15 research outputs found
Paradigma Baru bagi Pengkajian Masalah Wanita dan Jender dalam Antropologi
In this article the author argues for the need to develop and use a new paradigm in examining the role of women. By considering the significant role women played in the recent economic crisis in Indonesia which has been neglected by various parties, including scholars, the author prefers strongly to use the paradigm 'critics' in the studies about women. She explains further the difference between this paradigm and the 'interpretive' and positivism' paradigms. The use of the new paradigm would enable the researcher to examine the relevant issues, carry out a participative approach, as well as change the disadvantaged situations and roles the women have
BEBERAPA CATATAN MRNGENAI KEDUDUKAN WANITA DALAM HUKUM ADAT WARIS DALAM SUSUNAN KELUARGA YANG PARENTAL
ADAT PERKAWINAN TORAJA SA'DAN DAN TEMPATNYA DALAM HUKUM POSITIP MASA KINI
Suatu uraian mengenai siapakah orang Toraja Sa'dan, yaitu suatu bagian dari suku bangsa yang dalam kepustakaan dikenal sebagai orang Toraja dan yang mendiami bagian tengah dari pulau Sulawesi, disajikan dalam Bab I, Bagian Pertama. Istilah suku-bangsa, kami gunakan sebagai suatu istilah yang fungsinya hanya sebagai penunjuk kepada golongan-golongan dalam masyarakat kita yang mempunyai ciri budaya sendiri disamping mempunyai ciri bersama dengan golongan lain dari bangsa kita. Tempat adat, atau hukum adat perkawinan, dalam hukum positip khususnya hukum positip yang berhubungan dengan soal-soal perkawinan dan akibat-akibatnya —, kami anggap perlu dipelajari dalam rangka Undang-undang Perkawinan yang telah diundangkan, yaitu Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, dan yang pelaksanaannya telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975</jats:p
Para ibu yang berperan tunggal dan yang berperan ganda : laporan penelitian
xvi, 187 p. : il.; 21 cm
Otonomi Wanita: Sejumlah Studi Kasus di Jakarta
The writer put forward that in mainstream social sciences not much attention is given to problems related to power relationship in small social units such as the family. Thus in this article attempts are made to describe how much autonomy women have regarding household economy matters. The description of cases is based on research conducted in Jakarta by the team of "Srikandi Foundation" a small research institute of which writer is one of the chairpersons
Benih bertumbuh: Kumpulan karangan untuk Prof. Tapi Omas Ihromi
Yogyakartaxxi, 627 p.: bibl. ref.; 22 cm
