1,721,019 research outputs found
Penerapan Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 2 Pasarwajo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 2 Pasarwajo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang danalisis secara deskriptif pada penerapan prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling oleh Guru SMP Negeri 2 Pasarwajo dengan metode pengumpulan data observasi langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap yaitu (1) Reduksi data (data reduction) (2) Penyajian data (display data) (3) Kesimpulan (conclution drawing). Hasil dari penelitian diperoleh bahwa prinsip-prinsip pelaksanaan BK oleh guru terkait telah terlaksana sebagaimana mestinya. Dari empat indikator pertanyaan terdapat satu indikator mengenai pelayanan individual dari masalah yang dihadapi siswa yang seharusnya dapat difasilitasi oleh guru. Selain itu dari aspek fasilitas pelaksanaan masih jauh dari kesempurnaan akibat kurangnya kerjasama dan dukungan dari pimpinan sekolah dan stekholder terhadap fungsi, tujuan dan manfaat Bimbingan dan Konseling
KOMBINASI PROSEDUR PEMODELAN SUBSET ARIMA DAN DETEKSI OUTLIER UNTUK PREDIKSI DATA RUNTUN WAKTU
Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) merupakan salah satu model paling popular yang biasa digunakan untuk prediksi data runtun waktu. Tahapan yang paling krusial dalam pemodelan ARIMA adalah identifikasi dan pemilihan model terbaik berdasarkan karakteristik data. Tahapan-tahapan tersebut membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik data berdasarkan pola fungsi autokorelasi (FAK) dan fungsi autokorelasi parsial (FAKP). Tujuan dari tahap identifikasi adalah mencocokkan pola FAK dan FAKP sampel dengan pola FAK dan FAKP teoritis untuk menentukan order ARIMA yang tepat, termasuk order dari Subset ARIMA. Berdasarkan order yang ditentukan melalui tahapan identifikasi tersebut akan digunakan untuk penentuan model ARIMA atau Subset ARIMA yang tepat. Namun demikian apabila pada tahapan identifikasi ini dapat diketahui terdapat observasi yang secara mencolok berbeda dengan observasi lainnya, maka dapat diindikasikan bahwa dalam populasi terdapat data pencilan atau outlier. Pada kasus data runtun waktu, outlier dapat mempengaruhi kesesuaian model. Dalam tulisan ini, diusulkan prosedur pemodelan Subset ARIMA yang dikombinasikan dengan pendeteksian outlier untuk prediksi data runtun waktu. Proses tersebut dimulai dengan model ARIMA yang melibatkan lag yang signifikan berdasarkan pola FAK dan FAKP. Penambahan order AR atau MA didasarkan pada konsep over-fitting, yaitu berdasarkan pola FAK dan FAKP dari residual. Untuk menganalisis kesesuaian model salah satunya dilakukan dengan cara pendeteksian pengamatan outlier. Apabila terdapat outlier dalam data, maka perlu diatasi dengan cara memasukkan pengamatan outlier tersebut ke dalam model. Outlier diklasifikasikan menjadi Additive Outlier (AO), Innovative Outlier (IO), Level Shift (LS) dan Transitory Change (TC). Kombinasi prosedur tersebut diterapkan untuk mengkonstruksikan model inflasi di Indonesia.
Kata kunci: Runtun waktu; Subset ARIMA; FAK; FAKP; Outlier
PENENTUAN FAKTOR UTAMA PENYEBAB GANGGUAN LISTRIK DENGAN METODE VALIDASI-SILANG (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG)
Dalam tulisan ini dibahas tentang penentuan faktor utama yang berpengaruh secara signfikan terhadap pemadaman listrik di Semarang dengan menggunakan metode validasi silang. Pada awalnya faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap pemadaman listrik di kota Semarang adalah: kerusakan jaringan transmisi, kerusakan trafo dan kerusakan fuse (sekering). Dengan melibatkan 3 faktor tersebut dibentuk model regresi yang menyatakan hubungan antara kerusakan jaringan, trafo dan fuse(sekering) terhadap pemadaman listrik di kota Semarang. Prosedur pemilihan model regresi terbaiknya dilakukan dengan menentukan estimasi sesatan prediksi atas semua model yang mungkin yaitu ada sebanyak 2p-1 = 7 model, dengan p: banyaknya prediktor. Model yang terpilih adalah model yang memiliki rata-rata sesatan prediksi terkecil dan melibatkan variabel prediktor sesedikit mungkin. Prosedur pemilihan model terbaiknya dilakukan dengan menggunakan metode validasi-silang lepas-d (1<d<n). Prosedur pemilihan modelnya konsisten untuk dengan n: ukuran sampel. Berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan software R, diperoleh model regresi terbaik dengan melibatkan 2 variabel yaitu kerusakan jaringan dan kerusakan sekering. Dengan demikian faktor utama penyebab pemadaman listrik di kota Semarang adalah kerusakan jaringan dan kerusakan sekering.
