan Dosis kompos limbah kulit buah kakao (D). masing – masing 4 kali ulangan. Dua faktor terdiri dari: 1. Faktor pertama Varietas tomat (V) yang terdiri dua taraf , yaitu : V1 (Tomat Varietas Permata) dan V2 (Tomat Varietas Mirah). 2. Faktor kedua adalahdengan Dosis Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu (D0) Tanah : Pasir (Tanpa perlakuan pemberian dosis kompos) (1 : 1), (D1) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 1), (D2) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 3) dan (D3) Tanah : Pasir : Kompos Limbah Kulit Buah Kakao (1 : 1 : 5). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata terhadap interaksi perlakuan Varietas dan Dosis. Penambahan kompos limbah kulit buah kakao pada media tanam dengan perbandingan 1:1:3 dapat memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Tomat varietas permata memberikan hasil yang lebih baik dibanding varietas mirah terutama terhadap jumlah dan bobot buah

    Pembuatan Bioetanol dari Limbah Buah Tomat dengan Hidrolisis Asam dan Fermentasi Menggunakan Ragi Roti

    No full text
    Pembuatan Bioetanol dari Limbah Buah Tomat dengan Hidrolisis Asam dan Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Eko Yuni Setiawan M0412021 Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret, Surakarta ABSTRAK Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan ragi. Bahan baku pembuatan bioetanol dapat diperoleh dari bahan yang menghasilkan gula, misalnya limbah buah tomat. Buah tomat termasuk komoditi yang sangat mudah rusak, baik yang disebabkan oleh kerusakan mekanis dan fisiologis maupun kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme sehingga kuantitas pembuangan limbah buah tomat cukup tinggi, baik dari petani, distributor dan pedagang di pasaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi 1M yang paling tinggi menghasilkan gula pereduksi dalam proses hidrolisis dan mengetahui konsentrasi ragi roti yang paling tinggi menghasilkan bioetanol dari fermentasi substrat limbah buah tomat. Tahap pertama yaitu hidrolisis limbah buah tomat menggunakan 1M dengan variasi konsentrasi 0, 1, 3, dan 5% (v/v). Kadar gula pereduksi diukur dengan metode DNS (dinitrosalycilic acid). Ragi yang digunakan pada penelitian ini adalah ragi roti fermipan. Hasil hidrolisis dengan gula pereduksi paling tinggi digunakan pada tahap fermentasi dengan variasi konsentrasi ragi roti fermipan 0, 3, 5, dan 7% (b/v) selama 6 hari pada suhu 30ºC. Konsentrasi 1M yang menghasilkan kadar gula pereduksi paling tinggi dari proses hidrolisis adalah 1% (v/v) dengan kadar gula pereduksi sebesar 2,4%. Konsentrasi ragi roti fermipan yang menghasilkan bioetanol paling tinggi adalah 3% (b/v) dengan bioetanol sebesar 1,5% setelah 6 hari fermentasi. Kata kunci: bioetanol, limbah buah tomat, , ragi roti fermipan

    author-bios-SRD-19-0063.R1 – Supplemental material for The Network Structure of Police Misconduct

    No full text
    Supplemental material, author-bios-SRD-19-0063.R1 for The Network Structure of Police Misconduct by George Wood, Daria Roithmayr and Andrew V. Papachristos in Socius</p

    Pengaruh Tegangan Dc Terhadap Proses Dewatering Pasta Tomat Menggunakan Metode Electroosmosis Dewatering (Eod)

    No full text
    Tingginya tingkat produksi membuat tomat termasuk buah yang popular dan banyak dikonsumsi masyarakat. Selain popular, buah ini juga mengandung sejumlah nutrisi penting untuk tubuh seperti, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, likopen, zat besi, serat, mineral, dan lain sebagainya. Disisi lain, tomat termasuk buah klimaterik, yang mana proses pematangan masih dapat terjadi setelah buah dipanen dari pohonnya, sehingga buah ini akan membusuk jika tidak segera dikonsumsi. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan pengolahan buah tomat menjadi produk potensial, salah satunya yaitu pasta tomat. Umumnya pembuatan pasta tomat dilakukan dengan proses evaporasi untuk menghilangkan sebagian kadar air. Namun proses evaporasi melibatkan pemberian panas yang dapat merusak kandungan pasta tomat itu sendiri. Electroosmosis dewatering (EOD) merupakan metode dalam pengurangan kadar air dengan menempatkan suspensi koloid diantara dua elektroda. Metode ini menjadi hal yang menarik untuk memekatkan suspensi pasta buah yang peka terhadap panas. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh elektroosmosis terhadap pengurangan kadar air pada pasta buah tomat dengan variasi tegangan DC selama 100 menit. Dalam penelitian ini variasi tegangan DC yang digunakan adalah 0 V, 4.5 V, 9 V, 18 V dan 36 V dengan waktu proses 100 menit. Parameter yang diukur berdasarkan variasi tersebut adalah perubahan arus DC selama proses EOD dan kadar air pasta tomat sebelum dan setelah proses EOD.vii Pengukuran arus listrik DC dilakukan pada variasi waktu 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 menit proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik DC semakin menurun dengan semakin lama waktu proses, dan semakin meningkat dengan adanya peningkatan tegangan yang diberikan. Semakin meningkatnya tegangan DC yang diberikan, maka kadar air pasta tomat semakin berkurang, sehingga tegangan terbaik untuk proses dewatering adalah 36 V
    corecore