1 research outputs found

    Analisis Kekuatan Tarik dan Morfologi Patahan pada Aluminium Paduan AlSiMg dengan Variasi Perlakuan Artificial Aging.

    No full text
    Analisis kekuatan tarik dan morfologi patahan pada paduan aluminium AlSiMg bertujuan untuk melihat apakah terjadi perubahan sifat mekanik pada paduan lauminium paduan AlSiMg setelah diberi perlakuan artificial aging dengan variasi suhu selama 6 jam. Perlakuan artificial aging dilakukan setelah material diberi perlakuan heat treatment dan quenching. Proses artificial aging dilakukan dengan memanaskan kembali material dengan variasi suhu 120oC, 150oC, dan 180oC dan dengan waktu holding time selama 6 jam. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan aluminium AlSiMg yang dibentuk sesuai standar ASTM E8/E8M untuk pengujian kekuatan tarik menggunakan alat Tensile Test. Uji struktur mikro pada penelitian ini mengunakan alat optical lense yang bertujuan untuk melihat apakah terdapat presipitat pada paduan aluminum AlSiMg setelah diberi perlakuan artificial aging dengan variasi suhu dan holding time selama 6 jam. Uji morfologi patahan pada penelitian ini menggunakan material hasil dari pengujian kekuatan tarik. Pada penelitian uji morfologi patahan menggunakan alat uji kamera DSLR untuk mendapatkan foto makro dan menggunakan alat uji SEM untuk mendapatkan foto mikro. Hasil penelitian menunjukan bahwa memberi perlakuan artificial aging dengan suhu 120oC, 150oC,180oC memberi perubahan pada tingkat keuletan serta UTS pada paduan aluminium AlSiMg. Tingkat keuletan tertinggi terjadi pada suhu 150oC dengan nilai 47,263% dan nilai UTS tertinggi terjadi pada suhu 180oC yaitu 62,267 Kgf/mm2. Nilai UTS pada suhu 180oC merupakan nilai tertinggi dibandingkan suhu yang lainnya namun tidak lebih tinggi dibandingkan dengan raw material dengan nilai 73,688 Kgf/mm2. Hasil pengujian struktur mikro yang telah dilakukan diperoleh hasil, bahwa dengan memberi perlakuan artificial aging  pada suhu 120oC, 150oC,180oC serta raw material terlihat adanya presipitat yang semakin banyak dan berdekatan. Untuk hasil uji morfologi patahan untuk setiap suhu terlihat adanya cone dan cup serta sheerlips yang menandakan patahan pada paduan AlSiMg merupakan patah ulet. Patah ulet juga terlihat pada hasil uji morfologi patahan dengan menggunakan SEM yaitu dengan adanya dimple yang terlihat mendominasi pada alluminium paduan AlSiMg
    corecore