Kata Kunci: pemilihan variabel, sesatan prediksi, validasi-silan
Peningkatan Minat Belajar Matematika Tentang Luas Bangun Datar Melalui Model Pembelajaran Stad Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 2 Tumang Semester 1 Tahun 2012/2013
Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan subyek penelitian kelas IV SD Negeri 2 Tumang UPT Dikdas dan LS Kecamatan Cepogo semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 25 siswa.
Data minat siswa dikumpulkan dengan pedoman observasi dan data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
Pelaksanaan tindakan diawali dengan membagi kelas menjadi lima kelompok, menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan materi pembelajaran , kerja kelompok mengerjakan LKS, presentasi kelompok, dan latihan soal-soal.
Hasil Penelitian menunjukkan 1) Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Type STAD dengan power point sebagai media pada pembelajaran bangun datar dapat meningkatkan minat siswa dan 2) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari rata-rata 64,40 dan ketuntasan klasikal 72% pada siklus I menjadi rata-rata hasil belajar 75,60 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100% pada siklus II.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Type STAD dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa, sehingga model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif pilihan pada pembelajaran matematika
ESTIMASI MODEL UNTUK DATA DEPENDEN DENGAN METODE CROSS VALIDATION
This paper discuss about application of cross-validation method for modeling of dependent data. One of the data that categorized into dependent data is a time series. To construct the mathematical model for a time series data, we must have at least 50 series. In practices we often have some problem as long as we collect the time series data. So we don’t get ideal data related to number of sample. To solve this problem, we can generate observation data. There are several methods that can be used to generate data such as cross-validation and bootstrap. Application of cross-validation method to generate time series data can’t be done randomly, but we must generate the data based on balanced incomplete block design. The basic principle of cross-validation method is the data divided into two parts those are construction data and validation data. Construction data are drawn from observation data based on moving block and then we construct the model with Box-Jenkins method and verify the model with validation data. Do this process for different blocks as replication samples of cross-validation method, such that we can construct the best model that minimized loss function for prediction errors.
Key words: time series data, estimate model, cross-validatio
PENENTUAN FAKTOR UTAMA PENYEBAB GANGGUAN LISTRIK DENGAN METODE BOOTSTRAP (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG)
Dalam tulisan ini dibahas tentang penentuan faktor utama yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemadaman listrik di Semarang dengan menggunakan metode bootstrap. Pada awalnya faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap pemadaman listrik di kota Semarang adalah: kerusakan jaringan transmisi, kerusakan trafo dan kerusakan fuse (sekering). Dengan melibatkan 3 faktor tersebut dibentuk model regresi yang menyatakan hubungan antara kerusakan jaringan, trafo dan fuse(sekering) terhadap pemadaman listrik di kota Semarang. Prosedur pemilihan model regresi yang terbaik dilakukan dengan menentukan estimasi sesatan prediksi atas semua model yang mungkin yaitu sebanyak 2p-1 = 7 model, dengan p: banyaknya prediktor. Model yang terpilih adalah model yang memiliki rata-rata sesatan prediksi terkecil dan melibatkan variabel prediktor sesedikit mungkin. Prosedur pemilihan model terbaiknya dilakukan dengan menggunakan metode bootstrap residual (RB) dan bootstrap data berpasangan (PB). Prosedur pemilihan model dengan bootstrap konsisten untuk ukuran sampel n dengan replikasi bootstrap sebanyak B ( ). Pemilihan variabel dengan metode bootstrap untuk ukuran sampel bootstrap m dengan , berdasarkan bootstrap residual (RB) dan bootstrap data berpasangan (PB) juga konsisten. Berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan software R, diperoleh model regresi terbaik dengan melibatkan 2 variabel yaitu kerusakan jaringan dan kerusakan sekering. Dengan demikian faktor utama penyebab pemadaman listrik di kota Semarang adalah kerusakan jaringan dan kerusakan sekering.
