1,720,967 research outputs found

    Pengaruh Ukuran Grid dan Model Turbulensi pada Analisis Komputasi Drga Aerodinamika Bluff Body Model Kendaraan

    No full text
    Ketika kontur permukaan suatu benda berubah secara drastis, aliran fluida pada kondisi tertentu tidak mampu untuk bergerak mengikuti kontur tersebut dan mengalami separasi aliran. Separasi aliran menyebabkan munculnya daerah olakan yang memiliki tekanan rendah sehingga menimbulkan gaya drag. Kontrol aliran pada bluff body dengan tujuan untuk mengurangi drag dan kebisingan merupakan salah satu isu utama dalam aerodinamis. Perbedaan tekanan antara bagian depan dan belakang bluff body merupakan kontributor utama untuk keseluruhan drag, perbedaan ini terutama disebabkan oleh separasi aliran pada bagian belakang body. Metode kontrol aliran dapat dilakukan dengan pemberian energi tambahan menggunakan sistem kontrol aktif atau pasif. Strategi kontrol aktif melibatkan penambahan energi untuk mengontrol separasi aliran. Kebutuhan akan pengurangan gaya drag yang lebih efektif mendorong pada perancangan otomobil yang lebih kreatif dalam mengembangkan model kontrol aktif yang inovatif. Metode kontrol aktif memungkinkan untuk memodifikasi topologi aliran tanpa merubah bentuk dari kendaraan. Pada penelitian ini, digunakan model reversed Ahmed body yang merupakan bluff body model kendaraan yang disederhanakan. Model reversed Ahmed body dilengkapi dengan kontrol aktif aliran berupa blowing yang ditempatkan pada bagian belakang model uji untuk mengetahui besarnya pengurangan drag aerodinamika yang diperoleh akibat pengaruh ukuruan grid dan model turbulensi. Untuk analisis komputasi, ukurun grid yang digunakan adalah mesh A = 8, mesh B = 9, mesh C = 10 dan mesh D = 11. Sementara untuk model turbulensi digunakan k-epsilon standard, k-epsilon realizable, k-?? standard dan k-?? SST. Kondisi batas adalah kecepatan upstream 13.9 m/s dan kecepatan blowing 1.0 m/s. Penelitian dilakukan dengan pendekatan komputasi menggunakan Software CFD Fluent 6.3 dan hasil komputasi yang diperoleh divalidasi dengan pendekatan eksperimental menggunakan load cell . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa mesh C dengan ukuran grid 10 dan model turbulensi k-epsilon standard memberikan hasil yang paling mendekati hasil eksperimen dengan perbedaan nilai pengurangan drag yang diperoleh adalah masing-masing 0.31% dan 0.30%

    Analisis Komputasi Pengaruh Geometri Muka dan Kontrol Aktif Hisapan Terhadap Koefisien Hambatan Pada Reversed Ahmed Model

    No full text
    Disain bentuk kendaraan merupakan aspek yang sangat diperhatikan untuk mengoptimalkan engine power yang dihasilkan oleh kendaraan melalui proses pembakaran bahan bakar menjadi daya dorong, traksi dan stabilitas kendaraan pada saat bergerak dengan kecepatan tertentu. Secara umum, kendaraan yang bergerak akan mengalami hambatan aerodinamika yang diakibatkan oleh aliran fluida yang bersentuhan secara langsung dengan bodi kendaraan. Hambatan aerodinamika yang besar disebabkan oleh adanya penurunan tekanan dan separasi aliran yang terjadi di bagian belakang kendaraan. Metode teknik kontrol aktif hisapan memberikan suatu prospek yang sangat baik untuk mengontrol terjadinya separasi aliran yang memberikan efek positif terhadap pengurangan hambatan aerodinamika pada kendaraan otomotif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geometri muka dan penggunaan kontrol aktif hisapan terhadap koefisien hambatan pada reversed Ahmed model dengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan (). Reversed Ahmed model merupakan model uji yang digunakan pada penelitian ini dengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan (???) yaitu 25o, 30o, dan 35o. Penelitian dilakukan dengan pendekatan komputasi menggunakan model turbulensi k-epsilon standard. Kecepatan upstream dan suction yang digunakan adalah masing-masing 13.9 m/s dan 0.5 m/s. Hasil penelitian yang diperoleh mengindikasikan bahwa geometri muka dan penggunaan kontrol aktif hisapan pada reversed Ahmed model memberikan pengaruh yang signifikan terhadap koefisien hambatan. Pengurangan koefisien hambatan terbesar terjadi dengan sudut kemiringan pada bagian depan (???)=25o yaitu 14.09%

    Analisis Komputasi Pengaruh Kontrol Aktif Suction pada Hambatan Aerodinamika Model Kendaraan

