1,738,288 research outputs found

    Deployment of wind pumps throughout remote Indonesia: a survey of technical support

    Full text link
    A survey of technical support has been carried out in order to assess the viability of widespread deployment of locally-made capillary wind pumps (PKMs) in the Mesuji-Tulang Bawang (MTB) subdistrict of Lampung, Indonesia. A list of desirable equipment for a facility was constructed by assessing the types of machinery that would be required in the event of failure of the various PKM components. Ten facilities in the region of the MTB were selected for the survey on the basis of their general experience in metal working and metal forming. The results of the survey showed that only 2 out of the 9 respondents had the equipment required to manufacturer/repair all the component groups of the PKM design, and even these facilities would have to outsource work for any part of the component group that required high precision machining. The results of the survey also show that a significant proportion of the workshops do not have accredited training programs, adequate calibration procedures and regular suppliers. Workshop managers are targeting three priority areas for improvement: inventory procedures, work safety standards and efficiency of operations. A set of key criteria, related to the provision of technical support for the PKM program, have been established and each facility was ranked against this set of criteria. The results of this analysis show that the Berkah, Dinamika Jaya workshops and the BLK Institute are in the best position to provide technical support to the PKM program, with the possibility of training being offered by Production Unila

    Survey of community support for a renewable energy system implementation program in Sumatera, Indonesia

    Full text link
    This paper explores some of the local drivers and barriers for an implementation program of a hybrid renewable energy system (HRESRWS) in the Mesuji – Tulang Bawang district (MTB) of the Lampung province on Sumatera. In this study, secondary data obtained from field surveys from the village of Tanjung Menang in the MTS have been analysed using quantitative and qualitative methods to assess the drivers and barriers for the program. Quantitative data are obtained from the survey questionnaires using Gutman and Likert scales. The results of the surveys indicate that although only 15 % of the respondents currently use renewable energy via an existing renewable energy system (PKM) installed in Tanjung Menang, 72% of the respondents have a good technical understanding of the PKM and 79% of the respondents would have sufficient qualification to monitor and report on the HRESRWS. Overall 81 % of the respondents indicate that they believe that their community would support the implementation program. It is concluded from preliminary results that there are sufficient drivers from within the community for the implementation program to be successful

    METAFORA DALAM PUISI KARYA TAUFIK IKRAM JAMIL

    Full text link
    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimana jenis metafora yang terdapat dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil? (2) bagaimana makna metafora dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil? dan (3) bagaimana kemiripan antara tenor dan wahana dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil? Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data yang dipakai yaitu sumber data tertulis dari 13 puisi karya Taufik Ikram Jamil. Data dalam penelitian ini berupa frasa atau klausa yang mengandung metafora yang terdapat pada puisi karya Taufik Ikram Jamil. Klasifikasi data pada penelitian ini dilakukan setelah semua data terkumpul dan didasarkan dengan jenis metafora menurut Ullmann. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan teknik pustaka.Teknik pustaka dilakukan dengan membaca buku-buku dan karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti, yaitu metafora. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pencatatan data. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik dasar yang bersifat mental yang dimiliki oleh setiap peneliti dan untuk mengetahui makna metafora digunakan komponen-komponen makna. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Hasil pembahasan dan analisis data menunjukkan bahwa (1) Jenis metafora pada puisi karya Taufik Ikram Jamil terdiri dari metafora antropomorfis berjumlah 76 buah, metafora binatang berjumlah 4 buah, metafora dari konkret ke abstrak berjumlah 63 buah dan metafora sinaestetik berjumlah 8 buah. (2) Makna metafora dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil menggambarkan keadaan ketika puisi tersebut dibuat. Dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil yang paling banyak digunakan adalah jenis metafora dari konkret ke abstrak karena dalam pembuatannya Taufik Ikram Jamil mengambil tema lingkungan dan sosial di lingkungnnya Riau. (3) Metafora dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil seluruhnya menggunakan tenor dan wahana. Tenor dan wahana digunakan untuk melihat kemiripan antara metafora-metafora yang terdapat di dalamnya. Metafora-metafora yang terdapat dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil cukup ekspresif hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah kemiripan emotif dibandingkan dengan jumlah kemiripan objektif