Kata Kunci: pemilihan variabel, sesatan prediksi, bootstra
HUBUNGAN ANTARA CEMAS, DEPRESI DAN KADAR GULA DARAH SERTA REDUKSI URIN PENDERITA DIABETES MELITUS
Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit menahun, ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah disertai pengeluaran gula lewat urin. Ditinjau dari pandangan psikiatri, falctor-fakttor psikologik mempunyai peran terhadap patogenesis diabetes melitus sehingga perlu pengobatan secara komprehensif untuk menanggulanginya. Namun kondisi kejiwaan mana yang lebih menentukan dan bagaimana pengaruh itu bekerja, masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan cemas dan depresi dengan kadar gula darah dan reduksi urin penderita diabetes melitus.
Bahan dan cara kerja: Rancangan penelitian ini.darah cross sectional yang dilakukan di poliklinik penyakit dalam RSU Purwodadi. Subjek penelitiannya adalah 127 penderita diabetes melitus yang periksa rutin di poliklinik penyakit dalam, diperiksa kadar gula darah pasta, kadar gula darah 2 jam post prandial, reduksi urin puasa dan reduksi urin 2 jam post prandial. Status psikiatri diperiksa dengan Zung Self rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk memeriksa adanya cemas dan Zung Self rating Depression Scale (ZSDS) untuk depresi. Analisis statistik digunakan
Chi
Square Test dengan baths kemaknaan 0,05.
Hasil: Subjek penelitian sebanyak 127 orang penderita diabetes melitus, terdiri dari penderita dengan cemas "ringan" 19 orang (15%), depresi ringan 17 orang (13,4%), campuran cemas dan depresi 13 orang (10,2%) dan sisanya tanpa cemas maupun depresi 78 orang (61,4%). Dengan uji statistik Chi-Square Test dengan baths kemaknaan 0,05 ternyata tidak ada hubungan antara cemas dan depresi denga kadar gula darah maupun reduksi urin.
Simpulan : Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara cemas "ringan" dan depresi ringan dengan kadar gula darah maupun reduksi urin penderita diabetes melitus
UJI KARAKTERISTIK SIFAT FISIS & MEKANIS SERAT AGAVE CANTULA ROXB (NANAS) ANYAMAN 2D PADA FRAKSI BERAT (30%, 40%, 50%, 60%
Pemanfaatan material komposit pada saat ini semakin berkembang,
seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang semakin meluas
mulai dari yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sampai sektor industri.
Serat nanas yang dikombinasikan dengan polyester sebagai matriks akan dapat
menghasilkan komposit alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, impak,
impedansi akustik dan intensitas bunyi komposit serat cantula anyaman 2D
terhadap variasi fraksi berat (30%, 40%, 50%, 60%).
Bahan pembuatan komposit yang digunakan adalah serat cantula dengan kadar
air 8-10% bermatriks polyester 157 BQTN-EX dan katalis MEKPO. Pembuatan
komposit dengan menggunakan press mold.Pengujian komposit sesuai dengan
standar ASTM D 638-02 untuk uji tarik,ASTM D 256-00 untuk uji impak dan
ASTM E 494-95 untuk uji impedansi akustik.
Hasil penelitian diperoleh kekuatan tarik rata-rata tertinggi pada fraksi
berat 40% sebesar 11,94 MPa dan terendah pada fraksi berat 30%,Sebesar 6,65
Mpa modulus elastisitas rata-rata tertinggi dimiliki pada fraksi berat 40% sebesar
180,32 MPa dan terendah pada fraksi berat 60% Sebesar 80,11. Harga impak
rata-rata tertinggi komposit dimiliki oleh fraksi berat 40% sebesar 0,035 J/mm2
dan terendah pada fraksi berat 50% sebesar 0,031 J/mm2. Nilai Impedansi
akustik tertinggi pada fraksi berat 30% sebesar 3,60E-11kg/m2s
HUBUNGAN PROFIL KEPRIBADIAN DENGAN SINDROMA PRA HAID
Sindroma prahaid merupakan suatu kumpulan gejala yang komplek yang terjadt pads seorang wanita satu atan dua minggu sebelum menstruasi dan hilang segera setelah keluamya darah hard, Etiologi sindroma prahaid belum jelas, dan prevalensinya diperkirakan 30%-40% pada wands usia 19-45 tahun.
