74,833 research outputs found
Seri Buku Saku Tan Malaka Bapak republik Yang Dilupakan
Tan melukis revolusi indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat kekuasaan kepada empat nama salah satunya Tan Malaka--apabila Bung Karno dn Bung Hatta mati atau ditangkap "...jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusioner, tan Malaka' kata Sukarno. Tapi di masa pemerintahan Sukarno pula Tan dipenjara dua setengah tahun tanpa pengadilan.xxi; 212 hal Ilus 11 cmX16 c
Deterministic Approximate Counting of Polynomial Threshold Functions via a Derandomized Regularity Lemma
We study the problem of deterministically approximating the number of satisfying assignments of a polynomial threshold function (PTF) over Boolean space. We present and analyze a scheme for transforming such algorithms for PTFs over Gaussian space into algorithms for the more challenging and more standard setting of Boolean space. Applying this transformation to existing algorithms for Gaussian space leads to new algorithms for Boolean space that improve on prior state-of-the-art results due to Meka and Zuckerman [Meka and Zuckerman, 2013] and Kane [Kane, 2012]. Our approach is based on a bias-preserving derandomization of Meka and Zuckerman’s regularity lemma for polynomials [Meka and Zuckerman, 2013] using the [Rocco A. Servedio and Li-Yang Tan, 2018] pseudorandom generator for PTFs
Misteri pembunuhan Tan Malaka : siapa yang memerintahkan eksekusi Tan Malaka?
Pernahkah terpikirkan, siapa sebenarnya yang pertama kali menulis konsep Republik Indonesia? Dialah Tan Malaka. Namanya memangtak sementereng Soekarno, Hatta dan Sutan Sjahrir. Tan Malaka begitu ditakuti, hingga namanya pun berusaha dilupakan. Dia bahkan pernah dihapus dari teks-teks buku sejarah dan kisah heroik pahlawan nasional.Tak hanya dalam pemikiran, idealisme Tan Malaka pun tak tergoyahkan. Lantaran idealisme ini pula ia selalu diburu, hingga akhirnya dia harus mati di ujung senapan bangsanya sendiri -- dalam perjuangan Indonesia Merdeka 100%.Kini, sudah lewat setengah abad sejak waktu yang diduga kematiannya, tapi kisah kematian Tan Malaka masih misteri. Hingga kemudian tersiar penemuan makam tua yang disangka makam orang sakti dengan sebongkah batu pengganti nisan yang diidentifikasi ssebagai makam Tan Malaka. Tapi benarkh itu makam Tan Malaka? Lalu bagaimana dan siapa sebenarnya yang memerintahkan eksekusi terhadap Tan Malaka? Buku ini mengungkap misteri kematian Tan Malaka yang bersumber dari berbagai referensi terpercaya
Dicoxiseta Wang, Tan & Yang 2015, gen. nov.
3.1 <i>Dicoxiseta</i> Wang, Tan & Yang, gen. nov. <p> Type species. <i>Dicoxiseta litsea</i> Wang, Tan & Yang, <b>sp. nov.</b></p> <p> Diagnosis. Body fusiform, gradually tapered, gnathosoma curved obliquely downward, dorsal pedipalp genual setae normal, prodorsal shield with frontal lobe, scapular setae (<i>sc</i>) set on rear margin and directed backward, prosternal apodeme present, anterolateral setae on coxisternum І (<i>1b</i>) absent, tarsal empodium entire, all usual leg and body setae present; dorsal opisthosoma evenly rounded, ventral opisthosomal annuli sculptured with microtubercles and differentiated into broader dorsal and narrower ventral annuli.</p> <p> Etymology. The generic name is derived from the Latin " <i>di</i> -", " <i>cox</i> -" and " <i>seta</i> ", referring to the coxae bear two pairs of setae, gender feminine.</p> <p> Remarks. This new genus is close to <i>Siracharus</i> Chandrapatya & Boczek, 2000 by the scapular tubercles set on rear shield margin, scapular setae (<i>sc</i>) directed backward and divergently, anterolateral setae on coxisternum І (<i>1b</i>) absent, all venter and legs with usual setae. It is different from <i>Siracharus</i> by the body is gradually tapered, dorsal and ventral opisthosomal annuli are sculptured with microtubercles and differentiated into broader dorsal and narrower ventral annuli. In <i>Siracharus</i>, the body is strongly tapered, dorsal and ventral annuli are smooth and equally broad (Chandrapatya & Boczek, 2000).</p>Published as part of <i>Gu, Xiao-Hui, Yang, Juan, Tan, Meng-Chao & Wang, Guo-Quan, 2015, A new genus and four new species of Eriophyidae from China (Acari: Eriophyoidea), pp. 41-52 in Zoological Systematics 40 (1)</i> on page 42, DOI: 10.11865/zs.20150103, <a href="http://zenodo.org/record/7176718">http://zenodo.org/record/7176718</a>
