4,081 research outputs found
SEKOLAH DAN POLITIK: PENGARUH PEMIKIRAN TAUFIK ABDULLAH TERHADAP PENULISAN KARYA SEJARAH DARI TAHUN 1971-2022
Skripsi ini berjudul “Sekolah dan Politik: Pengaruh Pemikiran Taufik
Abdullah Terhadap Penulisan Karya Sejarah dari Tahun 1971-2022”. Skripsi
ini termasuk dalam kajian sejarah intelektual, karena bertujuan untuk menganalisis
bagaimana pemikiran Taufik Abdullah yang Taufik Abdullah tuangkan dalam
thesisnya, mempengaruhi tulisan-tulisan para penulis sejarah lain setelahnya.
Skripsi ini dimulai dari kelahiran dan masa kecilnya, tokoh yang mempengaruhi
pemikirannya, karya-karya besarnya serta intelektualnya.
Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan, dan tentu menggunakan
metode sejarah yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama dalam penelitian ini
adalah pengumpulan data atau heuristik, berupa tulisan Taufik Abdullah berupa
thesisnya, dan tulisan-tulisan para penulis sejarah lain, yang terpengaruh dengan
pemikiran Taufik Abdullah dalam thesisnya. Kemudian setelah data-data sumber
tersebut terkumpul, maka dilakukan tahap selanjutnya, yaitu kritik sumber, yang
mana tujuannya adalah untuk mengklasifikasi sumber-sumber yang relevan dan
berhubungan dengan judul skripsi ini. Tahap ketiga dalam proses penulisan data ini
adalah menginterpretasi data yang telah dianalisis dari sumber-sumber penelitian
yang relevan tersebut. Tahap akhir adalah penulisan sejarah atau lebih dikenal
dengan historiografi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemikiran Taufik Abdullah yang
Taufik Abdullah tuangkan dalam thesisnya sangat mempengaruhi tulisan-tulisan
para penulis sejarah lain dalam tulisannya. Bentuk keterpengaruhan para penulis-
penulis tersebut beragam. Ada yang mengutip secara langsung pemikiran Taufik
Abdullah dalam thesisnya, ada juga yang memberikan intepretasinya terhadap
karya Taufik Abdullah tersebu
85 tahun Taufik Abdullah : perspektif intelektual dan pandangan publik
Akan keliru jika menganggap Taufik Abdullah, akrab dipanggil Pak Taufik, hanya sebagai pribadi sombong, tinggi hati, atau suka ngenyek pendapat orang lain. Oleh karena itu banyak orang tersinggung atau sakit hati.Dalam suatu ceramah, ada yang mengomentari “ di mana ketajaman analisa Taufik Abdullah?”. Dengan enteng Taufik menanggapai “saya juga heran, ternyata saya tidak sepintar yang saya harapkan” (Eka Budianta). Taufik punya selera humor juga. Sewaktu memasuki rumah makan di Pariaman, seorang gadis pelayan menyambutnya dan mengatakan “rasanya saya pernah melihat Bapak di televisi”. “iya ya?,” jawab Pak Taufik. Beliau lantas melanjutkan “Pada sinetron yang mana tu, ya? Waktu main dengan Dessy Ratna Sari atau Primus, ya?”. “Ndak di sinetron doh Paaak, pado acara mangecek-ngecek je nyeh.” (Tidak di sinetron Pak, tapi acara berbincang-bincang saja,” jawab gadis pelayan tersebut sambal tertawa bersama kawannya (Gusti Asnan).Tidak ada istilah pensiun bagi Pak Taufik. “Pensiun hanyalah soal gaji yang harus diterima ala kadarnya, tetapi bukanlah berarti anjuran agar kreativitas dibiarkan untuk menganggur. Kreativitas tidak mengenal usia!” (Kenedi Nurhan)Masih banyak sisi lagi tentang Pak Taufik dalam buku untuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih kepadanya di usia ke-85 pada tahun ini. Lahir di Bukittinggi 3 Januari 1936, doktor kedua orang Indonesia, setelah Prof. Sartono Kartodirdjo, sejarawan kesohor ini masih melakukan banyak kegiatan: menulis, membawakan makalah dalam seminar, dan kegiatan lainnya di bidang sejarah dan kebudaya
- …