Tujuan : Mengetahui hubungan profit kepribadian dengan sindrorna pra hard Metode : Penelitian ini merupakan wrath peneltian studi belah lintang
Subyek : 100 Orang mahasiswi usia antara 18 sampai 26 tahun
Hull: Didapatkan 31 orang mengalami sindroma prahaid Didapatkan 28 orang dengan profit kepribadian neurotik Tidak ada hubungan antara profil kepribadian dengan sindroma pra hard. (p=0,381
PENENTUAN FAKTOR UTAMA PENYEBAB GANGGUAN LISTRIK DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE VALIDASI-SILANG DAN BOOTSTRAP
Di kota Semarang sering terjadi gangguan cuaca seperti: angin kencang dan banjir. Gangguan cuaca tersebut seringkali menyebabkan kerusakan fasilitas umum seperti kerusakan fasilitas yang dimiliki oleh PT PLN sebagai penyedia listrik untuk masyarakat. Fasilitas PLN yang sering terjadi kerusakan antara lain: jaringan transmisi, sedangkan kerusakan trafo, fuse/sekering seringkati disebabkan oleh pemakaian listrik yang berlebihan. Oleh karena itu sering muncul dugaan bahwa kerusakan 3 jenis peralatan tersebut merupakan faktor utama yang berpengaruh secara signfikan terhadap pemadaman listrik di Semarang.
Untuk menjawab dugaan tersebut dilakukan penelitian tentang penentuan faktor utama penyebab pemadaman listrik di Semarang dengan menggunakan teknik analisis regresi tinier berdasarkan metode resampling yaitu: validasi-silang dan bootstrap. Dengan melibatkan 3 faktor tersebut dibentuk model regresi yang menyatakan hubungan antara kerusakan jaringan, trafo dan fuse(sekering) terhadap pemadaman listrik di kota Semarang. Prosedur pemilihan model regresi terbaiknya dilakukan dengan menentukan estimasi sesatan prediksi atas semua model yang mungkin yaitu sebanyak 23-1 = 7 model. Model yang terpilih adalah model yang memiliki rata-rata sesatan prediksi terkecil dan melibatkan variabel prediktor sesedikit mungkin.
Prosedur pemilihan model terbaik dengan menggunakan metode validasi¬silang dilakukan dengan menggunakan metode validasi-silang lepas-1 dan lepas-d (1 I dan (n — d) —* co dengan n: ukuran sampel. Prosedur pemilihan model regresi
linier terbaik juga dilakukan dengan menggunakan metode bootstrap residual (RB)
dan bootstrap data berpasangan (PB). Pemilihan model terbaik dengan bootstrap
konsisten untuk ukuran sampel n dengan replikasi bootstrap sebanyak B
(n « B « n"). Sedangkan pemilihan model dengan bootstrap untuk ukuran sampel m, juga konsisten untuk Ln- --4 0 dan -4 oo
Berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan software R yang diterapkan pada data pemadaman listrik sebagai respon dengan melibatkan 3 variabel prediktor: kerusakan jaringan, kerusakan trafo dan kerusakan sekering, diperoleh model regresi terbaik dengaa melibatkan 2 variabel predictor yaitu kerusakan jaringan dan kerusakan sekering. Dengan demikian faktor utama penyebab pemadaman listrik di kota Semarang adalah kerusakan jaringan dan kerusakan sekering.
Climate disturbance frequently happened in Semarang such as: flood and wind. The climate disturbance frequently destroy public facility such as facility of Government Electricity Firm (PT PLN). The facility of Government Electricity Firm that frequently damage arc transmission network, trafo and fuse. Then we predict that the main factor that caused electricity disturbance are transmission network damage, trafo damage and fuse damage.
To ask this conjecture, we investigate about the main factor selection that cause electricity disturbances in Semarang by linear regression technique based on resampling methods: cross validation and bootstrap. We construct regression models that explain relationship between electricity disturbances with transmission network damage, trafo damage and fuse damage in Semarang. Procedure of the best linear regression model selection is done by finding estimation of prediction error over all the possible models. There are 23-1 = 7 models. The best model is the model with minimal prediction error and involve predictors as small as possible.
Procedure of the best model selection by cross validation is done with cross validation delete-1 and delete-d (1 1 and (n— co . Procedure of the best model selection is also done by residual bootstrap (RB) and paired bootstrap (PB). Procedure of the best model selection for sample size n is consistent with bootstrap
replication B (n « B « n"). Bootstrap selection model with sample size m is consistent as —tn -> 0 and In --> co .
Based on simulation result with "R" system that implemented to observation data, is found the best model with 2 predictors: trafo damage and fuse damage. So the main factor that caused electricity disturbances in Semarang are trafo damage and fuse damage
- …