    No full text
    Ketika kendaraan melaju pada suatu kecepatan, viskositas fluida menyebabkan udara cenderung menempel pada permukaan kendaraan dan membentuk lapisan batas (boundary layer). Aliran udara di sekitar kendaraan menyebabkan tekanan ke dalam lapisan batas. Ketika aliran udara mencapai bagian belakang kendaraan, aliran mengalami separasi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya daerah turbulen yang besar dengan tekanan yang rendah di bagian belakang kendaraan yang disebut dengan olakan (wake). Olakan tersebut menyebabkan terjadinya gaya hambat tekanan (pressure drag) yang dapat mengganggu performa kendaraan saat melaju. Karena itu, banyak kajian yang menunjukkan bahwa strategi kontrol aktif aliran memberikan suatu alternatif yang prospeknya sangat baik untuk mengurangi hambatan aerodinamika pada kendaraan. Kontrol aktif aliran memerlukan sumber energi luar untuk mengontrol aliran di sekitar kendaraan tanpa perlu mengganggu bentuknya. Salah satu konsep pemberian energi ini dapat dilakukan dengan mekanisme suction (hisapan). Aliran sekitar kendaraan merupakan aliran yang kompleks karena interaksi yang nonlinear antara aliran udara dengan bagian dan permukaan kendaraan. Penggunaan model geometris yang dapat menggambarkan fenomena fisik pada kendaraan yang sesungguhnya adalah cara yang efisien dalam mengembangkan kontrol aktif aliran sebagai solusi pengurangan hambatan aerodinamika pada kendaraan. Pada penelitian ini, digunakan model reversed Ahmed body (body Ahmed terbalik) dengan kemiringan pada bagian depan adalah (???) 25o. Model reversed Ahmed body merupakan model kendaraan yang disederhanakan dan dianggap dapat menggambarkan keadaan aliran pada model real. Model reversed Ahmed body dilengkapi dengan kontrol aktif aliran berupa suction yang diletakkan pada bagian belakang model uji. Penelitian dilakukan dengan pendekatan komputasi menggunakan Software CFD Fluent 6.3. Model turbulensi yang digunakan adalah k-epsilon standar. Sementara, kecepatan upstream dan kecepatan suction yang digunakan adalah masing-masing 16.7 m/s dan 0.5 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penempatan suction pada bagian belakang dari model uji memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan distribusi tekanan sebesar 13.72%. Selain itu, juga diperoleh pengurangan hambatan aerodnamika pada model kendaraan sebesar 14.11%

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Analisis Komputasi Pengaruh Kontrol Aktif Suction pada Hambatan Aerodinamika Model Kendaraan

    No full text
    Ketika kendaraan melaju pada suatu kecepatan, viskositas fluida menyebabkan udara cenderung menempel pada permukaan kendaraan dan membentuk lapisan batas (boundary layer). Aliran udara di sekitar kendaraan menyebabkan tekanan ke dalam lapisan batas. Ketika aliran udara mencapai bagian belakang kendaraan, aliran mengalami separasi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya daerah turbulen yang besar dengan tekanan yang rendah di bagian belakang kendaraan yang disebut dengan olakan (wake). Olakan tersebut menyebabkan terjadinya gaya hambat tekanan (pressure drag) yang dapat mengganggu performa kendaraan saat melaju. Karena itu, banyak kajian yang menunjukkan bahwa strategi kontrol aktif aliran memberikan suatu alternatif yang prospeknya sangat baik untuk mengurangi hambatan aerodinamika pada kendaraan. Kontrol aktif aliran memerlukan sumber energi luar untuk mengontrol aliran di sekitar kendaraan tanpa perlu mengganggu bentuknya. Salah satu konsep pemberian energi ini dapat dilakukan dengan mekanisme suction (hisapan). Aliran sekitar kendaraan merupakan aliran yang kompleks karena interaksi yang nonlinear antara aliran udara dengan bagian dan permukaan kendaraan. Penggunaan model geometris yang dapat menggambarkan fenomena fisik pada kendaraan yang sesungguhnya adalah cara yang efisien dalam mengembangkan kontrol aktif aliran sebagai solusi pengurangan hambatan aerodinamika pada kendaraan. Pada penelitian ini, digunakan model reversed Ahmed body (body Ahmed terbalik) dengan kemiringan pada bagian depan adalah (???) 25o. Model reversed Ahmed body merupakan model kendaraan yang disederhanakan dan dianggap dapat menggambarkan keadaan aliran pada model real. Model reversed Ahmed body dilengkapi dengan kontrol aktif aliran berupa suction yang diletakkan pada bagian belakang model uji. Penelitian dilakukan dengan pendekatan komputasi menggunakan Software CFD Fluent 6.3. Model turbulensi yang digunakan adalah k-epsilon standar. Sementara, kecepatan upstream dan kecepatan suction yang digunakan adalah masing-masing 16.7 m/s dan 0.5 m/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penempatan suction pada bagian belakang dari model uji memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan distribusi tekanan sebesar 13.72%. Selain itu, juga diperoleh pengurangan hambatan aerodnamika pada model kendaraan sebesar 14.11%

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore