1,721,006 research outputs found
Development Of E-Modules For Prayer Practice Using Flip PDF Professional
This study aims to produce electronic prayer practice modules using the Flip PDF Professional application. The research was conducted in the form of research and development (R&D). The development model used is the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The electronic module developed by the author contains material presented using images, videos, audio, and animation to increase students' interest in learning the practice of prayer and effectiveness in the learning process. The results showed that the electronic module developed had met the required standards. Validation was carried out by material experts, media experts, and linguists. In addition, the electronic module has also been field tested on a small scale by 8 learners and a large scale by 15 learners. The interpretation of the material expert shows that this e-module is very feasible with a percentage score of 87.50%, the interpretation of the language expert shows feasibility with a percentage score of 89.58%, and the interpretation of the media expert shows feasibility with a percentage score of 80.27%. The results of the field trial also showed that this e-module received a good assessment with a percentage score of 82.50%. Based on the results of the trial, it can be concluded that the electronic module of prayer practice is included in the good category and received positive responses from experts, students, and teachers. Currently, the implementation of the electronic prayer module in the learning process is being carried out, and the results of this research will be published in the next article
Keywords: Electronic Modules, Flip PDF Professional, Prayer, Worshi
Al-Muqarabah al-manhajiyyah bayn al-mi'yariyyah wa al-tarikhiyyah wa atsaruhuma fi al-fkir al-diny: ru'yah naqdiyah
Dalam diskursus pemikiran modern, pendekatan dan metode menempati posisi problematik karena mampu melahirkan ragam pemikiran akibat ragam pendekatan. Aspek ini juga merupakan dasar bagi orientasi-orientasi pemikran dalam diskursus pemikiran Islam modern. Pendekatan normativisme menjadikan teks-teks al-Qur'an dan hadis pijakan dasar keberagamaan, sementara itu pendekatan historisisme menjadikan realitas sebagai titik tolak bagi keberagamaan. Dalam pandangan penganut pendekatan historisisme, perubahan realitas merupakan pintu masuk bagi relativitas pemikiran-pemikiran agama dan skeptisisme bagi keberadaan sesuatu yang mapan seputar agama. Sementara itu, penganut pendekatan normativisme, seiring dengan fokus perhatian mereka terhadap realitas, menolak kecenderungan pendekatan historisisme mengingat adanya prinsip- prinsip mapan dalam agama yang tidak akan berubah mengikuti perubahan waktu dan tempat. Di samping itu, ada juga aspek-aspek yang selalu berubah dan tunduk kepada perubahan waktu dan tempat
IMPLEMENTASI E-MODUL PRAKTIK SALAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH SALAT ANAK
A common problem faced by education in Indonesia is the weakness of the teaching process caused by the minimal use of learning media that keeps up with the times and technology. At this time the transition from the use of print modules to electronic modules is needed so that students become more interested in participating in the learning process and can achieve learning goals. This study aims to implement a professional flip PDF based e-module to improve the quality of children's prayer. Research is conducted in the form of research and development (R&D). The development model used is the ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation) model. The e-module developed by the author contains material that is presented using images, video, audio and animation to improve the quality of prayer for 3rd grade elementary school children. The results of the study show that the developed electronic module meets the required standards and can be implemented properly for grade 3th and there is an increase in the pre-test and post-test and the evaluation carried out in this study was carried out at each stage in the development of the e-module.