Madilog Tan Malaka : Materialisme, dialekika, dan logika
Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai "logika mistika". Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesajen, dan doa-doa. Melihat kenyataan bangsanya yang masih terkungkung oleh "logika mistika" itu, Tan Malaka melahirkan Madilog.Mendiang peneliti LIPI, Dr Alfian pernah menyebutkan bahwa Madilog memang merupakan karya terbaik Tan Malaka, paling orisinal, berbobot, dan brilian. Naskah Madilog ditulis oleh Tan Malaka selama delapan bulan (15 Juli 1942 - 30 Maret 1943). Buku ini bukan semacam "ajaran partai" atau "ideologi proletariat", melainkan cita-cita Tan Malaka sendiri. Di mana Madilog--sebagian besar mengikuti konsep materialistik-dialektik Fredrich Engels--sama sekali bebas dari buku-buku Marxisme-Leninisme yang menuntut ketaatan mutlak pembaca terhadap Partai Komunis.Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari "logika mistika" lewat "filsafat" ke "ilmu pengetahuan" (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh "logika mistika" itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari "logika mistika" dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.560 hlm. 14 x 21 c
Tan Malaka : Bapak Republik yang dilupakan
Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memberikan konsep Republik Indonesia bagi Hindia-Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pulalah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur. Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai Tan Malaka dari berbagai sisi, mulai pemikiran, petualangan ke berbagai negara, sampai asmara yang bertepuk-sebelah tangan
sj-7z-4-tan-10.1177_17562864221080520 – for Factors affecting minimal manifestation status induction in myasthenia gravis
sj-7z-4-tan-10.1177_17562864221080520 for Factors affecting minimal manifestation status induction in myasthenia gravis by Yi Li, Shumei Yang, Xiaohua Dong, Zhibin Li, Yuyao Peng, Wanlin Jin, Di Chen, Ran Zhou, Fei Jiang, Chengkai Yan and Huan Yang in Therapeutic Advances in Neurological Disorders</p
Tan Malaka : Bapak Republik yang Dilupakan
Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memerikan konsep "Republik Indonesia" bagi Hindia-Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pula lah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur. Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai Tan Malaka dari berbagai sisi, mulai pemikiran, petualangan ke berbagai negara, sampai asmara yang bertepuk-sebelah tangan. Seri TEMPO Bapak Bangsa ini merupakan bagian seri-seri reportase TEMPO lain mengenai para pendiri Republik Indonesia.xx+184hlm.;16x23c
Naar De Republiek Indonesia: Kelahiran Suatu Pikiran Sering Menyamai Kelahiran Seorang Anak
Buku ini menjadi tonggak awal gagasan tentang kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan secara jelas dan tegas sebelum Proklamasi 1945. Dalam karyanya, Tan Malaka menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri sebagai sebuah republik merdeka, bebas dari belenggu kolonialisme Belanda. Ia mengkritik keras sistem feodalisme dan kapitalisme kolonial yang menindas rakyat, serta menolak kompromi dengan bentuk negara lain selain republik. Melalui gaya penulisan yang tajam, Tan Malaka menempatkan kemerdekaan sebagai cita-cita utama bangsa yang harus diperjuangkan dengan kesadaran politik, persatuan rakyat, dan perjuangan terorganisir100 hlm.; 20 c
- …
