7 research outputs found
KONSEP PENINGKATAN KUALITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH KEL. SEPANJANG JAYA, KEC. RAWA LUMBU, KOTA BEKASI: indonesia
The problem of slum settlements in Indonesia is still the main problem faced in residential areas in cities and districts. The problem of slum settlements is the main issue in Bekasi City. which is quite a polemic with urban problems, high levels of density and heterogeneous activity functions. The purpose of the study was to identify the condition of the slum area of Bekasi City in the Panjang Jaya Village, Rawa Lumbu District to get a concept of improving the quality of handling slum settlements, by analyzing the infrastructure service needs of the slum area and the conditions of settlements in the slum area. The research methodology uses qualitative descriptive methods through primary and secondary data collection by survey and interview methods. To obtain in-depth data and examine slum settlements, this research uses a normative, participatory and facilitative approach
Reklamasi Pesisir Kota Cirebon
Penataan pesisir Kota Cirebon yang berkelanjutan berguna untuk menumbuhkan
perekonomian wilayah pesisir. Dengan reklamasi, luas wilayah Kecamatan Kejaksan dan
Lemahwungkuk akan bertambah sehingga di atas tanah reklamasi tersebut dapat dibangun
waterfront city untuk meningkatkan potensi pesisir Kota Cirebon. Waterfront city meliputi
objek wisata, perdagangan, permukiman dan sentra perekonomian lainya. Metode analisis data
yang digunakan adalah (1) Analisis Fisik Lingkungan, ; (2) Analisis Sirkulasi dan
Aksesibilitas; (3) Analisis Fasilitas; dan, (4) Analisis Pariwisata. . Kesimpulannya adalah Kota
Cirebon mengalami beberapa permasalahan seperti: persebaran penduduk yang belum merata,
potensi SDA (sumber daya alam) yang belum berkembang, kondisi pesisir pantai yang
mengalami abrasi dan sendimentasi, dan minimnya prasarana dan sarana penunjang.
Berdasarkan keterbatasan itu, penulis berargumentasi bahwa pembangunan kawasan tepi
air/waterfront city yang berkelanjutan dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi di kawasan
pesisir ini
STRATEGI PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PANTAI KOTA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: KOTA CIREBON)
ABSTRAK Kawasan Pantai Kota di Kota Cirebon menunjukan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya pembangunan di kawasan pantai kota pada kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk. Namun pembangunan yang semakin meningkat berdampak kepada penurunan kualitas lingkungan di pantai kota itu sendiri dan terhadap taraf hidup masyarakat sekitar sehingga terancam keberlanjutannya. Studi ini bertujuan menyusun arahan strategi pemanfaatan ruang di kawasan pantai kota di Kota Cirebon dalam pembangunan berkelanjutan. Analisis yang dilakukan yaitu menganalisis kondisi eksisiting kawasan pantai kota, kebijakan tata ruang, sosial dan ekonomi, dan menganalisis dengan dynamic SWOT untuk mendapatkan strategi pemanfaatan ruang. Hasil penelitian SWOT dalam pemanfaatan ruang kawasan pantai kota menunjukan 4 arahan strategi kebijakan: pertama memberdayakan masyarakat pantai untuk mengembangkan pemanfaatan ruang dengan mengoptimalkan sumberdaya alam yang produktif, kedua mengembangkan pemanfaatan sektor ekonomi yang berada pada sepanjang pantai, ketiga meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana dalam mendukung kegiatan pengelolaan sumberdaya alam pantai kota dan menciptakan lingkungan hunian yang bersih, sehat dan nyaman, keempat membuat peraturan daerah tentang pengelolaan wilayah pantai kota berbasis zonasi seperti amanat UU No.1 Tahun 2014 dengan pengelolaan secara terpadu, serta penegakan hukum yang tegas sesuai peraturan yang berlaku dengan mengacu RTRW. Kata Kunci : Startegi, pemanfaatan ruang kawasan, pantai kot
KAJIAN KEBERADAAN RUANG AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP KORIDOR JALAN MOCHAMMAD TOHA (Studi Kasus: Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Provinsi Banten)
Kajian Keberadaan Ruang Aktivitas Masyarakat Terhadap Koridor Jalan Mochammad Toha adalah kajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara elemen ruang yang menimbulkan aktivitas baru dan berpotensi memunculkan permasalah pada fungsi Jalan Mochammad Toha, di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Metode induktif, digunakan untuk: (1). Menggambarkan pola penggunaan lahan di sepanjang koridor Jalan Mochammad Toha, (2). Mengetahui bentuk aktivitas dari keterkaitan antar elemen ruang di Koridor Jalan Mochammad Toha, dan (3). Mengkaji fungsi jalan dikaitkan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Koridor Jalan Mochammad Toha. Analisis dilakukan dengan mengorganisir informasi, dan memberi kode, membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya, dan menetapkan pola serta mencari hubungan antar beberapa elemen ruang dikawasan Jalan Mochammad Toha. Kajian menghasilkan kesimpulan: (1) sistem aktivitas masyarakat yang terjadi di kawasan koridor pada awalnya karena ketersediaan lahan yang cukup lapang sehingga ada sebuah pengembang yang mencoba mendirikan Industri yang bernama PT. Panarub Industri, berdirinya industri tersebut pada tahun 1968 hingga saat ini, dan demikan bertambahnya tahun, fenomena yang disajikan oleh koridor jalan Mochammad Toha akhirnya mengalami perkembangan pada pola penggunaan lahan sehingga makin banyak lahan aktif yang didirikan oleh masyarakat sekitar kawasan koridor tersebut, dan pada akhirnya semakin banyak pula kebutuhan ruang aktivitas untuk melakukan suatu Kegiatan/aktivitas masyarakat di koridor jalan Mochammad Toha. (2) setiap ruang - ruang memiliki keterkaitan hubungan aktivitas didalamnya, sehingga tingkat aksesbilitas di koridor jalan Mochammad Toha menjadi lebih maksimal dan efisien dalam hubungan antar destinasi. (3) Bahwa koridor jalan Mochammad Toha tidak hanya sebagai akses penjuru untuk melayani pergerakan kendaraan saja, melainkan sebagai alat interaksi bagi masyarakat di kawasan Koridor Jalan Mochammad Toha.Kata Kunci: jalan Mochammad Toha, elemen ruang, aktivitas masyarakat, penggunaan laha
PENJADWALAN PEKERJAAN PROYEK STRUKTUR ATAS DENGAN MENGGUNAKAN REPETITIVE SCHEDULING METHOD
Pertumbuhan di bidang konstruksi akan sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu sangat diperlukan adanya manajemen pengendalian waktu yang baik dan efisien. Dalam penelitian ini akan dilakukan penjadwalan ulang dengan metode penjadwalan Repetitive Scheduling Method. Dari hasil penjadwalan ulang tersebut didapatkan bahwa penjadwalan proyek tersebut dapat selesai dalam kurun waktu yang jauh lebih cepat. Yakni 5 minggu dari rencana pekerjaan 10 minggu