Abstrak
Abstrak Permasalahan umum yang dihadapi pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pengajaran yang disebabkan oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Pada saat ini transisi penggunaan modul cetak menjadi elektronik modul diperlukan agar siswa menjadi lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan e-modul praktik salat berbasis flip PDF professional untuk meningkatkan kualitas ibadah salat anak. Penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian dan pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation dan evaluation). E-modul yang dikembangkan oleh penulis berisi materi yang disajikan dengan menggunakan gambar, video, audio serta animasi untuk meningkatkan kualitas ibadah salat anak kelas 3 SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektronik modul yang dikembangkan telah memenuhi standar yang dibutuhkan dan dapat diimplemetasikan dengan baik untuk anak kelas 3SD. Implementasi e-modul menujukkan hasil bahwa terdapat peningkatan pada pretes dan post-test dan evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan pada setiap tahapan dalam pengembangan e-modul. Aplikasi Flip PDF Profesional ini layak digunakan untuk pengembangan e-modul pada materi pembelajaran lainnya, karena dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar dan dapat mencapai efisiensi dalam penggunaan modul pembelajaran.Abstrak Permasalahan umum yang dihadapi pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pengajaran yang disebabkan oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Pada saat ini transisi penggunaan modul cetak menjadi elektronik modul diperlukan agar siswa menjadi lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan e-modul praktik salat berbasis flip PDF professional untuk meningkatkan kualitas ibadah salat anak. Penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian dan pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation dan evaluation). E-modul yang dikembangkan oleh penulis berisi materi yang disajikan dengan menggunakan gambar, video, audio serta animasi untuk meningkatkan kualitas ibadah salat anak kelas 3 SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektronik modul yang dikembangkan telah memenuhi standar yang dibutuhkan dan dapat diimplemetasikan dengan baik untuk anak kelas 3SD. Implementasi e-modul menujukkan hasil bahwa terdapat peningkatan pada pretes dan post-test dan evaluasi yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan pada setiap tahapan dalam pengembangan e-modul. Aplikasi Flip PDF Profesional ini layak digunakan untuk pengembangan e-modul pada materi pembelajaran lainnya, karena dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar dan dapat mencapai efisiensi dalam penggunaan modul pembelajaran
Guidance and Counseling Program for Marriage and Family Readiness for MA Students
The purpose of this study is to produce guidance and counseling programs for marriage and family readiness for students in Madrasah Aliyah (MA). Guidance and Counseling Program Marriage and family readiness is a developmental task for students to minimize divorce rates. The research method used in this study is qualitative field research. Data collection tool through observation, interviews, and documentation. The results of the program formulation and marriage and family readiness counseling for MA students were tested for validity through a Focus Group Discussion (FGD) with 4 experts namely: religious experts, linguists, psychologists, and education experts. The results of this study can describe that the guidance and counseling program for marriage and family readiness at Al-Amin Islamic Boarding School in a structured manner does not yet exist, the implementation at Al-Amin Islamic Boarding School is carried out in the Tsalasa Tsanawi class. Through the study of the classic Uqudulujein. Whereas at the Office of Religious Affairs (KUA) the guidance and counseling program for marriage and family readiness for prospective brides is held once on Wednesday, starting at 09: 00-12: 00. Through sakinah family foundation module. This marriage preparation guidance and counseling program for Madrasah Aliyah (MA) students is based on Permendikbud No. 111 of 2014, through basic services that refer to readiness in the field of personal services (Jasadiyah), social fields (Ijtimaiyah), learning fields (Ilmiyah) and career fields (Maaliyah)AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan program bimbingan dan konseling untuk kesiapan perkawinan dan keluarga bagi siswa Madrasah Aliyah (MA). Program Bimbingan dan Konseling Kesiapan perkawinan dan keluarga merupakan tugas perkembangan mahasiswa untuk meminimalkan angka perceraian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif. Alat pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil perumusan program dan penyuluhan kesiapan nikah dan keluarga untuk mahasiswa MA diuji validitasnya melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 4 orang ahli yaitu: ahli agama, ahli bahasa, psikolog, dan ahli pendidikan. Hasil penelitian ini dapat menggambarkan bahwa program bimbingan dan konseling perkawinan dan kesiapan keluarga di Pondok Pesantren Al-Amin secara terstruktur belum ada, implementasi di Pondok Pesantren Al-Amin dilaksanakan di Pondok Pesantren Tsalasa Tsanawi. kelas. Melalui studi tentang Uqudulujein klasik. Sedangkan di Kantor Urusan Agama (KUA) program bimbingan dan penyuluhan untuk kesiapan perkawinan dan keluarga bagi calon pengantin dilakukan satu kali pada hari Rabu, mulai pukul 09.00-12.00. Melalui modul yayasan keluarga sakinah. Program bimbingan dan konseling persiapan nikah bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) ini berpedoman pada Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, melalui pelayanan dasar yang mengacu pada kesiapan di bidang pelayanan pribadi (jasadiyah), bidang sosial (Ijtimaiyah), bidang pembelajaran ( Ilmiyah) dan bidang karir (Maaliyah)
Program matrikulasi bahasa Arab pada pondok pesantren: Konsep dan relevansi
Pesantren education has distinct characteristics and features in its matriculation system compared to the matriculation system in public schools. There are fundamental differences that can be observed in several aspects, such as the dominance of religious education in the matriculation curriculum, the 24-hour implementation of matriculation, the pesantren curriculum, and educational elements that involve the mosque, dormitories, and kiai (religious teachers) as integral parts of the pesantren matriculation system. All of these aspects indicate that the matriculation system in pesantren is not the same as the commonly applied matriculation system in schools. To facilitate the matriculation process for students to achieve optimal results, matriculation is divided into several categories, including matriculation in congregational prayer, Quran recitation, evening study supervision, extracurricular lessons, sports activities, lectures (muhadharah), language discipline, discipline in leaving the campus, and discipline in campus life. In Arabic Language matriculation, there are four integrative approaches applied, namely: 1) Humanistic Approach, 2) Aural and Oral Approach, 3) Analysis and Non-Analysis Approach, and 4) Communicative Approach. By integrating these four approaches, it is expected to create an active, communicative, cognitively intelligent, and speaking-centered learning experience.