    Kartu Bimbingan Taufik Akbar Wibowo

    Full text link
    Kartu Bimbingan Taufik Akbar Wibow

    REPRESENTASI NILAI RELIGI DAN KEPENGARANGAN PUISI-PUISI KARYA TAUFIK ISMAIL

    Full text link
    Penelitian ini memaparkan representasi nilai religi dalam setiap bait-bait puisi karya Taufik Ismail. Puisi yang bernilai religius dapat digunakan untuk menyadarkan masyarakat (pembaca) untuk selalu bersyukur pada Tuhan Sang Penguasa. Kumpulan puisi Debu di Atas Debu: Kumpulan Puisi Dwi-Bahasa karya Taufik Ismail merupakan catatan-catatan emosional zaman dengan gejolak politik dan sikap bangsa Indonesia. Jenis penelitian ini berupa kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta pendekatan sosiologi sastra. Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepengarangan Taufik yang terdapat pada representasi nilai religi di setiap bait-bait puisi. Melalui seni pedalangan ketika Taufik bermukim di Yogyakarta dan seni bakaba ketika Taufik pindah ke Bukittinggi yang merupakan bentuk gaya kepengaranan seorang penyair yang dipengaruhi kebudayaan lokal, Taufik ingin menyentuh perasaan pembaca akan representasi nilai religius untuk membentuk karakter bangsa.Kata Kunci: representasi; nilai; religi; kepengarangan; puisi This study describes the representation of religious values in each poetic verse by Taufik Ismail. Religious poetry can be used to make people (readers) aware to always be grateful to God the Lord. A collection of Debu di Atas Debu: Kumpulan Puisi Dwi-Bahasa by Taufik Ismail is an emotional record of the times with political turmoil and the attitude of the Indonesian people. This type of research is qualitative with the method of content analysis and the sociological approach of literature. This is aimed at describing Taufik's authorship in the representation of religious values in each verse of poetry. Through the art of puppetry when Taufik settled in Yogyakarta and bakaba art when Taufik moved to Bukittinggi which was a form of the poet's sound style influenced by local culture, Taufik wanted to touch the readers' feelings about the representation of religious values to shape the nation's character.Keywords: representation; values; religion; authorship; poetry

    85 tahun Taufik Abdullah : perspektif intelektual dan pandangan publik

    No full text
    Akan keliru jika menganggap Taufik Abdullah, akrab dipanggil Pak Taufik, hanya sebagai pribadi sombong, tinggi hati, atau suka ngenyek pendapat orang lain. Oleh karena itu banyak orang tersinggung atau sakit hati.Dalam suatu ceramah, ada yang mengomentari “ di mana ketajaman analisa Taufik Abdullah?”. Dengan enteng Taufik menanggapai “saya juga heran, ternyata saya tidak sepintar yang saya harapkan” (Eka Budianta). Taufik punya selera humor juga. Sewaktu memasuki rumah makan di Pariaman, seorang gadis pelayan menyambutnya dan mengatakan “rasanya saya pernah melihat Bapak di televisi”. “iya ya?,” jawab Pak Taufik. Beliau lantas melanjutkan “Pada sinetron yang mana tu, ya? Waktu main dengan Dessy Ratna Sari atau Primus, ya?”. “Ndak di sinetron doh Paaak, pado acara mangecek-ngecek je nyeh.” (Tidak di sinetron Pak, tapi acara berbincang-bincang saja,” jawab gadis pelayan tersebut sambal tertawa bersama kawannya (Gusti Asnan).Tidak ada istilah pensiun bagi Pak Taufik. “Pensiun hanyalah soal gaji yang harus diterima ala kadarnya, tetapi bukanlah berarti anjuran agar kreativitas dibiarkan untuk menganggur. Kreativitas tidak mengenal usia!” (Kenedi Nurhan)Masih banyak sisi lagi tentang Pak Taufik dalam buku untuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih kepadanya di usia ke-85 pada tahun ini. Lahir di Bukittinggi 3 Januari 1936, doktor kedua orang Indonesia, setelah Prof. Sartono Kartodirdjo, sejarawan kesohor ini masih melakukan banyak kegiatan: menulis, membawakan makalah dalam seminar, dan kegiatan lainnya di bidang sejarah dan kebudaya

    Investigating the use of energy and water in villages in the East Mesuji region of Sumatra, Indonesia

    Full text link
    Lampung, Sumatra is one of the targeted areas of the millennium development goal (MDG) in Indonesia, particularly related issues on energy and healthy water. The aim of this paper is to look at the impact of programs related to drinking water and renewable energy projects on two villages in the East Mesuji region of Lampung through field observations (conducted in the villages of Tanjung Menang and Tanjung Mas Makmur) and interview. The interviews were given to community leaders in the village of Tanjung Menang. The results show that both villages have continuing problems in regard to poor water quality, sanitation, short energy supplies, vulnerable to increasing energy prices, environmental degradation. The renewable energy projects were not successful due to a variety of issues including ownership, overestimating usage and underestimating affordability, use of the technology for applications that it was not designed for and lack of adequate training for the villagers

    Taufik Ismail dalam konstelasi pendidikan sastra

    No full text
    Pidato promotor pada penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa di bidang Pendiidkan sastra kepada drh. Taufik Ismail53 p.; 21 c

    a case study on 13 central government hospitals

    Full text link
    Thesis(Master) --KDI School:Master of Public Policy,2011masterpublishedby Taufik Damhuri
    corecore