Abstrak
Pendidikan pesantren memiliki karakteristik dan ciri khas matrikulasi yang berbeda dengan sistem matrikulasi di sekolah umum. Terdapat perbedaan mendasar yang dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dominasi materi matrikulasi yang berfokus pada pendidikan keagamaan, pelaksanaan matrikulasi selama 24 jam, kurikulum pesantren, serta elemen-elemen pendidikan yang melibatkan masjid, asrama, dan kiai sebagai bagian integral dari sistem matrikulasi pesantren. Semua aspek ini menunjukkan bahwa sistem matrikulasi di pesantren tidaklah sama dengan sistem matrikulasi yang umum diterapkan di sekolah. Demi memfasilitasi proses matrikulasi santri agar mencapai hasil yang optimal, matrikulasi dibagi ke dalam beberapa kategori, termasuk matrikulasi dalam shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, pengontrolan belajar malam, pelajaran ekstrakurikuler, kegiatan olahraga, muhadharah (ceramah), disiplin bahasa, disiplin keluar kampus, dan disiplin kehidupan di dalam kampus. Dalam matrikulasi Bahasa Arab, terdapat empat pendekatan yang diterapkan secara integratif, yaitu: 1) Pendekatan Humanistik. 2) Pendekatan Aural dan Oral 3) Pendekatan Analisis dan Non Analisis 4) Pendekatan Komunikatif. Dengan mengintegrasikan keempat pendekatan tersebut, diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, komunikatif, cerdas secara kognitif, dan berpusat pada kemampuan berbicara
Islamisasi Total Quality Manajemen (TQM) Dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah Islamisasi Total Quality Management (TQM) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dengan memasukkan nilai-nilai Islam mengiringi proses pengimplementasiannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur buku dan artikel jurnal, (untuk penelitian jurnal sebanyak 10 artikel jurnal tentang TQM dan 10 artikel jurnal tentang MBS) setelah mendapat gambarannya maka meneliti ayat-ayat dan hadits-hadits yang digunakan dalam bahasan manajemen untuk diselaraskan nilai-nilai Islam ke dalam TQM dan MBS. Hasilnya nilai-nilai Islam yang dijadikan Islamisasi TQM dan MBS adalah: (1) nilai niat karena Allah SWT. (keikhlasan), (2) nilai kepatuhan terhadap syariat, (3) nilai amanah, (4) nilai muraqabatullah, merasa diawasi oleh Allah SWT. (5) nilai akhlak, dan (6) nilai sinergi dengan totalitas Islam.
Kata kunci; Islamisasi; TQM; Manajemen Berbasis Sekolah
ABSTRACT
The aim of this research is the Islamization of Total Quality Management (TQM) and School Based Management (SBM), by incorporating Islamic values into the implementation process. This study uses a qualitative research method with a literature study of books and journal articles, (for journal research as many as 10 journal articles on TQM and 10 journal articles on SBM) after getting an overview, examines the verses and hadiths used in management discussions to harmonize Islamic values into TQM and SBM. The result is that the Islamic values that are used as the Islamization of TQM and SBM are: (1) the value of intention because of Allah SWT. (sincerity), (2) the value of compliance with the Shari'a, (3) the value of trust, (4) the value of muraqabatullah, feeling supervised by Allah SWT. (5) moral values, and (6) synergy values with the totality of Islam.
Keywords; Islamization; TQM; School Based Managemen
Pembentukan kepribadian peserta didik melalui program Bina Pribadi Islami di SMPIT Ummul Quro Bogor
Islamic personality is a very important part of the value of character education. This is because the formation of other characters can occur if accompanied by a noble character. The impact of the low Islamic personality of students will result in low morals and moral decadence. The destruction of the personality of the generation (students) is the base of the decline and destruction of a nation. Good morals are closely related to Islamic personality or it can be said that when someone has good morals, it can be said to have a good personality as well. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Islamic personality development program for students at the Ummul Quro Integrated Islamic Junior High School, Bogor. The research method applied in this research is in the form of qualitative methods (library research) and field studies (field research) by reviewing program documents, observing directly how the process of implementing the Islamic personal development program and its refinement through various observations and interviews. The results of the study show that the Islamic personal development program is an important part of shaping the character and positive culture of students. The goal is to form the Islamic personality of students who have a straight aqidah, do the right worship, have a mature personality and have a noble character, become a person who is serious, disciplined, and able to hold back, has the ability to read, memorize and understand the Qur'an properly. good, have broad insight, and have life skills.AbstrakKepribadian Islami merupakan bagian dari nilai pendidikan karakter yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena pembentukan karakter yang lain dapat terjadi jika diiringi oleh akhlak yang mulia. Dampak dari rendahnya kepribadian islami peserta didik akan mengakibatkan rendahnya akhlak dan dekadensi moral. Rusaknya Kepribadian generasi (peserta didik) merupakan pangkal dari kemunduran dan hancurnya sebuah bangsa. Akhlak yang baik sangat erat kaitannya dengan kepribadian yang islami atau dapat dikatakan ketika seseorang berakhlak baik, maka dapat dikatakan memiliki kepribadian yang baik pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program pembinaan kepribadian islami peserta didik SMP Islam Terpadu Ummul Quro Bogor. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu berupa metode kualitatif (library reseach) dan studi lapangan (field reseach) dengan menelaah dokumen program, mengobservasi langsung bagaimana proses pelaksanaan program bina pribadi islami dan penyempurnaannya melalui berbagai observasi dan wawancara. Hasil penelitian menujukan bahwa program bina pribadi islami menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan budaya positif peserta didik. Tujuan program bina pribadi islami adalah membentuk kepribadian islami peserta didik yang memiliki aqidah yang lurus, melakukan ibadah yang benar, berkepribadian matang dan berakhlak mulia, menjadi pribadi yang bersungguh-sungguh, disiplin dan mampu menahan diri, memiliki kemampuan membaca, menghafal dan memahami Alquran dengan baik, memiliki wawasan yang luas serta memiliki ketrampilan hidup
Leadership and Its Position in Islamic Education
This study aims to describe leadership and its position in Islamic education. The method used in this research is a literature study by collecting (material materials) sourced from various books, journals, and other sources. The results of the study indicate that an effective leader in an educational institution is able to motivate his staff (teachers and non-teachers) to excel and work with high spirits. He will also be able to build good relationships with parents and the surrounding community for the betterment of the institution he leads. Achievement motivation and high work spirit of school/madrasah staff will give birth to better quality education services which then produce students who excel
Supervisi Proses Pembelajaran pada Sistem Pendidikan Nasional dan Pendidikan Islam
The learning process is a process carried out to change the various potentials possessed by humans into something actual and have clear benefits. There are three main elements that must be present and considered during learning process which are process of planning, implementing, and evaluating. In carrying out the learning process, teachers very often face obstacles that can affect the whole learning process. To overcome this obstacle requires supervision and guidance so that teachers are able to solve learning problems and develop their competences; both are personal, professional and social competences. This research focuses on developing a learning supervision instrument so that it can be a guide for related parties in conducting supervision in order to create a learning process that is better and in accordance with the goals of Islamic education. This research uses qualitative research methods with library research techniques. As the research results, a supervision instrument design containing forty questions was produced which is in accordance with the principles of Islamic education and technical matters that have been described in the regulations of the ministry of education and culture. The design of this supervision instrument contains questions aimed at assessing the entire learning process which includes planning, implementing, and assessing the learning process.AbstrakProses pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengubah berbagai potensi yang dimiliki manusia menjadi sesuatu yang aktual dan tampak jelas nilai manfaatnya. Dalam pembelajaran terdapat tiga unsur utama yang harus ada dan diperhatikan yaitu proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru sangat sering menghadapi hambatan yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran secara keseluruhan. Untuk mengatasi hambatan ini diperlukan adanya usaha supervisi serta pembinaan agar guru mampu menyelesaikan masalah pembelajaran serta mengembangkan kompetensinya baik itu kompetensi personal, profesional, maupun kemasyarakatan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen supervisi pembelajaran agar dapat menjadi sebuah panduan bagi pihak terkait dalam melakukan supervisi agar tercipta proses pembelajaran yang lebih baik dan sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penelitian pustaka. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dihasilkan rancangan instrumen supervisi yang berisikan empat puluh pertanyaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, namun tidak terlepas dari hal teknis yang telah dijabarkan dalam peraturan kementerian pendidikan dan kebudayaan. Rancanangan instrumen supervisi ini memuat pertanyaan yang ditujukan untuk menilai keseluruhan proses pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran
Leadership and Its Position in Islamic Education
This study aims to describe leadership and its position in Islamic education. The method used in this research is a literature study by collecting (material materials) sourced from various books, journals, and other sources. The results of the study indicate that an effective leader in an educational institution is able to motivate his staff (teachers and non-teachers) to excel and work with high spirits. He will also be able to build good relationships with parents and the surrounding community for the betterment of the institution he leads. Achievement motivation and high work spirit of school/madrasah staff will give birth to better quality education services which then produce students who excel
- …
